
Sementara Itu, Yudha Masih Bingung Dengan Surat Misterius Yang Di Dapatkannya. Yudha Ingin Mencari Tahu, Tapi, Dia Tidak Tahu Bagaimana Caranya, Identitas Pengirimnya Saja Di Rahasiakan.
"Ini Siapa Yah Yang Ngirim Surat Ini?" Yudha Terlihat Begitu Kebingungan.
"Eh... Yudha, Kamu Kok Disini, Ngapain?" Amanda Datang Menghampirinya.
"Amanda... Ini Nih Aku Lagi Bingung Aja" Jawab Yudha.
"Bingung Kenapa Sih, Yud? Apa Yang Kamu Pikirkan" Tanya Amanda Penasaran.
"Nih...!" Yudha Memberikan Secarik Kertas Yang Dipegangnya Pada Amanda.
"Apa Ini, Yud?" Tanya Amanda Sambil Memegang Secarik Kertas Tersebut.
"Itu Surat Dari Pengagum Rahasiaku" Jawab Yudha Singkat.
"Trus?" Amanda Bingung.
"Iya, Dia Minta Ketemuan Di Kebun Teh, Pas Aku Nyampe Disana, Dianya Gak Datang-Datang, Malah Ketemunya Sama Rena. Ya Udah Jadinya Aku Jalan-Jalan Aja Sama Rena Di Kebun Teh, Daripada Gak Ngapa-Ngapain" Jelas Yudha.
"Hmm... Apa Jangan-Jangan, Si Pengagum Rahasia Itu Rena?" Dalam Hatinya, Amanda Menerka-Nerka.
"Eh... Yud, Coba Deh Kamu Ingat-Ingat, Ada Gak Yang Kira-Kira Punya Perasaan Suka Gitu Sama Kamu, Misalkan Teman Kerja Kamu Atau Siapa Gitu?" Tanya Amanda.
"Teman Kerja? Seingatku Kayaknya Sih Gak Ada, Man" Yudha Mencoba Mengingat-Ingat.
"Oh Iya, Yud, Aku Balik Ke Kamar Dulu Yah" Amanda Beranjak Meninggalkan Yudha.
Yudha Masih Memegang Dan Memandangi Surat Tersebut.
-
-
"Kayaknya Aku Harus Tanya Langsung Nih Sama Rena" Pikir Amanda.
"Eh... Man, Kamu Ngapain Disini?" Tanya Rena Yang Berpapasan Dengan Amanda.
"Mmm... Mbak Rena, Kita Bisa Ngobrol Bentar" Kata Amanda.
"Oh... Bisa Dong, Kita Ngobrolnya Di Kamarku Aja, Yuk" Ajak Rena.
-
-
"Jadi, Apa Yang Pengen Kamu Omongin Nih?" Tanya Rena.
"Aku Mau Nanya, Mbak Rena Suka Sama Yudha Kan?" Amanda Berbalik Bertanya.
"Haah! Kok Kamu Tiba-Tiba Nanya Kayak Gitu Sih, Man" Rena Heran.
"Aku Cuma Pengen Tahu Aja, Siapa Tahu Aja, Aku Bisa Bantuin Gitu" Kata Amanda. Seketika Raut Wajah Rena Berubah Dan Amanda Melihat Hal Itu.
"Jujur, Man, Aku Memang Suka Sama Yudha. Tapi, Yudha Kayaknya Gak Punya Perasaan Yang Sama Deh, Soalnya Waktu Kita Jalan Berdua Tadi Di Kebun Teh, Dia Itu Biasa Aja Gitu, Gak Ada Tingkah Yang Gimana-Gimana Gitu" Jelas Rena.
"Mungkin Ada Hal Yang Belum Mbak Rena Tahu Tentang Yudha" Kata Amanda.
"Apa Itu, Man?" Tanya Rena Penasaran.
"Yudha Itu Kalau Suka Sama Cewek, Dia Emang Gak Terlalu Nunjukin Perasaannya Itu, Tapi, Dia Secara Tidak Langsung Bakal Berikan Perhatiannya Dia Dan Bakal Melakukan Apapun Yang Diminta Oleh Cewek Yang Dia Sukai Itu Dan Dia Itu Bakal Lakukan Itu Dengan Hati Yang Tulus" Jelas Amanda.
"Kamu Yakin, Man" Rena Masih Ragu.
"Percaya Deh, Mbak, Aku Tahu Banget Yudha Itu Kayak Apa, Aku Sama Yudha Itu Udah Temenan Sejak SMA" Amanda Meyakinkan Rena.
"Iya Deh, Aku Coba" Katanya.
Sesuai Dengan Saran Amanda, Rena Mencoba Untuk Membuktikan Apa Yang Dikatakan Amanda Padanya.
"Yud, Kamu Lagi Sibuk Gak" Rena Menghampiri Yudha.
"Eh... Rena, Gak Kok, Aku Gak Sibuk, Ada Apa, Ren?" Yudha Menoleh Ke Belakang.
"Aku Mau Minta Tolong. Bisa Gak Kamu Anterin Aku Ke ATM, Aku Mau Ngambil Uang Buat Beli Sarapan Anak-Anak Besok Pagi" Jelas Rena.
"Ini Kan Udah Jam 11 Malam Loh, Ren. Maksud Aku Tuh, Kenapa Gak Dari Tadi Kamu Ke ATM" Kata Yudha.
"Ini Udah Larut Malam, Diluar Juga Pasti Udah Sepi Banget, Besok Aja Yah" Lanjut Yudha.
"Aku Butuhnya, 450rb" Jawab Rena Singkat.
"Ya Udah, Nih, Kamu Pakai Aja" Yudha Memberikan Uang Tersebut Pada Rena.
"Makasih Yah, Yud, Besok Sebelum Kita Balik, Aku Ke ATM Terus Ganti Uang Kamu" Kata Rena Sambil Menerima Uang Tersebut.
"Gak Usah, Ren, Aku Ikhlas Kok" Kata Yudha Santai Dan Secara Refleks Yudha Mengelus Kepala Rena.
Rena Terkejut Dengan Apa Yang Dilakukan Yudha Dan Membuat Hatinya Semakin Berdebar-Debar.
"Duh.... Yudha, Aku Makin Deg-Degan Nih, Kamu Giniin" Batin Rena.
"Ternyata Apa Yang Amanda Bilang Tadi Itu Benar. Artinya, Yudha Suka Dong Sama Aku" Dalam Hatinya, Rena Kegirangan.
"Ren, Kok Bengong!" Yudha Membuyarkan Lamunan Rena.
"Eh... Ng.... Gak Kok, Yud, Gak Bengong Kok" Rena Sedikit Salah Tingkah.
"Ya Udah, Aku Ke Kamar Dulu Yah, Aku Udah Ngantuk" Kata Rena.
"Iya, Ren, Have A Nice Dream Yah" Yudha Tersenyum.
Dalam Hatinya, Rena Semakin Yakin Kalau Yudha Suka Padanya, Berdasarkan Dari Sikap Yudha Tadi Padanya.
"Apa Mungkin Ini Udah Waktunya Untuk Aku Ungkapkan Perasaanku Ini Sama Yudha?" Tanyanya Dalam Hati.
"Tapi, Masa Iya Sih Cewek Yang Ngomong Duluan. Ahh.... Udahlah Masa Bodo, Yang Penting Perasaanku Ini Terungkapkan" Rena Memantapkan Hatinya.
"Mbak Ren, Gimana?" Tanya Amanda Yang Menghampiri Rena.
"Eh.... Amanda. Man, Tadi Aku Udah Ngetes Yudha, Sesuai Dengan Saran Kamu" Kata Rena.
"Terus Gimana, Mbak?" Amanda Penasaran.
"Tadi Kan Aku Alasan Pengen Minta Dianterin Ambil Uang Di ATM, Terus Yudha Langsung Pinjamkan Uangnya Dan Melarang Aku Untuk Keluar Rumah" Jelas Rena.
"Nah... Kita Udah Tahu Kan Jawabannya Apa, Tunggu Apa Lagi, Mbak, Tinggal Ngomong Langsung Aja Ke Yudha Kalau Mbak Rena Suka Sama Dia" Amanda Memberi Masukan Pada Rena.
"Aku Coba Deh, Man. Semoga Aja Sesuai Dengan Harapanku" Katanya Pasrah.
Mengikuti Saran Dari Amanda, Keesokan Paginya Rena Mengajak Yudha Untuk Ngobrol Berdua Di Taman Belakang Penginapan Tersebut.
"Ren, Mau Ngapain Sih Kita Disini?" Tanya Yudha Yang Sedikit Bingung.
"Yud, Sebelum Kita Balik, Aku Pengen Ngomong Jujur Sama Kamu Soal Perasaanku Selama Ini. Harus Aku Akui, Aku Suka Sama Kamu" Kata Rena Sambil Menundukkan Kepalanya Karena Malu.
Yudha Terkejut Mendengar Apa Yang Diucapkan Rena Barusan. Yudha Tidak Menyangka Kalau Rena Yang Selama Ini Menyimpan Perasaan Suka Padanya.
"Sama Ini, Yud, Aku Mau Kamu Dengerin Ini" Rena Memberikan Handphone-nya Pada Yudha Dan Memperlihatkan Playlist Lagu Di Dalamnya
Yudha Pun Membuka Dan Memutar Playlist Tersebut Yang Terdapat 3 Lagu Yang Mewakili Perasaannya Pada Yudha.
*Marion Jola - So In Love*
*JAZ - Dari Mata*
*GAC - Bilang Cinta*.
"Rena....!" Panggil Yudha Lirih.
"Iya, Yud" Rena Masih Tertunduk. Rena Masih Sangat Gugup Saat Menatap Wajah Yudha.
Secara Refleks Yudha Langsung Memegang Tangan Rena, Yang Seketika Membuat Rena Terkejut. Rena Menoleh Pelan Dan Siap Mendengarkan Jawaban Dari Yudha.
"Sebelum Aku Jawab, Aku Mau Tanya 1 Hal?" Tanya Yudha.
"Apa Itu, Yud" Kata Rena Lirih.
"Surat Dari Si Pengagum Rahasia Itu, Surat Dari Kamu Kan!" Yudha Menerka.
"I...Iya, Yud. Surat Itu Dari Aku Dan Itu Juga Berkat Bantuan Mbak Karin, Mbak Karin Yang Nulis Surat Itu" Jelas Rena Dengan Sedikit Gugup.
"Ren, Aku Hargai Semua Yang Kamu Lakukan Ini Untuk Aku, Aku Sangat Terharu. Baru Kali Ini Ada Seorang Cewek Yang Punya Perasaan Yang Begitu Dalam Padaku" Yudha Meneteskan Air Mata Karena Terharu.
"Tapi, Aku Minta Maaf, Ren, Untuk Saat Ini, Aku Belum Bisa Balas Cinta Kamu Ini" Lanjut Yudha.