Fall In Love In Korea

Fall In Love In Korea
Part 28


"Oh ya, aku juga memajang foto-fotomu di dinding kamarku, aku selalu berdoa agar dipertemukan denganmu. Aku sangat senang punya kakak laki-laki sebagaimana impianku," lanjut Soo Hyun masih tak ada jawaban dari Shatya ia masih bersikap dingin.


"Saat ibu bilang aku punya kakak laki-laki aku sangat senang, aku dan ibu bahkan belajar bahasa Indonesia Karna sangat menyukai kakak ku, dan berharap bisa ngobrol santai dengannya menggunakan bahasa Indonesia. Namun rupanya kakak sangat dingin, tapi tak apa, Sekarang laki-laki yang cool sedang tren dikalangan para gadis. Teman-temanku pasti akan semakin menyukai kakak ku jika mereka tau kakak ku sangat cool."


"Apa sudah selesai?" tanya Shatya masih bersikap dingin, Sofiah merasa tak enak dengan tingkah dingin Shatya pada adiknya sendiri.


"A..apa?" Soo Hyun terkejut mendapat tatapan tak suka dari kakaknya.


"Aku bukan kakakmu, jadi jangan berlebihan dan berhenti membicarakan aku pada teman-temanmu," ucap Shatya berusaha menahan kekesalannya. Sofiah menatap kecewa pada Shatya, ia tak habis fikir Shatya akan tega mengatakan hal yang dapat menyakiti adiknya. Sofiah melihat Shatya sebagai seseorang yang egois saat itu.


Kim Soo Hyun merasa sakit hati atas perkataan kakaknya, matanya mulai berkaca-kaca kemudian ia berbalik memandang Sofiah dengan air mata di pipinya dan langsung berlari dari sana sambil menangis. Sofiah pergi mengejarnya, Sementara Shatya dengan kesal berjalan hendak mencari toilet namun seseorang menghentikan langkahnya.


"Permisi tuan, oresdir memanggil anda," ucap Ryo.


"Hm baiklah."


Shatya berajalan mengikuti Ryo, disekitarnya terdengar para gadis bergumam mengagumi ketampanannya.


Di tempat lain Sofiah berusaha menghibur Kim Soo Hyun yang tengah menangis.


"Kakakku sepertinya sangat benci padaku, padahal aku sudah bersusah payah belajar bahasa Indonesia sejak umur 8 tahun hanya agar bisa ngobrol dengannya, namun aku tidak tau jika dia se benci itu padaku, memangnya aku salah apa? kau bilang kakak ku sangat baik tapi ternyata dia sangat jahat." Soo hyun berbicara sambil menangis pada Sofiah.


"Jangan menangis, itu terjadi karena kakak mu suasana hatinya sedang tidak baik, banyak masalah di kampus, tapi percayalah padaku dia pasti akan sangat menyayangimu."


"Benarkah?" tanya Kim Soo Hyun menatap mata Sofiah dan Sofiah tersenyum menjawab dengan anggukan kepala, kim Soo Hyun kemudian memeluknya.


"Tadi kau bilang kau tidak berpacaran dengan kakak ku lalu mengapa tinggal serumah?" tanya soo Hyun tiba-tiba sambil melepaskan pelukannya.


"Ahh itu ceritanya panjang lain waktu akan ku ceritakan padamu."


"Baiklah, kau juga harus berusaha menjadi pacar kakak ku, aku menyukaimu bersama kakak ku," ucapan Kim Soo Hyun tersebut membuat mata Sofiah terbelalak kaget dan ia hanya bisa tertawa kecil karena salah tingkah.


Shatya terlihat sibuk berbincang-bincang dengan rekan-rekan bisnis ayahnya, kecerdasannya membuat mereka kagum dan memuji-muji ayahnya..


"Waah kau sangat pandai persis seperti ayahmu," ucap salah seorang rekan ayahnya. Ayahnya Shatya hanya tersenyum bangga.


"Tidak, aku mirip seperti ibuku." Shatya membantah perkataan teman ayahnya tersebut membuat ayahnya kaget namun tiba-tiba tertawa kecil untuk menepis rasa malunya.


"Yah dia sangat mencintai ibunya, jadi tidak mau disamakan denganku." Ucap ayahnya dan disambut tawa oleh rekan kerjanya.


Shatya hanya nampak cuek dengan kata-kata ayahnya. Tiba-tiba seorang gadis cantik datang kepada rekan kerja ayahnya.


"Ahh ini adalah Juliana, dia putriku satu-satunya yang ku setujui dijodohkan dengan putramu," ucap rekan kerja ayahnya Memperkenalkan putrinya.


"Hahahaha dia sangat cantik. Sangat cocok dengan putraku, sepertinya rencana kita untuk menjadi besan bisa di wujudkan," ucap ayah Shatya dengan bangga sambil tertawa bahagia bersama rekan kerjanya tersebut.


"Dijodohkan?" tanya Shatya bingung.


"Hai namaku Juliana."


Gadis tersebut Mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Shatya.


"Aku Kim Shatya." Jawab Shatya tanpa menerima uluran tangan Juliana membuat Juliana mengelus dada.


"Kau sangat cool aku menyukai pria sepertimu." kata Juliana sambil tersenyum.


"Waah anak-anak kita rupanya sangat cocok, putramu yang tampan sangat mempesona. Lihatlah bukan hanya anakku yang tertarik padanya tapi gadis-gadis lainnya di pesta ini juga terlihat menyukainya," ucap ayahnya Juliana, merekapun tertawa. Shatya tersenyum kecut. Susana menjadi sangat membosankan baginya.


"Maaf tapi aku sudah punya pacar," ucap Shatya membuat kedua rekan itu menghentikan tawa mereka dan Juliana mengerutkan keningnya.


Shatya kemudian berjalan mendekati Sofiah yang terlihat sibuk berbincang dengan ibu tirinya setelah tadi menghibur Kim Soo Hyun, kemudian tiba disana Shatya menarik tangan Sofiah dengan tiba-tiba dan membawanya kepada ayahnya.


"Ini dia pacarku," ucap Shatya memperkenalkan Sofiah. Sofiah kaget bukan main, sementara ayahnya nampak sangat kesal begitupun rekan kerja ayahnya dan juga Juliana.


"Mengapa tidak bilang jika putramu sudah punya pacar? kau ingin mempermalukan aku dan putriku?" tanga ayah Juliana kesal namun dengan suara pelan agar tidak mengundang wartawan.


"Bukan begitu, aku sendiri juga tidak tau jika Shatya..," ayah Shatya mencoba menenangkan ayah Juliana.


"Ah sudahlah, Ayo kita pulang." Ayah Juliana tidak ingin mendengar penjelasan dari ayah Shatya, ia langsung menarik tangan Juliana keluar dari sana. "Aku sungguh sangat kecewa padamu," ucapnya sebelum melanjutkan langkahnya.


"Aku sungguh.." Ayah Shatya ingin meminta maaf namun sebelum dia menyelesaikan ucapannya, rekan kerjanya sudah memotong pembicaraannya terlebih dahulu karena merasa sangat kesal.


"Sudah cukup, aku akan pergi."


Melihat pemandangan itu Shatya hanya diam tanpa merasa bersalah sedikitpun, Sementara Sofiah merasa sangat ketakutan setengah mati, bagaimana tidak tanpa ragu dan tanpa izin Shatya memperkenalkan Sofiah sebagai kekasihnya di depan ayahnya dan rekan-rekan kerja ayahnya, anehnya Shatya malah tidak merasa bersalah sedikitpun ia malah tampak senang melihat kejadian dimana rekan kerjanya memutus hubungan dengan ayahnya.


Disisi lain ayahnya nampak sangat malu, marah dan juga kecewa terhadap perilaku Shatya tersebut.