The Announcer

The Announcer
Part Rena: Aku Tak Pernah Menduakanmu


Rena Melihat Seorang Laki-Laki Dari Kejauhan, Yang Sepertinya Dia Kenali.


"Itu Kayaknya Yudha Deh?" Tanyanya Dalam Hati.


Rena Pun Menghampiri Laki-Laki Tersebut Dan Mendekatinya Untuk Memastikan Kalau Itu Adalah Yudha.


"Yudha...!" Rena Menampakkan Dirinya Tepat Di Depan Yudha.


Yudha Menoleh Ke Arah Rena Dan Hanya Terdiam Saja.


"Yud, Kamu Ngapain Disini?" Tanya Rena.


"Untuk Apa Kamu Kesini?" Yudha Berbalik Bertanya Dengan Sikap Dingin.


"Yud, Aku Tuh Nyariin Kamu, Aku Khawatir, Takutnya Kamu Kenapa-Kenapa" Rena Terlihat Cemas.


"Terus Aku Juga Mau Tanya Soal Kamu Yang Tiba-Tiba Re-Schedule Jadwal Siaran Kamu Ke Mbak Karin" Rena Penasaran.


"Maaf, Ren, Aku Lagi Pengen Sendiri" Kata Yudha.


"Tapi, Kenapa? Kamu Ada Masalah? Atau Apa Gitu?" Rena Melontarkan Beberapa Pertanyaan Pada Yudha.


"Please, Ren, Aku Butuh Waktu Untuk Sendiri Dan Kita Sama-Sama Merenungkan Kesalahan Masing-Masing" Yudha Pun Berlalu Dari Hadapan Rena.


"Maksudnya Yudha Apa Yah? Merenungkan Kesalahan Masing-Masing? Emang Siapa Yang Salah Sih?" Rena Bertanya-Tanya Dalam Hatinya Kebingungan.


Rena Pun Pulang Begitu Saja Dan Mengikuti Kemauan Yudha Untuk Membiarkannya Sendiri Dulu. Paling Tidak Sampai Yudha Benar-Benar Siap Untuk Menceritakan Semua Padanya. Rena Juga Tidak Tahu Alasan Yudha Dibalik Sikapnya Ini Dan Rena Merasa Yudha Seperti Ingin Menghindari Dirinya.


"Eh...! Ada Rena Sang Pujaan Hati" Ada Seseorang Yang Berpapasan Dengan Rena, Yang Tidak Lain Adalah Tio.


"Kamu Ngapain Sih Disini? Kamu Ikutin Aku?" Selidik Rena Yang Curiga Pada Tio.


"Gak Dong, Sayang, Aku Juga Kesini Karena Diajak Adikku, Makanya Aku Ikut Deh, Eh... Gak Tahunya Ketemu Kamu Lagi Disini" Jelas Tio.


"Apa Mungkin Ini Pertanda Kalau Kita Berdua Ini Jodoh Yah" Lanjutnya.


"Gak Usah Ngaco Deh Kamu, Tio! Aku Ini Udah Punya Pacar Dan Gak Lama Lagi Kita Berdua Bakal Nikah" Ucap Rena Dengan Tatapan Tajam. Tio Seolah Tidak Menggubris Ucapan Rena Barusan.


"Oh Iya, Kamu Mau Ikut Gak, Have Fun Bareng Gitu" Ajak Tio.


"Gak! Aku(300) Kesini Juga Sama Pacar Aku Kok" Kata Rena.


"Sama Pacar Kamu? Mana Coba Pacar Kamu, Aku Gak Lihat Tuh" Tio Menoleh Ke Kiri Dan Kanan.


"Ada, Cuma Dia Lagi Ke Toilet" Rena Beralasan.


"Kamu Pasti Bohong Kan, Ren, Biar Ada Alasan Buat Hindari Aku, Iya Kan?" Tio Menerka.


"Aku Gak Bohong, Emang Benar Kok, Udah Deh, Tio, Kamu Gak Usah Ganggu Aku Lagi" Rena Mendorong Tio Agar Segera Pergi Dari Hadapannya.


"Oke... Oke, Aku Pergi, Tapi, Sampai Kapanpun Aku Tetap Kejar Kamu, Kecuali, Kalau Kamu Bisa Buktikan Kamu Sudah Punya Pacar, Baru Aku Akan Pergi Jauh Dari Hidupmu" Kata Tio.


"Oke, Aku Akan Buktikan Sama Kamu, Tio!" Rena Langsung Pergi Dari Hadapan Tio.


"Aku Akan Tunggu! Kamu Dengar!!" Teriak Tio. Rena Tidak Memperdulikan Perkataan Tio Dan Terus Berjalan Menjauh Darinya.


"Belum Juga Masalahku Sama Yudha Selesai, Si Tio Ini Ganggu Aku Terus, Aku Pusing Banget Ini Sekarang!" Runtuk Rena.


Rena Sekarang Bingung Harus Cerita Pada Siapa Tentang Masalah Yang Di Hadapinya Saat Ini. Cukup Lama Rena Berpikir, Akhirnya Dia Memutuskan Untuk Menceritakan Masalahnya Ini Pada Karin, Atasannya Sekaligus Sahabatnya. Rena Pun Langsung Menelpon Karin.


"Halo, Mbak Karin, Mbak Lagi Dimana Sekarang?" Tanya Rena Diujung Telpon.


"Aku Lagi Di Cafe Mitra, Lagi Ketemu Klien Nih, Emang Kenapa, Ren?" Karin Berbalik Bertanya.


"Oh... Gitu, Masih Lama Gak, Mbak" Kata Rena.


"Kira-Kira 30 Menit Lagi, Emang Kenapa Sih Kamu Nanya Kayak Gitu, Terus Kedengarannya Juga Suara Kamu Lemes Gitu, Kamu Lagi Ada Masalah Atau Apa?" Karin Mulai Cemas.


"Iya, Mbak Karin, Ini Soal Yudha" Jawab Rena Dengan Suara Pelan.


"Oke, Gini Aja Deh, Kamu Kesini Aja, Tapi, Kamu Duduknya Di Meja Agak Jauhan Dari Aku Selama Klienku Masih Ada, Kamu Ngerti Kan Maksudku" Kata Karin.


Kira-Kira Pukul 17:30, Rena Pun Sampai Di Cafe Mitra. Disitu Ada Karin Yang Sendirian, Karena Kliennya Tersebut Baru Saja Pergi.


"Hei, Ren, Duduk Sini" Sapa Karin.


"Klien Mbak Karin Udah Pulang?" Tanya Rena.


"Iya, Ren, Baru Aja Mereka Pergi" Jawabnya Singkat.


"Oh Iya, Kamu Ada Masalah Apa Sih Sama Yudha? Tadi Waktu Di Telpon Suara Kamu Tuh Kayak Lemes Banget Gitu" Karin Penasaran.


"Yudha, Mbak Karin" Rena Tertunduk Sambil Meneteskan Air Matanya.


"Yudha Kenapa, Ren?" Karin Makin Penasaran.


"Yudha, Tiba-Tiba Berubah, Gak Biasanya Dia Kayak Gini. Tadi Aku Temui Yudha Di Tempat Yang Biasa Dia Datangi, Katanya Dia Pengen Sendiri. Saat Aku Tanya Dia, Dia Malah Pergi Begitu Saja, Aku Bingung Juga Dengan Perubahan Yudha Seperti Ini" Mata Rena Berkaca-Kaca.


"Setahuku, Selama Aku Kenal Yudha, Dia Itu Gak Pernah Kayak Gini, Kecuali...." Karin Tidak Melanjutkan Perkataannya.


"Kecuali Apa, Mbak?" Tanya Rena Penasaran.


"Kecuali Kalau Dia Melihat Orang Yang Dia Sayangi Berduaan Dengan Orang Lain" Lanjut Karin.


"Berdua Sama Orang Lain? Perasaan Aku Gak Pernah Deh, Kalau Memang Itu Permasalahannya Sih" Pikir Rena.


"Kecuali.... Oh Iya, Mungkin Pas Tio Ada Dirumahku, Yudha Mungkin Balik Lagi Kerumahku Dan Dia Lihat Semuanya, Iya Mungkin Itu Yang Bikin Yudha Berubah Seperti Ini" Rena Menganggukkan Kepalanya.


"Kamu Kenapa, Ren, Mengangguk Gitu Sambil Senyum-Senyum Sendiri?" Tanya Karin Heran.


"Aku Tahu Sekarang, Mbak, Kenapa Yudha Berubah Seperti Ini" Kata Rena.


"Apa, Ren?" Tanya Karin.


"Jadi, Waktu Itu Pas Yudha Anter Aku Pulang Kerumah, Yudha Udah Pergi Kan, Terus Di Teras Rumahku Tiba-Tiba Ada Laki-Laki Yang Ternyata Dia Itu Tio, Cowok Yang Ngejar-Ngejar Aku. Mungkin Pas Aku Lagi Ngobrol Berdua Sama Si Tio Ini, Yudha Lihat Gitu. Saat Itu Pula Sikap Yudha Langsung Berubah Drastis" Rena Menerka.


"Bisa Jadi Sih, Ren. Kamu Harus Segera Temui Yudha Dan Jelaskan Semuanya" Karin Memberi Saran.


"Iya, Mbak, Kalau Gitu Aku Pergi Sekarang Yah" Rena Langsung Bergegas Menemui Yudha.


"Semoga Aja Masalahnya Yudha Dan Rena Bisa Cepat Selesai, Kasian Juga Kalau Masalah Mereka Berlarut-Larut Gitu" Batin Karin.


"Halo, Sayang, Iya, Tunggu Yah, Mama Sebentar Lagi Jalan Kesitu" Karin Beranjak Pergi Dari Cafe Tersebut.


Baru Saja Rena Berjalan Keluar Dari Cafe, Tanpa Sengaja Dia Bertabrakan Dengan Seseorang Dan Membuat Barang Yang Dibawa Oleh Seseorang Tersebut Terjatuh Berantakan Di Lantai.


"Aduh.... Mas, Maaf Yah, Aku Lagi Buru-Buru, Jadi, Gak Lihat Ada Mas Di Depanku" Ucap Rena Sambil Membantu Seseorang Itu Membereskan Barangnya. Seseorang Itu Menoleh Dan Seperti Mengenali Rena.


"Kamu Rena Yah?" Tanyanya.


"Iya, Kok Kamu Tahu Sih" Rena Terlihat Heran.


"Ini Aku, Ren, Kevin, Ingat Gak" Pria Itu Mengingatkan.


"Kevin? Kevin Yang Kakak Seniorku Dulu Waktu SMA Kan?" Rena Menerka. Pria Itu Mengangguk.


"Udah Lama Banget Yah, Ren, Kita Gak Ketemu, Sejak Lulus SMA. Kamu Udah Banyak Berubah Yah!" Ucap Kevin.


"Ya Iyalah, Vin, Udah Lebih Dari 10 Tahun, Pastilah Beda" Rena Tersenyum.


"Oh Iya, Vin, Hampir Aku Lupa, Aku Lagi Buru-Buru Nih, Karena Ada Urusan Gitu, Jadi, Aku Gak Bisa Lama-Lama" Rena Langsung Teringat Akan Sesuatu.


"Next Time Lah, Kita Ketemuan Lagi, Sekalian Nostalgia Kan" Lanjut Rena.


"Ini Kartu Namaku, Nanti Kamu Hubungi Aku Aja, Cukup Miscall Aja, Aku Udah Tahu Kok. Nanti Kalau Misalkan Anak-Anak Bikin Acara, Aku Bisa Kabari Kamu" Kevin Memberikan Kartu Namanya Pada Rena.


"Iya, Vin, Ya Udah Aku Duluan Yah, See You Next Time" Rena Beranjak Pergi Dari Hadapan Rena.


"Itu Anak Makin Cantik Aja, Jauh Lebih Cantik Sekarang Dibanding Waktu SMA Dulu" Puji Kevin Dalam Hatinya.


"Kalau Saja Aku Gak Nolak Dia Waktu Itu, Aku Pasti Udah Pacaran Sama Dia Sampai Sekarang Atau Mungkin Udah Nikah Sama Dia, Aku Harus Cari Cara Apapun Untuk Bisa Dapatkan Dia, Aku Yakin Dia Juga Masih Menyimpan Rasa Sayangnya Untuk Aku" Batin Kevin.