
"Oke, Yud, Ini Openingnya Udah Keren Banget Tadi. Terus Nanti Pas Kita Masuk Lagi Di Segmen Berikutnya Setelah Iklan, Kita Baca Adlibs Yang Ini Yah, Info Event Dari Claro" Rena Menjelaskan Pada Yudha.
Yudha Menganggukkan Kepalanya Tanda Dia Mengerti.
"Abis Itu Kita Putar Lagu Lagi, Terus Masuk Lagi, Bacain Headline Hari Ini" Rena Melanjutkan Instruksinya.
Menit Demi Menit Mereka Lewati Dengan Penuh Ketenangan, Keseruan, Yang Membuat Wajah Karin Terus Tersenyum Sampai Pada Akhirnya Mereka Closing Acara.
"Wah... Gak Terasa Nih Udah 2 Jam Kita Temani Yori Lova Hari Ini. Gimana Yudha Di Hari Pertama Kamu Ini?" (Rena Voice).
"Yang Pasti Senang Banget, Ada Deg-Degannya Juga Sih, Tapi, Yang Jelasnya Kita Berdua Mau Ucapkan Terima Kasih Untuk Yori Lova Yang Sudah Ikut Seru-Seruan Juga Bareng Kita Tadi Dan Besok Kita Ketemu Lagi Di Jam Yang Sama" (Yudha Voice).
" Rena Dan Yudha Pamit And See You Tomorrow, Bye!!" (Rena Voice).
*Putar Lagu Sheila On 7 - Hari Bersamanya*
"Ahh....!! Akhirnya Kelar Juga, Makasih Yah, Yud, Kamu Udah Bikin Acara Ini Semakin Bagus Lagi Dan Pastinya Seru Dari Awal Sampai Akhir" Rena Bernafas Lega.
"Aku Juga Ucapin Makasih, Kamu Itu Partner Siaran Yang Baik" Puji Yudha.
"Good Job, Guys, Kalian Memang Luar Biasa" Karin Masuk Ke Dalam Ruang Siaran Dan Memberi Tepuk Tangan Pada Keduanya.
"Itu Baru Namanya Profesional, Saya Suka Kerja Kalian Hari Ini, Saya Mau Kalian Pertahankan Kerja Sama Yang Bagus Ini, Terutama Chemistry Kalian, Pembagian Part Kalian Juga Oke Banget, Bahkan Perfect, Kalian Berhasil Bikin Saya Terpukau" Karin Memuji Kinerja Keduanya.
"Makasih Mbak Karin" Jawab Rena Dan Yudha Bersamaan Sambil Menganggukkan Kepala.
Di Hari Pertamanya Siaran, Terasa Sangat Menyenangkan. Meskipun Ada Insiden Kecil Saat Di Perjalanan Menuju Studio Yori FM, Tapi, Semuanya Sudah Mereka Selesaikan.
"Hari Pertama Yang Sangat Mengesankan, Apalagi Partner Siaranku, Rena, Dia Dengan Sabar Mengajariku, Meskipun Sempat Berantem Kecil Pas Di Jalan Tadi, Tapi, Semuanya Sudah Selesai Juga Dan Semoga Aja Aku Bisa Terus Bekerja Dengan Baik Seperti Ini" Batin Yudha.
"Mmm.... Ren, Ada Yang Pengen Aku Sampaikan Sama Kamu" Kata Yudha Dengan Sedikit Gugup.
"Apa Itu?" Tanya Rena Yang Tetap Sibuk Membereskan Berkasnya Yang Dimasukkan Kedalam Tasnya.
"Ada Teman Kost Aku, Yang Nitip Salam, Namanya Amanda Si Cewek Aries" Kata Yudha.
"Kamu Kenal Gak?" Yudha Berbalik Bertanya.
"Amanda Si Cewek Aries? Kayaknya Aku Familiar Deh Sama Nama Itu, Tapi, Aku Lupa Gitu" Rena Berusaha Mengingat.
"Oh....Itu, Iya Aku Ingat Sekarang, Dia Itu Yang Tiap Hari Gabung, Request Lagu Di Acara Total Prime" Kata Rena Sambil Menjentikkan Jarinya.
"Itu Teman Kost Kamu, Yud?" Tanya Rena.
"Iya, Ren, Kamarnya Tepat Disamping Kiri Kamarku" Jelas Yudha.
"Eh..! Kapan-Kapan Kita Hangout Dimana Gitu, Terus Ajak Amanda Juga, Gimana?" Usul Rena.
"Boleh Tuh, Ren, Tapi, Jangan Minggu Ini, Minggu Depan Aja, Soalnya Baru Minggu Depan, Dapat Kiriman Uang Dari Ibu Aku" Kata Yudha.
"Iya, Itu Gampang Diatur" Jawab Rena Santai.
Semakin Lama Dia Menatap Rena, Ngobrol Berdua Dengannya, Yudha Mulai Tertarik Dengan Pesona Rena.
"Oh My God! Kok Aku Jadi Deg-Degan Gini Yah Di Dekatnya Rena" Batin Yudha.
"Aduh....!! Yudha Apa Sih, Ingat Yudha Fokus Sama Karir Dulu, Urusan Cewek Belakangan" Yudha Mencoba Menyingkirkan Perasaannya Itu.
"Lagian Aku Juga Masih Agak Trauma Deketin Cewek Sih, Setelah Kejadian Waktu Itu" Yudha Teringat Kembali Dengan Kejadian Yang Dia Alami 3 Tahun Yang Lalu.
*****
Yudha Saat Itu Sedang Berusaha Mendekati Seorang Cewek Bernama Alika, Temannya Di Kampus. Awalnya Yudha Tidak Berani Untuk Mendekati Alika, Selain Karena Memang Yudha Tidak Punya Keberanian Untuk Dekati Cewek, Yudha Juga Takut Karena Alika Juara Karate Tingkat Nasional Dan Sikap Alika Juga Sedikit Angkuh Padanya. Tapi, Dengan Tekad Yang Bulat, Yudha Memberanikan Diri Untuk Mengungkapkan Isi Hatinya.
Yudha Melangkahkan Kakinya Mendekati Alika Yang Sedang Istirahat Di Pinggir Lapangan.
"Hai Alika, Sendirian Aja?" Tanya Yudha Yang Datang Menghampirinya.
Alika Hanya Menoleh Ke Arah Yudha Dengan Tatapan Angkuhnya.
"Udah Tahu Sendirian, Pake Nanya Lagi, Basi Tahu Gak!" Alika Menjawab Dengan Sinis.
"Yah.... Kan Aku Cuma Nanya Aja, Al, Oh Iya, Aku Boleh Ngomong Sesuatu Gak Sama Kamu?" Yudha Menatap Alika Serius.
"Ya Udah Ngomong Aja Cepat, Aku Gak Punya Banyak Waktu, Aku Harus Latihan Lagi Buat Persiapan Turnamen Bulan Depan!" Kata Alika Dengan Sedikit Ketus.
"Jujur Aja, Al, Aku Punya Perasaan Suka Sama Kamu, Aku Sayang Sama Kamu, Jadi..." Kalimat Yudha Terpotong Karena Gugup.
"Jadi Kamu Nembak Aku Gitu Dan Kamu Pengen Aku Jadi Pacarmu!" Kata Alika Spontan.
"I..Iya, Al, Itu Maksud Aku, Kamu Mau Kan?" Yudha Masih Terlihat Gugup.
"Emang Kamu Punya Apa?" Tanya Alika Dengan Tatapan Sinis.
"Aku Punya Rasa Sayang Yang Tulus Untuk Kamu Dan Aku Gak Akan Sakiti Hati Kamu!" Jawab Yudha Dengan Tegas.
"Oh...Gitu, Terus Kalau Aku Mau Makan, Mau Belanja Atau Jalan Kemana-Mana, Emang Bisa Gitu, Bayarnya Pake Kasih Sayang, Hah? Mikir Dong Pake Otak!" Omongan Alika Mulai Kasar.
"Bukan Gitu Juga Sih Maksudnya, Al" Yudha Menundukkan Wajahnya.
"Nah...! Itu Kamu Tahu, Makanya Kalau Mau Deketin Cewek Itu Jangan Cuma Modal Cinta Aja. Berpikir Realistis Aja Deh, Yud, Cinta Itu Gak Bakal Bikin Kenyang. Segalanya Itu Butuh Uang, Uang Dan Uang, Yudha!" Alika Menatap Yudha Tajam.
"Udah, Jangan Ganggu Aku, Aku Mau Latihan Lagi" Alika Beranjak Dari Tempat Duduknya.
"Kalau Kamu Belum Punya Cukup Modal, Jangan Coba-Coba Dekati Aku, Karena Aku Gak Mungkin Jalin Hubungan Dengan Seseorang Hanya Dengan Bermodalkan Cinta Aja" Alika Berbalik Dengan Kasar Dan Kembali Melanjutkan Latihannya.
Yudha Masih Mengingat Persis Kejadian Itu Dan Masih Menyisakan Rasa Sakit Dalam Hatinya. Yudha Terus Terbayang-Bayang Sampai-Sampai, Rena, Yang Sedari Tadi Mengajaknya Bicara Pun Tidak Di Dengarnya.
"Yudha!" Rena Mengagetkan Yudha.
"Eh... Oh... Iya, Ren, Kenapa?" Tanya Yudha Dengan Gelagapan.
"Aku Tuh Dari Tadi Ngajak Kamu Ngobrol, Malah Gak Di Gubris" Kata Rena.
"Maaf, Ren, Aku Gak Dengerin Tadi" Jawab Yudha.
"Aku Tuh Mau Nanya Soal Topik Kita Besok Ini, Bagusnya Kita Bahas Apa, Tapi, Kamu Kayaknya Lagi Gak Konsen, Mending Kamu Istirahat Dulu Sekalian Makan Siang, Udah Jam Makan Siang Juga Kan" Rena Memberikan Masukan.
"Sekalian Aku Juga Pengen Nitip Sama Kamu, Tolong Beliin Aku Nasi Campur" Pinta Rena.
"Ya Udah Kalau Gitu, Aku Keluar Dulu Yah, Ren" Yudha Beranjak Dari Tempat Duduknya. Rena Menggelengkan Kepalanya Melihat Tingkah Yudha.
"Ren, Si Yudha Kenapa?" Tanya Salah Satu Rekan Kerjanya, Vanya, Yang Menghampiri Mejanya.
"Aku Juga Gak Ngerti Sama Anak Itu, Dari Tadi Ngelamun Pas Aku Ajak Ngobrol" Rena Terlihat Bingung.
"Jadi, Aku Pikir Dia Butuh Waktu Istirahat, Udah Jam Istirahat Juga Kan, Aku Suruh Dia Makan Siang Sekalian Nitip Makan Siang Ke Dia" Lanjut Rena.
"Untung Aja Mbak Karin Lagi Keluar, Kalau Ada, Bakal Diomelin Tuh Si Yudha Karena Gak Fokus Sama Kerjaannya" Kata Vanya.
"Apa Jangan-Jangan, Yudha Itu Terpesona Dan Suka Sama Kamu Kali Yah, Ren!" Terka Vanya.
"Gak Usah Ngaco Deh Kamu, Van, Gak Mungkin Lah, Dia Dingin Gitu Kok Di Dekatku, Lagian Aku Juga Gak Ada Perasaan Apa-Apa Ke Dia, Cuma Sebatas Partner Siaran Aja" Rena Menepisnya.
"Yah... Lihat Aja Nanti Kedepannya, Namanya Hati Itu Bisa Berubah, Ren" Vanya Beranjak Pergi Dari Hadapan Rena. Rena Kembali Fokus Pada Kerjaannya Dan Tidak Memedulikan Perkataan Vanya.