The Announcer

The Announcer
Malaikat Penolong Alika


"Mas.... Mbak.... Minta Sedekahnya Buat Saya Makan" Tiba-Tiba Datang Seorang Pengemis Yang Menghampiri Yudha Dan Julia. Julia Yang Merasa Kasihan Mendengarnya Tanpa Melihat Wajahnya, Langsung Memberikan Uang 5 Ribu Padanya. Julia Terkejut Ketika Melihat Wajah Pengemis Itu, Ternyata Alika.


"Alika!" Julia Terkejut. Yudha Pun Juga Menoleh. Alika Langsung Lari Begitu Melihat Julia Dan Yudha. Tapi, Julia Dan Yudha Langsung Mengejar Alika Dan Berusaha Menahannya.


"Alika, Kamu Mau Kemana? Kok Kamu Lari Sih, Kita Itu Nyariin Kamu Kemana-Mana" Julia Berhasil Menahan Langkah Alika Dan Langsung Memeluknya.


"Aku Malu, Jul, Dengan Keadaan Aku Yang Sekarang" Alika Menundukkan Kepalanya.


"Alika, Kamu Ngapain Malu Sih, Kamu Itu Tetap Sahabat Aku Loh Apapun Yang Terjadi" Julia Menatap Mata Alika Yang Berkaca-Kaca.


"Mmm...Jul, Kamu Bawa Alika Ke Mobil, Aku Bayar Makanannya Dulu" Kata Yudha. Julia Mengangguk Dan Membawa Alika Ke Mobilnya.


-


-


"Jul, Aku Menyesal Menerima Perjodohan Itu. Suami Aku Sia-Siakan Aku Seperti Ini, Mana Anakku Ini Masih Bayi" Alika Meneteskan Air Matanya.


"Udah, Al, Gak Ada Gunanya Juga Kamu Sesali Semua Yang Sudah Terjadi, Yang Lalu Biarkan Berlalu Dan Jadikan Ini Pelajaran Buat Kamu Agar Tidak Salah Melangkah Lagi Kedepannya" Julia Memberikan Nasehat Pada Alika.


"Mmm...Jul, Kamu Kok Bisa Ketemu Yudha Sih?" Alika Berbalik Bertanya.


"Awalnya Juga Gak Sengaja Sih, Al, Waktu Aku Mau Makan Siang, Aku Singgah Di Warung Dekat Rumah Sepupu Aku, Mia Dan Kebetulan Juga Yudha Lagi Istirahat Makan Siang, Karena Tempat Kerjanya Dia Dekat Dari Situ" Jelas Julia.


"Emang Ada Yah, Kantor Di Dekat Situ?" Tanya Alika.


"Ada Lah, Al, Disitu Kan Dekat Sama Studionya Yori FM" Jawab Julia.


"Maksud Kamu, Yudha Kerja Di Yori FM Gitu" Alika Semakin Penasaran.


"Iya, Al, Aku Kerja Di Yori FM" Yudha Sudah Naik Ke Dalam Mobil, Saat Mereka Sedang Asik Ngobrol.


"Mau Jalan Sekarang Atau Gimana Nih?" Tanya Yudha Pada Julia.


"Tunggu Dulu, Yud, Aku Tuh Lagi Mikir" Kata Julia.


"Mikir Apa Lagi Sih, Jul?" Tanya Yudha.


"Ini Alika Mau Tinggal Dimana Coba. Kalau Tinggal Di Kost-anku Berdua Sama Alika, Sempit, Kasian Anaknya Alika Juga Kan" Julia Kebingungan.


"Kalau Soal Itu Sih Gampang, Alika Kost Di Tempat Aku Aja, Kebetulan Kamar Disamping Kiri Aku Itu Kosong" Yudha Memberi Saran.


"Kamu Lupa Yah, Yud, Alika Mana Punya Uang Sih, Buat Makannya Aja Susah, Apalagi Mau Bayar Kost-an" Kata Julia.


"Kamu Gak Usah Pikirin Itu, Biar Aku Aja Yang Bayarin, Yang Penting Alika Sama Anaknya Punya Tempat Tinggal Untuk Sementara, Daripada Tidur Di Jalanan Kan" Jawab Yudha Santai.


"Haah! Kamu Beneran, Yud?" Julia Masih Belum Yakin.


"Kalau Gak Beneran, Ngapain Coba Aku Ngasi Ide Seperti Itu Barusan" Yudha Meyakinkan.


"Yud, Kamu Kok Baik Banget Sih Sama Aku, Padahal Dulu Itu Aku Sering Jutekin Kamu, Bahkan Nolak Kamu Dengan Cara Yang Kasar Banget, Aku Jadi Malu Sama Kamu" Kata Alika Sambil Menundukkan Kepalanya.


"Aku Merasa Gak Pantas Menerima Semua Kebaikan Kamu Ini, Kalau Mengingat Perlakuan Aku Ke Kamu Dulu" Lanjutnya.


"Kejadian Yang Lalu Jangan Di Bahas Lagi, Al, Aku Juga Udah Lupakan Semuanya. Kita Itu Sebagai Teman Harus Saling Membantu Satu Sama Lain" Yudha Tersenyum.


"Makasih Yah, Yud, Karena Udah Mau Bantuin Aku Sama Anak Aku, Kalau Gak Ada Kamu, Aku Gak Tahu Nasib Aku Dan Anakku Bakal Seperti Apa Sekarang" Mata Alika Berkaca-Kaca.


"Yudha, Seandainya Saja Yang Jadi Suamiku Itu Kamu, Pasti Nasib Aku Gak Kayak Sekarang Ini. Aku Memang Bodoh Pernah Mengabaikan Perasaanmu. Apakah Perasaanmu Ke Aku Masih Sama Seperti Yang Dulu?" Alika Bertanya Dalam Hatinya.


Mereka Pun Langsung Menuju Ke Kost-an Yudha, Yang Jaraknya Kira-Kira 10 KM.


-


-


Sekitar Pukul 14:30, Mereka Pun Sampai Di Kost-an Yudha.


"Nah...Ini Dia Nih, Kost-an Aku" Kata Yudha.


"Yud, Kayaknya Aku Gak Asing Deh Sama Tempat Kost Ini" Julia Seperti Mengenalinya Tempat Kost Yudha Tersebut.


"Iya, Kok Kamu Tahu Sih!?" Tanya Yudha Yang Sedikit Terkejut.


"Tuh....Kan Benar Dugaanku" Dugaan Julia Tepat.


"Jadi, Tante Saidah Itu Kakaknya Ayahku. Kan Orang Tuanya Ayahku Itu Punya Warisan. Mungkin Aja Warisannya Tante Saidah Itu Dibangun Kost-Kost-an Ini" Lanjut Julia.


"Alika, Untuk Sementara Waktu Kamu Tinggal Disini Yah" Kata Yudha Pada Alika.


"Eh...Yud, Gak Siaran Kamu?" Tanya Salah Satu Teman Kost-nya, Amanda Yang Kebetulan Baru Pulang Kuliah.


"Kebetulan Nih, Man, Ada Kamu" Yudha Menoleh Ke Belakang.


"Ada Apa Nih, Yud?" Tanya Amanda.


"Kenalin Ini Alika, Teman Aku. Untuk Sementara Waktu Dia Kost Disini, Disebelah Kamar Kamu, Kalau Misalkan Nanti Alika Butuh Apapun, Kamu Tolong Bantuin Dia Yah" Yudha Meminta Bantuan Pada Amanda.


"Tenang Aja, Yud, Beres Deh Pokoknya" Jawab Amanda Santai.


"Ya Udah Kalau Gitu, Aku Titip Alika Yah, Aku Harus Balik Ke Studio Yori" Yudha Beranjak Pergi Meninggalkan Alika Dan Amanda.


Yudha Dan Julia Merasa Lega Karena Sudah Berhasil Menemukan Keberadaan Alika.


"Yud, Makasih Yah Kamu Udah Mau Temenin Aku, Nyariin Alika, Aku Gak Tahu Gimana Caranya Balas Kebaikan Kamu Ini" Kata Julia.


"Kamu Apa'an Sih, Jul, Udah, Biasa Aja Kali, Aku Juga Ikhlas Kok Bantuin Kamu, Alika Kan Teman Aku Juga" Jawab Yudha Santai.


"Oh Iya, Yud, Kamu Sebenarnya Masih Sayang Gak Sih Sama Alika?" Tanya Julia.


"Kok Tiba-Tiba Kamu Nanya Kayak Gitu" Yudha Heran.


"Yah...Soalnya Kamu Tuh Mau Berkorban Buat Alika, Sampai Nge-Bayarin Kost-an Dia Lagi. Kalau Dipikir-Pikir, Alika Itu Kan Bukan Siapa-Siapa Kamu, Cuma Teman Aja" Kata Julia.


"Kan Aku Udah Bilang, Kita Itu Harus Membantu Satu Sama Lain, Jadi, Yah...Aku Bantuin Alika Itu Tulus, Gak Mengharapkan Imbalan Apapun, Gak Ada Hubungannya Dengan Perasaan" Jawab Yudha.


Alika Kini Sadar Siapa Yang Benar-Benar Menyayanginya. Alika Berpikir Tidak Ada Salahnya Untuk Mulai Membuka Hatinya Untuk Yudha.


"Apa Aku Dekati Yudha Yah? Tapi, Apakah Perasaan Yudha Ke Aku Itu Masih Sama Seperti Yang Dulu?" Keraguan Muncul Dalam Hati Alika.


"Eh...Alika, Kamu Kok Disini, Ngapain?" Amanda Menghampiri Alika Yang Sedang Duduk Sendirian Di Teras.


"Eh...Amanda, Gak Kok, Cuma Duduk Santai Aja Disini" Jawabnya.


"Al, Kamu Belum Cerita, Sebenarnya Kamu Ada Masalah Apa, Sampai-Sampai Kamu Jadi Kayak Gini, Luntang Lantung Dijalanan" Amanda Penasaran.


"Ceritanya Panjang, Man. Intinya Aku Jadi Kayak Gini, Gara-Gara Aku Dan Anakku Diusir Dari Rumah, Padahal Rumah Itu Pemberian Orang Tuaku. Belakangan Aku Tahu Kalau Ternyata Suami Aku Membalikkan Nama Yang Tertera Di Sertifikat Rumah Itu Menjadi Nama Dia" Jelas Alika.


"Jahat Banget Yah Suami Kamu Itu! Terus Kamu Tahu Gak Dia Sekarang Dimana?" Tanya Amanda.


"Gak Tahu Dimana Dia Sekarang, Tapi, Kayaknya Dia Udah Nikah Lagi Deh" Alika Menerka.


"Kamu Yang Sabar Yah, Al, Aku Yakin Kok Suatu Saat Nanti Kamu Akan Bertemu Dengan Sosok Cowok Yang Tepat Buat Kamu" Amanda Menguatkan Alika.


"Mmm...Amanda, Aku Boleh Minta Saran Kamu Gak?" Alika Berbalik Bertanya.


"Apa Itu, Al?" Tanya Amanda.


"Harus Aku Akui, Sekarang Aku Udah Mulai Membuka Hati Untuk Cowok Yang Dulu Pernah Menyatakan Perasaannya Ke Aku, Tapi, Aku Menolaknya. Terus Sekarang, Aku Udah Sadar, Kalau Cuma Dia Yang Terbaik Menurutku. Menurut Kamu, Aku Harus Gimana? Aku Gak Mau Salah Melangkah Lagi" Alika Meminta Saran Amanda.


"Gini Deh, Kamu Coba Cari Tahu Dulu, Apakah Perasaannya Dia Ke Kamu Itu Masih Sama Atau Tidak? Karena Nih Biasanya Cowok Kalau Udah Ditolak Sama Cewek Yang Dia Sayangi, Terus Suatu Saat Ketemu Dengan Cewek Yang Bisa Buat Dia Nyaman, Menyayangi Dia Apa Adanya, Perlahan Perasaannya Yang Dulu Akan Memudar Dan Tergantikan Dengan Sosok Yang Baru, Apalagi Kalau Sosok Baru Itu Lebih Baik Dari Yang Dulu Dia Kagumi" Amanda Memberi Saran Pada Alika.


"Emang Kalau Boleh Tahu, Siapa Sih Cowok Itu?" Amanda Semakin Penasaran.


"Yudha, Man" Jawab Alika Singkat.


"Haah! Yudha? Jadi, Alika Juga Suka Sama Yudha?" Tanyanya Dalam Hati.


"Masa Iya Sih, Aku Sama Alika Rebutan Cowok Yang Sama, Aku Juga Suka Sama Yudha. Aduh....Aku Harus Gimana Ini!" Perasaan Amanda Menjadi Kalut.