The Announcer

The Announcer
Bertemu Sang Penggemar


"98.5 FM Yori, Barometer Musik Indonesia, Gak Terasa Nih, Kita Udah 2 Jam Temani Kalian Dan Info Destinasi Baru Untuk Liburan Tadi, Menjadi Info Terakhir Hari Ini, Tapi, Besok Kita Bakal Balik Lagi Nemenin Kalian Di Jam Yang Sama, Akhirnya Yudha Dan Rena Pamit, See U And Bye!!!" *Yudha Voice*


"Fyuuhh....! Akhirnya Kelar Juga Siaran Hari Ini" Rena Merasa Lega.


"Iya, Alhamdulillah Berjalan Lancar Seperti Biasanya" Ucap Yudha.


"Waw..... Kalian Emang Luar Biasa, Gak Salah Aku Pasangkan Kalian Di Program Ini, Good Job, Guys" Puji Karin.


"Makasih Mbak, Ini Juga Berkat Saran Dari Mbak Karin Dan Juga Yudha Ngingetin Aku Terus" Rena Tersenyum. Karin Hanya Tersenyum Dan Berbalik Ke Ruangannya.


"Ren, Kita Pulang Bareng Yuk" Ajak Yudha.


"Gak Deh, Yud, Aku Pengen Nongkrong Dulu Di Cafe, Nikmatin Secangkir Kopi, Aku Butuh Refresh Pikiran Juga" Rena Menolak Ajakan Yudha.


"Ya Udah Kalau Gitu, Tapi, Jangan Terlalu Lama Pulangnya, Jangan Sampai Malam, Bahaya, Apalagi Kamu Perempuan, Ngerti Kan Maksudku" Yudha Mengingatkan.


"Iya, Yud, Kamu Tenang Aja, Aku Bisa Jaga Diri Kok" Kata Rena.


Sepulang Kerja, Rena Ingin Merefresh Pikirannya Karena Seharian Kerja. Rena Pergi Ke Sebuah Cafe Favoritnya Dan Menikmati Secangkir Cappucino Hangat. Di Cafe Tersebut, Rena Tidak Sengaja Bertemu Dengan Amanda, Teman Kost-an Yudha.


"Loh... Mbak Rena!" Amanda Terkejut.


"Eh... Amanda, Kamu Disini Juga?" Tanya Rena.


"Iya, Mbak, Aku Lagi Janjian Sama Orang Disini, Mbak" Jelas Amanda.


"Oh... Gitu, Gabung Sini Aja, Gak Apa-Apa Kok" Kata Rena.


"Boleh Deh, Mbak, Biar Gak Bosan Juga Nunggu" Amanda Duduk Di Depan Rena.


"Oh Iya, Mbak, Mbak Rena Sendirian Aja, Yudha Mana, Mbak?" Amanda Berbalik Bertanya.


"Yudha Udah Pulang Paling Ke Kost-an" Jawab Rena.


"Loh... Kok Gitu Sih, Bukannya Kalian Udah Balikan Lagi Yah, Aku Dengar Mau Lanjutkan Rencana Pernikahan Kalian Lagi, Sekarang Malah Sendiri Aja" Amanda Heran.


"Tadi Yudha Ngajak Pulang Bareng, Cuma Aku Lagi Pengen Nongkrong Bentar Di Cafe Ini, Biar Gak Mumet Kepalaku" Terang Rena.


Lagi Asiknya Rena Dan Amanda Ngobrol Berdua, Tiba-Tiba Ada Seorang Pria Yang Menghampiri Meja Mereka.


"Maaf Mengganggu Sebentar" Pria Tersebut Berdiri Dihadapan Rena Dan Amanda.


"Iya, Mas, Ada Apa Yah?" Tanya Rena.


"Apa Benar, Mbak Ini, Rena, Yang Penyiarnya Yori FM?" Pria Tersebut Berbalik Bertanya Pada Rena.


"Iya, Mas, Benar, Kok Mas Ini Tahu Yah?" Rena Heran.


"Kenalin Aku Ramdan, Aku Ini Sering Banget Loh Dengerin Mbak Rena Siaran, Apalagi Yang Pas Bareng Sama Mas Yudha, Pokoknya Keren Banget Lah, Mbak, Aku Sampai Jatuh Hati Sama Suara Mbak Rena Yang Lembut Itu, Terus Aku Follow Akun Instagram Mbak Rena Juga Loh, Makanya Aku Tahu Wajahnya Mbak Rena" Puji Ramdan.


"Mas Ramdan Ini Berlebihan Mujinya. Tapi, Terima Kasih Karena Sudah Suka Sama Acara Yang Aku Bawakan Selama Ini Bareng Yudha" Rena Tersenyum.


"Oh Iya, Mbak, Kapan-Kapan Aku Boleh Main Gak Ke Studio Yori FM, Pengen Ngobrol Lebih Lama Dengan Mbak Rena" Pinta Ramdan.


"Boleh Aja Kok, Kamu Boleh Main Ke Studio Yori FM Kapanpun Kamu Mau" Jawab Rena.


"Makasih Banyak Yah Mbak Rena, Aku Gak Bisa Lama-Lama Soalnya Lagi Buru-Buru Juga, Sampai Jumpa Lagi, Mbak Rena" Ramdan Pun Beranjak Pergi.


"Ciee....Yang Punya Penggemar" Amanda Sedikit Menggoda Rena.


"Apa'an Sih, Man, Gak Lah" Rena Sedikit Tersipu Malu.


"Maksud Kamu Lumayan Itu, Apa?" Tanya Rena Penasaran.


"Iya, Lumayan Lah Kalau Dari Tampangnya Dia, Lumayan Kalau Dijadikan Pacar Gitu" Jawab Amanda.


"Kamu Naksir Yah Sama Cowok Tadi? Kamu Sampai Muji Dia Gitu" Rena Menggoda Amanda.


"Mbak Rena Apa'an Sih, Bukan Muji, Tapi, Kenyataannya Emang Gitu" Amanda Mengelak.


Selang Beberapa Hari Kemudian, Pria Yang Pernah Bertemu Dengan Rena Di Cafe Itu, Datang Ke Studio Yori FM, Untuk Menemui Rena Dan Ngobrol Banyak Hal Dengan Rena.


"Itu Bukannya Cowok Yang Waktu Itu Di Cafe?" Tanya Rena Dalam Hati.


Untuk Memastikannya, Rena Menghampiri Pria Tersebut.


"Kamu Bukannya Ramdan? Yang Waktu Itu Di Cafe Kan?" Tanya Rena.


"Iya, Benar, Mbak, Masih Ingat Aja" Jawabnya.


"Kamu Kok Disini, Ngapain?" Tanya Rena.


"Oh... Ini, Mbak, Aku Lagi Nungguin Seseorang, Kebetulan Rumahnya Emang Bersebelahan Sama Studio Yori" Jelas Ramdan.


"Oh.... Gitu" Rena Menganggukkan Kepalanya.


"Mmm... Mbak Rena, Kapan-Kapan Kalau Mbak Rena Ada Waktu, Kita Jalan Kemana Gitu, Boleh Gak, Kalau Boleh Sih, Aku Pengen Kenal Mbak Rena Lebih Dekat Lagi" Kata Ramdan Dengan Sedikit Gugup.


"Waduh..... Gimana Ini, Kalau Aku Tolak Kasihan Juga, Tapi, Kalau Aku Terima Takutnya Yudha Cemburu Nanti Dan Menyangka Aku Selingkuh" Rena Bimbang Dalam Hatinya.


"Aku Bilang Jujur Aja Deh, Aku Gak Mau Ngasi Dia Harapan Palsu, Aku Takut Dia Akan Sakit" Rena Sudah Mengambil Keputusan.


"Mmm..... Ramdan, Maaf Yah, Aku Gak Bisa Terima Ajakan Kamu, Soalnya Aku Udah Punya Pacar, Lebih Tepatnya Calon Suami Dan Bentar Lagi Aku Sama Dia Akan Nikah" Rena Menolak Ajakan Ramdan.


"Oh.... Gitu, Gak Apa-Apa Kok, Mbak, Tapi, Boleh Kan Kita Sekedar Berteman Aja Gitu" Ucap Ramdan.


"Boleh Kok, Nambah Teman Kan Bagus" Jawab Rena.


"Yuk, Dan, Aku Udah Siap Nih" Seseorang Yang Sedari Tadi Ditunggu Oleh Ramdan Pun Keluar Dari Dalam Rumahnya.


"Oh Iya, Mbak, Kenalin Ini Dian, Teman Kampus Aku" Ramdan Memperkenalkan Dian Pada Rena.


"Halo, Aku Rena, Penyiar Di Yori FM" Rena Mengulurkan Tangannya.


"Aku Dian" Jawabnya Singkat Sambil Menjabat Tangan Rena.


"Ayo, Nanti Kita Telat Nyampe Kampus" Dian Beralih Pada Ramdan Dan Memintanya Untuk Segera Pergi.


"Oh Iya, Mbak, Aku Mau Jalan Dulu Sekarang, Mau Ke Kampus Bareng Dian, Nanti Kapan-Kapan, Kita Sambung Lagi Obrolannya" Ramdan Pun Pergi Dari Hadapan Rena Bersama Dian, Cewek Yang Tadi Ditunggu Ramdan Di Depan Rumahnya. Dian Sempat Menoleh Kembali Saat Naik Ke Motor Ramdan.


"Punya Hubungan Apa Yah Ramdan Dan Si Rena Itu? Aku Harus Cari Tahu" Pikir Dian.


"Ren, Kamu Liatin Siapa?" Tanya Karin, Yang Tanpa Disadari Rena Sudah Berada Di Dekatnya.


"Eh... Mbak Karin, Gak Kok, Mbak, Cuma Aku Liatin Cowok Yang Motor Biru Itu, Dia Salah Satu Pendengar Acara Aku Dan Yudha, Sebelumnya Pernah Ketemu Dia Sih, Mbak, Itu Juga Gak Sengaja Dan Dia Yang Samperin Aku Duluan" Terang Rena.


"Aku Cuma Ingetin Kamu Aja, Berteman Boleh, Tapi, Kamu Jangan Kasi Harapan Buat Dia, Kamu Itu Udah Punya Yudha Dan Gak Lama Lagi Kalian Akan Nikah, Jangan Sampai Gara-Gara Ini, Kamu Dan Yudha Gak Jadi Nikah" Karin Mengingatkan.


"Iya, Mbak, Aku Tahu Kok, Aku Juga Udah Bilang Ke Dia Tadi" Ucap Rena.