
"Jadi Kalian Ternyata Saling Kenal Toh, Bagus Dong" Rena Tersenyum.
"Oh Iya, Kok Kamu Bisa Kenal Sih Sama Rena?" Tanya Yudha.
"Aku Sama Rena Kenal Juga Karena Dijodohkan Sama Orang Tua Kita Berdua, Kebetulan Ibunya Rena Dan Ibuku Bersahabat, Sekaligus Jadi Rekan Bisnis" Jelas Ronal.
"Tapi, Sejak Perjodohan Itu Dibatalkan Oleh Ibunya Rena, Ibuku Juga Memutuskan Hubungan Kerja Sama Dengan Perusahaan Ibunya Rena" Lanjut Ronal.
Yudha Hanya Menganggukkan Kepalanya Mendengarkan Cerita Dari Ronal.
"Terus Kamu Sendiri, Kenal Sama Rena Dimana, Yud?" Ronal Berbalik Bertanya.
"Aku Sama Rena Itu Kenalnya Di Yori FM, Bahkan Kita Berdua Partner Siaran Juga" Jawab Yudha.
"Wah... Kamu Beruntung Banget, Ren, Bisa Jadian Sama Yudha" Kata Ronal.
"Beruntung? Maksud Kamu Apa?" Rena Bingung Mendengar Ucapan Ronal.
Rena Bertanya-Tanya Dalam Hatinya, Mencoba Mencerna Apa Yang Dikatakan Oleh Ronal.
"Nal, Tolong Kamu Jelasin, Gimana Sih Maksud Kamu?" Rena Kembali Melontarkan Pertanyaan Yang Sama.
"Gini Loh, Ren, Maksud Aku, Kamu Beruntung Bisa Jadi Pacarnya Yudha. Kenapa? Karena Yudha Ini Bisa Dibilang Cowok Yang Langka. Dia Tuh Benar-Benar Tahu Cara Memperlakukan Wanita Dengan Baik, Cara Membuat Wanita Bahagia Disampingnya Dan Tentu Saja Dengan Cara Yang Sederhana Dan Kamu Pasti Ngerti Lah" Ronal Memuji Yudha.
"Kamu Juga Pasti Bisa Merasakan, Gimana Perlakuannya Yudha Terhadap Kamu" Lanjut Ronal.
"Kamu Terlalu Berlebihan Deh, Nal, Mujinya" Yudha Sedikit Tersipu Malu.
"Tapi, Itu Kan Emang Kenyataan, Yud, Aku Gak Mengada-Ada, Aku Lihat Sendiri Loh" Ronal Seolah Ingin Meyakinkan Rena, Bahwa Itu Benar Adanya.
"Udah Ah, Yuk, Sayang, Kita Balik Sekarang, Udah Sore Banget Ini" Ajak Yudha.
"Ya Udah Kalau Gitu, Kita Duluan Yah, Nal" Rena Pun Beranjak Dari Hadapan Ronal.
-
-
"Apa Yang Dikatakan Ronal Tadi Itu Sih Emang Benar, Aku Memang Beruntung Punya Pacar Seperti Yudha. Semua Yang Dikatakan Ronal Itu Benar Adanya, Aku Janji Akan Selalu Menjaga Hatiku Ini Hanya Untuk Yudha Aja" Batin Rena.
"Ren, Kok Diam Aja Sih? Kamu Gak Mau Turun Emangnya?" Tanya Yudha.
"Kok Kamu Malah Nyuruh Aku Turun Sih, Kan Udah Janji Mau Anterin Aku Pulang" Protes Rena
"Lihat Dulu Makanya, Kita Sekarang Dimana" Kata Yudha.
"Eh... Kita Udah Nyampe Yah Ternyata, Aku Kira Kita Masih Jauh, Hehehe...!" Rena Sedikit Salah Tingkah.
"Kamu Melamun Lagi Yah?" Yudha Menerka.
"Ihh...! Sembarangan, Siapa Coba Yang Melamun" Rena Mengelak.
"Terus Kalau Kamu Gak Melamun, Kenapa Tadi Pas Kita Udah Nyampe Depan Rumah Kamu, Kamu Diam Aja, Gak Langsung Turun" Selidik Yudha.
"Itu... Ehh... Aku Cuma Pengen Lama Aja Peluk Kamu, Nikmati Momen Kita Berduaan, Kamu Kayak Gak Ngerti Aja Sih" Rena Mencari Alasan.
"Ya Udah, Kalau Gitu Aku Balik Sekarang Yah, Capek Banget Nih" Yudha Berpamitan Pada Rena.
"Kamu Hati-Hati Yah, Sayang, Jangan Ngebut-Ngebut, Oke" Rena Mengedipkan Matanya.
"Siap, Nona Rena Kesayangan!" Yudha Tertawa Kecil Dan Berlalu Dari Hadapan Rena.
Baru Saja Rena Melangkahkan Kakinya Masuk Ke Halaman Rumahnya, Tiba-Tiba Dia Di Kejutkan Dengan Sosok Laki-Laki Yang Tidak Dia Kenali.
"Maaf, Anda Siapa Yah? Kok Berdiri Di Depan Rumahku?" Tanya Rena.
"Jangan Main-Main Deh, Aku Gak Ada Waktu Buat Ladeni Omong Kosong Kamu Itu" Rena Mulai Terlihat Kesal.
"Ini Aku Rena, Tio, Aku Kembali Untuk Kamu, Untuk Meminang Kamu Jadi Istriku, Jadi Aku Datang Kesini Ingin Meminta Restu Juga Pada Ibumu" Jelasnya
"Kamu Ingat, 9 Tahun Yang Lalu Kamu Bilang Sama Aku, Jangan Pernah Dekati Aku Kalau Kamu Belum Punya Apa-Apa Untuk Bahagiakan Kamu" Lanjutnya.
"Sekarang Aku Sudah Punya Segalanya, Aku Punya Mobil Seperti Yang Kamu Lihat Disitu, Aku Sudah Punya Rumah Yang Mewah, Aku Punya Uang Yang Banyak, Apapun Yang Kamu Inginkan, Aku Bisa Berikan Semua Buat Kamu" Tio Memamerkan Kekayaannya Sekarang.
"Please, Kamu Mau Yah, Terima Cinta Aku Ini, Cuma Kamu Yang Aku Inginkan" Pinta Tio Sambil Memegang Kedua Tangan Rena.
Tanpa Sepengetahuan Rena, Yudha Ternyata Berbalik Arah Karena Ada Sesuatu Yang Ingin Dia Sampaikan Pada Rena. Tapi, Yang Dia Lihat, Rena Sedang Berdua Dengan Cowok Lain Sambil Pegangan Tangan. Tentu Saja Yudha Kaget Dan Tidak Percaya Kalau Rena Berbuat Seperti Itu Dibelakangnya.
"Aku Nyangka, Ren, Kamu Bisa Setega Ini Sama Aku. Kenapa Kamu Khianati Cinta Tulusku Ini, Aku Sangat Kecewa Sama Sikap Kamu" Hati Yudha Teriris Melihat Rena Dengan Cowok Lain Yang Terlihat Mesra. Yudha Mengurungkan Niatnya Untuk Menemui Rena Dan Berbalik Arah Pulang Ke Kost-annya.
-
-
"Tio, Lepasin Tangan Aku!" Rena Meronta.
"Kamu Dengar Baik-Baik, Kamu Gak Perlu Memberikan Harta Yang Kamu Punya Itu, Bukan Itu Yang Bisa Bikin Aku Bahagia. Pikiran Kamu Terlalu Sempit, Tio. Bukan Seperti Itu Caranya Kalau Mau Dapatkan Hatiku, Kalau Cewek-Cewek Lain Di Luar Sana Mungkin Sebagian Besar, Iya, Tapi, Aku Tidak!" Rena Sedikit Membentak.
"Sekarang, Kamu Pergi Dari Sini Dan Jangan Pernah Injakkan Kakimu Lagi Disini, Aku Muak!" Rena Mengusir Tio Dengan Kasarnya.
"Baiklah, Rena, Tidak Apa-Apa Kalau Kamu Menolak Aku. Tapi, Ingat Akan Ada Sesuatu Yang Akan Terjadi Sama Kamu Dan Juga Keluarga Kamu, Lihat Saja Nanti" Pikir Tio.
"Oke, Rena, Aku Akan Pergi, Tapi, Ingat, Kamu Akan Menyesal Nanti" Ancam Tio.
Rena Seolah Tidak Peduli Dengan Ancaman Tio Itu. Rena Berpikir Kalau Itu Hanya Sekedar Gertakan Semata.
"Basi Banget, Paling Cuma Omongan Aja, Gak Bakal Dia Lakuin Itu, Aku Tahu Betul Dia Itu Seperti Apa, Lagian Tio Itu Kan Bukan Berasal Dari Komplotan Penjahat" Pikir Rena. Rena Mengabaikan Semua Ancaman Tio Padanya.
Keesokan Paginya Seperti Biasanya, Rena Berangkat Kerja Dan Siaran Bareng Yudha. Tapi, Begitu Masuk Di Ruang Siaran. Rena Terkejut Karena Yang Jadi Partner Siarannya Bukan Yudha, Melainkan Penyiar Yang Lain.
"Loh.... Kok Kamu Disini Sih, Fel? Bukannya Kamu Siarannya Nanti Malam Yah?" Rena Heran.
"Iya Emang Benar, Tapi, Aku Juga Ditugaskan Siaran Pagi Ini Bareng Kamu" Jelas Felly.
"Bukannya Partner Siaranku Hari Ini Tuh, Yudha Yah? Kok Malah Kamu?" Tanya Rena Yang Masih Bingung.
"Aku Juga Gak Tahu, Ren. Aku Juga Kemarin Di Kasi Tahu Sama Mbak Karin, Katanya Gantikan Yudha Dan Siaran Bareng Kamu" Lanjut Felly.
Mendengarkan Penjelasan Felly, Rena Pun Langsung Menemui Karin Di Ruangannya.
"Mbak, Maaf Ganggu" Rena Mengetuk Pintu Ruangan Karin Yang Terbuka.
"Ehh... Ren, Masuk Sini, Ada Apa?" Karin Mempersilahkan Masuk.
"Mbak, Aku Mau Nanya, Kok Felly Sih Yang Jadi Partner Siaranku Pagi Ini, Bukannya Yudha Yah, Seperti Biasanya?" Tanya Rena.
"Oh... Itu, Kemarin Yudha Telpon Aku, Yudha Katanya Gak Bisa Siaran Pagi Dulu Selama Seminggu Ini, Katanya Dia Ada Kuliah Pagi Dan Padat Jadwal Kuliahnya Minggu Ini, Jadi Jatah Siaran Dia Itu Malam, Bareng Sama Mas Darto" Jelas Karin.
"Kok Yudha Gak Bilang Yah Kemarin Kalau Dia Ada Kuliah Pagi" Batin Rena Heran.
"Ren, Jangan Bengong Disini Dong, Bentar Lagi Nih Jam Siaran Kamu" Karin Mengingatkan Rena.
"Eh... Iya... Iya, Mbak Karin, Aku Ke Ruang Siaran Sekarang" Rena Gelagapan Dan Langsung Meninggalkan Ruangan Karin.
Rena Masih Terus Bertanya-Tanya Dalam Hatinya Tentang Sikap Yudha Yang Tiba-Tiba Aneh Seperti Itu.
"Kok Yudha Jadi Aneh Kayak Gini Yah? Kemarin-Kemarin Gak Gini Deh. Yudha Juga Gak Bilang Kemarin, Kalau Dia Ada Kuliah Pagi? Apa Sebenarnya Yang Terjadi?" Tanyanya Dalam Hati.
"Nanti Aja Deh Aku Telpon Dia, Pas Selesai Siaran" Pikir Rena.