Fall In Love In Korea

Fall In Love In Korea
Part 11


"Ayo pergi ke rumah hantu," ajak Sofiah penuh semangat, mendengar kata hantu Shatya langsung melotot kaget rahasia kecilnya sepertinya akan terungkap disini.


"Sebaiknya tidak. Tuan Shatya tak...," belum sempat Ryo menyelesaikan perkataannya, Shatya langsung menginjak kakinya membuat ia menahan kata-katanya dan juga membuat Sofiah bingung. Shatya berdehem kecil dan mengumpulkan semua nyalinya.


"Baiklah ayo pergi!" mendengar itu seketika mata Ryo terbelalak tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut tuannya, selama ini ia tahu betul bahwa tuannya sangat takut dengan hantu.


"Ayooo." Sofiah langsung menarik tangan Shatya yang diikuti oleh Ryo dari belakang.


Di dalam rumah hantu, seperti yang sudah dibayangkan Ryo hal Ini pasti akan terjadi, yaitu dimana tuan mudanya dan Sofiah membuatnya pusing dan malu. Bagaimana tidak, setiap kali bertemu hantu Sofiah dan Shatya sama-sama berteriak dan menutup mata mereka bahkan sesekali Shatya memeluk Ryo karena ketakutan dan Sofiah bersembunyi dibalik badan Ryo atau Shatya.


"Arggggh," teriak Shatya ketika melihat hantu anak kecil, ia langsung menutup matanya dan juga tanpa sengaja ia menginjak kaki Ryo, begitu juga dengan Sofiah tanpa sadar menarik rambut Ryo. Akhirnya Ryo yang kakinya terinjak oleh sepatu Shatya dan rambutnya ditarik terlalu kuat oleh Sofiah ikut berteriak bukan karena takut tapi karena Merasa kesakitan. Dan alhasil teriakan Ryo berhasil membuat Shatya dan Sofiah diam seketika dan memandang perlahan kearah Ryo, terasa aneh bagi Shatya dan Sofiah karena sejak tadi Ryo hanya diam saja namun tiba-tiba kali ini berteriak.


"Okeyy stooop!" ucap Ryo dengan suara tinggi ia sudah sangat frustasi dengan kedua orang disampingnya.


"kenapa kamu tiba-tiba berteriak? apa kamu juga akhirnya ketakutan?" tanya Sofiah dan Shatya bersamaan.


"Apa kalian tidak tau? kalian hampir saja membunuhku!" jawab Ryo dan memandang sendu pada kaki serta rambutnya yang sedang teraniaya, Shatya dan Sofiah menyadari apa yang mereka lakukan dan langsung menarik kembali kaki serta tangan mereka yang sudah menyiksa kaki dan rambut Ryo. Ryo menarik nafas dalam namun belum sempat ia menghembuskan nafasnya tiba-tiba..


"Arggggggh" teriak Shatya dan Sofiah ketika hantu wanita muncul tiba-tiba dan "Braak" sambil berteriak Sofiah menendang tubuh Shatya sehingga laki-laki tampan itu jatuh bersujud tepat di depan hantu wanita tersebut.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Ryo kaget dan syook ketika melihat Sofiah menendang Shatya.


"Biarkan saja dia dimakan hantu itu, lagi pula dengan begitu aku tidak perlu membayar hutang lagi. Ya kan? " jawab Sofiah spontan karena ketakutan nafasnya terengah-engah sementara Ryo lebih syok lagi mendengar Jawabannya Sofiah.


"Bagaimana mungkin kamu masih bercanda di situasi seperti ini??" gumam Ryo merasa sangat frustasi sambil menatap iba Kepada tuan mudanya, sementara Shatya masih dengan posisi bersujud mencoba mengangkat wajahnya keatas dan "Whuaaaaaaa" teriaknya ketakutan setelah melihat wajah jelek hantu itu tepat di depannya sehingga tanpa sengaja ia menarik rambut panjang milik hantu tersebut dan membuat rambut palsu itu terlepas dari kepala sihantu, menyadari rambut palsu yang digunakan hantu itu terlepas hantu palsu pun akhirnya ikut berteriak, dan ketika melihat kepala botak si hantu membuat sofiah juga ikut berteriak.


"Aarrrrrrrrg Sial!!" teriak Ryo yang hampir pingsan dan hampir kehilangan kewarasannya akibat teriakan tiga orang tersebut. Dengan segera ia menarik tangan tuan mudanya serta Sofiah dan menyeret mereka keluar dari Rumah hantu dengan susah payah. Setelah berada di luar rumah hantu mereka masih mengatur pernafasan masing-masing yang sudah tidak karuan.


"Waaah sepertinya anda benar-benar kehilangan harga dirimu sebagai laki-laki di dalam rumah hantu itu tuan," ucap Ryo nafasnya masih tersengal.


"Yaa aku tau. Itu benar-benar memalukan. Tapi sebenarnya aku tidak takut hantu hanya saja aku takut dengan wajah jelek mereka." Kata Shatya yang juga masih dengan nafas agak tersengal sementara Sofiah dengan nafas yang juga masih tak karuan tiba-tiba tertawa kecil.


"Hei jaga bicaramu ya, atau aku akan menendang mu keluar dari rumahku." Ancam Shatya merasa harga dirinya tengah di injak-injak.


"Hmm ya ya, aku hanya bercanda kok."


"Jangan menceritakan kisah ini pada siapapun."


"Yaaaaaa baiklah, aku tidak akan menceritakannya pada siapapun tapi ada syaratnya."


"Apa?" tanya Shatya menatap dengan tatapan kesal, rawut wajahnya menggambarkan kecurigaan pada Sofiah, namun dengan tersenyum kecil Sofiah berkata.


"Jangan masukan pengeluaran atau biaya liburan hari ini ke dalam catatan hutangku. ya?" ucapnya sambil tersenyum nakal.


"Haiiis dasar gadis penipu," gerutu Shatya.


"Hmm baiklah jika tidak mau..."


"Hmm Baiklah." Shatya akhirnya mengalah, Ia kemudian tersenyum simpul dan segera melanjutkan perjalanan untuk menyembunyikan wajahnya yang tersenyum itu dari Sofiah dan Ryo.


"Sekarang ayo makan di pasar jajan aku sering melihatnya di drama korea, ada banyak para penjual makanan atau aksesoris berbaris rapi di tepi jalan atau di depan toko," ucap Sofiah masih semangat.


"Berbaris rapi?" tanya Shatya sembari mengerutkan keningnya ๐Ÿคจ


"Hmm ya." Jawab Sofiah menganggukkan kepalanya.


"Dasar, Otak kecilmu itu sepertinya hanya dipenuhi dengan Hal-hal konyol dalam drama. Pergi saja sana sendiri, sekalian ikut berbaris rapi dengan mereka," celoteh Shatya membuat Sofiah kesal dan memilih melanjutkan perjalanan dengan wajah yang di tekuk kesal.๐Ÿ˜’


"Pria brengsek ini sangat menjengkelkan." Batin Sofiah.