
Hari itu mentari memaksa masuk ke dalam kamar Sofiah melalui celah jendela. Matanya terbuka dengan paksa namun ia berusaha menghindari sinar matahari dan melindungi wajah bulat itu dengan Jari-jari mungilnya sampai akhirnya iapun terpaksa bangun dari tidurnya, dilihatnya jam menunjukan pukul 07.40 yang langsung membuat matanya terbelalak.
"Mengapa aku sangat tidak tau diri begini tinggal di rumah orang?"
Dengan segera ia beranjak dari tempat tidur dan pergi membersihkan diri.
Di lantai bawah tepatnya di ruang tamu nampak Shatya dan Ryo tengah berbincang sambil minum teh.
"Hmm kau sudah bangun rupanya," ucap Ryo yang menyadari kedatangan Sofiah.
"Sudah seperti nyonya rumah saja kau ya?" celoteh Shatya sedikit senyum mengintimidasi dan memandang kearah Sofiah yang berdiri tepat di samping sofa.
"Tatapan apa itu? apa dia sedang memikirkan cara mengusirku dari sini?" batin Sofiah merasa khawatir.
"Duduk!" perintah Shatya dingin sambil membaca kembali majalah.
"Hmm ya.." Sofiah mengangguk dan duduk di sebelah Ryo. Ryo hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah Sofiah yang kaku.
"Bagaimana keadaanmu apa sudah lebih baikan?" tanya Shatya. Sofiah terkejut mendengar pertanyaan Shatya.
"Yaaa aku sangat baik sekarang. Tapi kenapa bertanya lagi? apa kau menghawatirkan ku?" tanya Sofiah. Pertanyaan yang sama Seperti yang di tanyakan nya kemarin. Tentu saja dengan maksud ingin mengajak bercanda pria dingin itu.
"Tentu saja, Aku khawatir jika kau terus-menerus sakit nantinya malah akan merepotkan ku dan bukannya Mencari pekerjaan untuk membayar hutangmu," jawaban yang sama dari Shatya.
"Haiiish dasaaaar," gumam Sofiah dengan ekspresi dan nada kesal.
"Kamu ingat hari ini Jam 10 kamu akan ikut les bahasa korea?" tanya Shatya masih acuh tak acuh
"Ya," jawab Sofiah.
"Hari ini sepertinya kelas sedang tidak buka karena Profnya ada urusan mendadak," ucap Shatya yang sontak membuat Sofiah merasa sangat senang, matanya terlihat gembira menatap ke arah Shatya.
"Yes!" Sofiah merasa senang.
"Jadi kau pergilah dengan Ryo untuk jalan-jalan di kota Seoul," ucap Shatya.
"kau gunakan saja ini." katanya lagi sambil melemparkan Kartu rekening miliknya pada Sofiah.
"Tidak. Aku hanya tidak punya jadwal kuliah hari ini yang artinya aku akan di rumah seharian dan aku tidak suka melihat kamu sepanjang waktu, itu akan menyakiti mataku yang indah ini." Shatya memberikan penjelasan yang mampu membuat Sofiah mendengus kesal.
"Tapi ayooo ikutlah bersama kami." Sofiah dengan tingkah imutnya memohon pada Shatya "hmm... hmmm.. ???" mohon nya lagi sambil mengedipkan matanya pada Shatya. Melihat pemandangan itu membuat Shatya merasa Geli.
"Mengapa kau sangat menjijikan begitu?" Komentar Shatya merasa geli. "Aku sudah bilang aku tidak ingin melihatmu sepanjang waktu."
"Ayooolah kumohon hmmm ?" Sofiah masih terus berusaha. "Apa kau tidak merasa bosan sendirian di rumah??"
"Nona benar tuan, ayolah sekali-sekali kita pergi bersenang-senang." Ryo mencoba membantu Sofiah.
"Apa kalian berdua Mulai bersekongkol sekarang?" tanya Shatya menatap curiga.
"Kalau begitu Kita semua di rumah saja," ucap Sofiah yang disetujui oleh Ryo.
"Ya benar!"
Shatya mulai kesal namun juga tidak bisa menolak mereka berdua akhirnya sambil menarik nafas dalam ia berkata.
"Baiklah ayo pergi." Iapun berdiri dari duduknya dengan cool sambil memasukan tangannya ke dalam saku celana dan beranjak meninggalkan ruang tamu. Melihat pemandangan itu Sofiah dan Ryo saling memandang kebingungan seolah bertanya dalam hati apa itu sungguhan ?? namun seketika mereka tersenyum dan tertawa kecil.
"Horeeee" Sofiah kegirangan sambil berlari menyusul Shatya yang sudah pergi ke tempat garasi mobil, Ryo hanya tersenyum kecil dan segera ikut menyusul. Akhirnya ini akan menjadi Liburan pertama untuk Shatya padahal sudah setahun lebih ia tinggal di korea.
"Apa kamu tau?" tanya Ryo yang sudah berjalan sejajar disamping Sofiah.
"Tau apa?" tanya Sofiah penasaran.
"Ini pertama kalinya tuan muda pergi untuk jalan-jalan padahal dia sudah tinggal selama satu tahun lebih di Korea." Jawab Ryo
"Haaaah? hmm aku sudah menduganya," kata Sofiah meski sedikit kaget.
"Hei ayo cepat mengapa lama sekali?" teriak Shatya yang sudah berdiri di samping mobil, dengan segera Sofiah dan Ryo berlari kecil mendekat ke tempat dimana Shatya berdiri.
"Yaaa kami datang." Teriak Sofiah sambil berlari kecil yang di susul oleh Ryo.