
"Ren, Kamu Cepat Sembuh Dong, Biar Kita Bisa Merancang Kembali Rencana Pernikahan Kita" Yudha Mengusap Kepala Rena.
" Yudha, Rena Pingsan Lagi?" Andien Pun Ikut Masuk.
"Iya Tante, Abis Dia Teriak-Teriak Gitu, Rena Kecapean, Terus Langsung Pingsan Lagi" Terang Yudha.
"Aduh.... Rena, Kamu Kenapa Sih, Nak" Andien Begitu Mencemaskan Rena.
Selang Beberapa Menit Kemudian, Rena Sadarkan Diri Kembali.
"Bu....!" Panggil Rena Lirih Dan Membuka Matanya Secara Perlahan.
"Rena, Syukurlah, Kamu Udah Sadar, Nak" Andien Bernafas Lega.
"Loh... Yud, Kamu Ngapain Disini? Bukannya Kamu Harus Siap-Siap Siaran Yah" Rena Heran Melihat Yudha.
"Kamu Udah Ingat Semuanya, Ren?" Tanya Yudha Yang Masih Ragu.
"Maksudnya Apa Sih, Aku Gak Ngerti Deh" Rena Terlihat Bingung.
"Nanti Biar Ibu Yang Ceritakan Ke Kamu, Yang Terpenting Sekarang Kamu Udah Sadar" Andien Terlihat Sangat Senang Melihatnya.
"Terima Kasih Tuhan, Karena Udah Memulihkan Ingatan Rena Lagi, Aku Sangat Bersyukur Atas Semuanya Ini" Batin Yudha Dengan Mata Berkaca-Kaca.
"Yud, Kamu Kenapa, Kok Nangis Sih?" Tanya Rena.
"Gak Apa-Apa, Ren, Aku Cuma Senang Aja, Karena Sekarang Kamu Udah Ingat Aku Sepenuhnya" Jawab Yudha Tersenyum.
"Ya Udah Kalau Gitu, Aku Jalan Sekarang Yah, Mau Siapin Materi Buat Siaran Nanti Malam" Yudha Berdiri Dan Mengecup Kening Rena.
"Tante, Aku Pamit Dulu Yah, Aku Mau Siap-Siap Siaran Untuk Nanti Malam" Yudha Berpamitan Pada Ibunya Rena.
"Iya, Nak, Makasih Yah Kamu Selalu Bantuin Tante Dan Juga Rena" Kata Ibunya.
"Iya, Tante, Sama-Sama, Sudah Seharusnya Aku Lakukan Itu, Apalagi Kan Tidak Lama Lagi, Kita Akan Jadi Satu Keluarga, Kurang Dari Sebulan Lagi Aku Dan Rena Akan Menikah" Lanjut Yudha.
*Handphone Yudha Berdering*
"Halo, Mbak Karin" Yudha Menjawab Panggilan Dari Karin.
"Yud, Kamu Lagi Dimana?" Tanya Karin.
"Aku Sekarang Dirumahnya Rena, Tapi, Sekarang Udah Mau Jalan Menuju Ke Studio Yori, Emang Ada Apa, Mbak?" Yudha Berbalik Bertanya.
"Kamu Hari Ini Gak Usah Siaran Dulu, Biar Digantikan Sama Penyiar Yang Lain Dulu, Karena Ada Tugas Yang Ingin Aku Berikan Sama Kamu" Jelas Karin.
"Oh... Gitu Yah, Terus Ketemunya Dimana, Mbak?" Tanya Yudha.
"Kamu Tunggu Aku Aja Disitu, Dirumahnya Rena, Sekalian Aku Juga Pengen Jengukin Rena, Oke, Bye" Karin Memutuskan Telponnya.
"Mmm.... Tante, Aku Gak Jadi Balik Sekarang, Soalnya Ada Rekan Kerja Aku Sama Rena Yang Mau Kesini, Sekalian Katanya Ada Yang Pengen Dia Omongin Juga" Jelas Yudha Pada Ibunya.
"Oh... Gitu, Ya Udah Gak Apa-Apa, Kamu Disini Aja, Kamu Ngobrol Berdua Sama Rena, Udah Lama Kan Kalian Berdua Gak Pernah Ngobrol, Sejak Rena Amnesia" Ucap Andien Santai.
Selang 25 Menit Kemudian, Karin Pun Datang.
"Eh... Mbak Karin Udah Datang, Masuk Sini, Mbak" Sapa Yudha Dengan Hangat.
"Kabar Baik, Mbak, Ingatannya Rena Udah Pulih Lagi, Yah... Meskipun Tadi Sempat Ngamuk Gitu Sampai Akhirnya Dia Pingsan. Pas Dia Udah Sadar, Ingatannya Pun Udah Pulih" Jelas Yudha.
"Syukurlah Kalau Gitu, Aku Juga Senang Dengarnya, Itu Artinya Dia Bisa Siaran Lagi" Karin Tersenyum Bahagia.
"Oh Iya, Mbak, Katanya Ada Hal Yang Pengen Mbak Karin Omongin, Hal Apa Itu, Mbak?" Yudha Berbalik Bertanya.
"Aku Sebenarnya Pengen Ngasi Tugas Khusus, Seperti Yang Aku Omongin Tadi" Jawab Karin.
"Jadi, Gini, Hari Ini Kan, Bertepatan Dengan Hari Ibu. Jadi, Kamu Nge-Liput Plus Wawancara Beberapa Orang Gitu, Tentang Makna Hari Ibu Untuk Mereka Itu Seperti Apa. Kamu Bebas Mau Liputannya Dimana, Di Sekolah-Sekolah Atau Kampus Juga Gak Masalah Sih, Tapi, Saran Aku Mending Kamu Ke Kantor Gitu Deh, Karena Biasanya Sih Pemikiran Orang Kantoran Itu Jauh Lebih Luas Gitu Kalau Dibandingkan Dengan Pelajar Atau Mahasiswa, Kamu Pasti Ngerti Lah Maksudku" Jelas Karin.
"Tapi, Ingat, Harus Yang Unik Dan Tanpa Menghilangkan Makna Dari Hari Ibu Itu Sendiri" Lanjut Karin.
Yudha Menganggukkan Kepalanya Tanda Dia Mengerti Dengan Penjelasan Karin.
"Oh Iya, Mbak Karin Gak Mau Ketemu Rena, Dia Ada Di Kamarnya" Kata Yudha.
"Iya, Aku Juga Pengen Lihat Keadaannya Dia" Jawab Karin Dan Langsung Beranjak Dari Tempat Duduknya, Mengikuti Langkah Yudha Menuju Ke Kamar Rena.
"Ren, Ada Mbak Karin Nih, Datang Buat Jengukin Kamu" Yudha Membuka Pintu Kamar Rena.
"Masuk Aja Sini" Ajak Rena.
"Ren, Gimana Keadaan Kamu, Udah Jauh Lebih Baik?" Tanya Karin.
"Udah Lebih Baik Dari Yang Kemarin, Mbak" Jawab Rena Singkat.
"Loh... Yud, Kok Kamu Masih Disini, Bukannya Kamu Harusnya Tuh Siaran Yah" Rena Heran.
"Hari Ini Tuh Aku Tugaskan Yudha Buat Liputan, Jadi Hari Ini Dia Digantikan Dulu Sama Penyiar Yang Lain. Tadinya Aku Mau Tugaskan Kamu, Tapi, Karena Kamu Belum Pulih 100%, Jadi Digantikan Sama Yudha" Jelas Karin Pada Rena.
"Oh Iya, Ren, Gimana Ceritanya Sih Kamu Jadi Kayak Gini?" Tanya Karin.
"Aku Gak Ingat Persis Sih, Yang Aku Ingat Aku Waktu Itu Ngebut, Pengen Ke Kost-annya Yudha, Terus Tiba-Tiba, Ada Mobil Truk Di Depanku, Terus Ditabrak Deh, Abis Itu Gak Ingat Lagi, Karena Saat Itu Aku Gak Sadarkan Diri" Jelas Rena.
"Kamu Ngapain Coba Pake Ngebut Gitu Menuju Ke Kost-anku, Akibatnya Jadi Kayak Gini Kan!" Yudha Terlihat Kesal Dengan Apa Yang Dilakukan Rena.
"Kamu Tahu Gak, Aku Ngebut Kayak Gini Tuh, Cuma Pengen Ketemu Kamu Aja, Karena Waktu Itu Kamu Kayak Menghindar Dari Aku Sejak Terakhir Kali Kita Jalan Beberapa Bulan Yang Lalu, Aku Gak Tahu Kenapa Kamu Berubah Seperti Itu, Kamu Gak Pernah Mau Menjelaskan Semuanya" Kata Rena.
"Kamu Tahu Gak Kenapa Aku Seperti Ini? Pas Aku Anterin Kamu Waktu Itu, Aku Tuh Mutar Balik Ke Rumah Kamu Karena Ada Yang Pengen Aku Omongin, Tapi, Dari Kejauhan Aku Melihat Kamu Berduaan Sama Cowok Lain, Sambil Pegangan Tangan, Jadi, Aku Mutar Balik Lagi, Pulang Ke Kost-an. Sejak Saat Itu Aku Putuskan Untuk Menghindar, Karena Aku Pikir Kamu Bakal Bersama Cowok Itu" Terang Yudha.
"Jadi, Itu Alasannya Kamu Hindari Aku? Kenapa Kamu Gak Bilang Langsung Sama Aku? Agar Aku Tahu, Kalau Aku Tuh Salah!" Tanya Rena.
"Untuk Apa, Ren, Semua Yang Aku Lihat Itu Udah Cukup Jelas Dan Aku Juga Nungguin Kamu Menjelaskan Tentang Cowok Itu Tanpa Aku Yang Tanya Duluan" Kata Yudha.
"Tapi, Nyatanya Kamu Gak Ngomong Apapun, Jadi, Ya Udah Aku Menjauh Untuk Sementara Waktu Dan Menenangkan Pikiranku, Sampai Aku Benar-Benar Siap Bertemu Kamu Lagi" Lanjut Yudha.
Mendengar Perkataan Yudha Tersebut, Membuat Rena Tertunduk Dan Merasa Begitu Bersalah Pada Yudha.
"Yud, Maafin Aku, Aku Memang Salah Karena Gak Ceritakan Tentang Cowok Itu. Awalnya Aku Pikir Itu Tidak Penting, Karena Dia Memang Bukan Siapa-Siapa Aku Dan Lagian Aku Juga Gak Akan Berpaling Dari Kamu" Kata Rena Dengan Wajah Penyesalan.
"Lagian Si Cowok Itu Aja Yang Terus Ngejar Aku, Akunya Emang Gak Mau, Tapi, Dia Terus Mengejarku Dan Memaksaku Untuk Menerima Dia Jadi Pasangan Hidupku" Rena Menambahkan.
"Udahlah, Ren, Aku Juga Udah Lupain Masalah Itu Kok, Gak Usah Dibahas Lagi" Kata Yudha.