Fall In Love In Korea

Fall In Love In Korea
Part 33


"Selamat tinggal kakak Shatya dan kakak ipar." Pamit Kim Soo Hyun yang di jemput Ryo pulang ke rumah untuk bersiap berangkat ke sekolah.


"Hati-hati ya," ucap Sofiah sambil tersenyum melambaikan tangannya.


"Iya kakak ipar, lain kali bolehkan aku berkunjung dan menginap disini lagi?" tanya Soo Hyun dengan manja pada Shatya.


"Tentu saja, rumahku selalu terbuka untuk adik kecil yang nakal ini," jawab Shatya juga tersenyum, Soo Hyun sangat senang mendengarnya dan langsung memeluk Shatya.


"Kakak adalah kakak ku satu-satunya. Aku menyayangi kakak, jangan benci padaku lagi ya," ucap Soo Hyun dalam pelukan Shatya.


"Maafkan aku jika malam itu sudah kasar padamu, sekarang hal seperti itu tidak akan terjadi lagi. Meski begitu kau harus jadi anak baik tak boleh bersikap sesuka hati terutama pada Sofiah." Ucap Shatya sambil melepaskan pelukannya dan menghapus air mata di pipi Soo Hyun. Soo Hyun tersenyum.


"Baiklah aku pergi ya daah.." Pamit Soo Hyun sekali lagi..


"Daaah." Ucap Shatya dan Sofiah barengan sambil melambaikan tangan pada Soo Hyun yang sudah masuk ke dalam mobil.


Mobil berjalan meninggalkan halaman depan apartment..


"Kamu akan pergi ikut kursus bahasa Korea kan?" tanya Shatya.


"Iya," jawab sofiah.


"Baiklah kita berangkat bersama ya, aku akan segera bersiap untuk ke kampus," ucap Shatya.


"Baiklah," merekapun berjalan bersama memasuki apartemen..


30 menit kemudian mereka sudah siap berangkat, saat hendak membuka pintu apartemen seseorang sudah membunyikan bel apartemen terlebih dahulu. Shatya pun membuka pintu untuk melihat siapa yang datang berkunjung. Melihat orang dihadapannya Shatya diam tak bisa berkutik matanya hampir tidak bisa percaya dengan orang yang ia lihat saat ini.


"Apa kabar Shatya?" sapa seseorang tersebut sambil tersenyum manis. Ternyata wanita itu adalah Naura, sahabat kecil Shatya sekaligus cinta pertamanya.


"Sudah lama ya..," gumam Naura.


"Siapa yang datang?" tanya Sofiah dan melihat gadis yang sangat cantik jelita berdiri di depan pintu tepat berhadapan dengan Shatya. Sofiah kemudian diam menatap Naura karena menyadari sesuatu yang canggung antara Shatya dan Naura.


Kini mereka duduk di sofa ruang tamu, keadaan masih sama canggungnya. Mereka diam seribu bahasa seolah sulit membuka percakapan. Sofiah sendiri bingung dengan apa yang sedang terjadi, siapa gadis cantik itu, ada apa dengan mereka? isi kepala Sofiah penuh pertanyaan yang seolah tak mendapat jawaban apapun karena kedua orang tersebut hanya diam seolah-olah sesuatu yang hebat telah terjadi.


"Bisa tinggalkan kami sebentar?" tanya Shatya pada Sofiah, akhirnya setelah hening sesaat Shatya membuka suaranya.


"Ahh tentu..z" jawab Sofiah dan segera berjalan menaiki anak tangga.


"Kenapa datang kesini?" tanya Shatya menatap dingin pada Naura.


"Aku datang berkunjung ke rumah mu di Indonesia tapi kata orang disana kamu sudah pindah ke korea, aku terkejut mendengarnya terlebih lagi mendengar bahwa ibumu sudah tiada, aku sangat menyesal karena tidak sempat melihat ibumu untuk yang terakhir kalinya, akhirnya aku memutuskan menyusul mu ke korea, aku menemukan alamat mu dari tetanggamu disana, katanya kau masih sering berkomunikasi dengannya karena kau membayarnya untuk membersihkan rumahmu setiap hari."


"Aku bertanya untuk apa datang kemari?" tanya Shatya masih bersikap dingin.


"Memangnya untuk alasan apa lagi


aku datang ke sini? tentu saja karena aku sahabatmu. Kita juga sudah berjanji akan saling menunggu iya kan?" jawab Naura tegas.


"Saling menunggu katamu? di saat ibuku meninggal aku berusaha mengirim pesan padamu melalui akun Instagram karena aku tidak punya nomor teleponmu sebab kau telah mengganti nomor ponselmu tanpa memberitahuku, tapi kau sama sekali tak menjawab, aku bahkan pamit akan pergi Ke korea tapi kau juga tidak membalas, aku fikir kau marah karena aku akan tinggal di Korea, tapi setelah dua jam aku mengirim pesan tiba-tiba kau memposting foto begitu romantisnya dengan seorang pria tampan pengusaha kaya dengan Caption tunangan ku di Instagram mu," ucap Shatya panjang lebar dan matanya mulai berkaca-kaca, wajahnya merah karena menahan kemarahannya, perasaan kecewa lebih mewakili isi hatinya saat ini.


"Maaf aku tidak tau jika kamu mengirim pesan padaku, kita sudah berpisah bertahun-tahun dan aku tidak tau akun Instagram mu, aku tak pernah membuka chat dari orang yang tidak aku kenal saking banyaknya cowok yang mengirimiku pesan." Ucap Naura membela diri.


"Baiklah. Lalu bagaimana dengan Laki-laki yang kau posting fotonya di Instagram itu?" tanya Shatya serius menatap tajam pada Naura.


"Aku hanya bermain-main dengannya." jawab Naura.


"Bermain-main? waaah rupanya sekarang kau bukan gadis polos yang sama lagi, kau bahkan sudah pandai mempermainkan perasaan orang," protes Shatya.


"Shatya bukan begitu maksudku..,"


"Pergilah dari sini, aku tidak ingin melihatmu lagi." Shatya yang tak tahan lagi menyimpan rasa sakitnya mengusir Naura dari apartemen nya.


***


*Cinta pertama selalu menjadi topik menarik, mereka yang lebih sering memberi luka, namun Meraka juga yang sulit untuk dilupakan*.