
Pagi Yang begitu cerah di kota Seol, semua orang kembali melakukan aktifitas seperti biasanya, mereka nampak sibuk dengan urusannya masing-masing, tak terasa dua tahun begitu cepat berlalu meninggalkan banyak kenangan dimasa lalu. Dan hari itu juga merupakan hari yang bahagia sekaligus mendebarkan bagi seorang CEO tampan yang sudah bekerja di perusahaan selama beberapa bulan. Penampilannya semakin rapi, bersih dengan setelan jas berwarna hitam yang semakin membuatnya nampak gagah, dewasa dan tentu saja sangat tampan.
"Permisi pak Shatya, mobil anda sudah siap," ucap salah satu pegawai di kantornya.
"Baiklah terimakasih," ucap Shatya dan berjalan meninggalkan ruangan kantor menuju garasi mobil.
"Selamat siang tuan muda, anda semakin tampan saja." Sapa Ryo ditambah dengan sedikit candaan, Ryo sudah menunggu Shatya di garasi mobil untuk menjemputnya.
"Aku tau, sekarang antar aku ke rumah, aku ingin bicara dengan ayah dan ibu." Ucap Shatya menjawab pujian dari Rio seperti biasanya lalu masuk ke dalam mobil yang sudah dibuka kan pintunya oleh Ryo.
"Baik tuan." Jawab Ryo dan segera mengendarai mobil menuju rumah Shatya.
Tak lama Shatya tiba di rumahnya, ia masuk ke dalam dan mendapati kedua orang tuanya tengah mengobrol di ruang tamu..
"Siang pa, siang bu.." Sapa Shatya dan berjalan mendekati ke dua orang tuanya tersebut.
"Pagi sayang," jawab ibunya sambil tersenyum memandang putranya yang hendak duduk di sofa.
"Soo Hyun mana bu?" tanya Shatya.
"Aaah dia sedang pergi bersama temannya pergi menonton konser idolanya yaitu EXO. Dia sangat menyukai Park Chanyeol katanya tampan, multi talenta dan sangat humoris, aku sampai hafal karena setiap hari dia hanya membicarakan mereka."
"Dasar anak nakal itu, rupanya dia penggemar Exo."
"Tapi tumben kamu pulang.?" tanya ibunya merasa heran.
"Aku kan sudah sering pulang ke rumah bu.." jawab Shatya.
"Iya eomma tau tapi kan nggak setiap hari," ucap ibunya berharap putranya akan segera tinggal di rumah bersama mereka, belum Shatya menjawab perkataan ibunya sudah disambut tawa oleh ayahnya.
"Hahahaha sudah-sudah, sebenarnya ada apa nak katamu ingin membicarakan sesuatu..?"
"Ayah, ibu.. Aku rasa kini sudah saatnya aku pergi ke Indonesia."
"Hmmm kau yakin?" tanya Ayahnya.
"Iya ayah, aku sudah menunggu sangat lama waktu yang baik ini." Jawab Shatya dengan pasti.
"Aku yakin Ayah, tapi jika memang dia sudah punya kekasih maka aku akan mendoakan kebahagiaannya dan setidaknya aku ingin memastikan bahwa dia baik-baik saja dan bahagia dengan pasangannya itu, jika dia tidak bahagia tentu saja aku harus menculiknya dari suaminya dan membawanya hidup bahagia Disni."
Ibunya tertawa mendengar ucapan Shatya, begitu juga dengan ayahnya. Ia juga sudah tidak punya alasan menahan putranya untuk mengejar wanita yang dia cintai.
"Hmm baiklah Nak, pergilah. Jika dia belum punya pasangan maka bawalah calon menantuku itu ke rumah kita.." Ucap ayahnya sambil tersenyum merasa bersalah pada putranya atas perilakunya dulu terhadap dirinya dan Sofiah.
"Ayah.." Shatya berdiri mendekati ayahnya dan memeluk pria sebaya tersebut, ayahnya mengusap-usap punggung putra kesayangannya yang begitu ia cintai. Sementara ibu tirinya merasa terharu melihat keakraban antara ayah dan anak tersebut sehingga hati nuraninya bersyukur kepada tuhan dan tanpa sadar air matanya menetes.
"Terimakasih tuhan, engkau telah mengembalikan keluargaku, sudah dua tahun kami hidup bahagia dan rukun. keluargaku terasa sangat sempurna. Semoga engkau selalu menjaga kerukunan kami."
"Bagaimana menurut ibu?" Shatya meminta pendapat ibunya.
"Kau seharusnya tidak perlu bertanya padaku karena kau sangat tahu betul bahwa aku akan selalu mendukung setiap keputusanmu, pergilah dan kau harus membawa kembali calon menantu rumah ini. Jika tidak membawanya kembali maka aku dan Kim So Hyun adikmu pasti akan merasa sangat kesal padamu." Jawab ibunya dengan senyuman.
"Terimakasih ibu.." Ucap Shatya dan pergi memeluk ibunya. Sang ibu menepuk-nepuk pundak Shatya penuh kasih sayang.
"Kapan kau pergi Nak?" tanya Ayahnya.
"Aku sudah mempersiapkan semuanya, nanti aku akan membicarakan kembali dengan A
Ayah dan ibu jika sudah waktunya aku pergi.."
"Kau pasti sudah menunggu lama membicarakan ini.."
"Ya hari ini aku senang sekaligus berdebar karena akan membahas kembali cerita ini.." jawab Shatya. "Dan sekarang aku bahagia karena ayah dan ibu merestui ku.."
"Sekarang kau telah menjadi pengusaha sukses, Semua impian ayah tentangmu tidak sia-sia karena kau telah mewujudkan nya. Untuk itulah aku akan selalu mendukung keputusanmu, aku akan selalu bangga padamu.."
"Terima kasih ayah." Ucap Shatya tersenyum haru, merekapun kembali berbincang-bincang santai dengan penuh tawa bahagia sambil menikmati jus segar yang dibawakan oleh seorang pelayan di rumahnya.
****
Seperti kata pepatah Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.
kini Shatya telah menjadi pengusaha sukses membuat bisnis warisan ayahnya semakin meningkat dan di segani, itu berkat semua usaha dan kesungguhannya karena cita-cita sederhana yang ingin menjadi suami sekaligus ayah yang membanggakan istri dan anak-anaknya kelak.