
"Man, Are You Okay?" Tanya Alika Yang Melihat Amanda Melamun.
"Eh...! Oh...! Iya, Al, Aku Baik-Baik Aja Kok" Amanda Sedikit Gelagapan.
"Gimana Nih, Man, Apa Aku Harus Ngomong Langsung Ke Yudha Atau Gimana?" Tanya Alika.
"I...Iya, Al, Sebaiknya Kamu Ngomong Langsung Ke Dia, Bi...Biar Dia Tahu Perasaanmu Kayak Gimana" Amanda Terbata-Bata.
"Mmm...Al, Aku Tinggal Ke Kamar Dulu Yah" Amanda Beranjak Meninggalkan Alika.
-
-
"Mungkin Lebih Baik Aku Bilang Aja Kali Yah Sama Yudha, Kalau Aku Sekarang Mulai Suka Sama Yudha, Apalagi Dengan Keadaan Dia Yang Sekarang, Yang Jauh Lebih Keren" Batin Alika
"Tapi, Apa Iya, Dia Mau Terima Keadaanku Yang Seperti Ini" Alika Masih Ragu Dalam Hatinya.
Sementara Itu, Amanda Galau Antara Berkata Jujur Soal Perasaannya Pada Yudha Atau Menyimpannya Untuk Menjaga Perasaan Alika.
"Aku Bingung Harus Gimana Sekarang. Kalau Aku Bilang Jujur Ke Yudha Soal Perasaanku Ini Dan Alika Tahu, Dia Pasti Sakit, Tapi, Kalau Aku Pendam Demi Menjaga Perasaan Alika, Malah Aku Yang Tersiksa. Tuhan, Bantu Aku Keluar Dari Masalah Ini! Jalan Yang Mana Yang Harus Aku Ambil!" Jerit Hati Amanda.
Alam Yang Kebetulan Lewat Di Depan Kamar Amanda, Setelah Dia Dari Dapur, Melihat Amanda Termenung Seperti Sedang Memikirkan Sesuatu. Alam Pun Langsung Saja Menghampiri Amanda.
"Amanda, Kamu Kok Termenung Gitu, Ada Apa?" Alam Mendekati Amanda.
"Ehh... Alam, Gak Kok, Lam, Gak Ada Apa-Apa" Amanda Berusaha Menyembunyikan Masalahnya Pada Alam.
"Oh Iya, Man, Itu Kok Kamar Sebelah Udah Terisi Sih, Padahal Baru Kemarin Kamar Itu Kosong" Alam Heran.
"Iya, Lam, Yang Di Sebelah Itu, Alika Namanya, Dia Itu Teman Kuliahnya Yudha, Kamu Pasti Sering Lihat Dia Kan, Pas Yudha Dan Teman-Temannya Kerjain Tugas Kuliah Mereka" Jelas Amanda.
"Oh... Itu Alika Toh? Kok Beda Yah Sama Yang Dulu. Dia Yang Sekarang Lebih...., Mmm...Maaf, Kucel" Alam Pangling Melihat Keadaan Alika Yang Sekarang.
"Iya, Dia Itu Tidur Dijalanan, Dia Itu Kan Udah Nikah, Tapi, Diusir Sama Suaminya, Akhirnya Bertemu Dengan Yudha Dan Julia, Dibawalah Alika Kesini, Karena Alika Udah Gak Punya Tempat Tinggal Lagi, Jadi, Yudha Mengusulkan Untuk Dibawa Kesini Dan Dia Juga Yang Bayarin Uang Kost Alika Selama Alika Disini" Lanjut Amanda.
"Kok Yudha Mau Aja Gitu Bayarin Uang Kost Alika, Padahal Yudha Itu Bukan Siapa-Siapanya Alika" Alam Bingung.
"Aku Juga Gak Tahu Sih, Lam, Alasannya Yudha Apa. Mungkin Aja Yudha Masih Berharap Pada Alika, Soalnya Yudha Itu Kelihatannya Sayang Banget Sama Alika" Amanda Menerka-Nerka.
"Iya Juga Sih, Man, Kalau Gak, Mana Mungkin Dia Perhatian Sampai Segitunya Ke Alika" Alam Membenarkan Pernyataan Amanda.
"Kamu Belum Jawab, Kenapa Kamu Termenung Gitu Tadi?" Tanya Alam.
"Jujur, Lam, Aku Tuh Suka Sama Yudha, Makanya Tiap Yudha Minta Tolong Ke Aku, Aku Pasti Sanggupin, Karena Aku Rela Lakukan Apapun Buat Yudha" Kata Amanda.
Alam Termenung Sejenak Mendengar Jawaban Amanda.
"Amanda, Asal Kamu Tahu, Aku Itu Suka Sama Kamu, Aku Sayang Sama Kamu, Makanya Itu Aku Ingin Bahagiakan Kamu, Biarpun Nantinya Kamu Gak Membalas Cintaku Ini" Batin Alam.
"Terus, Apa Yang Kamu Pikirkan?" Tanya Alam Lagi.
"Yang Aku Pikirkan, Aku Bingung Gimana Caranya Agar Yudha Tahu Soal Perasaanku Ini, Karena Kalau Aku Bilang Langsung Ke Yudha, Aku Takut Alika Tahu Dan Menyakiti Hatinya, Karena Alika Juga Suka Sama Yudha, Alika Juga Kan Cewek, Masa Sesama Cewek Saling Menyakiti" Jawab Amanda.
"Kamu Tenang Aja, Man, Aku Akan Bantu Kamu, Meskipun Itu Menyakitkan Buatku, Tapi, Demi Kebahagiaan Kamu Aku Rela Lakukan Apapun" Batin Alam.
-
*Putar Lagu Rizki Febian Feat Mikha Tambayong - Berpisah Itu Mudah*
"Balik Lagi Di Curahan Hati. Nah.... Malam Ini Selain Yudha Nunggu Cerita Kalian Di Hari Ini, Yudha Juga Pengen Membahas 1 Topik, Yaitu, Tentang "Cinta Tak Terbalas". Saya Yakin, Kalian Pasti Pernah Mengalaminya. Kalian Boleh Share Juga Tentang Topik Kita Malam Ini Dan Nanti Akan Yudha Bacain Cerita Dari Kalian, Sekarang Yudha Mau Putar 1 Lagu Dulu Buat Kalian Biar Lebih Rileks Lagi, Lagu Dari 2 Penyanyi Cantik Indonesia, Raisa Feat Isyana Sarasvati - Anganku Anganmu, Enjoy!".
-
-
"98.5 FM Yori Barometer Musik Indonesia. Okey, Yudha Pengen Bacain Cerita Yang Udah Masuk Nih, Ada Dari Hera Di Panaikang, Katanya Pernah Mengalami Cintanya Tak Terbalas Oleh Cowok Yang Dia Sukai, Rasanya Nyesek Banget. Sampai-Sampai Nih Katanya, Hera Trauma Dan Belum Siap Membuka Hati Buat Cowok Lain. Yah... Memang Menyakitkan Sih, Ketika Kita Mencintai Seseorang Lantas Seseorang Itu Justru Tidak Membalas Cinta Kita, Tapi, Kita Juga Tidak Bisa Menyalahkannya, Karena Yang Namanya Hati Itu Tidak Bisa Dipaksakan, Jadi, Kita Juga Harus Bisa Menerima Apapun Jawaban Dari Seseorang Itu. Buat Hera, Jangan Patah Semangat, Masih Banyak Cinta Yang Lain Yang Bisa Kamu Cari Dan Siapa Tahu Saja Salah Satunya Adalah Cinta Terakhir Kamu Nantinya"
*Putar Lagu Anang Feat Syahrini - Cinta Terakhir*
Yudha Sedikit Galau Dengan Konten Acara Yang Dia Bawakan Sendiri.
"Aku Kok Baper Yah, Apa Karena Aku Pernah Alami Ini Dulu, Waktu Jaman Kuliah, Aku Mencintai Alika, Tapi, Malah Tidak Terbalas Oleh Alika?" Tanyanya Dalam Hati.
"Apapun Itu, Aku Harus Bisa Lupakan Itu, Agar Tidak Mengganggu Pikiranku" Yudha Berusaha Membuang Jauh Masa Lalu Itu Dari Pikirannya.
"Finally.... Yori Lova, Udah Jam 10 Malam, Itu Artinya Yudha Harus Pamit Dulu Nih Dan Besok Malam Kita Bakal Ketemu Lagi Di Curahan Hati, Selamat Beristirahat Buat Kalian Semua And See You Tomorrow, Bye!".
Yudha Membereskan Barang-Barangnya Dan Langsung Pulang Ke Kost-nya. Di Perjalanannya, Handphone-nya Berdering. Yudha Menepi Dan Menjawab Panggilannya.
"Halo, Man, Ada Apa?" Tanya Yudha Begitu Mengangkat Telpon Dari Amanda.
"Yud, Kamu Lagi Dimana Sekarang?" Amanda Berbalik Bertanya.
"Aku Lagi Dijalan Nih, Menuju Kost-an, Man" Jelas Yudha.
"Mmm...Kamu Bisa Gak Mampir Bentar Ke Taman Dekat Studio Yori, Aku Ada Disini Nih Sekarang" Kata Amanda.
"Ngapain Malam-Malam Di Taman, Sepi Loh Disitu, Man" Yudha Heran.
"Nanti Aja Di Jelasinnya, Yang Penting Kamu Kesini Dulu Sekarang" Katanya Dan Langsung Memutuskan Telponnya.
Yudha Berbalik Arah Lagi Dan Kembali Ke Arah Studio Yori. Selang Beberapa Saat Kemudian, Yudha Pun Datang Menghampiri Amanda Yang Tengah Duduk Sendirian Di Taman Tersebut.
"Amanda, Kamu Itu Ngapain Sih Di Taman, Sendirian? Udah Malam Loh Ini, Kalau Kamu Kenapa-Kenapa, Gimana?" Tanya Yudha Yang Terlihat Sedikit Khawatir Dengan Amanda.
"Aku Sengaja, Yud. Aku Pengen Ngomong Sesuatu Sama Kamu" Amanda Dengan Tatapan Serius.
"Emang Harus Disini Yah, Gak Bisa Di Kost-an Aja Gitu" Kata Yudha.
"Gak Bisa, Yud, Nanti Ada Yang Nguping Lagi Kalau Di Kost-an" Amanda Beralasan.
"Gini, Yud, Jujur Aja Nih, Aku Suka Sama Kamu Dan Aku Gak Bisa Menahan Perasaanku Ini, Aku Sayang Sama Kamu, Yud. Ku Harap Kamu Mau Membalas Cintaku Ini" Amanda Memegang Tangan Yudha.
"Aduh....Gimana Yah, Man, Jawabnya" Yudha Terlihat Kebingungan.
"Jawabnya Aja, Yud, Aku Siap Dengerin Jawaban Kamu" Amanda Tersenyum.
"Harus Aku Akui Aku Memang Sayang Sama Kamu" Kata-Kata Terlontar Begitu Saja Dari Mulut Yudha Dan Membuat Amanda Bahagia Mendengarnya.
"Tapi, Aku Anggap Kamu Itu Seperti Adikku Sendiri, Aku Punya Impian Untuk Memiliki Seorang Adik, Meskipun Bukan Adik Kandung Dan Kamu Berhasil Mewujudkan Impianku Ini, Makanya Aku Selalu Care Dan Memastikan Kamu Selalu Dalam Keadaan Baik. Untuk Mengubah Status Kita Menjadi Pacaran, Sepertinya Gak Bisa, Man, Maaf, Aku Gak Bisa Balas Cinta Kamu" Yudha Memegang Tangan Amanda Lembut.