Fall In Love In Korea

Fall In Love In Korea
Last part.


Pagi itu hujan turun membasahi bumi, Sementara Sofiah dan Shatya baru saja terbangun dari tidurnya.


"Waaaah hujannya deras sekali membuatku tak ingin beranjak dari tempat tidur ini." Kata Shatya dan tidur kembali sambil memeluk istrinya yang saat itu hendak bangun namun sudah terlanjur berada di pelukan suaminya.


"Haruskah kita membuat adik untuk anak kita?" Bisik Shatya.


"Kamu sudah gila apa? ini masih pagi lho.." Tolak Sofiah merasa malu.


"Memangnya kenapa? aku kan suamimu.." Protes Shatya dan hendak mencium Sofiah namun tiba-tiba dari luar terdengar suara seseorang memanggil.


"Eomma, Appa.. ppalli il-eona. Baegopa (Ibu, Ayah, Cepat bangun. Aku lapar.)" Teriak Kim Yeol yang saat itu tengah asyik duduk di sofa sambil menonton tv.



Tak terasa Waktu 3 tahun 6 bulan telah berlalu semenjak pernikahan mereka dan dari pernikahan itu mereka telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang saat itu berusia 3 tahun dan diberi nama Kim Yeol, semua orang bilang wajahnya sangat identik atau sangat mirip dengan wajah sang ayah.



Mendengar teriakan putra kesayangan Shatya menghentikan aktifitasnya, Ia dan Sofiah saling memandang dan kemudian tertawa.


"Nee. Gi Da Ryeo.. (Ya tunggu sebentar)." Jawab Sofiah dan segera mengganti pakaian lalu keluar dari kamar meninggalkan Shatya yang saat itu masih melanjutkan tidurnya.


"Baega Gopayo? (apa kamu lapar?)" tanya Sofiah dan memeluk putra kesayangannya itu dari sofa.


"Ne Eomma. (Iya ibu.)" Jawab Kim Yeol. Sofiah Tersenyum dan meletakan kembali putranya di sofa.


"Baiklah, tunggu ya.. Eomma akan memasak makanan enak untukmu.." Jawab Sofiah. tak seperti Sofiah yang dulu yang tidak bisa memasak sama sekali.


"Eomma.."


"Ne..?"


"Duduklah.." Pinta Kim Yeol namun meski bingung Sofiah menuruti perkataan putranya dan duduk disebelah Kim Yeol.


"Appa..." Panggil Kim Yeol keras, Sofiah hanya diam kebingungan dengan apa yang ingin dilakukan putranya.


"Ne, Gi Da Ryeo.. (ya, tunggu sebentar)"


Shatya yang berada di kamarnya langsung saja bangun dari mimpi indahnya ketika mendengar putra kesayangannya itu memanggilnya. Dengan segera ia mengganti pakaian lalu berlari kecil menemui putranya tersebut.


"Wae?" Tanya Kim Shatya pada putranya. Shatya mencoba bertanya pada istrinya melalui kode matanya namun Sofiah hanya mengangkat bahunya pertanda ia juga tidak tahu.


"Appa, Eomma sangat lelah. Aku tidak tega membiarkannya memasak jadi sekarang appa harus memasak untuk kami.." Kata Kim Yeol kecil membuat Sofiah Tersenyum senang, ia kagum dengan kecerdasan putranya yang selalu memihak pada dirinya.


"Waah apa Eomma menyuruhmu?" tanya Kim Shatya pura-pura protes.


"Ani (tidak.) Ibuku bukan orang seperti itu.." Jawab Kim Yeol kecil dengan sangat cool lagi-lagi Sofiah Tersenyum tidak percaya.


"Anak ini benar-benar mirip ayahnya tidak hanya wajahnya tapi juga tingkah laku dan caranya bicara." batin Sofiah tersenyum.


"Waaah anakku kau sangat keren.." Puji Sofiah


"Aku tau Eomma." Jawab Kim Yeol "Karena aku adalah putramu.."


"Ani (tidak). Aku hanya putra ibu.." Protes Kim kecil.


"Memangnya kau fikir kau akan lahir jika hanya ada ibu? ibumu butuh bantuan ayah untuk membuatmu agar kau bisa lahir di dunia ini.. Jika tidak ada ayah maka tidak ada kamu.." Sang Ayah masih tidak mau kalah.


"Memangnya bagaimana cara ayah dan ibu membuatku?" Pertanyaan Kim Yeol kecil ini membuat Shatya dan Sofiah tepuk jidat karena syok.


"Ahh itu di suatu malam yang gelap lalu ayah membawa ibumu ke.." Belum sempat Kim Shatya menyelesaikan kata-katanya Sofiah langsung memukul pundaknya.


"Apa yang kau coba jelaskan pada anakku.!!" Omelnya kesal.


"Aku kan hanya.."


"Aish Sudah-sudah.. Ayah dan ibu akan membuatkan mu makanan. Tunggu disini ya.." kata Sofiah dan menarik tangan Shatya dengan buru-buru. Kim Yeol kecil hanya memandang bingung pada kedua orang tuanya yang sibuk berdebat hanya karena pertanyaannya..


"Apa sesulit itu ya membuatku? mengapa hanya menjawab pertanyaan ku mereka sampai begitu??" tanya Kim kecil pada diri sendiri.


Di dapur Sofiah mulai membuat nasi goreng ditemani Shatya. Shatya membantu Sofiah sesekali apabila diperintah untuk mengambilkan sesuatu yang dibutuhkan.


Saat sibuk-sibuknya Sofiah melakukan pekerjaannya tiba-tiba Shatya memeluknya dari belakang..


"Sayang Gomawo.."


"Untuk apa?" Tanya Sofiah.


"Karena telah memberiku seorang putra yang cerdas dan tampan yaitu Kim Yeol kita.."


"Bukan aku yang memberi tapi tuhan, lagipula kecerdasannya adalah turunan darimu," Jawab Sofiah.


"Hei lihat aku.."


"Aku sedang memasak yang.." Namun Shatya tetap saja membalikan badan Sofiah tepat berhadapan dengannya, ia menatap Sofiah sambil tersenyum serta hendak menciumnya.


"Bukankah aku belum mendapat ciuman darimu pagi ini?"


"Apa-apaan sih kau, nanti Kim Yeol lihat.."


"Dia kan sedang menonton.." Kata Shatya dan lambung mencium bibir sang istri dengan lembut. Sofiah tak bisa menolak lagi, keduanya pun nampak sangat menikmati ciuman mereka pagi itu layaknya Sepasang kekasih yang baru jatuh cinta.


"Ayah, ibu apa yang kalian lakukan?" Tanya Kim Yeol yang sudah berdiri di sana. Shatya dan Sofiah yang kaget segera melepas ciuman mereka.


"Aisssh dasar pengganggu kecil, untung kau anak kesayangan ayah.." Gerutu Shatya dalam hatinya yang bisa di dengar oleh Sofiah.


"Dasar Pria bodoh, tidak pernah mau mendengarkan ku. Jadinya Kim Yeol lihat kan.." Sofiah juga membatin kesal dan menatap jengkel pada Shatya. Sementara Kim Yeol semakin bingung dengan reaksi kedua orang tuannya tanpa jawaban..



*****


Terimakasih buat semua orang yang telah mendukung cerita ini, terimakasih banyak juga untuk para pembaca setia yang tak lupa memberikan komentar dan like. Sekali lagi terimakasih banyak dan sampai bertemu di cerita lainnya. 😊 I love you All. 🥰


bye-bye.