
Setelah Semua Pekerjaan Yudha Selesai, Yudha Langsung Menghubungi Julia Begitu Dia Sampai Di Kost-annya Dan Melanjutkan Obrolannya Yang Tadi Terpotong.
"Halo, Yud, Ada Apa?" Tanya Julia Diujung Telpon.
"Halo, Jul, Aku Mau Tanyain Soal Alika, Kenapa Dengan Alika?" Yudha Berbalik Pada Julia.
"Alika Dan Juga Anaknya Diusir Dari Rumah Sama Suaminya Sendiri, Mana Anaknya Masih Kecil Banget Lagi, Kasian Banget Deh Aku Sama Dia" Jelas Julia.
"Haah! Tunggu Bentar Deh, Jul, Kamu Bilang Alika Diusir Sama Suaminya, Terus Bawa Anak Juga? Emang Alika Udah Nikah? Kapan?" Tanya Yudha Yang Penasaran.
"Iya, Yud, Alika Nikah Seminggu Setelah Wisuda. Dia Dan Suaminya Tinggal Dirumah Pemberian Orang Tua Alika, Terus Akhirnya Dia Diusir Setelah Suaminya Berhasil Menguasai Rumah Itu. Aku Juga Tahunya Waktu Aku Kerumah Dia Dan Ternyata Rumah Itu Sekarang Udah Berbalik Nama Menjadi Milik Suaminya" Terang Julia.
"Kasihan Juga Sih, Jul, Kalau Seperti Itu" Yudha Turut Prihatin Dengan Keadaan Alika Sekarang.
"Maka Dari Itu, Yud, Aku Pengen Minta Bantuan Kamu, Untuk Nyari Alika, Kasian Kalau Dia Luntang Lantung Di Jalan" Julia Meminta Bantuan Pada Yudha.
"Aku Sih Mau Aja, Jul, Cuma Mau Nyari Alika Dimana? Makassar Luas Loh" Tanya Yudha Bingung.
"Rumahnya Alika Dan Suaminya Kan Di Perumahan Permata Mutiara, Siapa Tahu Aja Kan Alika Masih Ada Di Sekitar Situ Dan Semoga Aja Ada Yang Pernah Lihat Alika Dan Anaknya Pergi Dan Itu Bisa Jadi Petunjuk Buat Kita Juga" Harap Julia.
"Ya Udah Kalau Gitu, Besok Siang Setelah Aku Selesai Siaran, Kita Nyari Keberadaan Alika Sama-Sama, Oke, See You, Jul" Yudha Memutuskan Telponnya.
"Kasian Juga Aku Dengar Keadaan Alika Sekarang. Dulu, Alika Terbiasa Hidup Dengan Kemewahan, Bisa Mendapatkan Apapun Yang Dia Mau. Setelah Menikah, Alika Malah Di Sia-Siakan Sama Suaminya, Bahkan Mengusir Alika Dari Rumahnya Sendiri, Miris Banget Hidup Kamu Sekarang, Alika!" Yudha Sedih Memikirkan Alika Yang Entah Dimana Keberadaannya Sekarang.
Yudha Termenung Sejenak Sambil Memikirkan, Apa Yang Harus Dia Lakukan Untuk Membantu Alika Dengan Keadaannya Yang Sekarang. Biar Bagaimanapun, Alika Adalah Cewek Yang Paling Dia Sayangi, Meskipun Alika Tidak Pernah Membalas Cintanya, Bahkan Tidak Menganggapnya Sama Sekali, Namun Rasa Sayangnya Pada Alika Begitu Besar, Meskipun Sedikit Berkurang Jika Dibandingkan Dengan Beberapa Tahun Yang Lalu. Alam Yang Baru Saja Pulang Dari Kampusnya, Melihat Yudha Seperti Sedang Melamun, Langsung Saja Menghampiri Yudha Di Teras.
"Yud, Aku Perhatikan, Kamu Melamun, Termenung Gitu, Ada Masalah Apa?" Alam Duduk Disamping Yudha.
"Lam, Kamu Ingat Gak Sama Teman Kampus Aku, Yang Waktu Itu Kerja Tugas Bareng Disini" Kata Yudha.
"Oh....Si Julia Kan" Jawabnya.
"Bukan, Yang Satunya Lagi, Yang Aku Bilang Juara Karate Itu Loh" Yudha Mencoba Mengingatkan Alam.
"Oh.... Iya...! Iya! Aku Ingat Sekarang" Alam Menganggukkan Kepalanya.
"Emang Kenapa, Yud?" Tanya Alam.
"Jadi, Pas Seminggu Setelah Wisuda, Alika Nikah. Aku Juga Tahunya Dari Julia Sih. Nah... Gak Tahu Karena Masalah Apa, Alika Diusir Dari Rumahnya Oleh Suaminya, Padahal Rumah Itu Pemberian Orang Tua Alika, Mana Sekarang Alika Udah Punya Anak Dan Masih Bayi" Jelas Yudha.
"Rasain Tuh, Sombong Banget Sih Jadi Cewek, Kena Batunya Kan Sekarang!" Alam Tertawa Sinis.
"Oh Iya, Kok Kamu Bisa Ketemu Julia, Gimana Ceritanya, Kamu Kan Bilang Kalau Udah Beberapa Bulan Ini Gak Pernah Saling Contact, Terus Kenapa Bisa Ketemu" Alam Heran.
"Iya, Jadi Gini, Tadi Itu Waktu Aku Istirahat Makan Siang, Aku Ketemu Julia Di Warung Yang Tidak Jauh Dari Studio Yori, Kata Julia Dia Habis Dari Rumah Sepupunya" Jelas Yudha.
"Nah....!! Pas Waktu Itu Dia Mau Jelasin Soal Alika, Tapi, Gak Sempat Karena Aku Buru-Buru Harus Balik Ke Kantor Kan, Makanya Pas Tadi Nyampe Sini Aku Telpon Julia, Terus Dia Jelasin Deh Semuanya Dan Rencananya Juga Aku Sama Julia Mau Nyari Alika, Karena Kasihan Kalau Dia Sendirian Di Jalanan Gitu" Lanjut Yudha.
"Terus Yang Kamu Pikirkan Sekarang Apa?" Tanya Alam Yang Masih Bingung.
"Aku Heran Deh, Yud, Sama Kamu. Kamu Masih Mau Aja Bantuin Dia, Dia Itu Kan Udah Pernah Nyakitin Hati Kamu, Gak Pernah Mikirin Perasaan Kamu Kayak Gimana. Kalau Aku Jadi Kamu Sih, Aku Biarin Aja!" Alam Sedikit Geram.
"Tadinya Aku Juga Mau Seperti Itu, Tapi, Hati Kecilku Ini Gak Bisa Berbohong, Aku Masih Menyimpan Perasaan Sayang Pada Alika" Kata Yudha.
"Sekarang Gini Deh, Yud, Kamu Masih Mengharapkan Alika Menjadi Milik Kamu?" Tanya Alam.
"Aku Disini Cuma Berusaha Buat Tunjukkan Rasa Sayangku Untuk Dia, Meskipun Nantinya Aku Tidak Bersanding Dengan Dia" Jawab Yudha Pasrah.
"Oke, Aku Cuma Bisa Ngasi Saran, Ikuti Apa Kata Hati Kamu, Karena Biasanya Kata Hati Itu Tidak Pernah Salah Memilih" Alam Merangkul Pundak Yudha.
"Makasih Yah, Lam, Kamu Udah Mau Dengerin Curhatanku" Yudha Tersenyum.
"Ya Udah, Aku Masuk Ke Dalam Dulu Yah" Alam Beranjak Dan Meninggalkan Yudha Sendirian Di Teras.
Keesokan Harinya Sesuai Dengan Janji, Yudha Menemani Julia Untuk Mencari Keberadaan Alika, Setelah Selesai Siaran.
"Eh..Julia, Kamu Kok Samperin Aku Kesini?" Tanya Yudha Terkejut.
"Iya, Biar Menghemat Waktu Gitu" Jawab Julia.
"Kita Pakai Mobil Aku Aja, Motor Kamu Simpan Aja Disini, Kan Kita Juga Gak Lama" Lanjut Julia
"Okelah Kalau Begitu, Yuk, Cabut Sekarang" Ajak Yudha.
Yudha Dan Julia Pun Memulai Pencarian Alika.
"Jul, Apa Kamu Yakin Kalau Alika Itu Masih Ada Disekitar Rumahnya?" Tanya Yudha.
"Yah...!! Namanya Juga Kita Usaha Kan, Siapa Tahu Aja Ada Yang Pernah Lihat Alika" Kata Julia Dengan Penuh Keyakinan.
Yudha Dan Julia Mulai Menyusuri Jalan Disekitar Rumah Alika, Bertanya Pada Setiap Orang Yang Mereka Temui. Tapi, Tidak Ada Satu Orang Pun, Yang Melihat Keberadaan Alika.
"Jul, Gimana Yah Ini, Gak Seorangpun Yang Melihat Alika Dimana?" Tanya Yudha Kebingungan.
"Gini Aja, Yud, Kita Makan Siang Dulu, Nanti Abis Makan Baru Kita Lanjutin Lagi Nyari Alika" Julia Masih Tetap Berusaha Tenang
"Jul, Kalau Di Pikir-Pikir, Kok Bisa Yah Suaminya Alika Setega Itu, Dia Gak Mikir Apa, Anaknya Juga Kan Masih Bayi, Kasian Kalau Harus Tidur Di Jalanan Atau Di Depan Toko Orang" Yudha Geram.
"Yah.... Namanya Juga Kemauan Orang Tua, Yud, Jadinya Gini Deh" Kata Julia.
"Mereka Dijodohin Gitu?" Tanya Yudha Yang Semakin Penasaran.
"Iya, Yud, Jadi Sebelum Ayah Dari Suaminya Alika Ini Meninggal, Dia Nitip Pesan Sama Ayahnya Alika, Kalau Nanti Dia Meninggal, Dia Ingin Kalau Anaknya Menikah Dengan Alika" Jelas Julia.
"Ayah Dari Suaminya Alika Dan Ayahnya Alika Itu Udah Sahabatan Dari Mulai SMP, Terus Alika Juga Yang Awalnya Gak Mau Dijodohkan, Akhirnya Mau Terima Perjodohan Itu, Aku Juga Sempat Kok Datang Ke Pesta Pernikahannya Alika" Lanjut Julia.