
Disela-sela asiknya mereka bertiga menyantap makanan Lagi-lagi bel apartemen berbunyi. "Siapa lagi siih!!" Sofiah hendak berdiri membukakan pintu Namun Shatya menahannya.
"Biar aku saja," ucap Shatya dan pergi membukakan pintu, keningnya mengerut ketika melihat siapa tamu yang datang. Ia ingat laki-laki ini, dia melihatnya bersama Sofiah di tempat kursus bahasa Korea waktu itu.
"Annyeong haseyo," sapa Eun Woo dengan tersenyum, matanya melihat-lihat ke dalam rumah seolah mencari sesuatu. Shatya tak membalas sapaannya dan malah bertanya.
"Ada perlu apa? kami sedang sibuk," ucap Shatya dingin, belum sempat Eun Woo menjawab Sofiah tiba-tiba sudah berada dibelakang Shatya kemudian segera berdiri sejajar di samping Shatya. Shatya merasa kesal melihat Sofiah yang tiba-tiba datang dan menyapa Eun Woo.
"Ah Eun Woo, ada apa?" tanya Sofiah dan berdiri sejajar dengan Shatya.
"Kemarin kau tidak ikut kursus bahasa Korea, dan juga tidak datang bekerja, kau bahkan tidak mengangkat teleponku. Aku khawatir dan memutuskan datang kesini untuk menemui mu." jawab Eun Woo,
"Sial mengapa dia bisa berterus terang begitu." Shatya membatin kesal
"Oh iya, aku ada kesibukan kemarin jadi tidak bisa datang," jawab Sofiah.
"Lalu bagaimana dengan hari ini? apa kau juga sibuk?" tanya Eun Woo.
"Tidak, hari ini aku akan ikut kursus bahasa Korea."
"Baguslah."
"Tapi apa kemarin kau datang lagi ke tempat kursus bahasa Korea untuk menjemput ku?"
"Ya aku ingin menjemputmu," jawab Eun Woo.
"Waah ini sangat dramatis" batin shatya dan tertawa kecut lalu kembali kemeja makan.
"Ohh,, yasudah masuklah dulu untuk sarapan, lalu kita akan pergi bersama." Sofiah mempersilakan Eun Woo masuk.
"Baiklah aku tidak bisa menolak tawaran," ucap Eun Woo dan berjalan masuk mengikuti Sofiah kemeja makan.
"Ayo dudu," pinta Sofiah.
Selama dimeja makan yang paling berisik adalah Eun Woo dan Sofiah, mereka terlihat santai bicara dan sesekali tertawa kecil, Shatya yang tidak tahan melihat pemandangan itu langsung berdiri dari duduknya membuat semua orang di meja makan itu menghentikan aktifitas mereka.
"Aku tidak bisa makan dengan tenang karena kalian terlalu berisik, jadi aku akan pergi ke kampus sekarang," ucap Shatya dalam kekesalan namun tidak dengan suara kasar, membentak atau marah, hanya kata-kata biasa yang dikatakannya dengan cool. Sementara Sofiah dan Eun Woo saling menatap merasa bersalah. Goo Haa Jin langsung ikut berdiri dari duduknya mendengar ucapan Shatya.
"Aku akan ikut denganmu," kata Go Haa Jin yang sedari tadi diam, entah ada orang yang menganggapnya ada atau tidak.
"Baiklah," ucap Shatya dan segera berjalan meninggalkan meja makan yang langsung diikuti oleh Go Haa Jin.
"Apa mereka berkencan?" tanya Eun Woo pada Sofiah sambil menatap kepergian kedua orang tersebut.
"Aku juga tidak tau," jawab Sofiah sambil menyuapi makanan ke mulutnya.
"Dari apa yang kulihat sepertinya gadis itu menyukainya, tapi laki-laki itu sepertinya malah menjaga jarak dan sangat cuek. Mungkin dia tidak tertarik pada gadis itu,"
"Atau mungkin mereka sedang bertengkar, sehingga Shatya tak mengajaknya bicara selama disini dan gadis itu juga hanya diam." Sofiah menambahkan.
"Jadi dia teman yang kau bilang mengerjai mu Itu?" tanya Eun Woo.
"Hmm iya namanya Shatya," jawab Sofiah, Nada bicaranya terdengar kesal.
"Ada apa?" tanya Eun Woo yang menyadari nada bicara Sofiah.
"Tidak apa-apa," jawab Sofiah memaksakan senyumnya.
"Aku sudah selesai, ayo kita pergi," ajak Sofiah
"Ya ayoo."
Eun Woo beranjak dari tempat duduknya, Mereka berdua berjalan keluar dari apartemen Shatya sambil bercanda seperti biasanya. Namun di balik candaan itu, jauh di dalam hatinya Sofiah masih bertanya-tanya siapa gadis itu? mengapa Sampai datang menemui Shatya di apartemen hanya karna Shatya tidak sempat masuk kuliah. Hati kecilnya penuh tanya apa hubungan Shatya dengan gadis itu. gadis cantik itu.