Fall In Love In Korea

Fall In Love In Korea
Part 30


Shatya dan Sofiah nampak semangat melayani para tamu namun dibalik semangatnya Shatya mendengar suara pertengkaran dimeja pelanggan. Disana nampak gadis-gadis sekitar empat orang mengenakan seragam sekolah SMA.


"Apa kau gila!! hei kau itu adik kelasku, ayahmu seorang presdir tapi kau bilang tidak bawa kartu ATM?? kau mempermainkan kami? selama ini kau selalu bersembunyi di balik bodyguard sialan itu, tapi sekarang aku senang kau sendirian. Aku bisa balas dendam padamu Karna sudah melaporkanku pada guru BP bahwa aku merokok di sekolah."


"Memangnya kenapa? aku melakukan itu karena aku adalah anggota osis dan meskipun kau seniorku aku harus tetap melaporkanmu karena tanggungjawab ku sebagai anggota osis." Jawab gadis itu lantang membantah seniornya.


"AISSSSH DASAR GADIS SIALAN..!!" Bentak seniornya dan hendak menampar gadis itu namun Shatya berhasil menangkap pergelangan tangannya.


"Apa yang kau lakukan? siapa kau??" tanya gadis itu gugup, Sementara teman-temannya terdiam mengagumi ketampanan Shatya..


"Aku kakaknya. KAKAKNYA!!" jawab Shatya menatap tajam gadis itu. Kim soo Hyun mendengar kata kakak langsung membuka matanya untuk melihat siapa orang yang mengaku sebagai kakaknya itu.


"Kakak..," gumam Kim Soo Hyun setelah melihat wajah Shatya, matanya berkaca-kaca tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Gwanchanayeo?" tanya Shatya pada Kim Soo Hyun, ia terlihat nampak hawatir dan perduli.


"Ne gwanchanayeo," jawab kim Soo Hyun terharu dan ingin menangis.


Tangan Shatya masih mencekam tangan senior Soo Hyun, menatapnya tajam Sementara gadis itu gugup dan ketakutan, ia mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Shatya namun Shatya terlanjur kuat memegang tangannya.


"Beraninya kau mencoba menyakiti adikku!! di tempat umum seperti ini?? di rumah kami selalu memanjakan dia, menjaga dia dan kau bahkan bukan siapa-siapanya namun ingin menyakitinya?? seharusnya sebelum melakukan ini kau tau risiko apa nanti yang akan kau alami jika sesuatu terjadi pada gadis kesayangan kami di rumah??" ucap Shatya dingin, Soo Hyun sangat terharu ia merasa benar-benar memiliki seorang kakak.


"Mianne, kami hanya bermain-main, iya kan Soo Hyun??" Gadis itu melirik ke arah So Hyun berharap Soo Hyun akan mendengarkannya, wajahnya nampak pucat, namun tak ada jawaban dari Kim Soo Hyun, sebaliknya So Hyun hanya menatapnya kesal.


"Pergi dari sini dan jangan pernah mengganggunya lagi atau kau akan berakhir di penjara dan bukannya di ruang BP mengerti??" ancam Shatya.


"Ya ya aku mengerti. Maafkan aku, tolong! Kami janji tidak akan mengganggunya lagi." ucap gadis itu ketakutan dan mulai menangis.


"Baiklah sekarang pergilah." Ucap Shatya dan melepaskan tangan gadis itu dengan kasar. Iapun segera beranjak pergi dari restoran diikuti kedua temannya. Sofiah menatap kedua kakak beradik itu dari jauh.


"Kau sungguh tidak apa-apa?" tanya Shatya memastikan apakah Kim Soo Hyun baik-baik saja.


"Oppa..," gumam Soo Hyun menangis dan langsung memeluk Shatya, yidak seperti sebelumnya Shatya nampak dingin waktu itu ketika kim Soo Hyun memeluknya kini ia nampak ramah dan mencoba menenangkan adiknya..


"Tenanglah tidak apa-apa sekarang," hibur Shatya pada Kim Soo Hyun. Melihat pemandangan itu Sofiah rasanya ingin menangis.


"Aku tau kamu adalah pria dingin namun hatimu sangat lembut." Batin Sofiah.


Shatya meminta Kim Soo Hyun duduk tenang disana menunggu kakaknya selesai bekerja.


*****


Kini mereka duduk bertiga. Shatya, Sofiah dan Kim Soo Hyun di sofa ruang tamu apartemen Shatya.


"Aku.., lari dan bersembunyi dari mereka, aku benci mereka selalu mengikuti aku kemana-mana, rasanya hidupku menjadi tidak normal, aku ingin seperti anak-anak lain yang bebas." Jawab Kim Soo Hyun menceritakan kekesalannya.


"Berikan Handphonemu," ucap Shatya, meski agak bingung Kim Soo Hyun menyerahkan Handphonenya pada Shatya. Ternyata Shatya hanya menyalin nomor ponsel Kim Soo Hyun dan menelponnya. Setelah terhubung dia langsung memutuskan panggilan.


"Telepon aku jika kau ingin jalan-jalan tanpa bodyguard yang menjengkelkan mu itu, hubungi aku jika terjadi sesuatu," ucap Shatya dan menyerahkan kembali Handphone Soo Hyun. Soo Hyun merasa sangat senang dan terharu air matanya ingin menetes, hal yang sama juga di rasakan Sofiah.


"Sekarang pulanglah, aku sudah meminta Ryo menjemputmu."


"Tapi.., bolehkah aku menginap disini malam ini saja??" pinta Kim Soo Hyun memohon.


"Mwoo? tidak, ayah dan ibumu nanti akan mencari mu." Shatya tak mengizinkan.


"Tidak kok, aku sudah kirim pesan pada ibu bahwa aku berada di rumah kakak dan akan menginap disini dan ibu sangat senang dia mengijinkan aku menginap disini malam ini."


"Hahhhh.. Baiklah." dengan terpaksa Shatya memberi izin, Sofiah dan Soo Hyun tersenyum senang.


"kau tidur di kamar kakak," ucap Shatya.


"Kakak..," So Hyun mengulang kata Kakak yang di kontrakan Shatya, ia merasa masih bermimpi dan tidak percaya, kakaknya sudah berubah dan mau menerimanya.


"Tentu saja aku kakakmu,"


"Kamsahabnida oppa." Ucap Soo Hyun menangis ia sangat merasa terharu akhirnya kakaknya mau mengakuinya.


"Sudahlah pergilah tidur kita tidak syuting drama sekarang," ucap Shatya merasa malu namun masih bersikap Cool.


"Kakak tidur di kamar kakak saja aku akan tidur di kamar dengan kakak ipar," ucap Soo Hyun yang berhasil membuat Sofiah dan Shatya melotot padanya.


"Siapa yang mengajarimu mengatakan kata-kata itu?" Tanya Shatya merasa geli.


"Heheh aku sendiri." Jawab Soo Hyun sambil tertawa cekikikan.


"Ayolah kita pergi ke kamar," ucap Sofiah menyudahi percakapan dan menarik Soo Hyun ke kamar, mereka berjalan menaiki tangga sambil ngobrol dan bercanda.


Shatya menatap kepergian mereka sambil Bergumam kecil.


"Sejak kapan mereka berdua menjadi sangat akrab seperti itu???" tanyanya pada diri sendiri.


****


Waktu dan cinta bisa membuat banyak perubahan besar dalam hidup seseorang..