
Sofiah sudah selesai mengikuti kursus bahasa Korea, ia berjalan keluar gedung dan mendapati Eun Woo yang tengah berdiri di depan gedung menunggunya.
"Eun Woo kau datang lagi?" tanya Sofiah dan berjalan mendekati Eun Woo.
"Tentu saja, jika bukan aku memangnya siapa lagi?" tanya Eun Woo bercanda.
"Hahaha terimakasih ya," ucap Sofiah sambil tertawa kecil.
"Silahkan masuk Nona." Eun Woo mempersilahkan Sofiah masuk ke dalam mobil yang sudah dia bukakan pintunya, sambil tersenyum manis Sofiah masuk ke dalam mobil dan disusul Eun Woo. Mobil pun melaju meninggalkan parkiran gedung tersebut, mereka pergi menuju restoran.
"Eun Woo?" panggil Sofiah pelan di dalam mobil.
"Yaa..," jawab Eun Woo sambil fokus mengendarai mobil.
"Kau punya mobil, kau anak orang kaya tapi kenapa bekerja bersamaku di restoran itu?" tanya Sofiah, Eun Woo hanya tersenyum tipis.
"Aku kan sudah bilang aku ingin membantumu bekerja karena kau masih belum fasih bahasa Korea." Jawab Eun Woo.
"Hanya karena itu? apa orang tuamu tidak akan marah?"
"Hahaha apa yang kau katakan, tentu saja mereka tidak akan marah, mereka selalu mendukung apa pun yang ingin aku lakukan."
"Meskipun berbuat jahat?" tanya Sofiah bercanda.
"Yang itu tentu saja dikecualikan," jawab Eun Woo tertawa, Sofiah ikut tertawa.
Tak lama mereka tiba di restoran tempat mereka bekerja.
"Selamat bekerja," ucap Eun Woo menyemangati Sofiah.
"Baiklah." Jawab Sofiah dengan senyuman.
"Tapi dimana Shatya mengapa dia belum datang?" tanya Eun Woo.
"Mungkin dia sedang sibuk dengan kuliahnya." Jawab Sofiah dan merenung sejenak ia teringat gadis yang datang pagi tadi dan ikut bersama Shatya ke kampusnya.
"Atau bahkan sedang sibuk menemani gadis itu.." gumam Sofiah tanpa sadar.
"Mwo?" tanya Eun Woo yang samar-samar mendengar gumaman Sofiah tersebut.
"Ah Ani, ayo kita bekerja sekarang."
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 yang artinya jam kerja sudah selesai Tapi Shatya masih tidak datang. Perasaan Sofiah gelisah dan terus bertanya-tanya kemana mereka pergi??
"Aku akan mengantarmu," ucap Eun Woo yang muncul tiba-tiba.
"Tidak perlu Eun, hari ini aku ingin pulang sendiri," ucap Sofiah menolak dengan halus.
"Tapi aku tidak bisa membiarkanmu pulang sendiri."Bantah Eun Woo lembut.
"Please Eun! aku sedang ingin sendiri sekarang," ucap Sofiah tanpa sadar suaranya meninggi.
"Hmm baiklah..," gumam Eun Woo tersenyum tipis, perasaannya terasa sesak dan sedih namun sama sekali ia tak marah atau pun membalas Sofiah, Sofiah yang menyadari suaranya meninggi bukannya minta maaf malah pergi berlari keluar dari restoran untuk pulang tanpa menengok wajah Eun Woo.
*****
Sementara di apartemen, Shatya dan Naura baru saja kembali.
"Terimakasih Shatya setelah kuliahmu tadi kamu sudah menemaniku belanja dan ke salon," ucap Naura senang sambil duduk di sofa.
"Hmm," jawab Shatya singkat. Tiba-tiba suara dering telepon Shatya berbunyi.
"Halo?" sapa Shatya setelah mengangkat telepon.
"Halo, Shatya apa Sofiah sudah di rumah? tadi dia pulang seorang diri dan sejak tadi aku menghubunginya tapi dia tidak menjawab. Aku hanya ingin memastikan apakah dia sudah tiba dengan selamat." Mendengar kata-kata Eun Woo Shatya tak menjawab dan langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamar Sofiah.
"Ada apa dengannya.?" tanya Naura bingung melihat tingkah Shatya.
Tiba disana Shatya memanggil Sofiah dari luar kamar namun tak ada jawaban akhirnya ia membuka pintu kamar Sofiah namun tidak mendapati Sofiah di dalam kamar.
"Dia belum ada di rumah," jawab Shatya pada Eun Woo.
"Mana mungkin, ini sudah hampir jam sepuluh malam, di luar juga sedang hujan," ucap Eun Woo, Shatya langsung mematikan ponsel dan berlari keluar apartemen untuk mencari Sofiah..
"Mau kemana?" tanya Naura yang melihat Shatya terburu-buru keluar apartemen namun Shatya tak menjawabnya.
Di tempat lain juga Eun Woo bergegas keluar dari rumahnya untuk mencari Sofiah.
"Haah ada apa sebenarnya dengan nya? aneh sekali.." Ucap naura kebingungan sendiri iapun akhirnya merasa kesal dengan sikap Shatya yang berubah dari Shatya yang ia kenal dulu.