The Announcer

The Announcer
Berusaha Untuk Menemukan Rena


Yudha pun bergegas pergi untuk mulai menelusuri tempat terakhir yang didatangi Rena, gedung dimana tempat berlangsungnya acara pernikahan Uchy. Yudha mencoba mencari sesuatu disekitar gedung itu, yang bisa membantu melacak Rena. Sampai ada seseorang yang menghampiri Yudha, yang ternyata adalah orang yang berjaga di tempat itu.


"Permisi, mas, lagi cari sesuatu atau apa?" Tanyanya pada Yudha.


"Eh.... Pak, kebetulan bapak ada disini" Yudha menoleh kebelakang.


"Ada apa yah, mas?" Tanyanya penasaran.


"Gini, kemarin kan sepupuku bikin acara disini, acara pernikahan itu loh. Nah..... Kemarin temanku yang terakhir ada disini, katanya dia pulang naik ojek online, tapi, sampai sekarang dia belum pulang juga kerumahnya" jelas Yudha.


"Jadi, gini, pak, disini kan ada kamera CCTV kan? Kalau boleh aku mau lihat dong, rekaman CCTV yang kemarin, aku lagi nyari temanku itu, kasihan ibunya, pak, khawatir banget sama dia" lanjut Yudha.


"Oh.... Begitu, boleh kok, mari ikut aku ke control room" katanya dan berjalan menuju keruangan yang dimaksud.


"Kalau boleh tahu, sekitar jam berapa acara pernikahannya kemarin selesai?" Tanyanya.


"Sekitar jam 4 sore, pak" jawab Yudha.


Pria itu pun langsung membuka rekaman kejadian kemarin sore. Yudha melihat Rena berdiri sendirian dalam rekaman tersebut.


"Nah.... Itu temanku tuh, pak, yang berdiri sendirian, yang berdiri nungguin ojek online" Yudha menunjuk ke layar.


Tak berapa lama, dalam rekaman itu, ada motor yang berhenti tepat di depan Rena dan sepertinya Yudha berpikir, kalau itulah driver ojek online yang ditunggu Rena.


"Pak, bisa tolong di zoom gak kearah plat motor itu, biar gampang nyarinya" pinta Yudha. Pria itu nge-zoom kearah yang dimaksud Yudha. Setelah di zoom pria itupun kaget melihat wajah dari si driver tersebut.


"Loh.... Ini kan, Dodi, anaknya pak Hamid?" Tanyanya dengan wajah terkejut.


"Bapak kenal sama si driver ini?" Yudha berbalik bertanya.


"Iya, mas, dia ini anak tetanggaku, rumahnya gak jauh dari sini" jawabnya.


"Emang kerjaan dia itu ojek online yah, pak?" Tanya Yudha.


"Dia ini masih kuliah, dia belum bekerja, motor yang dia pake juga, itu motor milik kakaknya" jelasnya.


"Bapak bisa Antarkan aku kerumahnya, karena dia orang terakhir yang ketemu dengan Rena dan aku pengen tahu kemana dia antar Rena kemarin" kata Yudha. Pria itu menganggukkan kepalanya dan bersedia mengantar Yudha kerumah Dodi.


Yudha dan penjaga di gedung tersebut pun menuju kerumah pria yang kemarin mengantar Rena.


"Nah.... Mas, ini dia rumahnya Dodi" katanya.


"Ehh... Ada om Haris, ada apa nih om kemari? Nyari papap?" Tanya Dodi.


"Gini, Dod, om mau tanya sama kamu, apa benar kemarin sore kamu ada di gedung Jasmine pake motor kakak kamu dan anterin cewek bernama Rena?" Tanya Haris.


"Waduh.... Kok om Haris tahu yah?" Batin Dodi.


"Dod, tolong kamu jawab dengan jujur, karena cewek yang kamu anterin itu adalah pacar dari mas ini, bisa-bisa kamu berurusan loh sama pihak yang berwajib dan kamu bakal masuk penjara" kata Haris dengan sedikit mengancancam.


"Iya, mas Dodi, tolong beritahu aku, dimana mas Dodi anterin Rena kemarin sore" kata Yudha.


"Tadi kamu bilang, kamu disuruh sama Stella? Jadi, ini semua ulah Stella? Benar-benar keterlaluan Stella, aku gak bisa maafkan dia, dia harus menerima ganjarannya, dia harus dilaporkan ke polisi" Yudha sudah begitu geram dengan kelakuan Stella.


"Mas Yudha, kalau mas Yudha laporin Stella, aku juga pasti akan ikut terseret, aku gak mau masuk penjara, aku benar-benar menyesal sudah ikuti semua kemauan Stella itu" Dodi memohon-mohon pada Yudha.


"Kamu tenang aja, asalkan kamu bantuin aku untuk membebaskan Rena, itu sudah cukup" kata Yudha meyakinkan. Dodi mengangguk dan bersedia melakukannya.


"Sekarang sudah waktunya kamu untuk menebus semua kesalahan kamu di masa lalu" kata Haris.


Yudha bersama Haris Dan juga Dodi segera menuju ke tempat Rena disekap.


"Hai, sayang" ada seorang gadis yang datang kerumah Dodi.


"Loh... Ghea" Yudha terkejut, ternyata gadis yang tersebut itu adalah Ghea.


"Kak Yudha!" Ghea pun terkejut melihat kehadiran Yudha.


"Kamu kenal cowok ini, sayang?" Tanya Dodi pada Ghea.


"Iya, kak Yudha ini teman aku, sayang" jelas Ghea.


Tunggu dulu, kenapa kak Yudha bisa ada disini, apa kalian saling mengenal?" Tanya Ghea.


"Jadi, gini, Ghe, Yudha ini datang kesini untuk tanyakan soal penyekapan Rena ini, karena aku terlibat dalam penyekapan Rena yang dilakukan Stella" jelas Dodi sambil menundukkan kepalanya.


"Apa! Kamu terlibat dalam penyekapan kak Rena yang dilakukan oleh Stella itu?" Tanya Ghea yang terlihat terkejut mendengar ucapan Dodi barusan.


"Iya, Ghe, dia ini disuruh oleh Stella, berpura-pura jadi driver ojek online gitu" Yudha menimpali.


"Dodi, aku gak nyangka kamu lakuin ini semua" Ghea Menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Dodi tersebut.


"Untuk apa sih kamu lakukan ini? Emang kamu dibayar berapa sama si Stella itu? Jawab Dodi!" Ghea sedikit menyudutkan Dodi.


"Pokoknya aku gak mau tahu, kamu harus selamatkan kak Rena, kalau tidak, jangan harap hubungan kita berlanjut terus" ancam Ghea dan langsung beranjak pergi dari rumah Ghea.


"Ghea.... Sayang..... Tunggu!" Dodi mengejar Ghea.


"Stop! Kalau kamu gak ikuti apa yang aku mau, jangan harap kita ketemu lagi" tatap Ghea tajam.


"Karena aku gak mau punya pacar penjahat, apa kata orang nanti kalau tahu sifat kamu yang sebenarnya, apa kata teman-teman band kita kalau tahu hal ini, reputasi band kita bakal hancur. Jadi, aku minta sebelum semua itu terjadi, kamu bebaskan kak Rena segera, please!" Pinta Ghea.


"Iya, Ghe, aku janji, aku bakal lakuin semua yang kamu mau" kata Dodi dengan bersungguh-sungguh.


"Oke, aku pegang janji kamu, sekarang kamu pergi ketempat itu, ayo buruan!" Ghea memaksa Dodi untuk segera pergi. Dodi menuruti permintaan Ghea dan segera pergi ke tempat tersebut.


Dodi pun langsung menuju ke tempat penyekapan Rena itu sendirian, karena Dodi berpikir, dia yang melakukan ini dari awal dan dia juga yang harus bertanggung jawab dengan perbuatannya itu. Kurang lebih 1 jam perjalanan, Dodi pun sampai. Dodi langsung masuk kedalam sebuah gudang kosong. Dodi melihat situasi didalam, karena takut ketahuan oleh Stella.


"Mudah-mudahan aja Stella gak ada disini?" Tanya Dodi dalam hatinya dan melangkah dengan perlahan.