Fall In Love In Korea

Fall In Love In Korea
Part 20


Sofiah sedang sibuk di dapur membuat sarapan untuk Shatya, meski hanya bubur ayam karena Sofiah memang tidak pandai memasak. Namun suara dering pintu berbunyi, rupanya seseorang datang berkunjung, Sofiah berlari untuk membuka pintu dia fikir itu adalah Ryo.


"Selamat pagi," sapa Sofiah saat pintu itu terbuka, namun ia kaget setelah melihat yang datang bukan Ryo melainkan Seorang wanita paruh baya.


"Tante siapa ya?" tanya Sofiah bingung.


"Aku ibunya Shatya," jawab wanita itu, Sofiah kemudian teringat dengan foto yang terpajang di meja belajar Shatya yang ia lihat kemarin.


"Jika ini ibunya Shatya lalu siapa Wanita yang ada difoto bersamanya itu? mengapa wajahnya berbeda?" Batin Sofiah bertanya-tanya.


"Apa Shatya ada di dalam?" tanya wanita paruh baya namun masih terlihat awet muda dan cantik itu.


"Ahh ya, dia sedang beristirahat di kamarnya karena sakit."


"Mwoooo? sakit? apa kau sudah membawanya ke rumah sakit??" tanya wanita itu terdengar khawatir. Sofiah dengan ragu menjawab.


"Ahhh itu.., dia tidak mau ke rumah sakit."


"Apa? lalu kau sudah memanggil dokter?"


"Dia juga tidak mau aku memanggil dokter, tapi anda tidak perlu khawatir sekarang dia baik-baik saja kok."


"Waah dasar, anak itu pasti sangat keras kepala seperti ayahnya."


"Masuklah dulu, tante bisa menemuinya di kamar, aku akan mengantarmu," ucap Sofiah dan menuntun wanita itu masuk kedalam apartemen.


"Kau tinggal di sini?" tanya wanita yang mengaku ibunya Shatya itu, Sofiah sempat takut menjawab namun dengan ragu ia mencoba menjawab jujur.


"Ya aku tinggal di sini."


"Siapa namamu?" tanya wanita itu lagi.


"Sofiah Tante," jawab Sofiah gugup.


"Kau pacarnya?" sontak pertanyaan itu membuat Sofiah lebih kaget lagi.


"Tidak, tidak kok Tante." Jawab Sofiah berusaha menepis rasa paniknya.


"Lalu kenapa tinggal disini?"


"Itu, emm panjang ceritanya tante. Tapi tenang saja, kami sungguh tidak berpacaran." Sofiah terdengar meyakinkan. Wanita itu hanya tertawa kecil.


"Tidak apa-apa jika kamu pacarnya kok, aku hanya ingin bilang perlakukan dia dengan baik ya, dia pasti sangat membutuhkan perhatian," ucap wanita itu membuat Sofiah terkejut awalnya dia fikir wanita Itu akan marah besar.


"Ahh ya tante."


"Kamu sedang apa tadi?"


"Oh aku sedang memasak bubur ayam untuk sarapan Shatya.."


"Bubur?"


"Ya, aku.., tidak pandai memasak dan berhubung dia sakit jadi aku hanya memasak bubur ayam untuknya."


"Ooh begitu rupanya, kalau begitu ayo aku akan memasak dan kau akan membantuku," Wanita tersebut begitu semangat.


"Mwoo?? Ahhh baiklah..," ucap Sofiah meski agak kaget dan bingung.


Kedua wanita itu pergi ke dapur dan memulai aksinya, terlebih lagi wanita paruh baya itu dia terlihat sangat bersemangat.


"Ku perhatikan sejak tadi kau menatapku, apa ada yang ingin kamu tanyakan padaku?" tanya wanita itu sambil mengaduk sup ayam yang dimasaknya.


"Ah ya, aku hanya ingin bilang bahwa kau pasti sangat menyayangi putramu." Jawab Sofiah spontan, mendengar ucapan Sofiah wanita paruh baya itu terdiam sejenak.


"Dia tidak pernah menceritakan tentang keluarganya padaku, itu karena kami memang tidak terlalu dekat."


"Hmm begitu rupanya, mau kuberi tau rahasia?" tanya wanita itu sambil tersenyum


"Apa?"


"Aku ini bukan ibu kandungnya, ibu kandungnya sudah meninggal sejak satu tahun lalu di Indonesia dan untuk alasan itulah Shatya berada di korea," ucapan itu berhasil membuat sofiah terdiam melongo, merasa syok, sejak awal dia memang sudah curiga.


"Jadi maksud anda, anda adalah ibu tirinya?" tanya sofiah memastikan, wanita paruh baya itu tertawa kecil melihat ekspresi Sofiah.


"Tidak perlu serius begitu..," ucap wanita itu lembut "aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya secara langsung, saat pertama tiba di korea dia meminta ayahnya menyiapkan apartemen untuk dia tinggali, dia bahkan tidak ke rumah dulu malah langsung tinggal di apartemen ini, itu karena dia tidak ingin menemui aku padahal di rumah aku sudah menyiapkan pesta kecil untuk menyambut kedatangannya," wanita itu merasa sedih setelah menceritakan sedikit tentang bagaimana hubungan ia dan Shatya..


"Maafkan aku, anda tidak perlu menceritakan padaku jika itu memang berat bagi anda..," ucap sofiah merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, setidaknya aku bisa menceritakan isi hatiku pada seseorang." ucap wanita itu tersenyum ramah pada Sofiah dan kembali melanjutkan kata-katanya.


"Aku seringkali meminta kepada suamiku untuk menemui Shatya namun suamiku selalu melarang ku, dia takut Shatya akan marah dan kemudian pergi meninggalkan Korea. Aku sendiri tidak punya anak laki-laki, hanya satu orang anak perempuan dan masih belajar di SMA, namanya Kim Soo Hyun, dan bagiku Shatya adalah anak laki-lakiku satu-satunya. Aku mungkin bukan ibu kandungnya dan bahkan belum pernah bertemu dengannya, tapi aku sangat menyayangi dia melebihi putriku sendiri dan hari ini perasaanku tidak enak, aku sungguh tidak tahan lagi aku sangat ingin menemuinya hingga akhirnya aku berada disini," ucap wanita itu begitu tulus, air mata nya menetes semua yang dia katakan adalah benar adanya.


"Sepertinya ini karena besarnya rasa sayang anda padanya, sehingga saat ia sakit anda menjadi gelisah, perasaan anda tak enak dan ingin melihat keadaannya. Shatya adalah orang yang sangat baik suatu hari Shatya pasti bisa menerima ibu," ucap Sofiah menyemangati membuat wanita itu terharu dengan ucapannya.


"Aku juga selalu berdoa seperti itu," wanita itu tersenyum pada Sofiah.


"Ah rupanya sudah matang, mari sajikan ini di atas meja," wanita itu akhirnya mengalihkan topik pembicaraan, Sofiah tersenyum dan membantu menyajikan masakan di atas meja.


"Apa kamu lelah?" tanya wanita tersebut setelah mereka duduk di sofa ruang tamu.


"Ya sedikit," jawab Sofiah dan mereka tertawa bersama.


"Maaf sudah banyak bicara denganmu tadi, aku terlalu hanyut dengan perasaanku sendiri."


"Tidak apa-apa Tante, aku senang jika itu memang bisa menghilangkan sedikit beban Tante."


"Baiklah terimakasih ya."


"Tapi boleh aku tau nama Tante siapa?" pertanyaan itu akhirnya keluar juga dari mulutnya padahal sejak tadi dia ingin bertanya.


"Aah maaf aku lupa, Namaku Mi Raa."


"Aaa nama Tante bagus, tapi apa tante juga dari Indonesia?"


"Tidak. Aku dan putriku Kim Soo Hyun belajar bahasa Indonesia agar kelak ketika bertemu dengan Shatya kami bisa ngobrol dengan nyaman bersama."


"Aaaaah."


"Sekarang makanlah ajak Shatya makan juga, aku akan pergi," ucap wanita itu dan berdiri dari duduknya.


"Tapi tante belum bertemu Shatya."


"Tidak apa-apa, Aku akan datang lain waktu, berada disini dan bisa memasak untuknya sudah sangat membuatku merasa senang."


"Tapi bukankah akan lebih menyenangkan lagi jika tante bisa bertemu dengannya? tante bisa makan bersama kami dulu."


"Ini sudah sangat lama, aku masih ada pekerjaan yang harus ku selesaikan."


"Oooh baik lah, aku akan mengantar tante."


"Ya terimakasih nak."


"Sama-sama tante."


Sofiah mengantar ibu tiri Shatya sampai depan pintu apartemen dan setelah ibu tiri Shatya pergi Sofiah menutup kembali pintu apartemen tersebut dan masuk kembali ke dalam.