Fall In Love In Korea

Fall In Love In Korea
Part 27


Pukul 18.30 Sofiah belum juga keluar dari kamarnya sejak pagi tadi setelah mengatakan kata-kata itu pada Shatya. Sementara Shatya dengan perasaan gelisah menantikan Sofiah keluar dari kamarnya. Namun karena tak ada tanda-tanda Sofiah akan keluar dari kamarnya Shatya memutuskan untuk mengetuk pintu kamar Sofiah..


Tuk..Tuk..Tuk..


Dari dalam kamar Sofiah mendengar suara Pintu diketuk dari luar, ia pun berjalan gontai untuk membuka pintu. Saat pintu terbuka matanya terbelalak melihat Shatya sudah berdandan rapi dengan setelan jas hitam yang dikenakannya, ia terlihat sangat tampan.


"Woaaah kau akan pergi kee..," ucap Sofiah masih menatap kagum, namun Shatya sudah lebih dulu menyela kata-katanya.


"Hmm, tapi aku mau kamu temani aku, aku tidak akan kuat menatap mereka jika pergi seorang diri," ucap Shatya, tatapannya pada Sofiah terlihat memohon dan penuh harapan.


"A...aku?? mana mungkin," ucap Sofiah agak salah tingkah.


"Baiklah jika kamu tidak ikut maka aku tidak akan pergi juga." Ucap Shatya dan hendak melepas jasnya..


"Heeiii jangan-jangan! aku akan ikut bersamamu tunggulah 10 menit okey..," ucap Sofiah terburu-buru dan langsung menutup pintu kamar, Shatya hanya tersenyum kecil dan berjalan menuju ruang tamu menunggu Sofiah disana ia juga sudah menelpon Ryo untuk menjemputnya. Ryo yang merasa Kaget namun gembira dengan semangat menjemput mereka.


Sudah 30 menit Shatya menunggu namun Sofiah belum juga muncul.


"Dasar wanita, bilangnya 10 menit taunya sudah 30 menit belum nongol," gerutu Shatya pada dirinya sendiri. Namun tiba-tiba matanya menatap kagum pada Sofiah yang melangkah kearahnya dengan dress warna putih yang ia kenakan membuatnya terlihat sangat cantik dan anggun. Wajah khas asianya nampak sempurna, kecantikan alami khas Indonesia.


"Ada apa? apa aku terlihat sangat cantik?" tanya Sofiah bercanda karena menyadari tatapan Shatya, Shatya kaget dan salah tingkah dengan pertanyaan Sofiah, namun seperti biasanya Shatya selalu bisa mengatasi hal seperti itu dengan mudah.


"Cantik dari mananya? kau terlihat Sama saja." Ledek Shatya sambil tertawa, ia hanya berbohong untuk menyembunyikan kekagumannya.


"Hisss dasar, aku sudah tau kau akan bilang begitu," Sofiah mendengus kesal.


"Woaaah nona anda terlihat sangat cantik dan manis," puji Ryo yang mendadak muncul di ruang tamu. Sofiah tersenyum mendengarnya.


"Aku sangat tau matamu begitu jeli, bisa membedakan mana cantik dan mana jelek," ucap sofiah yang diam-diam menyindir Shatya. Shatya biasa saja mendengar sindiran Sofiah.


"Hei jangan menatapnya seperti itu!" ucap Shatya kesal tidak suka dengan tatapan kagum Ryo pada Sofiah sementara Sofiah hanya memandang bingung pada Shatya. Shatya yang menyadari tatapan Sofiah segera mencari alasan.


"Orang ini benar-benar ingin kubunuh." Batin Sofiah.


"Ahh Ya ya tuan, haruskah kita berangkat sekarang?" tanya Ryo mencoba memaklumi tuanya yang ia sadari berusaha menyembunyikan rasa cemburunya.


"Tentu saja," jawab Shatya. Merekapun berangkat untuk menuju party sang ibu tiri.


Tiba di rumah indah nan megah bak istana itu membuat mata Sofiah terpana betapa ia mengagumi kemewahan rumah itu, sementara Shatya terlihat biasa saja.


"Aku tunggu saja kau diluar ya, sebelumnya aku tidak pernah datang ke party orang-orang kaya seperti ini." Ucap Sofiah kaku, Shatya tak berucap apa-apa dan malah menggandeng tangan Sofiah masuk ke dalam dengan paksa, Sofiah tak bisa melawan hanya menurut saja.


Tiba di dalam rumah tepatnya di ruang acara semua mata tertuju pada Shatya setelah ibu tirinya mengatakan dia adalah putraku dan dia benar-benar datang.


Para wartawan berebutan mengambil gambar Shatya, putra seorang pengusaha ternama di korea. Sofiah merasa tidak nyaman dan menjauh dari Shatya sementara Shatya yang sudah berada di sekeliling wartawan tidak bisa keluar dari sana sampai para bodyguard menjauhkan para wartawan dari sana, setelah semua aman ia menyadari Sofiah tak lagi ada disisinya dia bergegas mencari Sofiah dan akhirnya ketemu, Sofiah nampak sedang asyik ngobrol dengan seorang gadis Korea.


"Sofiah," panggil Shatya, dua orang wanita itu menoleh kearahnya.


"Oppa! (Kakak)" ucap gadis Korea itu dan berlari ke pelukan Shatya, Sofiah menatapnya dengan senyuman.


"Oppa?" tanya Shatya bingung.


"Ini aku Kim Soo Hyun adikmu,," ucap Kim Soo Hyun dan melepaskan pelukannya, ia terlihat sangat gembira bisa bertemu langsung dengan kakaknya.


"Ahh.., jadi kau anak hasil dari mereka berdua itu," ucapan Shatya terdengar sangat dingin dan spontan.


"Waah oppa, ternyata ibu benar kamu jauh lebih tampan dari pada yang aku lihat di foto. Kau tau, aku selalu memamerkan pada teman-temanku bahwa aku punya seorang kakak yang sangat tampan dan mereka memujiku, bahkan memohon padaku agar memberikan nomor ponselmu pada mereka, tapi aku bilang aku tidak mau mereka mengganggu kakak, padahal aku memang tidak punya nomor hp kakak. Ayah, Ryo juga ibu tak ada yang mau memberinya padaku, katanya kau akan marah." Ucap soo Hyun panjang lebar, Sofiah tertawa kecil dan Shatya hanya diam tanpa suara, ia mulai merasa tidak nyaman dengan pembicaraan Kim Soo Hyun.


"Oh ya, aku juga memajang foto-fotomu di dinding kamarku.. Aku selalu berdoa agar dipertemukan denganmu. Aku senang aku punya kakak laki-laki sebagaimana impianku," lanjut Soo Hyun, masih tak ada jawaban dari Shatya ia masih bersikap dingin..


Sofiah mulai merasakan Aura yang tidak menyenangkan dari Shatya saat itu, ia takut jika nanti perilaku atau perkataan Shatya akan menyakiti perasaan Kim Soo Hyun adik perempuannya tersebut.