Fall In Love In Korea

Fall In Love In Korea
Part 45


Sofiah terbangun dari tidur panjangnya, Semalam setelah menyaksikan pemandangan antara Naura dan Shatya ia tak berani kembali ke apartemen Shatya dan menginap di rumah Eun Woo dimana Eun Woo memang hanya tinggal sendirian, orang tuanya tinggal di rumah neneknya. Ia masih salah paham dan berfikir ciuman semalam antara mereka terjadi karena mereka memang saling mencintai.


"Kau sudah bangun?" tanya Eun Woo dari luar kamar tepatnya di depan pintu sambil mengetuk pintu kamar pelan.


"Ya tunggu sebentar." Jawab Sofiah dan berjalan gontai membuka pintu. Ketika pintu terbuka dilihatnya Eun Woo tersenyum hangat padanya, Sofiah membalas senyuman tersebut.


"Aku membawakan mu makanan." kata Eun dengan mangkuk di tangannya.


"Waah Gomawo.." Sofiah tersenyum sambil menerima makanan yang dibawakan Eun Woo.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Eun menatap Sofiah. Mendengar pertanyaan Eun, Sofiah terdiam sejenak, perasaan sedih kembali menggerogoti hatinya. Namun ia ingin terlihat baik-baik saja dan mencoba tersenyum.


"Hmm aku baik-baik saja." Jawabnya.


"Apa kau sangat menyukai Shatya?" tanya Eun lagi.. Sofiah kembali terdiam. Namun kali ini dia tidak menjawab pertanyaan Eun Woo, ia masih tidak ingin membahas tentang Shatya.


"Aku akan memakannya," ucap sofiah membawa masuk makanannya ke dalam kamar. Namun Eun Woo ikut masuk mengikutinya.


"Ayo ke rumah Shatya." Pinta Eun.


"Mwoo? untuk apa ke sana?" tanya Sofiah.


"Mengambil barang-barang mu, bukankah besok kau akan pulang ke Indonesia?"


"Ahhh, jika Shatya bertanya bagaimana?"


"Katakan saja kau akan pindah ke apartemen lain, lagi pula bukankah kau ingin pamit secara langsung padanya?"


"Baiklah ayooo." Sofiah menyetujui ucapan Eun Woo.


*****


Sofiah dengan ragu masuk ke dalam apartemen Shatya, ketika pintu terbuka ia mengamati setiap ruangan disana. Tak ada siapapun mungkin mereka sedang keluar, fikir Sofiah. Kini ingatannya mulai kembali pada awal dimana Shatya membawanya ke apartemen ini..


Sofiah melanjutkan kembali perjalanannya Menuju kamar, kemudian ia teringat lagi dengan peristiwa dimana ia membohongi Shatya dengan adanya kecoak dan alhasil malah menciptakan kejadian yang tak terduga sehingga membuat Ryo yang datang membawa pakaian Sofiah waktu itu menjadi salah paham. Lagi-lagi Sofiah tersenyum kecil setelah mengingat peristiwa tersebut.


Sebelum masuk ke dalam kamarnya ia melihat pintu kamar Shatya yang tertutup rapat, teringat lagi waktu dimana ia merawat Shatya yang sedang sakit padahal Shatya sudah melarangnya untuk mendekat apalagi masuk ke kamar itu. Senyuman pun kembali terukir di wajah Sofiah, kali ini matanya meneteskan air mata..


"Jika berat kenapa harus pergi dengan cara seperti ini? bukankah kamu harus meminta penjelasan padanya?" tanya Eun Woo yang sedari tadi mengamati Sofiah, ia tak kuat melihat Sofiah sedih Seperti itu.


Sofiah tersenyum kecil. "Apa yang kulihat sudah cukup menjelaskan semuanya. Aku tak ingin menganggu hubungan mereka. Cukup bagiku mendoakannya agar dia bahagia."


"Baiklah, tapi aku harap kamu tidak akan menyesali keputusanmu," ucap Eun Woo khawatir.


"Aku tidak akan menyesal." Ucap Sofiah memantapkan hatinya. Ia pun masuk ke dalam kamar dan mulai merapikan barang-barang yang hendak ia bawa pulang.


Cukup lama, namun akhirnya Sofiah selesai mengatur barang-barangnya.. Ia juga meninggalkan handphone pemberian Shatya di atas meja kamar dengan sepucuk surat.


"Ayo kita pergi..," ucap Eun Woo pada Sofiah yang masih mengamati kamarnya.. ia bisa melihat Kim Soo Hyun yang tertawa diatas ranjangnya dan terus memanggilnya kakak ipar.. Melihat foto bertiganya dengan Shatya dan Ryo di wisata Lotte World, perasaan rindu ini tak bisa di tahannya.


"Sofiah.. Ayo kita pergi sebelum Shatya datang," ucap Eun Woo lagi.


"Hm baiklah...," ucap Sofiah dan merekapun meninggalkan apartemen Shatya.


Hanya Berselang beberapa menit setelah kepergian Sofiah dan Eun Woo, Shatya kembali ke apartemennya dalam keadaan mabuk berat. Semalaman ia menghabiskan waktu di bar untuk minum alkohol dan dengan susah payah Ryo membantunya masuk ke dalam kamarnya.


"Tuan mengapa anda begini?? anda yang merelakan nona Sofiah bersama Eun Woo namun pada akhirnya anda menderita seperti ini.." Ryo mengkhawatirkan tuan mudanya. "Anda bahkan melarang ku menemui nona Sofiah."


"Di mana Naura?" tanya Shatya pada Ryo, wajahnya merah karena dalam keadaan mabuk berat.


"Dia sudah pulang ke Indonesia pagi tadi, dia juga memintaku untuk menyampaikan permintaan maafnya pada anda tuan, dia juga bilang janji kalian sudah diputus sejak ia datang kesini. Ia mohon maaf karena hendak menjadikan Shatya pelampiasan setelah ia di kecewakan oleh kekasihnya." jawab Ryo. Shatya tertawa kecil mendengar jawaban Ryo dan menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur. Ryo merasa iba dengan apa yang terjadi pada tuannya, ia sungguh melihat sisi berbeda dari tuan mudanya tersebut.


Setelah tuannya tertidur pulas ia menyelimuti tubuh tuan mudanya tersebut dan pergi untuk menyelesaikan beberapa urusan yang diperintahkan oleh ayah Shatya.