
Jam 9 Pagi, Rena Pun Selesai Siaran Dan Langsung Saja Menelpon Yudha Begitu Keluar Dari Ruang Siaran. Berkali-Kali Rena Mencoba Menelpon Yudha, Tapi, Tidak Dijawab Juga.
"### Ini Yudha Kenapa Sih, Dari Tadi Aku Telpon Gak Diangkat" Rena Mulai Kesal.
"Kamu Kenapa, Ren, Kayaknya Kesal Gitu?" Tanya Felly.
"Gimana Gak Kesal Coba, Aku Telpon Yudha Berkali-Kali, Tapi, Gak Di Angkat Sama Dia" Gerutu Rena.
"Mungkin Dia Masih Ada Mata Kuliah Atau Lagi Di Jalan Gitu, Jadi, Gak Bisa Jawab Telpon Dari Kamu" Felly Mencoba Menenangkan Rena.
"Kalau Dia Ada Mata Kuliah, Gak Mungkin Handphone-nya Aktif. Kalaupun Dia Lagi Di Jalan, Terus Dia Dengar Handphone-nya Bunyi Lebih Dari 2 Kali, Pasti Dia Menepi Dulu Terus Angkat Telponnya, Aku Tahu Banget Yudha Kayak Gimana, Fel" Jelas Rena Yang Masih Tetap Terlihat Kesal.
"Pasti Dia Itu Sekarang Ada Di Kost-annya Atau Di Suatu Tempat Yang Entah Dimana" Lanjut Rena.
"Gini Deh, Ren, Kamu Coba Deh Telpon Nomer Teman-Temannya Yudha, Siapa Tahu Aja Dia Lagi Di Rumah Temannya" Felly Memberikan Saran Pada Rena.
"Atau Biar Lebih Puas Lagi, Kamu Ke Kost-annya Aja Langsung, Siapa Tahu Aja Yudha Di Kost-an" Felly Menambahkan.
"Benar Juga Sih, Fel, Kalau Gitu Aku Keluar Dulu Yah, Kalau Mbak Karin Nyariin Aku, Bilang Aja Aku Ada Urusan Penting Gitu" Rena Pun Bergegas Pergi.
"Beres Deh, Pokoknya" Felly Mengacungkan Jempol.
-
Sekitar 1 Jam Kemudian, Rena Pun Sampai Di Kost-an Yudha. Tapi, Rena Melihat Suasana Di Kost-an Yudha Sepi.
"### Nyari Siapa, Mbak?" Tanya Seseorang Yang Menghampiri Rena, Yang Ternyata Itu Alika Yang Baru Keluar Dari Kamarnya.
"Ehh... Ini, Aku Nyari Yudha, Dia Ada Gak Yah?" Tanya Rena.
"Ada Apa'an, Al?" Tanyanya Pada Alika.
"Ehh... Mbak Rena, Apa Kabar, Mbak" Sapa Seseorang Yang Juga Keluar Dari Kamar Alika, Amanda.
"Hai, Man, Kabarku Baik Kok" Jawab Rena Tersenyum.
"Mbak Rena Pasti Kesini, Mau Nyari Yudha Kan?" Amanda Menerka.
"Iya, Man, Soalnya Dari Tadi Aku Telpon, Dia Gak Jawab Panggilanku" Jawab Rena.
"Yudha Ada Di Kamarnya Gak?" Rena Berbalik Bertanya.
"Sekalian Aku Mau Tanya Juga Ke Dia, Kenapa Dia Tiba-Tiba Minta Siaran Malam Aja Sama Mas Darto, Seolah-Olah Dia Kayak Ingin Menghindar Gitu Dari Aku" Lanjut Rena.
"Yudha Lagi Keluar, Mbak, Gak Tahu Juga Sih Dia Kemana, Soalnya Dia Gak Bilang Apa-Apa Tadi Pas Kita Berpapasan Sama Yudha, Iya Kan, Al?" Amanda Melirik Kearah Alika.
"Iya, Dia Cuma Nyapa Aja, Abis Itu Langsung Pergi Deh" Alika Menambahkan.
"Mmm... Man, Boleh Kita Ngobrol Berdua Aja" Kata Rena.
"Oh... Boleh Kok, Mbak, Ngobrolnya Di Kamar Aja Yuk" Ajak Amanda.
"Al, Kamu Keluar Sendiri Gak Apa-Apa Kan?" Tanya Amanda Pada Alika.
"Gak Apa-Apa, Man, Tenang Aja, Ya Udah Aku Keluar Dulu Yah" Alika Berlalu Dari Hadapan Amanda Dan Rena.
-
"Aku Mau Ngobrol Soal Yudha, Man" Kata Rena.
"Yudha? Yudha Kenapa, Mbak?" Tanya Amanda Penasaran.
"Sikapnya Dia Itu, Kayak Aneh Aja Gitu, Padahal Kemarin-Kemarin Gak Kayak Gitu" Kata Rena.
"Aneh Gimana Sih Maksudnya, Mbak? Aku Benar-Benar Gak Ngerti" Amanda Masih Bingung.
"Seperti Tadi Pagi, Pas Aku Mau Siaran. Seharusnya Kan Aku Siaran Bareng Yudha Kan. Nah.... Tadi Yang Siaran Sama Aku Malah Penyiar Yang Lain, Aku Tanya Ke Mbak Karin, Katanya Yudha Gak Bisa Siaran Pagi Dulu Selama Seminggu Ini, Alasannya Dia Ada Kuliah Pagi. Dia Itu Gak Ada Bilang Apapun Sama Aku, Tiba-Tiba Aja Dia Nelpon Mbak Karin Dan Minta Re-Schedule Jadwal Siaran Dia Yang Tadinya Pagi Sama Malam Menjadi Siaran Malam Aja" Jelas Rena.
"Padahal Nih, Man, Pas Aku Jalan Sama Dia Kemarin, Baik-Baik Aja, Sekarang Tiba-Tiba Dia Gak Jawab Telpon Dari Aku, Gak Balas Whatsapp Dariku Juga, Aku Bingung Gitu, Man" Lanjut Rena.
"Ini Gak Bermaksud Belain Yudha Atau Apa, Tapi, Setahuku, Yudha Itu Gak Mungkin Sikapnya Berubah Kalau Gak Ada Sesuatu Yang Terjadi Atau Yang Dia Lihat, Yang Bisa Bikin Dia Kecewa, Marah, Sedih Dan Sebagainya" Kata Amanda.
"Karena Aku Tuh Tahu Banget, Yudha Itu Seperti Apa, Apalagi Aku Sama Yudha Udah Lama Saling Kenal" Lanjut Amanda.
"Coba Deh, Mbak Rena Ingat-Ingat Lagi Semua Hal Yang Mbak Rena Lakukan Bareng Yudha, Ada Gak Yang Kira-Kira Bikin Yudha Kecewa Atau Kesal Dan Sebagainya" Amanda Berusaha Mengingatkan Rena Tentang Semua Yang Dia Lakukan Kemarin Bersama Yudha.
"Seingatku Sih, Aku Kemarin Ketemuan Sama Seseorang Yang Mau Dijodohkan Sama Aku, Tapi, Batal Karena Yudha Sudah Melamarku Terlebih Dahulu. Aku Ketemuan Sama Dia Di Cafe Pas Pulang Siaran, Yang Ternyata Itu Teman Lamanya Yudha, Mereka Berdua Ngobrol Bentar, Terus Yudha Anterin Aku Pulang Ke Rumah, Setelah Itu Dia Langsung Balik Dan Aku Juga Langsung Masuk Ke Rumahku, Udah Itu Aja Sih, Man" Rena Mengingat-Ingat Semuanya Dengan Mengerutkan Dahinya.
"Mbak Rena Yakin Cuma Itu? Setelah Itu Gak Ada Lagi?" Tanya Amanda.
"I..Iya Deh, Man, Cuma Itu Aja Sih, Gak Ada Lagi" Rena Masih Sedikit Ragu Menjawabnya.
"Sekarang Gini Aja Deh, Mbak, Yudha Pernah Gak Bilang Sama Mbak Rena Kalau Dia Itu Pergi Ke Suatu Tempat Yang Bisa Membuat Pikirannya Jadi Tenang, Menyejukkan" Kata Amanda.
"Kalau Itu Sih, Kayaknya Aku Tahu Dimana Tempat Itu" Kata Rena Dengan Yakin.
"Nah... Coba Deh Mbak Rena Kesana, Siapa Tahu Aja Yudha Ada Disana Dan Obrolin Deh Sama Yudha Tentang Sikapnya Yang Berubah Itu" Amanda Memberikan Saran Pada Rena.
"Makasih Yah, Man, Kamu Udah Mau Bantuin Aku, Dengerin Curhatanku Juga" Rena Tersenyum.
"Iya, Mbak, Sama-Sama, Aku Gak Mau Kalau Hubungan Kalian Berdua Harus Kandas Seperti Ini" Kata Amanda.
"Ya Udah, Aku Cabut Sekarang Yah, Mau Nyusulin Yudha Ke Tempat Itu" Rena Beranjak Pergi.
Setelah Mendengar Saran Dari Amanda, Rena Pun Langsung Bergegas Menuju Ke Tempat Yang Dimaksud. Rena Akan Segera Tahu Jawaban Atas Sikap Yudha Yang Tiba-Tiba Berubah Itu.
"Yud, Aku Harus Selesaikan Hari Ini Juga, Aku Gak Mau Kepikiran Kamu Terus Dan Mengganggu Kerjaan Juga, Aku Gak Mau Masalah Ini Berlarut-Larut" Batin Rena.
Sepanjang Jalan, Hanya Yudha Yang Ada Di Dalam Pikirannya Dan Membuat Fokusnya Di Jalanan Terbagi.
"Yud, Aku Gak Habis Pikir Kalau Kita Akan Menghadapi Masalah Seperti Itu, Diam-Diaman, Tiba-Tiba Pergi Tanpa Kabar. Padahal Sejauh Ini Hubungan Kita Selalu Baik-Baik Saja, Tapi, Kenapa Tiba-Tiba Kamu Seperti Ini, Seperti Sedang Menghindariku" Pikir Rena.
"Apalagi Kita Udah Lamaran Dan Sebentar Lagi Kita Akan Nikah, Ibu Juga Sudah Memberikan Restunya Untuk Kita, Kalau Seperti Ini Gimana Kita Akan Laksanakan Itu Kalau Kamu Seperti Ini, Yud? Aku Gak Bisa Hidup Tanpa Kamu, Yud, Aku Gak Sanggup, Aku Udah Terlanjur Cinta Banget Sama Kamu" Rintihnya Dalam Hati.
Kira-Kira 1 Jam Perjalanan Yang Di Tempuh Rena, Akhirnya Sampai Di Tempat Yang Dia Maksud. Begitu Turun Dari Motornya, Rena Langsung Mencari Keberadaan Yudha, Dengan Harapan Dia Bisa Bertemu Dengan Yudha Di Tempat Tersebut. Rena Mengedarkan Pandangannya Ke Setiap Sudut Tempat Tersebut, Untuk Mencari Keberadaan Yudha.
"Yudha Mana Sih! Dari Tadi Aku Cariin Gak Ketemu Juga, Aku Capek Tahu!" Rena Mulai Kesal.
"Sabar Rena, Sabar, Jangan Terbawa Emosi, Hadapi Dengan Kepala Dingin, Pikiran Jernih Dan Hati Tenang" Rena Mencoba Menenangkan Dirinya Sendiri.