The Announcer

The Announcer
Semua Ini Salahku!


Rena Bergegas Kembali Ke Tempat Dia Bertemu Yudha Tadi, Tapi, Handphone-nya Tiba-Tiba Berdering.


"Aduh.... Ini Siapa Sih, Lagi Buru-Buru Gini Juga" Runtuk Rena Sambil Merogoh Tasnya.


"Halo, Man, Kenapa? Aku Lagi Buru-Buru Nih Mau Temui Yudha" Katanya.


"Nah... Justru Itu, Mbak Rena, Aku Nelpon Mbak Rena Juga Mau Ngomong Soal Yudha" Jelas Amanda.


"Eh.... Apa Itu, Man?" Rena Penasaran.


"Tadi Pas Dia Balik, Mukanya Kayak Murung Gitu, Aku Takutnya Dia Kenapa-Kenapa, Makanya Aku Nelpon Mbak Rena, Mau Minta Tolong Ke Kost-an Sekarang" Pinta Amanda.


"Oh... Gitu, Ya Udah Aku Meluncur Kesana Sekarang" Rena Pun Menutup Telponnya.


Rena Berusaha Secepat Mungkin Menuju Ke Kost-an Yudha.


"Yud, Aku Khawatir Kamu Kenapa-Kenapa, Tunggu Aku, Yud, Aku Datang" Dalam Hatinya Rena Begitu Cemas.


Rena Tancap Gas Lebih Cepat Dari Biasanya. Tapi, Tiba-Tiba, Dari Arah Yang Berlawanan Ada Sebuah Mobil Truk Yang Ingin Putar Balik. Rena Yang Konsentrasinya Terbagi Pun, Terkejut Dan Mengerem Mendadak.


"Aaaaaa.......!!!" Rena Menjerit Begitu Keras. Rena Pun Terlempar Dari Motornya Dan Berguling Ke Trotoar, Sedangkan Motornya Terseret Sampai Di Kolong Mobil Truk Tersebut.


Seketika Itu Juga, Jalanan Macet Karena Kecelakaan Tersebut. Rena Pun Segera Dilarikan Ke Rumah Sakit Terdekat.


"Aduh... Kasian Juga Ini Cewek Yah, Kasian Keluarganya Kalau Mereka Gak Tahu. Tapi, Ngasi Tahunya Gimana" Seseorang Tersebut Kebingungan.


"Oh Iya, Apa Aku Coba Cek Handphone-nya Aja Kali Yah, Siapa Yang Terakhir Yang Hubungi Dia" Pikirnya Sambil Membuka Panggilan Terakhir Di Handphone Rena.


Seseorang Tersebut Melihat, Panggilan Terakhir Dari Amanda Dan Langsung Menelponnya.


Sementara Itu Amanda Yang Sedari Tadi Mondar-Mandir Menunggu Rena Yang Belum Datang Juga.


"Mbak Rena Mana Sih, Kok Lama Banget Yah" Amanda Terlihat Resah. Tak Berapa Lama Kemudian, Ada Panggilan Dari Rena.


"Halo, Mbak Rena, Udah Dimana? Buruan Mbak Kesini" Amanda Mulai Tak Sabaran.


"Mbak, Maaf, Pemilik Handphone Ini Sekarang Lagi Di Rumah Sakit, Karena Barusan Dia Mengalami Kecelakaan" Jelasnya.


"Eh...! Mas, Kalau Ngomong Yang Benar Dong, Jangan Main-Main Loh" Amanda Tidak Percaya Dengan Ucapannya.


"Beneran, Mbak, Siapa Juga Yang Main-Main, Aku Yang Anterin Ini Sekarang. Kalau Mbak Gak Percaya, Mbak Datang Aja Ke Rumah Sakit Sayang Bunda" Katanya. Tanpa Berkata Apa-Apa Lagi, Amanda Langsung Memutus Telponnya.


Mendengar Kabar Tersebut, Seketika Membuat Amanda Duduk Terdiam Di Atas Tempat Tidurnya Dan Tidak Bergerak Seperti Patung.


"Kasian Mbak Rena, Mbak Rena Kecelakaan Seperti Ini Pasti Gara-Gara Aku Yang Nyuruh Dia Cepat-Cepat Kesini, Maafin Aku, Mbak Rena, Ini Semua Salahku" Amanda Merasa Bersalah Atas Kecelakaan Yang Menimpa Rena Saat Ini.


"Aku Harus Kasi Tahu Yudha Sekarang, Yudha Harus Tahu Semua Ini" Pikirnya Dan Beranjak Ke Kamar Yudha.


-


-


"Yud, Ada Hal Yang Penting Yang Ingin Aku Sampaikan Sama Kamu" Kata Amanda Yang Berusaha Menguatkan Dirinya Untuk Memberitahukan Yudha Tentang Rena.


"Ada Apa Sih, Man?" Tanya Yudha Yang Tetap Sibuk Berselancar Di Sosmednya.


"Barusan Aku Dapat Kabar, Kalau Mbak Rena Kecelakaan Dan Sekarang Dirawat Di Rumah Sakit, Kita Harus Kesana Sekarang, Yud" Jelas Amanda Dengan Mata Berkaca-Kaca


Mendengar Perkataan Amanda, Handphone Yudha Pun Terlepas Dari Tangannya Dan Terjatuh Ke Lantai.


"Man, Kamu Gak Lagi Bercanda Kan?" Tanya Yudha Yang Masih Belum Percaya Dengan Perkataan Amanda.


"Mana Mungkin Aku Bercanda Untuk Hal Seperti Ini, Yud" Jawab Amanda Meyakinkan.


"Aku Aja Tadi Kaget Dengar Kabar Ini, Dari Orang Yang Anter Mbak Rena Ke Rumah Sakit" Amanda Masih Terisak.


"Ya...Ya Udah, Ki... Kita Sekarang Kesana" Yudha Terlihat Sangat Panik.


"Kamu Harus Tenang, Yud, Kita Berdoa Saja Semoga Tidak Terjadi Hal Yang Serius Pada Mbak Rena" Amanda Berusaha Menenangkan Yudha.


"Biar Lebih Amannya Kita Kerumah Sakit Naik Taksi Online Aja, Karena Kamu Gak Mungkin Bisa Bawa Motor Dalam Keadaan Seperti Ini, Terlalu Berbahaya" Amanda Memberi Saran.


"Maafkan Aku, Ren, Gara-Gara Aku, Kamu Jadi Seperti Ini" Yudha Menyesal.


"Yud, Kamu Gak Perlu Menyalahkan Dirimu Sendiri Kayak Gini" Kata Amanda.


"Tapi, Gara-Gara Aku, Rena Kesana Kemari Untuk Bisa Menemuiku Dan Menjelaskan Semua Yang Terjadi Waktu Di Rumahnya" Yudha Meneteskan Air Matanya.


"Yud, Untuk Sementara Kamu Kesampingkan Masalah Kamu Sama Mbak Rena, Yang Terpenting Sekarang Mbak Rena Sembuh Dulu" Amanda Memberikan Masukan Pada Yudha.


Yudha Hanya Menganggukkan Kepalanya Tanpa Menjawab Sepatah Katapun.


"Oh Iya, Yud, Kamu Udah Kabari Ibunya Mbak Rena?" Tanya Amanda.


"Kamu Aja Yah Yang Kabari Ibunya Rena, Aku Gak Sanggup, Man" Yudha Memberikan Handphone-nya Pada Amanda Untuk Menelpon Ibunya Rena.


-


-


"Halo, Benar Ini Dengan Ibunya Mbak Rena?" Tanya Amanda Di Ujung Telpon.


"Iya, Benar, Ini Siapa Yah?" Ibunya Rena Berbalik Bertanya.


"Aku Amanda Tante, Mau Ngabarin Kalau Rena Sekarang Lagi Di Rawat Rumah Sakit Sayang Bunda Karena Kecelakaan. Ini Aku Pinjam Handphone Teman Aku, Yudha Untuk Menelpon Tante, Karena Katanya Yudha Tidak Sanggup Untuk Menelpon Tante Makanya Dia Menyuruhku Menelpon Tante" Jelas Amanda.


"Apa! Rena Kecelakaan!" Ibunya Rena Sangat Terkejut Mendengar Kabar Tersebut. Seketika Itu Pula Dia Meneteskan Air Matanya.


"Sebelumnya Tante Ucapkan Terima Kasih Sudah Mengabari Tante, Tante Juga Segera Kesana" Ibunya Rena Terisak.


Sesampainya Di Rumah Sakit, Yudha Dan Amanda Langsung Berlari Menuju Ruang ICU.


"Mas Yang Antar Mbak Rena Ke Rumah Sakit?" Tanya Amanda Pada Seseorang Yang Duduk Di Dekat Ruang ICU.


"Iya, Mbak, Aku Yang Anterin" Jawabnya Singkat.


"Terus Keadaannya Gimana, Mas?" Tanya Amanda.


"Kurang Tahu Juga, Karena Sedari Tadi, Dokter Yang Menanganinya Belum Keluar Dari Ruang ICU" Jelasnya.


"Oh... Gitu, Sebelumnya Aku Ucapkan Makasih Yah, Sudah Bawa Temanku Ke Rumah Sakit" Kata Amanda.


"Iya, Mbak, Sama-Sama. Kalau Gitu Sekarang Aku Pamit Yah, Masih Ada Urusan Juga, Aku Doakan Semoga Temannya Mbak Diberikan Kesembuhan Dan Bisa Melewati Masa Kritisnya Ini" Pria Tersebut Berpamitan Pada Amanda.


"Makasih Buat Doanya, Mas" Amanda Tersenyum.


"Man, Semoga Saja Tadi Bukan Terakhir Kalinya Aku Lihat Rena" Yudha Harap-Harap Cemas.


"Kamu Doakan Saja, Semoga Mbak Rena Bisa Melewati Masa Kritisnya Ini" Amanda Menenangkan Yudha.


"Apa Mungkin, Mbak Rena Kecelakaan Karena Ingin Cepat-Cepat Sampai Di Kost-an Dan Segera Menemui Yudha? Kalau Itu Benar Dan Yudha Tahu Ini, Pasti Yudha Akan Merasa Sangat Menyesal" Batin Amanda.


"Mending Gak Usah Aja Deh" Pikir Amanda.


Lama Sekali Amanda Dan Yudha Menunggu, Akhirnya Dokter Yang Menangani Rena Pun Keluar Dari Ruang ICU. Amanda Dan Yudha Pun Berdiri Menghampiri Dokter Tersebut.


"Dok, Gimana Keadaan Rena?" Tanya Yudha Yang Terlihat Begitu Panik.


"Keadaannya Baik-Baik Aja Kan, Dok?" Amanda Juga Melontarkan Pertanyaan Pada Dokter.


Bersamaan Dengan Itu Pula, Ibunya Rena Pun Datang.


"Gimana Keadaannya Rena Sekarang?" Andien Bertanya-Tanya.


"Maaf, Ibu Ini Siapanya Si Pasien?" Dokter Tersebut Berbalik Bertanya.


"Aku Ibunya, Dok" Jawabnya Singkat.


Dokter Menarik Nafas Panjang Dan Menyusun Kata-Kata Yang Akan Disampaikannya Pada Ketiganya.