
"Alhamdulillah! Gak lama lagi ibu bisa kembali kerumah, senang banget dengarnya, aku ingin buru-buru ngasi tahu ibu dan Yuyu" dalam hatinya, Rena senang mendengarkan apa yang dikatakan Vanessa padanya.
"En, gimana, apa katanya?" Tanya Yudha, begitu kembali dari ruangan dokter.
"Vanessa bilang, kalau kondisi ibu stabil seperti itu terus, satu atau dua hari kedepan, kemungkinannya ibu diperbolehkan pulang kerumah" kata Rena.
"Alhamdulillah! Aku senang dengarnya, En" Yudha tersenyum.
"Sekarang aku telpon mbak Karin, kabari kalau kita bisa buat nge-MC minggu depan, diacara ulang tahun itu" Yudha segera menelpon Karin.
"Halo, Yud, ada apa?" Tanya Karin, saat menjawab telpon dari Yudha.
"Mbak, aku cuma mau ngabarin, kalau aku sama Rena bisa untuk nge-MC di acara ulang tahun anaknya klien mbak Karin itu" kata Yudha.
"Syukurlah kalau seperti itu, aku senang dengarnya, tadinya aku hampir putus asa, gak tahu siapa yang cocok untuk gantikan kalian, tapi, sekarang aku udah lega, kamu dan Rena bisa nge-MC diacara itu" Karin merasa lega.
"Ya udah, mbak, udah dulu yah, cuma itu yang pengen aku sampaikan" Yudha memutus telponnya.
"Siip! Beres deh" kata Yudha.
"Assalamualaikum" Kinal yang bersama Efran, masuk ke ruang rawat Andien.
"Waalaikumsalam!" Sahut ketiganya bersamaan.
"Gimana, nak, senang gak main sama tante Kinal?" Tanya Rena pada Efran.
"Iya, mama, aku senang" jawab Efran dengan wajah gemasnya.
"Kamu udah makan belum?" Rena kembali bertanya pada Efran. Efran hanya menggeleng.
"Duh.... Kasian, ikut mama yuk, kita cari makan, okey" Rena menggendong Efran.
"Horeee.....!" Efran terlihat sangat senang.
"Ya udah kalau gitu, aku sama Efran keluar dulu yah" Rena beranjak keluar.
"Kamu hati-hati yah, En" kata Yudha.
"Kak, kenapa sih kakak mau urusin Efran, padahal Efran juga bukan siapa-siapanya kak Yudha, cuma sebatas teman ibunya Efran" Kinal heran.
"Aku sih disini, cuma mau bantuin aja, kasian Efran, gak ada yang bisa urusin dia, Alika juga anak tunggal, gak punya saudara, ada sih keluarga dari ibunya dan juga ayahnya, cuma gitu deh, mereka seolah udah membuang Alika dan gak peduli lagi sama Alika, makanya itu Alika memutuskan untuk pergi jauh dari keluarganya" terang Yudha.
"Kok kak Yudha tahu banyak soal si Alika itu? Apa kak Yudha punya hubungan sama Alika?" Selidik Kinal.
"Dulu, Alika itu teman kuliah aku, aku sempat naksir sama dia, cuma dianya nolak waktu aku tembak, terus pas udah lulus, aku gak pernah lagi ketemu dia, sampai akhirnya ketemu lagi dan dia luntang lantung dijalan sambil gendong Efran yang masih bayi waktu itu, aku bawa dia untuk nge-kost sementara waktu di kost-anku, kak Rena juga kenal kok sama Alika" Yudha bercerita.
"Kasihan juga kalau seperti itu yah, tapi, aku senang kok, setidaknya dengan kehadiran Efran, suasana rumah jadi tambah rame, apalagi dia itu masih lucu-lucunya" kata Kinal.
Hari itu, secara tidak sengaja, Yudha berpapasan dengan salah satu rekan kerjanya, Vivi, di parkiran depan toko yang akan dibuka oleh Yudha bulan depan.
"Eh... Kak Yudha!" Vivi sedikit terkejut.
"Eh... Vivi, kok kebetulan ketemu disini yah" Yudha tidak menduga sebelumnya.
"Yah.... Namanya juga jodoh, pasti akan ketemu lah" kata Vivi lirih.
"Ngomong apa barusan, Vi" Yudha mendekatkan telinganya, karena tidak mendengar ucapan yang baru saja diucapkan oleh Vivi.
"Gak kok, kak, bukan apa-apa" kata Vivi.
"Oh iya, ngomong-ngomong, kak Yudha kesini ngapain?" Tanya Vivi.
"Terus, kamu sendiri ngapain disini?" Yudha berbalik bertanya.
"Kalau aku mau arisan sama teman-teman SMA aku, sekalian temu kangen juga, di cafe yang diujung itu" jawab Vivi.
"Kalau gitu, aku duluan yah, kak, see you" Vivi pun berlalu pergi. Yudha hanya menganggukkan kepala.
"Yud, sorry aku telat, agak macet dikit dijalan" seseorang menghampiri Yudha.
"Eh... Ronal, gak apa-apa, aku juga belum lama nyampenya" kata Yudha santai.
"Oh iya, Yud, dari kejauhan aku lihat kamu ngobrol sama cewek, siapa dia?" Tanya Ronal penasaran.
"Oh.... Itu teman kerja aku di Yori, penyiar baru yang gantikan Rena, namanya Vivi, gak sengaja juga ketemu disini" terang Yudha.
"Ya udah, kita masuk sekarang, kita ngobrol didalam" ajak Ronal.
"Jadi, gitu yah, Yud, seperti yang udah kita sepakati?" Tanya Ronal.
"Iya, aku percaya sama kamu, aku yakin hasilnya bakal keren, karena aku lihat sekarang aja, udah cukup bagus ini" kata Yudha.
"Sip lah kalau gitu. Berhubung udah kelar diskusinya, aku mau lanjut jalan lagi, mau nge-date sama pacar aku, dia udah nungguin tuh di Mall seberang jalan sana, aku duluan yah, Yud" Ronal bersalaman dengan Yudha dan beranjak pergi dari hadapan Yudha.
"Lapar banget lagi ini, makan di cafe situ aja deh, udah lapar banget" Yudha melangkah menuju cafe, yang letaknya hanya beberapa blok dari tokonya tersebut.
"Kak Yudha!" Vivi memanggil Yudha, yang kebetulan melihat Yudha masuk ke cafe itu.
"Aduh.... Kok ketemu dia lagi sih, kirain dia udah balik" batin Yudha.
"Gabung sini aja, kak, sama aku, aku sendiri kok, teman-teman aku udah pulang semua" ajak Vivi. Dengan enggan, Yudha duduk satu meja dengan Vivi.
"Udah selesai urusannya, kak?" Tanya Vivi.
"Udah" jawab Yudha singkat. Dari kejauhan tanpa sepengetahuan Yudha dan Vivi, ada seseorang yang melihatnya, yang tidak lain adalah Karin, yang secara kebetulan sedang makan di cafe tersebut dan cukup sering datang ke cafe itu.
"Itu bukannya Yudha dan Vivi yah? Kok mereka berdua aja, satu meja pula, apa mereka lagi nge-date? Tapi, masa iya, Yudha selingkuh, kayaknya gak mungkin sih?" Karin bertanya-tanya dalam hati.
"Mami, lagi lihatin apa? Kayaknya serius bener?" Tanya seseorang disamping Karin.
"Papi, tunggu bentar sini yah, aku mau kesana bentar, ke meja yang itu tuh" Karin menunjuk kearah meja Yudha dan Vivi.
"Kamu ngapain sih, Mi, ganggu orang lagi pacaran tahu gak, kayak gak pernah muda aja kamu ini" cegahnya.
"Papi diam disini bentar, aku gak lama, penting soalnya, okey" kata Karin dengan tegas dan segera menghampiri meja Yudha dan Vivi.
"Hadeeh.... Dasar kamu, ada-ada aja" menggelengkan kepalanya.
"Yudha? Vivi? Ngapain kalian berdua disini, kalian lagi kencan atau apa?" Tanya Karin, saat menghampiri Yudha dan Vivi.
"Eh.... Mbak Karin, kok bisa ada disini?" Tanya Yudha yang tampak terkejut melihat Karin.
"Harusnya aku yang nanya sama kamu, ngapain kamu disini, berdua dengan Vivi, apa kamu kencan sama Vivi? Sadar kamu, Yud, kamu udah punya istri" Karin tampaknya mulai marah.
"Mbak, sabar dulu, ini gak seperti yang mbak Karin kira, aku sama Vivi juga gak sengaja ketemu disini, aku tadi abis bahas toko kue yang bakal aku buka sama teman aku bulan depan. Aku cuma makan aja disini dan Vivi ada disini karena abis arisan sama teman-teman SMA dia" terang Yudha.
"Ya kan, Vi?" Yudha menoleh kearah Vivi.
"Iya, kita emang lagi kencan, mbak, gak apa-apa kan" kata Vivi santai.
"Vi, jangan sembarangan ngomong kamu! Kita ini gak sengaja ketemu" Yudha memelototi Vivi.