Fall In Love In Korea

Fall In Love In Korea
Part 14


Pelajaran kursus bahasa korea hari ini akhirnya selesai. Sofiah merasa lega, ia tersenyum senang dan menyimpan kembali peralatan yang dia gunakan untuk menulis.


"Apa kau langsung pulang?" tanya Eun Woo setelah mereka berada di luar ruangan.


"Hmm ya." Jawab Sofiah.


"Apa kau tidak ingin makan Ttoeokbokki bersama? aku akan mentraktir mu," tanya Eun Woo. Sebelum menjawab Sofiah memandang ragu kepada Ryo namun Ryo menganggukkan kepalanya pertanda setuju membuat Sofiah merasa sangat senang.


"Hm ayo makan, aku pernah mendengar nama makanan itu di drama," ucap Sofiah tersenyum gembira, betapa ia terlihat sangat bersemangat.


"Drama?" tanya Eun Woo bingung.


***


"Woah apa ini?" tanya Sofiah Kagum. "Apa ini yang disebut Ttoeokbokki? kelihatannya sangat lezat." Tanya Sofiah setelah makanan itu dihidangkan di atas meja, Ryo dan Eun Woo hanya tertawa kecil dengan tingkah lucu Sofiah.



"Makanlah," pinta Eun Woo


"Tapi aku tidak bisa mengunakan sumpit," ucap Sofiah dengan wajah cemberut dan malu.


"Hahaha tidak apa-apa, kamu bisa memakannya dengan sendok," ucap Eun Woo dan meletakan sendok di atas makanan Sofiah.


"Gomawo," ucap Sofiah tersenyum lucu.


"Waahah sepertinya kau sudah mulai mahir ya," ucap Eun Woo yang disambut tawa kecil oleh Sofiah.


"Hahaha aku fikir aku benar-benar akan belajar selama 5 jam, tapi ternyata dia menipuku," ucap Sofiah saat mereka mulai melahap makanan Ttoeokbokki, Eun Woo mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Sofiah.


"Siapa?" tanya Eun Woo.


"Ahh chingu. Dia bilang aku akan belajar mulai pukul 10 pagi sampai jam 03 sore tapi ternyata Itu bohong aku hanya belajar selama 3 jam. Rupanya dia memang ingin mengerjai ku, aku bahkan tidak bisa tidur kerena berfikir keras apakah aku akan sanggup duduk selama 5 jam diruang kelas."


"Ah hhhha sepertinya dia memang ingin mengerjai mu." Tawa Eun pecah mendengar penjelasan Sofiah.


"Baiklah habiskan makananmu," ucap Eun Woo, sementara Ryo hanya duduk diam menikmati makanannya. Setengah jam kemudian kini mereka berada di luar rumah makan Setelah selesai menyantap Ttoeokbokki lezat makanan khas Korea Selatan tersebut.


"Aku ingin mencari pekerjaan tapi aku tidak bisa berbahasa korea," ucap Sofiah.


"Mau aku carikan pekerjaan?" tanya Eun Woo dengan tersenyum.


"Bagaimana caranya?" tanya Sofiah matanya berbinar.


"Ayo ikut aku." Eun Woo menarik tangan Sofiah meninggalkan rumah makan kecil itu dan masuk ke dalam mobil, Ryo mengikuti mereka dari belakang, mobil kembali melaju menuju suatu tempat.


***


"Waah kita dimana?" tanya Sofiah setelah menatap kagum sebuah restoran mewah di hadapannya.


"Siapa yang tidak mau bekerja di rumah makan mewah ini? tapi aku ragu pasti aku tidak akan diterima." mendengar ucapan Sofiah Eun Woo menarik tangannya masuk kedalam rumah makan tersebut membuat Sofiah kaget.


"Kita coba saja dulu, ini rumah makan khusus menyediakan makanan Indonesia. kebanyakan yang makan disini adalah warga Indonesia yg bekerja atau liburan disini, kudengar sebagian pegawai disini juga direkrut dari Indonesia." Eun menjelaskan.


"Wahh ini sangat menarik, ayooo"


keduanya segera memasuki ruangan administrasi.


"Permisi, aku dan temanku ingin melamar kerja disini, apakah ada lowongan untuk pekerja paruh waktu?" tanya Eun Woo pada pegawai di sana namun pegawai itu menatap aneh Kepada Eun Woo, mereka semua tau dia adalah anak dari pemilik restoran mewah tersebut.


"Tapi anda..," salah seorang pelayan mencoba bicara namun Eun Woo mengedipkan sebelah matanya pada pelayan tersebut dan membuat ia mengerti apa maksud Eun Woo.


"Ahhh ya, kami memang membutuhkan dua orang pekerja paruh waktu," jawab pegawai wanita itu setelah mendapat kode dari Eun Woo. "Jadi jika kalian memang berminat, mulai besok kalian bisa bekerja sebagai pegawai paruh waktu disini."


"Kita diterima?" Tanya Sofiah nampak kegirangan.


"Katanya kita diterima." jawab Eun Woo.


"Waaah ini benar-benar suatu keberuntungan, bagaimana bisa diterima bekerja dengan begitu mudahnya." Sofiah masih tidak percaya.


"Kau pasti sangat senang bukan?" tanya Eun Woo sambil tersenyum.


"Tentu saja.. tapi, kenapa kau juga melamar pekerjaan?" tanya Sofiah bingung.


"Yaa aku juga ingin bekerja Paruh Waktu agar bisa membantumu, kau kan belum bisa bahasa Korea."


"Waaaw kamu benar-benar malaikat," Puji Sofiah, Sekali lagi Eun hanya bisa tertawa.


"Mulai besok kita bisa bekerja" jawab Eun Woo.


"Yaa, kamu benar-benar keberuntunganku," ucap Sofiah kegirangan sampai tanpa sadar memeluk Eun Woo, Ryo terbelalak menatap kejadian itu sementara Eun Woo kaget dengan respon Sofiah yang tiba-tiba memeluknya.


"Ekhm kau pasti sangat senang." Eun Woo berdehem kecil. Sofiah menyadari perbuatannya dan langsung melepas pelukannya.


"Maaf sepertinya responku terlalu berlebihan," ucap Sofiah merasa malu.


"Tidak apa-apa, itu memang sering terjadi ketika seseorang merasa sangat senang," ucap Eun Woo, lagi-lagi dengan senyuman manisnya.


"Ya ampuuun orang ini seperti malaikat, dia selalu menyertai ucapannya dengan senyuman." Batin Sofiah.


"Untuk merayakan kebahagiaan hari ini karena telah mendapat pekerjaan, ayo jalan-jalan dan bersenang-senang," ajak Eun Woo


"Ayoook," ucap Sofiah dengan semangat, Ryo hanya pasrah saja dan mengikuti mereka berdua. Akhirnya mereka pergi menikmati kebahagiaan hari itu, Sofiah tidak merasa sendiri lagi, merasa punya teman yang bisa diajak bicara. Dia merasa sangat bahagia..


*Tuhan selalu membalas sesuatu dengan luar biasa setelah memberikan ujian yang berat, ia mengganti air mata dengan senyuman dan memberi sedikit peringatan berupa sedikit kesedihan ketika seseorang terlalu bahagia dan melupakannya* Sofiah ~