Fall In Love In Korea

Fall In Love In Korea
Part 43


"Jadi kamu sudah bertemu sahabatmu dan akan segera pulang ke Indonesia?" tanya Eun Woo, perpisahan belum terjadi tapi dalam hatinya sudah merasakan kehilangan.


"Hmm iya.." Jawab Sofiah.


"Apa minggu ini?" tanya Eun lagi.


"Aku belum tahu, tapi pasti aku akan pergi secepatnya, " jawab Sofiah.


"Bukankah kamu masih harus membayar hutang pada Shatya?"


"Uang yang di berikan Hana akan aku gunakan untuk membayar hutangku padanya dan uang gajiku bekerja disini yang sudah ku tabung, akan aku gunakan untuk membeli tiket pesawat dan membeli oleh-oleh untuk keluargaku disana," jawab Sofiah, Eun Woo hanya bisa menelan ludah. Ia benar-benar tidak ingin Sofiah pergi..


"Apa kau tau, aku merasa aneh selama bekerja disini.. Gaji ku selalu dilebihkan dua kali lipat dari gaji yang sebenarnya. Ketika aku bilang uangnya sudah lebih dari gaji yang seharusnya mereka akan bilang itu adalah tip karena aku pegawai yang spesial. Pemilik melakukan itu karena dia juga berasal dari sana dan dengan bekerjanya aku disini membuat ia merasa senang seolah di Indonesia."


"Benarkah?" tanya Eun Woo pura-pura tidak tahu.


"Hm.. Aku penasaran dan ingin bertemu dengan pemilik restoran ini.."


"Hahaha ada-ada saja kamu," ucap Eun Woo.


"Memangnya apa yang ingin kamu katakan padanya jika bertemu dia nanti?"


"Aku ingin bilang terimakasih sebanyak-banyaknya, berkat gaji yang mahal ini aku bisa pulang dan bahkan membawa oleh-oleh untuk keluargaku." Jawab Sofiah sambil tersenyum, Eun Woo tak berkata apapun dan diam-diam tersenyum senang.


"Saat ini pemiliknya sangat merasa senang." Gumam Eun Woo.


Eun woo menatap Sofiah, sejak pertama bertemu dengan Sofiah ia merasa tertarik padanya, sejak saat itu dia selalu mencoba mendekati Sofiah dan juga menjadi teman baik Sofiah. Kepribadian Sofiah yang ceria dan mudah memaafkan serta melupakan kesalahan orang lain padanya membuat Eun pribadi merasa kagum, menurut sisi penilaiannya Sofiah berbeda dengan kebanyakan wanita lain yang ia temui.


Sudah sejak lama Eun Woo Menyukai Sofiah, namun ia tidak punya keberanian sedikitpun mengatakannya, ia cukup ragu karena menurut pengamatannya Sofiah menyukai orang lain yang tak lain adalah Shatya.


"Hei ada apa menatapku begitu?" tanya Sofiah menyadari tatapan Eun Woo yang terlalu lama.. Eun masih diam. Setelah merenung lama ia akhirnya memutuskan akan mengatakan yang sejujurnya pada Sofiah. Apapun jawaban Sofiah nanti ia akan menerimanya tanpa menyesal.


"Mmm?"


"Aku menyukaimu..," ucap Eun Woo. Sofiah kaget mendengar pernyataan Eun Woo yang tiba-tiba.


"Mwoo!! Ah hahah jangan bercanda begini.." Sofiah berusaha tenang namun Eun Woo memotong pembicaraannya untuk meyakinkan bahwa ia tidak bercanda dengan apa yang dia katakan.


"Aku menyukaimu, dan itu sungguh!!" mata Sofiah melebar menatap Eun, ia juga tak bisa menebak suasana hatinya yang saat ini sangat tidak membuatnya nyaman. Eun Woo menyadari reaksi apa yang diberikan Sofiah.


"Kamu tidak perlu menjawab sekarang,, jangan ragu memberikan jawaban yang sejujurnya okey, aku akan menghargai keputusanmu..," ucap Eun Woo.


"Ahhh baiklah aku akan memikirkannya..," gumam sofiah merasa tak enak. "Aku harus pulang sekarang, ini sudah menjelang malam.."


"Aku akan mengantarmu," ucap Eun dan berdiri dari duduknya.


"Tidak, aku.. Aku akan pulang sendiri." Yolak Sofiah


"Tapi.."


"Tidak apa-apa.. Bye..," ucap sofiah dan segera berlari kecil keluar dari restoran. Eun Woo hanya menatap bingung kepergiannya.


"Apa dia marah padaku karena sudah mengatakan perasaanku yang sejujurnya padanya?" tanya Eun pada diri sendiri.


Sofiah berjalan gontai di lorong gedung menuju ke apartemen Shatya. Ia masih tidak bisa melupakan pernyataan cinta Eun Woo padanya. Ia bingung harus menjawab apa, baginya Eun Woo hanyalah sahabat baiknya tidak lebih, namun disisi lain ia juga takut mengecewakan Eun Woo yang sudah baik padanya selama di Korea.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku takut menyakiti perasaan Eun.." Sofiah masih gelisah memikirkan semua itu.


****


Memang benar kata orang tidak ada persahabatan yang murni antara Pria dan Wanita. Jika keduanya tidak saling mencintai maka salah satu di antara merekalah yang jatuh cinta entah itu si Wanita atau Pria.