The Announcer

The Announcer
Ingin Meyakinkan Hatiku Untuknya


Mendengar Jawaban Yudha, Mata Rena Berkaca-Kaca Dan Meneteskan Air Mata.


"Ren, Kamu Jangan Nangis, Aku Bisa Jelaskan Kok" Yudha Mengusap Air Mata Rena Dengan Tissue.


"Jujur, Aku Juga Suka Sama Kamu, Aku Sayang Sama Kamu. Tapi, Masalahnya Aku Masih Trauma Dengan Kisah Cintaku 7 Tahun Yang Lalu. Ada Cewek Yang Suka Sama Aku Dan Aku Juga Suka Sama Dia, Tapi, Ujung-Ujungnya, Dia Hanya Jadikan Aku Pelariannya Saja" Jelas Yudha.


"Tapi, Yud, Aku Gak Akan Jadikan Kamu Pelarian Kok. Aku Baru Merasakan Perasaan Yang Mendalam Seperti Ini Lagi Sejak 10 Tahun Berlalu. Aku Juga Pernah Disakiti Cowok, Sampai Membuat Aku Trauma Dan Menutup Hatiku Rapat-Rapat Untuk Cowok. Sampai Akhirnya Aku Ketemu Kamu, Kamu Yang Udah Berhasil Membuka Hatiku Lagi Dan Mulai Berani Lagi Untuk Jalin Cinta Yang Baru" Rena Menatap Mata Yudha Dalam-Dalam.


"Gini Deh, Ren. Kata Orang Jodoh Itu Gak Kemana, Kalau Memang Kita Di Takdirkan Bersama, Kita Pasti Akan Ketemu. Nanti Kan Kita Pulangnya Beda Arah. Setelah Pulang Dari Sini, Kita Akan Bertemu Lagi Di Suatu Tempat Yang Bisa Menenangkan Pikiran Dan Di Tempat Itulah Kita Akan Jadian" Kata Yudha Sambil Tetap Memegang Tangan Rena.


"Tapi, Tempat Itu Dimana, Yud?" Tanya Rena Bingung.


"Jawabannya Ada Di Dalam Hati Kamu Dan Hati Kecilmu Itu Yang Akan Berbicara Dan Memberitahumu Dimana Tempat Yang Aku Maksud" Jawab Yudha Dan Langsung Beranjak Dari Tempat Duduknya.


"Yud, Kenapa Kamu Malah Permainkan Aku Kayak Gini Sih? Apa Itu Artinya Secara Tidak Langsung Kamu Gak Mau Hubungan Kita Lebih Dari Sekedar Teman?" Rena Bertanya-Tanya Dalam Hatinya.


"Tapi, Yudha Bilang Kalau Dia Juga Suka Sama Aku, Artinya Dia Mau Kita Berdua Jadian, Cuma Dianya Belum Siap Aja Kali Yah, Terus Yudha Juga Bilang, Kalau Dia Trauma Dengan Masa Lalunya, Sama Seperti Aku. Apakah Ini Artinya Aku Dan Yudha Ditakdirkan Untuk Bersama, Untuk Saling Melengkapi Satu Sama Lain Dan Mengobati Luka Lama Yang Pernah Terukir? Yah... Biar Waktu Yang Menjawab Semuanya" Batin Rena.


-


-


"Maafkan Aku, Ren, Bukannya Aku Mau Menggantung Perasaanmu Ini, Cuma Aku Mau Meyakinkan Diriku Aja, Kalau Kamu Wanita Yang Benar-Benar Tepat Untukku Dan Bukan Untuk Main-Main, Karena Jujur Saja, Aku Masih Takut Kalau Hal Itu Akan Terulang Lagi Dan Hatiku Hancur" Yudha Terus Berjalan Menjauh Dari Rena.


-


-


"Guys, Sekarang Kita Siap-Siap Untuk Balik Dan Besok Kita Kerja Seperti Biasanya" Kata Darto Pada Semua Teman-Temannya.


"Benar Kata Kamu, To. Oke, Sebelum Kita Berangkat, Kita Berdoa Dulu, Biar Kita Semua Selamat Sampai Di Tujuan" Karin Memimpin Do'a. Teman-Temannya Yang Lain Pun Berdoa.


"Oke, Sekarang Kita Berangkat Dan Pastikan Tidak Ada Barang Yang Ketinggalan" Karin Mengingatkan Pada Semua Teman-Temannya.


"Rena, Kamu Gak Siap-Siap? Kita Semua Udah Siap Loh Ini" Karin Menoleh Kearah Rena.


"Aku Disini Aja Dulu, Mbak, Bantuin Adik Aku Bersih-Bersih Penginapan Ini, Kasihan Kalau Dia Bersihkan Ini Semuanya Sendirian" Jelas Rena.


"Oh.... Gitu, Ya Udah Kalau Gitu, Kita Semua Pamit Yah, Makasih Untuk Jamuannya Ini" Karin Pun Berpamitan Pada Rena.


"Iya, Mbak, Sama-Sama, Aku Juga Mau Ucapkan Makasih Untuk Mbak Karin Dan Teman-Teman Lainnya Udah Memeriahkan Acara Ultah Aku, Yang Sederhana Ini" Kata Rena.


"Oh Iya, Ren, Gimana Kamu Dengan Yudha? Semalam Amanda Sempat Cerita, Katanya Kamu Nembak Yudha Di Taman Belakang, Kamu Udah Jadian Kan Sama Yudha?" Karin Terlihat Berseri-Seri. Rena Hanya Menggelengkan Kepalanya.


"Loh... Kenapa, Ren? Apa Yudha Nolak Kamu?" Tanya Karin Penasaran.


"Yudha Hanya Belum Siap Katanya Dan Dia Juga Bilang, Pulang Dari Sini, Dia Ingin Aku Ke Tempat Yang Bisa Menenangkan Hati Dan Pikiran, Ditempat Itulah Nanti Kita Jadian" Terang Rena.


"Cuma Yudha Gak Bilang Dimana Tempat Itu, Dia Cuma Bilang Kalau Jawabannya Ada Dalam Hati Kecilku, Aku Juga Bingung Itu Dimana. Sepertinya Aku Menyerah Aja, Biarkanlah Perasaanku Ini Tidak Terbalas, Aku Udah Ikhlas Juga" Rena Sepertinya Sudah Putus Asa.


"Hei, Ren, Apa Yang Terjadi Sama Kamu? Kemana Rena Yang Selalu Menggebu-Gebu Untuk Mengejar Sesuatu Sampai Dapat Dan Ambisius. Kamu Jangan Gampang Menyerah, Kamu Pasti Akan Bisa Menemukan Tempat Itu, Aku Yakin Kamu Sama Yudha Berjodoh" Karin Berusaha Menyemangati Rena.


"Woi.....!! Rin! Ayo Berangkat! Anak-Anak Udah Nungguin Di Bis!" Darto Berteriak Dari Depan Pintu.


"Iya! Tunggu Bentar, To!" Jawab Karin Lantang.


"Tetap Semangat Untuk Mengejar Cintamu Itu. Ya Udah, Aku Pamit Yah, Ren" Karin Menepuk Pelan Pundak Rena Dan Beranjak Pergi Dari Hadapan Rena.


-


-


"Loh... Kak Rena Kok Masih Disini Sih, Gak Ikut Balik Sama Rombongan Kakak?" Tanya Adiknya, Kinal.


"Gak, Nal, Kakak Mau Bantuin Kamu Bersihkan Penginapan Ini, Kasihan Kalau Kamu Sendirian Yang Bersihkan Ini Semua" Kata Rena.


"Gak Apa-Apa Kok, Kak, Aku Udah Biasa Lakukan Ini Sendiri, Kan Kak Rena Tamu, Jadi, Harus Dilayani Dengan Baik, Aku Kuat Kok, Nih.... Lihat Otot Tanganku, Hehehe....." Kinal Tertawa Kecil.


"Sekalian Kakak Juga Pengen Curhat Sama Kamu" Lanjut Rena.


"Curhat Apa'an, Kak?" Tanya Kinal Penasaran.


"Udah, Nanti Aja, Kita Bersihkan Ini Aja Dulu, Baru Nanti Kakak Ceritain" Jawab Rena.


"Siap, Kak!" Kinal Sudah Memegang Sapu, Memulai Untuk Bersih-Bersih.


-


-


"Akhirnya Selesai Juga" Perasaan Kinal Lega.


"Lumayan Yah, Dek, Buat Bakar Kalori" Kata Rena Yang Masih Ngos-Ngosan Karena Capek.


"Tadi Katanya Kak Rena Mau Curhat, Ayo Dong, Kak, Buruan Cerita" Kinal Sudah Tidak Sabar Ingin Mendengar Cerita Rena.


"Sabar Dulu Dong, Dek" Rena Masih Mengatur Nafasnya.


Setelah Meminum Segelas Air Dan Beristirahat Sejenak, Rena Pun Mulai Menceritakannya Pada Kinal.


"Jadi Gini, Nal, Kakak Tuh Mau Curhat Soal Teman Kakak, Yang Namanya Yudha Itu, Partner Siaran Kakak Di Yori FM" Rena Memulai Ceritanya.


"Oh... Gitu, Terus..Terus?" Kinal Terlihat Sangat Antusias Mendengarnya.


"Awal Kakak Ketemu Sama Yudha Itu Sih Sebenarnya Gak Begitu Menyenangkan, Bisa Di Bilang, Mengesalkan Banget Deh. Eh... Malahan Pas Lagi Kesalnya Itu, Malah Di Pasangin Siaran Bareng. Tapi, Lama Kelamaan Kakak Kenal Sama Yudha, Kakak Merasa Nyaman Banget Dekat Dia. Sampai Akhirnya Kakak Menyet Duluan Ke Yudha" Jelas Rena.


"Terus Kak Yudha Jawab Apa, Kak? Diterima Dong Pasti" Kinal Semakin Penasaran.


"Kak Yudha Sih Sebenarnya Juga Suka Sama Kakak, Cuma Dia Masih Trauma Dengan Kisah Cintanya Yang Lalu. Tapi, Katanya Dia Akan Terima Cinta Kakak Di Suatu Tempat Yang Bisa Menenangkan Pikiran Katanya. Tapi, Kakak Bingung Dimana Tempat Itu" Rena Kebingungan.


"Kak Yudha Pernah Gak, Ngasi Tahu Tempat Yang Seperti Itu Sama Kak Rena? Coba Deh Kak Rena Ingat-Ingat Lagi" Kata Kinal.


"Seingat Kakak Sih Pernah Deh Kayaknya, Cuma Kakak Lupa Tempatnya Dimana" Rena Masih Berusaha Mengingat.


Setelah 15 Menit Berusaha Berpikir, Akhirnya Rena Pun Mengingatnya Kembali.


"Aku Ingat Sekarang! Yudha Pernah Bilang, Katanya Ada Satu Tempat Yang Romantis Banget Plus Bisa Membuat Pikiran Kita Tenang Setelah Melihat Pemandangan Sekitarnya. Kalau Gak Salah Nama Tempatnya Itu Bendungan Kampili" Jelas Rena.


"Bendungan Kampili? Itu Kan Gak Jauh Dari Sini, Kak! Tunggu Apa Lagi, Temui Kak Yudha Disana, Kak Rena" Kinal Memberi Saran Pada Rena.


"Ini, Kak Rena Pakai Mobilku Kesana, Aku Disini Aja" Kinak Memberikan Kunci Mobilnya Pada Rena.


"Beneran Nih, Gak Apa-Apa?" Tanya Rena Yang Masih Sedikit Ragu.


"Iya, Kak, Beneran, Udah Cepetan, Nanti Kak Yudha Keburu Pergi Loh" Kinal Menarik Tangan Rena Untuk Segera Beranjak Ke Tempat Tersebut.


"Ya Udah, Kakak Jalan Sekarang Yah, Nal" Rena Mengemudikan Mobil Pelan.


"Hati-Hati Yah, Kak! Moga Jadian Yah!" Teriak Kinal.


"Heeh! Kinal! Kamu Ngapain Sih, Teriak-Teriak Gitu, Kedengaran Sampai Halaman Belakang Suara Kamu" Tegur Seseorang Yang Menghampiri Kinal.


"Ehh.... Bibi, Gak Kok, Bi, Hehehe....." Kinal Sedikit Tersipu.


"Mobil Kamu Kemana, Nal, Kok Gak Ada Bibi Lihat Ini?" Tanya Bibinya.


"Dipinjam Kak Rena, Bi, Ke Bendungan Kampili, Mau Menemui Seseorang" Jelas Kinal.


"Loh... Bukannya Rena Seharusnya Udah Balik Bareng Rombongannya Tadi Yah? Kok Masih Disini" Bibinya Heran.


"Kak Rena Tadi Bantuin Aku Bersih-Bersih, Bi, Sekalian Curhat Sama Aku Soal Kak Yudha, Partner Siaran Kak Rena, Yang Kak Rena Sukai. Ini Kak Rena Ke Bendungan Kampili Itu, Mau Menemui Kak Yudha, Moga-Moga Aja Mereka Jadian" Kata Kinal Penuh Harap.