
Pukul 09.30 pagi Sofiah sudah siap berangkat untuk mengikuti kursus bahasa Korea, ia terlihat sederhana dengan pakaian yang ia kenakan sangat cocok dengan wajah cantik versi Indonesianya.
"Selama disana kamu akan ditemani Ryo jadi jangan membuatnya pusing mengurus mu," ucap Shatya pada Sofiah sebelum Sofiah masuk ke dalam mobil.
"Hmm tidak akan, aku sangat tau diri kok," kata Sofiah sambil tersenyum.
"Baguslah jika kamu masih tau diri. Sekarang pergilah,"ucap Shatya.
"Ya dadahhhh," ucap Sofiah dan masuk ke mobil lalu melambaikan tangannya kepada Shatya dari jendela mobil.
"Apa-apaan itu, apa dia fikir dia akan pergi bersenang-senang?" tanya Shatya, mobil itu akhirnya melaju meninggalkan Shatya yang sebentar lagi akan pergi ke kampus. Setelah mobil itu tidak nampak lagi iapun masuk untuk bersiap-siap namun sesuatu yang aneh nampak diwajahnya, ya wajahnya tersenyum kecil membayangkan tingkah Sofiah yang tersenyum kepadanya sambil melambaikan tangan, namun senyum itu berubah menjadi ekspresi bingung, bertanya-tanya mengapa dia tersenyum.
Tak butuh Waktu lama akhirnya mereka tiba di tempat kursus bahasa Korea. Sofiah turun dari mobil dengan semangat berharap ini akan menjadi awal baru bagi dirinya di Korea. Namun dibalik rasa semangatnya Ia juga merasa gugup dan takut.
"Jangan khawatir Nona, anda hanya akan mengikuti kursus dan bukannya ikut perang," kata Ryo yang bisa memahami ekspresi wajah Sofiah.
"Hm kamu benar, aku pasti bisa." Ucap Sofiah sambil menarik nafas dalam dan melepaskannya dengan cepat.
"Ayo masuk aku akan mengantarmu sampai depan kelas," pinta Ryo. Merekapun berjalan bersama menuju ruang kelas. Setibanya di sana Sofiah masuk ke dalam ruangan dan Ryo menunggu di depan pintu. Ada sekitar dua puluhan orang di dalam dan rata-rata memang dari Indonesia.
"Hallo!" Sofiah mencoba menyapa orang di sana saat hendak ke tempat duduk namun tak ada yang membalas sapaannya semua orang nampak sibuk. Ia menarik nafas dalam terasa sedikit kecewa dan malu namun ia kembali fokus dan tidak perduli.
"Selamat datang, semoga pelajarannya akan menyenangkan." Sapa seorang lelaki yang duduk disampingnya dengan tersenyum ramah. Sofiah melirik keasal suara itu.
"Terimakasih," jawabnya.
"Sama-sama.. Chingu." Jawab lelaki tersebut.
"Chingu?" tanya Sofiah tak mengerti membuat laki-laki tampan itu tertawa kecil.
"Ya artinya teman." Jawab lelaki itu sambil tersenyum kecil.
"Aaaaah, chingu." Sofiah mengulangi kata Chingu tersebut.
"Kau pasti baru di sini sehingga tidak tau Kata-kata sederhana seperti itu."
"Tidak apa-apa, lagipula sekarang kamu akan belajar," ucap pria itu tersenyum manis menyemangati. Sofiah membalas senyuman manis itu pertanda setuju dengan ucapannya.
"Nama kamu siapa?" tanya Sofiah.
"Ah aku lupa memperkenalkan diriku rupanya," ucap laki-laki tampan itu sambil tersenyum. "Namaku Eun woo."
"Waah ini pertama kalinya aku tau jika Orang indonesia juga punya nama seperti namanya orang Korea. Nama yang sangat sulit aku ingat dan juga aku sebut," ucap Sofiah sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal. Eun Woo tertawa mendengar ucapan Sofiah.
"Ayah dan ibuku memang berasal dari korea, namun setelah menikah mereka memutuskan untuk tinggal di Indonesia karena ibuku langsung jatuh cinta dengan negara itu saat berlibur disana, akhirnya mereka membangun bisnis mereka disana. Jadilah aku terlahir disana, tumbuh dan besar disana tapi kami selalu berkunjung kesini setiap natal dan akhir tahun dan karena orang tuaku berasal dari Korea maka namaku juga seperti ini." Eun Woo menjelaskan sedikit tentang asal-usul dari namanya.
"Lalu kenapa sekarang disini?" tanya Sofiah, Eun woo masih menjawab dengan senyuman.
"Itu karana nenek mulai sakit-sakitan, Ia tidak bisa melakukan berbagai macam hal lagi sendirian. Dia juga hanya punya satu orang anak yaitu ayahku, jadi kedua orang tuaku memutuskan untuk kembali ke Korea dan merawatnya, mereka juga memutuskan untuk menetap kembali di sini."
"Ahhh jadi begitu rupanya," gumam Sofiah.
"Tapi apa kamu tidak bisa bahasa Korea? bukankah kedua orang tuamu dari Korea juga? kau kan sering berkunjung kesini? kenapa masih mengikuti kursus bahasa Korea?" tanya Sofiah bertubi-tubi.
"Hahaha kau benar. Aku memang sudah fasih bahasa Korea, aku datang ke sini bukan untuk belajar bahasa Korea."
"lalu?" tanya Sofiah bingung.
"Sudah setahun lebih aku di sini, pergi ke kampus dan banyak tempat, namun kemarin aku baru tau jika disini ada tempat kursus bahasa Korea bagi orang-orang Indonesia, aku penasaran dan ingin melihat wajah-wajah orang Indonesia dan berbicara dengan bahasa ini lagi, jadi aku datang kesini, dan benar saja aku bertemu teman yaitu kamu."
"Woaah aku tidak mengerti dengan jalan pikiran mu, sepertinya lebih aneh dari jalan pikiran ku."
"Hahaha, untuk itulah kita harus menjadi Chingu agar kamu bisa mengerti jalan pikiran ku," Ucap Eun Bercanda.
"Baiklah hari ini kita Chingu," ucap Sofiah sambil tersenyum yang dibalas senyum juga oleh Eun Woo. Mereka terus mengobrol dan mulai merasa akrab sampai akhirnya Seorang pria sebaya yang kira-kira berusia 40-an masuk untuk memulai pelajarannya hari ini.
Sofiah sibuk memperhatikan pelajaran sementara Eun Woo sibuk memperhatikan hal-hal konyol yang dilakukan Sofiah saat menerima materi, kesibukannya dalam mengucap kata kadang membuat Eun Woo tertawa kecil namun juga ikut membantunya.