
"Hari ini ayo berlibur ke pantai." Naura mencoba memecah keheningan di ruang tamu yang dimana mereka bertiga duduk bersama di sana.
"Haruskah?" tanya Shatya. Sofiah hanya diam sambil menyeruput teh hangat pagi itu.
"Sejak berada disini aku tidak pernah berlibur kemanapun, rasanya aku akan mati karena bosan." Jawab Naura bertingkah manja. Ia nampak biasa saja seolah tak pernah membuat kesalahan. Sementara Naura tak mau mengingat masalah kemarin lagi.
Shatya tidak menolak permintaan Naura dan akhirnya memutuskan untuk pergi bersantai di pantai, namun alasan tidak menolak permintaan Naura adalah agar ia bisa bersama Sofiah.
****
"Aku sangat suka pantaiii, " gumam Naura sambil menarik nafas dalam, rambutnya yang terurai diterpa angin membuat dirinya terlihat semakin cantik dan mempesona. Sofiah hanya bisa minder memandang kecantikan Naura yang luar biasa itu.
"Bagaimana.? kamu suka?" tanya Shatya yang muncul tiba-tiba dan berdiri di samping Sofiah.
"Hmm aku suka," jawab Sofiah singkat tanpa melirik kearah Shatya.
"Kalau begitu Ayo nikmati liburan hari ini."
Tiba-tiba Shatya membasahi Sofiah dengan air laut sambil berlari kecil.
"Haisss dasar, tunggulah pembalasan ku," ucap Sofiah dan berlari mengejar Shatya.
Pemandangan itu tentu saja membuat Naura yang melihatnya merasa sangat Kesal dan marah, ia merasa di lupakan dan sakit hati, namun ia tidak tahan melihat mereka dan berlalu dari sana.
Usai bermain air Shatya dan Sofiah kembali ke tempat dimana Mereka berada bersama Naura tadi, namun mereka mendapati tempat itu tanpa Naura.. ya Naura tidak berada di sana.
"Dimana Naura?" tanya Shatya pada diri sendiri sambil memandang di sekitarnya untuk mencari Naura. Perasaan hawatir mulai menyelimuti hatinya.
"Mungkin dia pergi membeli sesuatu," jawab Sofiah menjawab pertanyaan Shatya sambil berdiri tenang disana.
"Aku akan pergi mencarinya," ucap Shatya yang tiba-tiba panik.
"Ada apa denganmu? dia sudah dewasa, aku yakin dia hanya pergi membeli sesuatu mengapa sampai panik begitu?" Sofiah kesal merasa cemburu karena Shatya begitu mengkhawatirkan Naura.
"Memangnya kamu tau apa?? aku yakin dia pasti pergi karena merasa kesal," suara Shatya meninggi karena Cemas membuat Sofiah terdiam menatap sedih.
"Sebegitu hawatir nya dirimu padanya? lalu apa maksudnya mencium ku??" batin Sofiah.
Shatya sudah pergi berlari mencari Naura meninggalkan Sofiah yang berdiri menatapnya dengan rasa sedih. Ia merasa bersalah karena melupakan Naura yang saat itu bersama mereka.
Tiba-tiba seseorang menghampiri Sofiah.
"Hai," suara khas ini sofiah sangat mengenalnya.
"Eun Woo, mengapa bisa ada disini?" tanya Sofiah setelah melihat Eun Woo yang berdiri di sampingnya.
"Hahaha aku datang bersama teman-teman kampusku, tapi ternyata tidak sengaja melihat mu sendirian disini," jawab Eun Woo.
"Kamu sendiri?" tanya Eun Woo.
"Aku bersama Shatya dan Naura tapi Naura menghilang aku akan ikut mencarinya." ucap Sofiah.
"Menghilang? bagaimana bisa?" tanya Eun Woo.
"Aku juga tidak mengerti. Tapi shatya fikir dia hilang jadi aku akan ikut mencarinya."
"Baiklah aku akan membantumu, kita berpencar okey."
"Mm baiklah."
Mereka akhirnya ikut mencari Naura, yang entah telah mengasingkan diri kemana.
****
"Naura... Naura..," teriak Sofiah memanggil Naura.
"Kamu mencari ku?" suara itu muncul tiba-tiba, Sofiah menoleh ke belakang dan melihat Naura berdiri disana, ia pun menarik nafas lega.
"Kamu disini rupanya, aku sudah menduga kamu tidak hilang, Sekarang ayo kita temui Shatya dia sangat menghawatirkan mu."
"Tidak! Aku Sangat benci padamu!! Shatya Adalah milikku, MILIKKU!!!" ucap Naura tiba-tiba menjadi aneh bak orang kesurupan, matanya merah berkaca-kaca menahan air mata, kemarahan, kecemburuan.
"Ada apa denganmu Naura?" tanya sofiah heran.
"Kamu selalu mencari kesempatan agar bisa dekat dengan Shatya, tapi kamu harus tau Shatya hanya mencintai aku."
"Sebenarnya kamu kenapa Naura?"
"Dasar bodoh kamu berpura-pura polos dan mencoba mencuri Shatya dariku, tapi hari ini aku akan membuktikan padamu bahwa Shatya hanya mencintaiku dan hanya MENCINTAIKU..! Dia hanya akan memikuhku," ucap Naura serius dan menarik tangan Sofiah menuju batu karang yang tebing dan tinggi.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya sofiah perasaannya mulai merasa bahwa sesuatu yang tidak beres akan terjadi. Ia mulai merasa takut dengan gadis di hadapannya, kelihatan seperti seseorang yang sedang mengalami gangguan jiwa.
"Kita akan melompat dari sini, siapa yang diselamatkan Shatya maka sudah jelas orang itu yang sangat dia cintai," ucap Naura mengumpulkan semua keberanian-nya.
"Apa kamu sudah gila?" tanya sofiah panik dan ketakutan "Ayo pergi dari sini, Shatya mencari mu, dia hawatir padamu."
"Shatya tolong aku, Sofiah Ingin menjatuhkan ku dari sini," teriak Naura yang melihat kedatangan Shatya, mata Shatya terbelalak melihat peristiwa yang hendak terjadi saat itu dan berlari ke arah dua gadis itu dengan panik dan jantung yang berpacu lebih kencang, namun Naura telah lebih awal menarik tangan Sofiah hingga keduanya jatuh dari sana..
Langkah Shatya terhenti. "Nauraaaaaaa" teriaknya panik dan ikut menjatuhkan diri dari sana untuk menyelamatkan salah satu diantara mereka dan ternyata orang yang dia Selamatkan adalah Naura..
Saat tengah berjuang antara hidup dan mati Sofiah masih sempat melihat Shatya yang panik menyelamatkan Naura dan menggendong tubuh Naura Keluar dari air lalu membawanya pergi dari sana bahkan ia sama sekali tidak melihat kearah Sofiah yang sedang bertarung dengan maut mencoba menyelamatkan nyawanya sendiri. Air matanya menetes namun Sofiah berakhir menutup mata dan tidak sadarkan diri, tubuhnya terus masuk ke dalam air yang dalam, ia pasrah dengan keadaan yang saat ini menimpanya. Hatinya terasa sangat pedih. Mati saat itu juga baginya tak mengapa, lagi pula dia merasa sudah cukup melelahkan hidup seperti ini.