
"Eh...Yud, Kamu Mau Kemana?" Tanya Seseorang Yang Berpapasan Dengannya.
"Ini Nih, Aku Mau Nyari Makan Diluar, Sekalian Juga Beliin Pesanannya Rena, Ya Udah Aku Keluar Dulu Yah" Yudha Pun Beranjak Keluar.
Yudha Keluar Mencari Tempat Makan Yang Tidak Jauh Dari Studio Yori.
"Kayaknya Disini Enak Nih, Banyak Yang Masuk Makan Soalnya" Pikir Yudha. Yudha Pun Memarkir Motornya Dan Masuk Ke Rumah Makan Yang Dia Singgahi. Yudha Baru Saja Melangkahkan Kakinya Masuk Kedalam Rumah Makan Tersebut, Secara Tiba-Tiba Dia Menyenggol Seseorang Yang Juga Ingin Masuk.
"Aduh...Mas, Lihat-Lihat Dong Kalau Jalan" Katanya Menoleh Ke Arah Yudha.
"Haah...! Kamu?" Yudha Terkejut.
"Kamu Yudha, Kan? Teman Kuliahku Dulu" Katanya Menerka.
"Julia, Yah? Sahabatnya Alika Kalau Aku Gak Salah" Yudha Mencoba Mengingatnya.
"Kamu Masih Ingat Sama Aku Ternyata" Katanya Tersenyum.
"Ya iyalah, Jul, Mana Bisa Sih Aku Lupa Sama Orang Yang Selalu Bantuin Aku, Bantuin Menyelesaikan Tugasku Di Kampus" Yudha Tersenyum.
"Itulah Teman Sejati, Yud, Harus Saling Membantu" Kata Julia.
"Mas... Mbak, Ngobrol Jangan Disini Dong, Menghalangi Orang Masuk Nih" Kata Salah Satu Pembeli Di Warung Yang Ada Di Belakang Yudha Dan Julia
"Eh...! Iya...!! Maaf Yah, Pak" Yudha Menarik Tangan Julia Dan Menyingkir Dari Depan Pintu.
"Lagian Kamu Sih Ngajak Ngobrol Depan Pintu, Kena Omelan Orang Kan Jadinya, Kan Tengsin Jadinya" Bisik Julia.
"Kalau Gitu Kita Lanjutkan Di Dalam Aja Deh, Sambil Makan Juga, Yuk" Ajak Yudha.
"Oh Iya, Jul, Kamu Belum Cerita Nih, Kok Kamu Bisa Ada Disekitar Sini Sih?" Tanya Yudha.
"Kebetulan Aku Abis Dari Rumah Sepupu Aku, Di Perumahan Yang Di Dalam Tuh, Gak Jauh Dari Sini, Terus Aku Lapar, Ya Udah Aku Mampir Deh Ke Warung Ini, Ehh... Tahunya Malah Ketemu Kamu Disini" Jelas Julia.
"Kamu Sendiri, Ngapain Disini? Dari Rumah Keluarga Kamu Juga?" Julia Berbalik Bertanya.
"Oh... Kalau Aku Emang Lagi Istirahat Makan Siang, Kebetulan Juga Tempat Kerja Aku Gak Jauh Dari Sini Kok" Jawab Yudha.
"Oh Ya? Kamu Emang Kerja Dimana?" Julia Penasaran.
"Di Yori FM" Jawabnya Singkat.
"Yori FM? Kamu Penyiar Disitu?" Julia Makin Penasaran.
"Iya, Jul, Dan Ini Tuh Hari Pertama Aku" Jelas Yudha.
"Wihh...!! Penyiar Baru Nih Ceritanya, Hebat Kamu, Yud" Julia Mengacungkan Jempol.
"Apa'an Sih, Jul, Gak Kok, Biasa Aja, Belum Sehebat Penyiar Senior Disitu, Seperti Rena Arista" Yudha Tetap Merendah.
"Rena Arista Itu Penyiarnya Yori FM?" Julia Seolah Kaget Mendengar Nama Rena Disebutkan Oleh Yudha.
"Iya, Emang Kenapa, Jul? Kok Gitu Mukanya" Yudha Heran Melihatnya.
"Gak Mungkin Aku Ceritain Ke Yudha Tentang Rena, Takutnya Aku Malah Dianggap Menjelek-Jelekkan Rekan Kerjanya Lagi, Mending Gak Usah Deh" Pikir Julia.
"Jul...!! Kok Malah Melamun Sih!" Yudha Mengagetkan Julia Yang Terdiam Beberapa Saat.
"Eh...! Iya, Yud! Sorry, Gak Kok, Gak Melamun" Julia Mencoba Mengelak.
"Mmm.... Yud, Sebenarnya Sih, Ada Hal Penting Nih Yang Pengen Aku Sampaikan Sama Kamu" Raut Wajah Julia Seketika Berubah Menjadi Serius
"Ada Apa Nih, Jul? Kok Kayaknya Serius Gitu?" Yudha Memperbaiki Duduknya Dan Siap Untuk Mendengarkan Cerita Julia.
"Ini Soal Alika, Yud" Julia Tertunduk Sedih.
"Alika? Kenapa Dengan Alika, Jul?" Yudha Terlihat Sedikit Khawatir Mendengarnya.
"Jadi....".
" Ehh...!! Tunggu Bentar, Jul, Ada Telpon Masuk, Aku Jawab Dulu Yah" Yudha Memotong Pembicaraan Dan Mengangkat Telponnya.
"Halo, Ren, Kenapa?" Tanya Yudha Diujung Telpon.
"Kamu Dimana Sih? Lama Banget Beli Makanannya, Aku Udah Laper Banget Ini" Celoteh Rena.
"Iya Buruan, Mbak Karin Juga Nyuruh Kamu Balik Secepatnya, Soalnya Mas Darto Mau Ketemu Sama Kamu" Kata Rena.
"Iya, Aku Balik Begitu Pesanannya Siap, Oke, Bye" Yudha Langsung Menutup Telponnya.
"Aduh... Jul, Sorry Banget Nih, Aku Gak Bisa Lama-Lama Disini, Aku Harus Buru-Buru Balik Ke Kantor, Ada Kerjaan Yang Harus Diselesaikan" Kata Yudha.
"Gini Deh, Lain Kali Kita Lanjut Lagi, Aku WA Kamu Deh, Kalau Aku Udah Gak Sibuk Dengan Kerjaanku" Lanjut Yudha.
"Iya, Yud, Gak Apa-Apa, Aku Ngerti Kok" Kata Julia.
"Ya Udah Aku Duluan Yah, Jul, See You" Yudha Pun Langsung Beranjak Dari Tempat Duduknya.
Selang 20 Menit Kemudian, Yudha Pun Kembali.
"Ini Dia Nih Anak, Balik Juga, Lama Banget Sih?" Tanya Rena Begitu Yudha Datang.
"Aku Udah Lapar Banget, Kamu Belinya Dimana Sih, Di Maros?" Rena Terlihat Sedikit Kesal.
"Gak Sejauh Itu Juga Kali, Ren. Aku Tuh Lama, Soalnya Tadi Ngantrinya Lama Dan Panjang Banget Antrinya, Gak Usah Ngomel Gitu Bisa Gak Sih" Yudha Pusing Mendengar Omelan Rena.
"Oh iya, Mbak Karin Tadi Bilang, Mas Darto Mau Ketemu Katanya, Dia Udah OTW Kesini Kok" Kata Rena.
Yudha Hanya Menganggukkan Kepalanya.
Tak Berapa Lama Kemudian, Darto Pun Datang.
"Hay Guys!" Sapa Darto.
"Hay Juga, Mas. Oh Iya, Mas, Ini Yudha, Mas" Rena Memperkenalkannya Pada Darto.
"Jadi Ini Nih, Penyiar Baru Kita, Okey..." Darto Menganggukkan Kepalanya Sambil Tersenyum.
"Hay Mas Darto, Saya Yudha" Yudha Mengenalkan Dirinya Sambil Mengulurkan Tangannya.
"Iya, Saya Darto, Music Director Sekaligus Penyiar Juga" Darto Menjabat Tangan Yudha.
"Gini, Kita Ngobrol Di Ruangan Saya Saja, Yah" Ajak Darto.
Yudha Mengikuti Langkah Darto Menuju Ruangan Darto.
"Nah...Yudha, Gini, Saya Senang Mendengar Siaran Kamu Tadi Pagi Bareng Rena Dan Saya Suka Kinerja Kamu Di Hari Pertamamu ini. Maksud Saya Itu, Saya Ingin Menawarkan Kamu Untuk Siaran Di Acara "Jeritan Hati". Konten Utamanya Itu, Curhat-Curhatan Dari Pendengar Kita" Darto Menerangkan Tentang Program Acara Yang Ditawarkan Pada Yudha.
"Gimana, Kira-Kira Kamu Mau Gak, Terima Tawaran Saya Ini?" Tanya Darto.
Yudha Berpikir Sejenak Tentang Tawaran Darto Tersebut.
"Mau Sih, Mas, Cuma Saya Belum Pede Aja Kalau Siaran Sendirian" Yudha Masih Terlihat Ragu Menerimanya.
"Itu Namanya Tantangan, Yud, Tapi, Saya Yakin Kamu Pasti Bisa" Darto Memberikan Semangat Pada Yudha.
Dengan Menarik Nafas Panjang, Yudha Menjawab Dengan Meyakinkan "Baiklah, Mas, Saya Terima Tawaran Mas Darto."
"Nah....!! Gitu Dong, Good, Itu Baru Laki-Laki, Berani Menerima Tantangan" Darto Mengacungkan Jempolnya.
"Kalau Gitu, Kamu Mulai Siarannya Besok Malam Dan Good Luck" Darto Menepuk Pelan Pundak Yudha. Setelah Pembicaraan Mereka Selesai, Yudha Keluar Dari Ruangan Darto. Rena Langsung Menghampiri Yudha, Karena Penasaran Dengan Apa Yang Dibicarakannya Dengan Darto Di Dalam.
"Yud, Mas Darto Bilang Apa Ke Kamu?" Tanya Rena.
"Kepo Banget Sih Kamu, Ren, Mau Tahu Aja Obrolan Cowok" Kata Yudha.
"Yee...! Buruan Kasi Tahu, Apa'an Sih Yang Kalian Obrolin Di Dalam" Rena Sedikit Memaksa.
"Mas Darto Cuma Nawarin Buat Bawain Acara Jeritan Hati Besok Malam" Jawab Yudha Dengan Wajah Yang Sedikit Lesu.
"Bagus Dong, Kok Malah Kayak Gitu Mukanya, Kayak Gak Semangat Gitu" Rena Heran Melihat Raut Wajah Yudha Seperti Itu.
"Bukannya Gitu, Ren, Cuma Aku Tuh Belum Pede Aja Buat Siaran Sendiri, Kamu Kan Tahu Sendiri, Aku Aja Baru Belajarnya Tadi Sama Kamu, Itu Aja Aku Merasa Masih Kurang Banget" Terang Yudha.
"Aku Udah Bilang Sih Ke Mas Darto Soal Itu, Cuma Mas Darto Bilang Aku Tuh Pasti Bisa Dan Bilang Kalau Ini Justru Tantangan Buat Aku Juga" Lanjut Yudha.
"Benar Kata Mas Darto, Ini Tantangan Buat Kamu, Kamu Pasti Bisa Kok. Lagian Nih, Mas Darto Itu Gak Mungkin Asal Milih Penyiar Buat Bawain Satu Program Acara, Dia Melihat Potensi Yang Ada Dalam Diri Kamu, Aku Tahu Banget Mas Darto Seperti Apa, Tentu Saja Sih Dengan Persetujuan Mbak Karin, Aku Yakin Kamu Pasti Bisa, Yud" Rena Memberikan Semangat Pada Yudha.
"Iya, Ren, Aku Akan Coba, Mudah-Mudahan Aku Gak Mengecewakan Mas Darto Dan Mbak Karin Yang Udah Ngasi Kepercayaan Ini Sama Aku, Aku Akan Bekerja Sebaik Mungkin" Yudha Memantapkan Hatinya.