
"Oh Iya, Aku Lupa, Aku Kan Belum Telpon Amanda, Aku Kan Gak Tahu Alamat Kost-an Amanda Dimana" Rena Menepi Lagi Dan Langsung Menelpon Amanda.
"Halo, Mbak Rena" Amanda Menjawab Diujung Telpon.
"Halo, Man, Kamu Lagi Di Kost-an Sekarang?" Tanya Rena.
"Iya, Mbak, Emang Kenapa, Mbak?" Amanda Berbalik Bertanya.
"Ada Yang Pengen Aku Omongin Sama Kamu. Bisa Gak Kamu Kirimin Aku Alamat Kost Kamu, Biar Aku Yang Kesitu" Kata Rena.
"Oh... Gitu, Ya Udah, Aku Kirim Lewat WA Yah, Alamat Kost Aku, Okey" Amanda Langsung Memutus Telponnya.
Tak Berapa Lama Kemudian, Amanda Mengirimkan Alamat Kost-nya Pada Rena Dan Rena Pun Langsung Menuju Ke Kost-an Amanda.
Sementara Itu, Kinal Kembali Sendirian Tanpa Membawa Rena Ikut Bersamanya.
"Loh... Kinal, Kok Kamu Cuma Sendirian, Kakak Kamu Mana?" Tanya Andien Heran.
"Maafin Kinal, Bu, Kinal Kehilangan Jejak Kak Rena, Waktu Tadi Kinal Kejar Kak Rena, Kak Rena Masuk Gang Kecil Gitu, Jadinya Kinal Gak Ngejar Deh" Kinal Mencari Alasan.
"Aduh... Rena, Kamu Kemana Sih, Nak, Pake Kabur-Kaburan Gitu Lagi" Andien Mulai Cemas.
"Makanya Ibu Gak Usah Deh Jodoh-Jodohin Kak Rena Gitu, Kak Rena Juga Udah Punya Pacar, Bu, Biarin Kak Rena Mencari Kebahagiaannya Sendiri" Kata Kinal.
"Ibu Kan Tahu Sendiri Kalau Kak Rena Itu Gak Suka Dipaksa Kayak Gitu" Kinal Menambahkan.
"Ibu Tahu, Kin, Tapi, Ibu Itu Mau Jodoh Yang Terbaik Buat Rena" Jawab Andien.
"Iya, Bu, Kinal Tahu Itu. Mending Gini, Bu, Mulai Sekarang, Ibu Restuin Aja Hubungannya Kak Rena Sama Pacarnya Itu" Kinal Memberi Saran.
"Yah.... Mau Gak Mau, Kin, Demi Kebahagiaan Kakak Kamu" Kata Andien Dengan Wajah Yang Sedih.
"Yes... Akhirnya, Aku Berhasil Bujuk Ibu" Batin Kinal Yang Sangat Bahagia.
-
-
-
Selang 30 Menit Kemudian, Rena Pun Akhirnya Sampai Di Kost-an Amanda.
"Eh... Mbak Rena" Alam Berpapasan Dengan Rena Begitu Dia Sampai.
"Hai... Alam" Sapa Rena.
"Mbak Rena Mau Nyari Yudha? Yudha Lagi Keluar, Mbak, Katanya Sih Mau Beli Makanan Gitu Deh, Gak Lama Kok" Jelas Alam.
"Aku Kesini Tuh Bukan Mau Nyari Yudha, Tapi, Aku Nyari Amanda, Amanda Ada Gak?" Tanya Rena.
"Oh... Amanda, Ada Kok Di Kamarnya" Jawab Alam Singkat.
"Kamarnya Amanda Sebelah Mana Yah?" Tanya Rena Yang Masih Bingung.
"Mbak Rena Lurus Aja Tuh Kesana, Kamar Ketiga Dari Tangga Itu" Alam Mengarahkan Rena.
"Oke, Makasih Yah" Rena Beranjak Meninggalkan Alam.
"Hai, Amanda" Rena Sudah Berdiri Di Depan Pintu Kamarnya Yang Terbuka.
"Eh... Mbak Rena, Masuk Sini, Mbak, Maaf Kalau Agak Berantakan Kamarnya" Amanda Membereskan Barangnya Yang Berserakan Di Tempat Tidurnya.
"Oh Iya, Mbak, Mau Minum Apa Nih?" Amanda Menawarkan.
"Gak Usah, Man, Gak Usah Repot-Repot" Rena Menolak Secara Halus.
"Oh Iya, Mbak, Katanya Ada Yang Pengen Mbak Omongin, Mau Ngomong Soal Apa Nih?" Tanya Amanda Penasaran.
"Ini Juga Kalau Boleh Sih, Kalau Boleh Untuk Beberapa Hari Ini, Aku Numpang Tinggal Disini Dulu Yah Sama Kamu" Pinta Rena.
"Tapi, Kalau Boleh Tahu Nih, Mbak Kok Pengen Tinggal Disini Sih, Maksudnya Gini, Mbak Ada Masalah Atau Apa Gitu?" Amanda Heran.
"Iya, Man, Sebenarnya Aku Tuh Lagi Ada Masalah Sama Ibu Aku. Ibu Aku Tuh Pengen Jodohkan Aku Sama Teman Kecil Aku Dulu, Namanya Ronal, Tapi, Aku Gak Mau Lah, Karena Kan Aku Sama Yudha Udah Jadian, Gak Mungkin Dong Kalau Aku Korbankan Hubunganku Sama Yudha Demi Perjodohan Ini" Jelas Rena.
"Nah, Makanya Itu, Aku Kabur Dari Rumah, Aku Gak Mau Di Jodohkan Kayak Gitu" Lanjut Rena.
"Man, Ini Pesanan Kamu" Yudha Tiba-Tiba Sudah Berdiri Di Depan Pintu Kamar Amanda.
"Loh... Rena, Kamu Kok Ada Disini, Ngapain?" Yudha Terkejut.
"Kok Kamu Gak Bilang, Man, Kalau Rena Datang" Yudha Melirik Kearah Amanda.
"Baru Juga Mau Ngabarin, Kamunya Udah Keburu Balik" Jawab Amanda.
"Sama Ini Juga, Yud, Mbak Rena Ini, Mau Numpang Tinggal Disini Untuk Sementara" Amanda Mencoba Menjelaskan Pada Yudha.
"Numpang Tinggal? Emang Ada Apa Sih?" Yudha Bingung.
"Aku Di Jodohin Sama Ibu Aku, Tapi, Aku Gak Mau, Makanya Aku Kabur Dan Pengen Tinggal Disini Untuk Beberapa Hari Aja" Jelas Rena.
"Ren, Kok Kamu Main Kabur Gitu Aja Sih, Kan Bisa Di Omongin Baik-Baik Gitu" Kata Yudha.
"Aku Udah Coba, Yud, Tapi Ibu Tetap Aja Paksakan Kehendaknya Itu" Jawab Rena.
"Ya Udah Gini Deh, Kamu Boleh Tinggal Disini Sementara, Tapi, Bukan Di Kamarnya Amanda, Tapi, Kamar Di Sebelahnya, Disitu Ada Teman Aku Juga, Alika Namanya" Kata Yudha.
"Kalau Kamu Tidurnya Disini, Pasti Sesak Banget, Karena Kan Barangnya Amanda Banyak" Lanjut Yudha.
"Untuk Sekarang Ini Paling Tidak, Aku Tenang Lah Disini, Yah... Meskipun Gak sama Seperti Dirumah Sih" Batin Rena.
"Rena...Rena, Kamu Tuh Kebiasaan, Tiap Ada Masalah, Pasti Kabur Dari Rumah Lagi, Kayak Gak Ada Jalan Lain Aja, Ya Udahlah, Mau Gimana Lagi, Udah Terlanjur Juga" Yudha Menggeleng-Gelengkan Kepalanya Melihat Sikap Rena Tersebut.
"Ren, Aku Boleh Ngomong Bentar Gak Sama Kamu" Kata Yudha
"Iya, Yud" Jawab Rena Singkat.
"Kita Ngomongnya Di Teras Depan" Yudha Menggandeng Tangan Rena.
-
-
"Mau Ngomong Sih, Yud?" Tanya Rena Penasaran.
"Kamu Kenapa Kabur Dari Rumahmu Lagi?" Yudha Berbalik Bertanya.
"Yah... Biar Aku Bisa Menghindari Perjodohan Itu, Aku Gak Mau, Yud, Kalau Ibu Aku Terus-Terusan Memaksakan Kehendaknya Itu" Jelas Rena.
"Sekalipun, Tapi, Bukan Itu Jalan Keluarnya, Masih Ada Cara Lain. Apa Kamu Gak Kasian Kalau Ibu Kamu Nyariin, Cemas Dengan Keadaan Kamu, Apa Kamu Gak Pikirkan Itu Semua" Yudha Menasehati Rena.
"Kok Kamu Malah Kayak Gini, Seolah-Olah Membela Ibu Aku, Kamu Mau Aku Terima Perjodohan Itu Dan Kita Akhiri Hubungan Kita Ini, Itu Yang Kamu Mau?" Tanya Rena Dengan Sedikit Nada Tinggi.
"Bukan Itu Maksudku, Ren, Kamu Jangan Salah Paham Dulu" Yudha Mencoba Menenangkan Rena Yang Terbawa Emosi.
"Sekarang Gini, Ren, Kamu Mau Gak, Dengerin Kata-Kata Aku, Sekali Ini Aja" Yudha Menatap Rena Serius.
Rena Hanya Menganggukkan Kepalanya Tanpa Berkata Apapun.
"Besok Aku Akan Membawamu Pulang Ke Rumahmu" Katanya.
"Haah!" Rena Terkejut.
"Aku Sudah Susah Payah Kabur Dari Rumah, Tapi, Kamu Malah Mau Bawa Aku Pulang Kembali Ke Rumah, Sebenarnya Kamu Berpihak Padaku Atau Ibuku Sih!" Amarah Rena Kembali Naik.
"Mending Aku Cari Tempat Lain Aja, Daripada Disini, Kamunya Juga Gak Membantu Sama Sekali" Rena Berdiri Dan Akan Beranjak Pergi.
"Ren, Kamu Tuh Jangan Langsung Emosi Gitu Dong, Duduk Dulu Yuk, Kita Bicarakan Pelan-Pelan, Gak Enak Sama Penghuni Kost Lain, Nanti Mereka Terganggu Gara-Gara Kita" Yudha Masih Berusaha Untuk Membujuk Rena. Rena Menurutinya Dan Kembali Duduk, Walaupun Amarah Dalam Hatinya Belum Mereda Sepenuhnya.