Fall In Love In Korea

Fall In Love In Korea
Part 10


Keramaian dan kemewahan kota Seol Korea selatan ini membuat mata wanita cantik asal Indonesia itu terkagum. Ia baru menyadari betapa indah dan megahnya kota ini setelah mereka turun dari mobil.


"Woaaah," gumamnya sambil menatap disekelilingnya.


"Kita pergi ke Lotte world" ucap Ryo pada Sofiah.


"Lotte word?" tanya Shofiah yang tidak mengerti tempat apa itu.


"Wahana taman bermain, pameran satwa laut dan tempat bermain air yang luasnya kira-kira 13 hektar. Taman bermain ini terdiri dari indoor dan outdoor." Shatya menjelaskan.


"Woaaah kau tau rupanya, kau pasti sudah pernah kesana kan?" tanya Sofiah sambil memandang wajah Shatya namun Shatya tak menggubrisnya dan malah pergi melanjutkan perjalanan dengan cool diikuti oleh Ryo mereka meninggalkan Sofiah yang termenung disitu.


"Haiiis dasar aku ini! sudah jelas-jelas Ryo bilang kalau pria es itu tak pernah bersenang-senang selama disini tapi aku masih saja menanyakan itu."


Sofiah mengumpat dirinya sendiri dalam hati lalu berlari mengejar Shatya dan juga Ryo yang sudah berjalan agak jauh meninggalkannya.


"Heiii tunggu!" teriaknya sambil berlari kecil untuk mengejar ketertinggalannya. Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.



"Whoaaa surga kecil ini terlihat seperti istana di film anime." Sofiah sangat kagum dengan keindahan dan kemewahan tempat tersebut.


"Berhentilah bertingkah seperti itu, orang-orang akan tau Jika kau Itu norak." protes Shatya berniat mengerjai Sofiah.


"Emm ya ya. Aku hanya perlu diam menatap keindahan ini," kata Sofiah kesal.


"Aaaaaah TAPI AKU TIDAK BISA. Tempat ini terlampau indaaaaah," ucapnya lagi dan berlari memasuki tempat itu dengan gembira, Shatya tersenyum kecil.


"Haha harusnya aku di rumah saja," keluh Shatya namun tetap saja berjalan menyusul Sofiah bersama Ryo. Ryo yang mendengar keluhan Shatya hanya bisa tertawa.


Di sana Sofiah berdiri masih menatap kagum ke sekelilingnya, ada banyak orang yang menikmati suasana dan aneka jenis permainan disana. Sementara Shatya dan Ryo masih tertinggal jauh karena mereka hanya berjalan untuk menyusul Sofiah yang meninggalkan mereka dengan berlari.


"Anyyeong haseo," tiba-tiba terdengar suara laki-laki menyapa membuat Sofiah kebingungan.


"Apa orang ini sedang bicara denganku?" Sofiah bertanya pada diri sendiri.


"Hei Girl what you're name ? " tanya Laki-laki itu lagi Kini menggunakan bahasa Inggris karena menyadari kebingungan yang terlihat di wajah Sofiah dimana sepertinya sofiah tidak bisa berbahasa korea namun Sofiah masih tak menggubris membuat laki-laki itu merasa kesal karena diabaikan.


"Want to have funt with me? I'm not Korean either." laki-laki itu berkata lagi dan menarik tangan Sofiah paksa membuat Sofiah ketakutan setengah mati.


"Hey come on Girl!" laki-laki itu masih memaksa.


"Let go!" teriak sofiah namun laki-laki itu masih bersikeras memaksa Sofiah agar mau bersenang-senang dengannya namun tiba-tiba sebuah tangan lainnya menarik paksa tangan laki-laki asing itu dan mencengkram nya kuat.


"Let go!" ucap Shatya dingin dengan tatapan tajam setelah tangan kanannya berhasil meraih tangan pemuda itu dengan kuat. Sementara tangan kirinya lagi memegang tangan Sofiah.


"Who are you? do not interfere!" pemuda asing itu berusaha menarik kembali tangannya namun Shatya terlanjur menggenggam tangan itu kuat sehingga tidak bisa lepas dan malah merasa kesakitan.


"This girl is my girlfriend" jawab Shatya tegas membuat Sofiah baper alias terkejut matanya terbelalak memandang Shatya yang sibuk menatap tahan kepada laki-laki asing tersebut.


"Apa yang dia katakan? apa dia bilang aku ini pacarnya?? mengapa dia bisa sekeren itu siih? jika begini aku bisa jatuh hati padanya. Ini seperti di drama." Batin sofiah kege'eran.


Tiba-tiba satu tonjokan melayang di wajah Pemuda asing tersebut yang ternyata pukulan dari Ryo membuat pemuda asing tersebut menyeringai kesakitan. Sementara Sofiah hampir syok dengan apa yang dilihatnya.


"What are you doing? and who are you?" tanya pemuda itu sangat kesal dan marah.


"I am her brother." Jawab Ryo dan lagi-lagi memberi satu pukulan kepada pemuda itu, Sementara pemuda asing itu tidak bisa melawan karena tangannya digenggam kuat oleh Shatya.


"Woooah mereka berdua sangat keren."


Lagi-lagi Sofiah membatin dan menatap kagum kepada Shatya dan Ryo yang tengah bersikap keren bak pahlawan dalam drama, yang satu mengaku sebagai pacarnya dan yang satu mengaku sebagai kakaknya.


"Go away and don't disturb us," ucap Shatya dan melemparkan tangan pemuda itu dengan kasar sementara pemuda itu hanya mendengus kesal dan pergi.


"Waaaah kalian berdua sungguh sangat keren." Sofiah akhirnya menyampaikan kekagumannya sambil bertepuk tangan.


"Apa hanya itu yang bisa kamu katakan? dasar gadis aneh," ucap Shatya kesal sambil mendorong jidat Sofiah dengan jari telunjuknya.


"Sekarang tetaplah berjalan di antara kami dan jangan coba-coba meninggalkan kami. Mengerti?"


"Hmm iya." Jawab Sofiah sambil mengangguk menuruti perkataan Shatya.


Merekapun mulai bermain air, meluncur bersama, dan banyak lagi yang mereka lakukan disana, mereka juga tidak lupa Mengabadikan moment itu. Setelah berjam-jam bermain air sorenya mereka pergi makan, Foto box dan melakukan hal lainnya sambil bercanda dan tertawa. Diam-diam Ryo menyadari sesuatu yang berbeda dari tuan mudanya, semenjak kehadiran Sofiah tuan mudanya jadi lebih sering tersenyum dan tertawa, bahkan hari ini dia banyak tertawa bahagia.


"Aku berharap anda selalu seperti ini tuan muda." Batin Ryo sambil tersenyum senang.