
"Telpon Dari Siapa, Rin?" Tanya Darto Yang Sempat Mendengar Obrolan Karin Di Telpon.
"Ini, To, Telpon Dari Yudha, Katanya Rena Gak Bisa Siaran Hari Ini Karena Abis Kecelakaan Kemarin" Jelas Karin.
"Kasian Banget Rena, Terus Yudha Bilang Gak, Tentang Keadaan Rena Sekarang?" Tanya Darto.
"Dia Gak Bilang Sih, To" Kata Karin Singkat.
"Rencananya Sih Aku Mau Kesana Nanti Sore Pas Jam Pulang Kerja, Sekalian Ajak Anak-Anak Juga Buat Ikut Jenguk Rena" Lanjut Karin.
"Ya Udah Kalau Gitu, Kita Rame-Rame Aja Perginya Kesana" Kata Darto.
Sesampainya Yudha Di Studio Yori FM, Yudha Disodorkan Beberapa Pertanyaan Tentang Rena, Yang Membuat Yudha Pusing Menghadapinya.
"Yudha, Gimana Keadaannya Rena Sekarang? Terus Luka Dia Parah Gak? Apa Dia Udah Sadarkan Diri Atau Belum? Apa Masih Kritis?" Pertanyaan Itu Datang Bertubi-Tubi Dari Teman-Temannya.
"Tadi Pagi Sebelum Aku Balik Ke Kost-an, Rena Udah Sadar Sih, Cuma Yah... Gitu" Ucap Yudha Yang Sedikit Menggantung.
"Gitu Gimana Maksudmu, Yud? Aku Gak Ngerti" Tanya Salah Satu Temannya, Devi.
"Akibat Benturan Keras Di Kepalanya Itu, Membuat Dia Amnesia. Menurut Dokter, Yang Dia Ingat Itu Cuma Namanya, Ibunya Dan Juga Rumahnya" Jelas Yudha.
"Jadi, Pas Kalian Semua Nanti Jengukin Rena, Kalian Gak Kaget Lagi Kalau Rena Gak Ingat Sama Kalian" Lanjut Yudha.
"Tapi, Nanti Ingatannya Dia Bisa Pulih Lagi Kan?" Tanya Devi.
"Kata Dokternya Sih Bisa, Kita Juga Butuh Ekstra Sabar Untuk Bantuin Rena Untuk Mengingat Semua Kenangan-Kenangan Indahnya Dia, Tentu Saja Kita Lakukan Secara Perlahan, Karena Takutnya Kalau Dipaksakan Malah Akan Membuat Kondisi Rena Drop Lagi" Jawab Yudha.
Yudha Pun Saat Ini Masih Bingung Untuk Bisa Membantu Rena Memulihkan Ingatannya Tersebut. Dia Pun Masih Memikirkan Cara Untuk Bisa Membuat Rena Ingat Semuanya.
"Rena, Kenapa Kisah Cinta Kita Begitu Sulit Seperti Ini? Kalau Saja Aku Dengarkan Penjelasan Kamu Soal Cowok Yang Datang Kerumahmu Waktu Itu, Mungkin Kejadiannya Gak Akan Seperti Ini" Yudha Menyesali Sikapnya Belakangan Ini Pada Rena.
Sementara Itu, Andien Berusaha Untuk Bisa Membantu Sedikit Demi Sedikit Memulihkan Ingatan Rena Yang Hilang Sebagian. Mulai Dari Bercerita Tentang Masa Kecilnya Dulu, Tentang Teman Masa Kecilnya, Stella Sampai Teman-Teman Kerjanya Yang Sekarang, Termasuk Juga Cerita Cintanya Dengan Yudha, Pacar Rena Saat Ini. Sedikit Demi Sedikit Rena Mulai Mengingatnya Lagi, Tapi, Belum Semuanya Bisa Dia Ingat 100%.
"Bu, Kepalaku Pusing Lagi, Aduh...!" Rena Mengeluh Kesakitan.
"Iya, Nak, Kamu Jangan Terlalu Memaksa Untuk Mengingat Semuanya, Sedikit-Sedikit Saja Dulu, Perlahan Kamu Akan Mengingat Semuanya" Ucap Andien.
Sebulan Jelang Rencana Pernikahannya, Ingatan Rena Juga Tak Kunjung Pulih. Yudha Pun Juga Sekarang Sudah Kehabisan Akal Dan Tidak Tahu Lagi Dengan Cara Apa Untuk Bisa Membantu Memulihkan Ingatan Rena Kembali.
"Ren, Maafin Aku Yah, Aku Gak Tahu Lagi Gimana Caranya Untuk Bisa Bantu Memulihkan Ingatan Kamu" Kata Yudha.
"Sepertinya Segala Cara Sudah Kita Upayakan, Namun, Hasilnya Nihil" Lanjut Yudha Yang Sudah Mulai Menyerah.
"Gak Apa-Apa Kok, Lagian Kan Kamu Juga Udah Berusaha Keras Bantuin Aku. Mungkin Emang Butuh Waktu Yang Sedikit Lebih Lama Kali Yah" Rena Tersenyum.
"Ya Udah, Kita Balik Sekarang" Yudha Tampak Terlihat Lesu.
Yudha Dan Rena Berjalan Menuju Parkiran, Tiba-Tiba Saja Rena Pingsan. Yudha Langsung Menangkap Badan Rena.
"Ren, Kamu Kenapa Lagi, Sayang" Yudha Menggendong Rena Dan Membawanya Ke Mobil.
Hanya Selang Beberapa Menit Saja, Rena Sudah Sadarkan Diri.
"Ren, Kamu Udah Sadar Sayang" Kata Yudha Begitu Melihat Rena Sudah Membuka Matanya.
"Kita Udah Sampai Rumah?" Tanya Rena Sambil Celingak-Celinguk.
"Belum, Kita Baru Aja Mau Jalan Balik Ke Rumah, Tapi, Tadi Pas Kita Jalan Ke Parkiran, Kamu Pingsan" Jelas Yudha.
"Untuk Hari Ini Cukup Dulu Yah, Kamu Juga Harus Istirahat, Aku Gak Mau Kamu Drop Lagi Kayak Tadi" Kaya Yudha Sambil Mengelus Lembut Kepala Rena. Rena Menuruti Perkataan Yudha Dengan Mengangguk.
Rena Melihat Yudha Begitu Kerasnya Dia Berusaha Membantu Memulihkan Ingatan Rena. Meskipun Hingga Saat Ini Belum Ada Hasil Apapun, Tapi, Yudha Tidak Pernah Putus Asa.
"Yudha, Meskipun Nantinya Ingatanku Gak Akan Pulih Seperti Yang Dulu, Tapi, Aku Gak Akan Melupakan Pengorbananmu Ini" Batin Rena.
30 Menit Kemudian, Mereka Pun Sampai Di Depan Rumah Rena.
"Makasih Yah, Yud, Udah Nganterin Aku Dan Makasih Juga Untuk Hari Ini" Rena Pun Turun Dari Mobil Yudha.
"Mau Aku Temani Sampai Ke Dalam Rumah" Yudha Menawarkan Diri.
"Gak Usah, Yud, Aku Bisa Sendiri Kok" Rena Menolak Dan Berjalan Masuk Ke Dalam Rumahnya.
-
-
"Kasian Banget Yah, Punya Pacar, Tapi, Amnesia" Celetuk Seseorang Yang Tiba-Tiba Sudah Berdiri Di Depan Rumah Yang Bersebelahan Dengan Rumah Rena.
"Stella? Apa Maksud Kamu Ngomong Kayak Gitu Barusan!" Yudha Mendekati Stella.
"Yah... Aku Cuma Kasian Aja Sama Kamu, Yud. Setiap Hari Kamu Pergi Sama Rena Yang Entah Kemana, Tapi, Rena Gak Ingat Sama Sekali Sama Kamu" Kata Stella.
"Udahlah, Yud, Mending Tinggalin Aja Si Rena Itu, Ngapain Juga Kamu Bertahan, Kayak Gak Ada Cewek Lain Aja. Mending Balik Lagi Aja Sama Aku, Kayak Dulu, Daripada Kamunya Menderita Kayak Sekarang Ini" Stella Berusaha Mempengaruhi Yudha Untuk Meninggalkan Rena.
"Kamu Pikir Aku Akan Terpengaruh Dengan Semua Ucapanmu Itu! Kamu Jangan Harap Aku Akan Tinggalkan Rena, Karena Cintaku Hanya Untuk Rena!" Yudha Menatap Stella Dengan Tajam.
"Kamu Dengar Baik-Baik, Bagaimanapun Keadaan Rena Sekarang, Aku Akan Tetap Setia Sama Dia, Gak Akan Pernah Berpaling Pada Yang Lain. Jangan Pernah Berharap Kalau Aku Akan Balik Lagi Sama Kamu, Itu Gak Akan Terjadi!" Yudha Dengan Nada Sedikit Membentak.
Yudha Pun Beranjak Pergi Dari Hadapan Stella.
"Kamu Lihat Aja, Yud. Akan Aku Pastikan, Kamu Akan Kembali Lagi Sama Aku. Aku Bakal Lakukan Apapun Untuk Dapatkan Kamu" Pikir Stella.
Sepanjang Perjalanan Yudha Menuju Tempat Kost-nya, Yudha Semakin Dipusingkan Dengan Keadaan Rena Yang Tidak Juga Pulih Ingatannya Sampai Memasuki 5 Bulan. Padahal Pernikahan Yang Sudah Mereka Rencanakan Itu, Tinggal 1 Bulan Lagi.
"Aku Harus Gimana Sekarang? Aku Hanya Punya Waktu Sebulan Lagi Jelang Pernikahanku Dengan Rena, Yang Sudah Direncanakan Dari Setahun Yang Lalu" Yudha Dilanda Rasa Bingung.
Gara-Gara Kebingungan Dan Fokusnya Terbagi, Yudha Nyaris Saja Menabrak Seseorang Di Depannya Yang Ingin Menyebrang Jalan.
"Aduh... Maaf Yah, Aku Benar-Benar Gak Sengaja" Yudha Turun Dari Mobilnya Dan Langsung Meminta Maaf Pada Orang Tersebut.
"Loh... Kak Yudha Kan?" Tanyanya.
"Kamu, Bukannya Ghea Yah? Anaknya Pak Lucky, Dosenku Di Kampus Kalau Gak Salah" Yudha Menerka Saat Saling Bertatap Muka.
"Iya Kak, Benar, Kak Yudha Kok Bisa Lewat Sini Sih?" Tanya Ghea Penasaran.
"Tadi Aku Abis Nganterin Rena, Aku Abis Jalan Juga Sama Rena Ke Taman Gitu" Jelas Yudha.
"Eh.... Enaknya Kita Ngobrol Sambil Jalan Aja Kali Yah, Masa Ngobrol Di Jalan Gini" Ajak Ghea.
"Nanti Yang Ada Gara-Gara Kita, Jalan Jadi Macet Lagi, Hehehe...." Ucap Ghea Sambil Tertawa.
"Boleh Tuh, Ghe" Yudha Menyetujui Usul Ghea.