
Beberapa menit kemudian, Stella pun datang ke tempat tersebut.
"Kerja yang bagus" Stella mengacungkan jempolnya.
"Ini bayaran kamu dan buruan pergi dari sini sebelum ada orang yang lihat, Rena biar jadi urusanku" Kata Stella dan memberikan sebuah amplop berisi uang.
Stella Pun langsung pergi dan membawa Rena dengan mobilnya. Di dalam mobilnya, Stella langsung mengikat tangan Rena ke belakang dan menutup mulutnya dengan lakban.
"Kamu gak akan pernah lagi ketemu sama Yudha. Dengan begitu, aku akan bebas mendekati Yudha lagi, Hahaha....!!" Stella tertawa.
Mobil Stella memasuki sebuah gudang yang sangat jauh dari keramaian. Stella menyekap Rena di Dalamnya dan meninggalkan Rena sendirian.
"Tinggallah kamu disini sendirian, gak akan ada yang bisa menolongmu" ucap Stella.
Keesokan paginya, Rena sadar dan membuka matanya. Dia terkejut, karena dia berada dalam ruangan yang sangat gelap tanpa ada cahaya sedikitpun dan dalam keadaan terikat di kursi serta mulutnya dibungkam dengan lakban. Rena mencoba meronta-ronta agar bisa melepaskan ikatan tali tersebut dari tangannya. Tapi, usahanya tersebut gagal.
"Siapa sih yang lakuin ini ke aku?" Rena Bertanya-Tanya dalam hatinya.
"Gimana caranya aku bisa keluar dari sini coba, tangan terikat kayak gini" batin Rena.
"Sayang, Rena mana? Kok dari semalam aku gak lihat dia? Sejak dia pergi sama Yudha kemarin, Rena gak balik-balik kerumah" Panji bertanya pada Andien.
"Oh.... Mas tenang aja, Rena paling semalam nginap di studio Yori, karena biasa emang dia kayak gitu kok, katanya dia mau siapkan materi buat siarannya, karena kalau pagi, mepet waktunya katanya" jelas Andien.
"Kamu tahu sendiri kan anak kita yang satu itu kayak gimana, dia itu mau semuanya serba sempurna, makanya butuh waktu yang lama untuk membuat sesuatu itu sempurna dimatanya dan gak mau ada sedikitpun yang kurang" lanjut Andien.
"Iya juga sih, sayang, kalau emang seperti itu, aku lega dengarnya" kata Panji.
"Oh iya, mas, mas mau sarapan sekarang? Kalau mau, aku siapin ini" tanya Andien.
"Gak usah, sayang, aku sarapan diluar aja deh, takutnya aku telat, soalnya temanku ini gak punya banyak waktu, karena jam 10 dia harus ke bandara, mau ke Surabaya dianya. Ya udah yah, sayang, aku berangkat dulu" Panji berpamitan sambil mengecup kening Andien.
Sementara itu, Karin dan semua teman-temannya masih bertanya-tanya, karena Rena belum juga datang, padahal 30 menit lagi Rena harus siaran.
"Gimana nih, mbak, Rena belum datang juga, dihubungi juga gak bisa?" Tanya Feby.
"Yah.... Mau gak mau, Yudha siaran sendiri dulu hari ini, Karen gak ada yang bisa gantikan Rena" jawab Karin pasrah.
"Eh... Yud, kamu sendirian? Rena mana?" Tanya Karin.
"Aku gak bareng Rena, mbak, aku tadi agak telat bangunnya, jadi, aku gak sempat jemput Rena dirumahnya, emang Rena belum datang juga, mbak?" Yudha berbalik bertanya.
"Belum, Yud, ini kita semua lagi bingung, Rena belum datang juga jam segini" Karin terlihat kebingungan.
"Rena emangnya kemana, mbak?" Tanya Yudha penasaran.
"Aku juga gak tahu sih dia kemana, Feby sudah coba telpon Rena berkali-kali, tapi, tidak diangkat juga telponnya" Jelas Karin.
"Nanti setelah selesai siaran, kamu coba kerumahnya Rena, siapa tahu Rena sakit terus lupa ngasi kabar kesini, tolong yah, Yud" Pinta Karin.
"Iya, mbak" Jawab Yudha singkat.
Jam 11 Siang, Yudha menuju kerumah Rena setelah selesai siaran. Dalam hatinya, Yudha bertanya-tanya soal Rena yang tidak datang seperti biasanya ke studio Yori.
Setengah jam kemudian, Yudha pun sampai Dirumah Rena.
"Assalamualaikum Tante Andien!" Yudha mengucap salam.
"Waalaikumsalam! Eh... Yudha, masuk sini, nak" sambut Andien dengan hangat.
Yudha pun masuk kerumah Rena dan duduk di ruang tamunya.
"Ada apa nih, nak Yudha kesini?" Tanya Andien.
"Gini, tante, aku mau ketemu Rena, soalnya tadi pagi dia gak ada di studio Yori, dihubungi juga gak diangkat, makanya aku disuruh sama atasanku kesini, takutnya ada apa-apa gitu" Jelas Yudha.
"Loh... Justru tante yang harusnya nanya, Rena dimana, karena semalam dia gak pulang kerumah. Tante pikir, Rena itu nginap di studio Yori, kan biasanya kayak gitu, harus siapkan materi untuk siarannya, sampai-sampai dia begadang" terang Andien.
"Iya, tante, aku tahu, tapi, kalau hari ini, Rena emang gak masuk kerja" kata Yudha.
"Terus kalau dia tidak di studio Yori, lantas dia kemana yah, Yud?" Ibunya bertanya-tanya kebingungan.
"Terakhir aku ketemu Rena itu, kan kemarin pas di acara nikahan sepupuku, Uchy, yang aku jemput disini. Terus pas pulangnya dia naik ojek online gitu katanya, aku mau nganterin dia balik, tapi, dia bilang ada urusan yang harus dia selesaikan, dia juga gak bilang kemana" terang Yudha.
"Yudha, kita harus cari Rena, Tante takut kalau terjadi apa-apa dengan Rena" Andien terlihat sangat cemas.
"Tante Tenang aja, aku pasti akan temukan keberadaan Rena" jawab Yudha meyakinkan.
"Ada apa nih, kenapa kalian tegang gitu" Panji yang baru saja datang, bingung melihat situasi di dalam rumah.
"Mas, Rena hilang!" Andien terlihat panik.
"Loh.... Bukannya tadi kamu bilang, semalam Rena nginap di studio Yori, terus kenapa sekarang kamu bilang hilang" Panji bingung.
"Iya, mas, aku juga ngiranya seperti itu, tapi, Yudha bilang kalau Rena gak ada disana, karena tadi pagi Rena gak siaran" jelas Andien.
"Benar, Yud? Tadi Rena gak ada di Yori?" Panji menatap Yudha.
"Iya, om, makanya aku kesini nyariin Rena, karena Rena gak ada kabar gitu" jawab Yudha.
"Kemarin kamu pergi bareng Rena kan? Terus kenapa kemarin gak bareng juga pulangnya? Malah kamu tinggal Rena sendirian!" Tanya Panji dengan mata melotot.
"Kamu ini gak becus! Aku udah percayakan Rena sama kamu, supaya kamu bisa jagain dia, kenapa sekarang malah kayak hilang gini!" Panji membentak sambil memegang kerah baju Yudha.
"Mas, kamu jangan kayak gitu sama Yudha, lepasin, ini bukan kesalahan Yudha sepenuhnya" Andien mencoba melerai.
"Om tenang dulu, kemarin aku juga mau anterin Rena pulang, cuma Rena sendiri yang nolak dan pulang naik ojek online, karena katanya ada hal yang mau dia urus dulu" Yudha mencoba memberi penjelasan.
"Kalau aku tahu akhirnya akan seperti ini, aku akan memaksa Rena, supaya dia mau, aku anterin" lanjut Yudha.
"Pokoknya aku gak mau tahu, kamu harus cari Rena sampai ketemu, ngerti kamu!" Kata Panji dengan tegas.
"Iya, om, aku janji akan berusaha mencari Rena sampai ketemu" Yudha berjanji.
"Ya sudah sana, cepat pergi!" Panji memberi isyarat untuk segera pergi mencari keberadaan Rena. Yudha beranjak pergi dari rumah Rena.