The Announcer

The Announcer
Bertemu Teman Lama


"Yud, Makasih Yah, Kamu Udah Berhasil Bikin Hati Ibu Luluh Dan Mau Merestui Hubungan Kita, Aku Senang Banget Deh, Yud" Rena Tersenyum.


"Iya, Ren, Makanya Kamu Tuh Gak Usah Lagi Berantem Sama Ibu Kamu, Akur-Akur Lah" Yudha Mengedipkan Sebelah Matanya.


"Jangan Kayak Anak Kecil, Dikit-Dikit Kabur Dari Rumah" Lanjut Yudha Dengan Sedikit Meledek.


"Iya...!! Udah Sana Jalan, Bawel Amat Kayak Emak-Emak Aja" Rena Tertawa Kecil.


"Ya Udah, Aku Jalan Yah, Calon Istriku!" Yudha Menghidupkan Motornya Dan Beranjak Pergi Dari Hadapan Rena. Rena Hanya Tersenyum Mendengarnya, Sambil Melambaikan Tangannya Pada Yudha.


"Loh.... Ibu Kenapa Itu, Seperti Sedang Memikirkan Sesuatu" Batin Rena Dan Segera Menghampiri Ibunya.


"Bu, Kok Ibu Bengong Gitu Sih? Ada Apa, Bu?" Tanya Rena Yang Seketika Membuyarkan Lamunan Andien.


"Gak Kok, Ren. Ibu Cuma Menyesali Apa Yang Terjadi Sama Kakak Kamu, Cleo, 6 Tahun Yang Lalu" Kata Andien Dengan Raut Wajah Sedih.


"Andaikan Saja Ibu Tidak Memaksa Cleo Untuk Menerima Perjodohan Itu Dan Tidak Mengedepankan Ego Ibu, Mungkin Dia Masih Ada Disini Sampai Sekarang Kumpul Bareng Kita Dan Gak Bunuh Diri Lompat Dari Jembatan" Andien Begitu Menyesali Yang Telah Terjadi Pada Anak Sulungnya Tersebut.


"Bu, Udah Dong, Yang Lalu Biarkan Berlalu, Kak Cleo Juga Udah Tenang Disana, Kalau Kita Bersedih Terus Seperti Ini, Kak Cleo Juga Disana Pasti Sedih" Rena Memeluk Andien.


"Udah Yah, Ibu Jangan Sedih Lagi" Rena Melepaskan Pelukannya.


"Ya Udah, Aku Ke Kamar Dulu Yah, Bu" Rena Beranjak Dari Tempat Duduknya.


-


-


"Hai Jeng Andien" Sapa Seseorang Yang Sudah Ada Di Depan Pintu.


"Eh... Jeng Rini, Masuk Sini, Jeng" Andien Mempersilahkan Tamunya Tersebut Masuk.


"Ada Apa Nih Jeng Rini Datang Kesini?" Tanya Andien Penasaran.


"Aku Tuh Sama Ronal Kesini, Mau Tanya Soal Rencana Perjodohan Anak Kita, Jeng, Gak Lupa Kan" Jelas Rini.


"Aduh... Aku Bingung Banget, Gimana Jelasin Ini Semua Pada Jeng Rini Yah?" Tanyanya Dalam Hati Kebingungan.


"Jeng, Gimana?" Rini Terlihat Sudah Tidak Sabar.


"Ehh...! Gini, Jeng. Sebelumnya Aku Mau Minta Maaf Sama Jeng Rini Dan Juga Ronal, Tapi, Sepertinya Perjodohan Itu Tidak Bisa Dilanjutkan Deh" Andien Sedikit Gugup.


"Loh... Kok Gitu Sih, Jeng, Kemarin-Kemarin Kan Jeng Andien Setuju, Kok Malah Berubah Sih Jawabannya, Gimana Ini!" Protes Rini.


"Bukannya Gitu, Jeng, Tapi, Rena Sudah Dilamar Sama Pria Lain, Namanya Yudha, Yang Tidak Lain Adalah Pacarnya Rena" Jelas Andien.


"Jeng Ini Gimana Sih, Malah Terima Lamaran Dari Pria Lain Sih" Rini Kecewa Dengan Sikap Andien Tersebut.


"Oke, Kalau Gitu, Hubungan Kerja Sama Kita Juga Putus Sampai Disini!" Lanjut Rini Tegas.


"Ya Udah Kalau Itu Maunya Jeng Rini, Aku Terima" Kata Andien Pasrah.


"Bu, Ibu Jangan Gitu Dong, Jangan Campur Aduk Masalah Pribadi Sama Kerjaan, Masa Iya Sih, Cuma Gara-Gara Perjodohannya Batal, Hubungan Kerja Sama Ibu Dan Tante Andien Ikutan Putus Sih" Bisik Ronal.


"Udah Kamu Diam Aja, Gak Usah Ikut Campur, Ini Urusan Ibu Sama Tante Andien" Kata Rini Dengan Sedikit Membentak.


"Pokoknya, Hubungan Kerja Sama Kita Putus!" Rini Pun Langsung Berdiri Dan Meninggalkan Rumah Andien.


-


-


"Yah.... Aku Memang Harus Menerima Konsekuensinya" Batin Andien Pasrah.


"Bu, Tadi Siapa Yang Datang? Aku Dengar Dari Dalam Ada Suara Berisik Gitu Disini, Makanya Aku Keluar" Tanya Rena.


"Tadi Tante Rini Dan Ronal Datang Kesini. Dia Sudah Memutuskan Untuk Mengakhiri Hubungan Kerja Samanya Dengan Ibu Setelah Perjodohannya Gagal Dilaksanakan" Jelas Andien.


"Jadi, Perjodohan Ini Hanya Untuk Kepentingan Bisnis Semata? Aku Gak Percaya Ibu Mampu Melakukan Itu Semua" Rena Menggelengkan Kepalanya Yang Tidak Percaya Dengan Tindakan Ibunya Tersebut.


"Tapi, Sekarang Untungnya Ibu Sudah Mengakhirinya Dan Tidak Melakukan Kesalahan Yang Sama Lagi, Seperti Yang Dulu" Andien Bernafas Lega.


"Biarkanlah Jadi Seperti Ini. Soal Perusahaan Ibu, Ibu Yakin Bisa Bangkit Dari Keterpurukan Ini Meskipun Tanpa Bantuan Dari Tante Rini" Kata Andien Dengan Penuh Keyakinan.


Sore Itu, Rena Baru Saja Pulang Kerja Dan Baru Saja Ingin Pulang Kerumahnya. Tiba-Tiba Handphone-nya Berdering. Seseorang Menelponnya Dan Langsung Saja Dia Menjawabnya.


"Halo, Ini Siapa?" Tanya Rena.


"Ini Aku, Ren, Ronal Anaknya Tante Rini" Jawabnya Singkat


"Oh... Kamu, Ada Apa Telpon Aku?" Tanya Rena Dengan Sedikit Ketus.


"Bisa Kita Ketemu Sekarang, Di Cafe Mitra, Ada Sesuatu Hal Penting Yang Ingin Aku Sampaikan Sama Kamu" Jelas Ronal.


"Oh... Oke, Aku Segera Meluncur Kesana" Katanya Dan Langsung Memutuskan Telponnya.


-


-


"Hai Ronal!" Sapa Rena.


"Eh... Rena" Ronal Menoleh.


"Kamu Udah Lama Nunggunya?" Tanya Rena Sambik Duduk Di Hadapan Ronal.


"Ahh... Gak Kok, Aku Juga Baru Nyampe, Kebetulan Tadi Abis Ketemu Sama Klien Di Dekat Sini" Jelas Ronal.


"Oh Iya, Ngomong-Ngomong Kamu Mau Minum Apa Nih? Sambil Kita Ngobrol Gitu" Ronal Menawarkan Minum Pada Rena.


"Apa Aja Deh, Nal" Jawab Rena Singkat.


"Oh Iya, Kamu Katanya Mau Ngomong Hal Yang Penting, Mau Ngomong Apa Sih?" Tanya Rena Penasaran.


"Ini Soal Perjodohan Itu" Jawab Ronal.


"Aduh... Udah Deh, Nal, Ibuku Kan Udah Bilang Perjodohan Ini Tuh Dibatalkan, Aku Udah Dilamar Sama Yudha, Pacarku" Kata Rena.


"Dengerin Dulu, Ren. Maksudku Itu, Aku Mau Minta Maaf Atas Sikap Ibuku Waktu Itu Pada Ibumu, Maafin Yah, Ren" Jelas Ronal.


"Kamu Tidak Perlu Minta Maaf, Seharusnya Ibumu Yang Minta Maaf Langsung Pada Ibuku" Kata Rena.


"Maaf, Ronal, Aku Harus Pergi Sekarang" Rena Pun Beranjak Dari Tempat Duduknya Dan Meninggalkan Ronal.


-


-


"Halo, Yud, Ada Apa?" Rena Menjawab Panggilan Yudha.


"Kamu Dimana, Sayang, Aku Nyari Di Kantor, Tapi, Katanya Kamu Udah Pulang Dari Tadi" Kata Yudha.


"Iya Sayang, Maaf, Aku Lagi Di Cafe Mitra, Tadi Abis Ketemu Teman Dulu" Jelas Rena.


"Oh... Gitu, Mau Aku Jemput Gak?" Tanya Yudha.


"Iya Sayang, Kebetulan Aku Juga Udah Mau Pulang Kok" Katanya.


"Oke, Tunggu Aku Yah Sayang, Aku Segera Kesitu" Yudha Memutuskan Telponnya.


"Loh... Ren, Kamu Belum Pulang? Lagi Nunggu Taksi? Atau Ojek Online Mungkin?" Tanya Ronal Yang Melihat Rena Berdiri Di Depan Cafe.


"Aku Lagi Nungguin Yudha, Pacar Aku, Mau Jemput Kesini Katanya" Jawab Rena.


"Ya Udah, Aku Tungguin Sampai Pacarmu Datang, Sekalian Aku Pengen Kenal Sama Pacarmu Itu" Kata Ronal.


Tak Berapa Lama Kemudian, Yudha Pun Sampai Di Depan Cafe Mitra. Dia Melihat Rena Berdiri Di Depan Cafe Dengan Seorang Cowok.


"Rena Sayang, Yuk Kita Pulang" Ajak Yudha.


"Iya Sayang" Rena Menghampiri Yudha.


Ronal Melihat Rena Di Jemput Oleh Yudha. Ronal Merasa Tidak Asing Dengan Yudha.


"Oh Iya, Sayang, Aku Pengen Kenalin Kamu Sama Ronal" Katanya Pada Yudha.


"Ronal, Kenalin Ini Yudha, Pacarku" Rena Memperkenalkan Yudha Pada Ronal.


"Mmm.... Kamu Bukannya Alummi SMA 11 Tahun 2007?" Ronal Menerka.


"Kok Kamu Bisa Tahu" Yudha Heran.


"Gak Salah Lagi. Kamu Lupa Sama Aku, Yud?" Ronal Bertanya Pada Yudha.


"Maaf, Aku Gak Ingat" Kata Yudha.


"Kalau Yang Ini Pasti Ingat Dong" Ronal Menunjukkan Sebuah Foto Pada Yudha.


"Oh... Aku Ingat Sekarang, Kamu Putra Kan?" Yudha Mulai Mengingatnya.


"Yap... Betul Banget" Jawab Ronal.


"Tapi, Kamu Kok Ganti Nama Jadi Ronal" Yudha Bingung.


"Kan Nama Aku Ronal Adrianto Putra, Tapi, Anak-Anak Dulu Sering Manggil Putra, Jadinya Kebawa Terus Sampai Ke Bangku Kuliah, Tapi, Sebenarnya Namaku Ronal" Jelas Ronal.


"Oh Gitu, Aku Juga Baru Tahu Sekarang Loh, Nal" Yudha Menganggukkan Kepalanya Sambil Tersenyum. Ronal Tertawa Kecil Mendengar Pengakuan Yudha.