
"Oh Iya, Ghe, Kamu Mau Kemana Ini, Biar Sekalian Aku Anterin Juga, Siapa Tahu Kita Searah Kan" Kata Yudha.
"Gak Ngerepotin, Kak?" Tanya Ghea Yang Terlihat Sedikit Sungkan.
"Gak Sama Sekali, Santai Aja Lah" Kata Yudha.
"Jadi, Kemana Nih?" Yudha Berbalik Bertanya.
"Aku Mau Ke Tempat Latihan Aku, Soalnya Besok Itu Aku Mau Tampil Di Acara Pensi, Jadi, Hari Ini Tuh GR-nya" Jelas Ghea.
"Wihh.... Calon Penyanyi Nih" Puji Yudha.
"Ahh... Gak Juga Kok, Kak, Cuma Nyanyi-Nyanyi Gitu Aja, Belum Kepikiran Untuk Di Seriusin" Ghea Sedikit Tersipu Malu.
"Oh Iya, Kak, Aku Dengar Kak Rena Katanya Sakit Yah, Lupa Ingatan Gitu, Bener Gak Sih, Kak?" Tanya Ghea Untuk Memastikan.
"Iya, Ghe, Udah Masuk 5 Bulan Ini Aku Coba Buat Bikin Ingatan Rena Pulih Lagi, Padahal Tinggal Sebulan Lagi Aku Sama Rena, Mau Nikah, Tapi, Ingatannya Belum Juga Pulih" Yudha Terlihat Sedih.
"Aku Sudah Ceritakan Semuanya Sama Dia, Berharap Dia Bisa Pulih Lagi, Tapi, Hasilnya Nihil" Lanjut Yudha.
"Aku Sudah Upayakan Segala Cara, Tapi, Hasilnya Tidak Ada, Aku Udah Capek, Ghe, Dengan Keadaan Ini" Yudha Sudah Mulai Putus Asa.
"Kak Yudha Jangan Menyerah Dong, Harus Tetap Kuat Hadapi Cobaan Ini, Jangan Mudah Rapuh, Kak Yudha Harus Ingat Lagi Gimana Perjuangan Kak Yudha Untuk Dapatkan Kak Rena, Gimana Sulitnya Melalui Lika Liku Dalam Hubungan Kalian" Ghea Memberikan Semangat Pada Yudha.
"Kalau Kak Yudha Menyerah Kayak Gini, Artinya Perjuangan Kak Yudha Selama Ini, Sia-Sia Dong, Gak Ada Artinya" Lanjut Ghea. Yudha Memikirkan Sejenak Perkataan Ghea.
"Apa Yang Dikatakan Ghea Ada Benarnya Juga, Aku Gak Boleh Berputus Asa, Harus Tetap Kuat Demi Untuk Mempertahankan Hubunganku Dengan Rena" Batin Yudha.
"Gini Deh, Kak, Kak Yudha Udah Coba Belum, Bawa Kak Rena Ke Tempat Yang Menyimpan Kenangan Gitu, Misalkan Di Tempat Kalian Pertama Kali Jalan Bareng, Tempat Jadian Kalian" Kata Ghea.
"Udah, Ghe, Tapi, Tetap Saja Tidak Membuahkan Hasil" Jawab Yudha.
"Hmmm.... Kak Yudha Sama Kak Rena, Punya Lagu Favorit Gak?" Tanya Ghea.
"Lagu Favorit Sih Ada, Ghe, Lagunya Marion Jola - So In Love" Kata Yudha.
"Nah... Kenapa Gak Coba Puterin Lagu Itu Aja Di Depannya Kak Rena, Siapa Tahu Aja, Bisa Bikin Ingatannya Kak Rena Pulih Sedikit Demi Sedikit" Ghea Memberi Masukan Pada Yudha.
"Kamu Benar Juga Yah, Ghe. Aku Gak Kepikiran Sampai Kesana Loh, Iya Deh, Nanti Aku Coba, Makasih Yah, Ghe" Yudha Tersenyum.
"Iya Kak, Sama-Sama, Aku Juga Bakal Senang Banget Kalau Kalian Bisa Bersatu, Aku Juga Berdoa Semoga Ingatan Kak Rena Bisa Cepat Pulih Dan Ingat Semuanya" Ucap Rena Penuh Harap.
"Oh Iya, Kak Nanti Di Depan Berhenti Yah, Disitu Tujuanku" Ghea Menunjuk Sebuah Gedung Besar Di Sebelah Kiri Jalan.
"Oh... Ini Tempatnya, Ghe?" Tanya Yudha Sembari Melihat Gedung Tersebut.
"Iya Kak, Jadi Aku Tuh Bakal Perform Disini Besok Sore" Kata Ghea. Yudha Mengangguk-Anggukkan Kepalanya.
-
-
Tanpa Sepengetahuan Yudha Dan Ghea, Ada Seseorang Yang Ternyata Memperhatikannya Dari Jauh. Dia Tidak Lain Adalah Stella, Cewek Yang Pernah Menjalin Hubungan Dengan Yudha. Namun, Karena Yudha Tidak Menyukai Sifat Stella Yang Selalu Menghalalkan Segala Cara Untuk Mendapatkan Apa Yang Dia Inginkan, Yudha Memutuskan Hubungannya Tersebut Yang Hanya Berjalan Selama 5 Bulan Saja, Jauh Sebelum Yudha Jadian Dengan Rena. Stella Mengenali Mobil Yudha.
"Itu Kan Yudha, Ngapain Dia Sama Cewek Lain? Katanya Setia Sama Rena, Tapi, Akhirnya Tergoda Juga. Mau Sampai Kapan Kamu Bertahan Dengan Rena Yang Amnesia Itu, Pasti Akan Ada Masanya Dimana Kamu Bakalan Bosan Dan Dugaanku Benar Ternyata" Batin Stella Sambil Tersenyum.
-
-
"Makasih Yah Kak Yudha, Udah Mau Anterin Aku Sampel Sini Loh, Maaf Kalau Aku Merepotkan Kak Yudha, Aku Langsung Yah Kak, Mari!" Ghea Turun Dari Mobil Yudha Dan Langsung Berlalu Dari Hadapan Yudha.
"Ghea Baik Banget Yah, Emang Pantas Sih Kalau Ghea Ini Jadi Sahabatnya Rena, Meskipun Beda Angkatan. Ghea Benar-Benar Peduli Sama Rena, Bahkan Dia Ngasi Saran Agar Ingatan Rena Cepat Pulih Lagi" Batin Yudha.
"Itu Orang Ngapain Sih Di Depan Situ, Udah Bosan Hidup Kali Yah" Batin Yudha Sambil Membunyikan Klakson Mobilnya Dengan Keras.
Bukannya Minggir, Malah Orang Itu Menunjuk Ke Arah Yudha Dan Mengisyaratkan Yudha Agar Turun Dari Mobilnya. Yudha Menuruti Permintaan Orang Tersebut.
"Kamu Tuh Mau Ngapain Sih?" Tanya Yudha Yang Sedikit Kesal Jalannya Di Hadang.
Yudha Terkejut Melihat Seseorang Tadi Melepas Topi Yang Di Pakainya.
"Stella! Kamu Ngapain Ada Disini? Kamu Ikutin Aku?" Tanya Yudha.
"Aku Disini Tuh Mau Latihan Dan Kebetulan Banget, Cewek Yang Tadi Kamu Anter Itu Adalah Teman Band Aku" Jelas Stella Yang Seketika Mengejutkan Yudha.
"Kok Bisa Sih?" Yudha Masih Bingung.
"Yah... Bisa Lah, Soalnya Aku Dan Ghea Itu Teman SMA Dan Gedung Ini Dulunya Sekolah Kita" Lanjut Stella.
"Kok Ghea Gak Pernah Bilang Yah Kalau Dia Punya Teman Yang Tinggal di Sebelah Rumah Rena" Runtuk Yudha.
"Kira-Kira Kalau Aku Kasi Lihat Rena, Foto Kamu Lagi Berduaan Sama Ghea, Gimana Yah Reaksi Rena" Kata Stella Dengan Wajah Jahatnya.
"Jadi, Maksud Kamu, Kamu Mau Ngasi Lihat Rena, Foto Aku Lagi Berdua Sama Ghea Dan Berpikir Kalau Rena Bakal Percaya Dengan Foto Itu? Cara Itu Gak Akan Mempan, Itu Pekerjaan Sia-Sia, Stella" Yudha Tersenyum Sinis.
"Kamu Gak Akan Pernah Bisa Menghancurkan Hubunganku Dan Rena, Karena Kami Berdua Saling Mencintai Dan Akan Selalu Bersama Dalam Kondisi Apapun, Awas, Aku Mau Pergi" Yudha Menarik Tangan Stella Dan Menyingkirkan Dari Mobilnya. Yudha Pun Langsung Beranjak Pergi Meninggalkan Stella.
"Awas Kamu Yudha, Tunggu Rencanaku Selanjutnya, Masih Ada Rencana Kedua" Pikir Stella.
Di Perjalanannya, Handphone Yudha Berdering. Ternyata Yang Menelpon Andien, Ibunya Rena.
"Halo, Tante, Kenapa?" Tanya Yudha Diujung Telpon.
"Yud, Kamu Bisa Ke Rumah Sekarang Gak, Ini Soal Rena, Yud" Andien Terdengar Begitu Panik.
"Tante, Tenang Yah, Aku Kesana, Sekarang Aku Langsung OTW Ke Rumah" Yudha Mencoba Menenangkan Ibunya Rena.
Yudha Pun Segera Menuju Ke Rumah Rena Setelah Ditelpon Oleh Andien.
"Kira-Kira Rena Kenapa Lagi Yah? Semoga Aja Gak Terjadi Apa-Apa Sama Rena" Yudha Harap-Harap Cemas.
"Aku Harus Tetap Tenang, Biar Bisa Sampai Dengan Selamat Di Rumah Rena" Yudha Mencoba Fokus Ke Jalanan, Agar Tidak Terjadi Insiden Seperti Tadi Yang Nyaris Menabrak Seseorang.
Selang 15 Menit Kemudian, Yudha Pun Sampai Di Rumah Rena Dan Langsung Masuk Ke Rumahnya.
"Tante, Rena Kenapa?" Tanya Yudha Yang Terlihat Sedikit Panik.
"Gak Tahu Kenapa, Rena Tiba-Tiba Ngamuk Gitu, Aku Juga Bingung Harus Berbuat Apa" Andien Kebingungan.
"Sekarang Tante Tenang, Biar Aku Yang Urus Ini, Semuanya Akan Baik-Baik Saja" Yudha Mencoba Menenangkan Andien.
Yudha Pun Masuk Ke Kamar Rena Dan Melihat Kamar Rena Berantakan.
"Ren, Kamu Kenapa, Berantakan Gini Kamar Kamu?" Tanya Yudha Yang Berusaha Mendekati Rena.
"Pergi! Aku Gak Butuh Siapa-Siapa! Aaahhh......!!!!" Rena Menjerit Sambil Meringis Kesakitan Dan Memegangi Kepalanya.
"Ren, Kamu Tenang Yah, Aku Akan Bantuin Kamu Kok" Yudha Berusaha Menenangkan Rena.
"Pergi!!!" Rena Menjerit Dan Melempar Bantal Pada Yudha.
Rena Terus Saja Menjerit, Berteriak, Di Tambah Lagi Rasa Sakit Di Kepalanya Yang Begitu Besar. Karena Tidak Kuat Lagi, Rena Pun Akhirnya Pingsan Dan Tidak Sadarkan Diri. Secara Refleks, Yudha Menangkap Badan Rena Dan Membaringkan Rena Di Tempat Tidurnya.