
Shatya Sudah selesai membersihkan diri dan turun kelantai bawah tepatnya di ruang tamu, dilihatnya jam menunjukan pukul 07.00 pagi.
"Mengapa mereka belum turun juga? apa yang sedang mereka lakukan?" Shatya bertanya pada diri sendiri dan duduk di sofa. Tak lama terdengar suara Kim Soo Hyun dan Sofiah menuruni anak tangga.
"Oppa aku lapar," kata Soo Hyun dengan manja pada Shatya saat mereka sudah duduk bersama di sofa ruang tamu.
"Masaklah sendiri, bukankah harusnya aku yang bilang begitu pada para wanita.?" Protes Shatya.
"Tapi aku tidak bisa memasak, bagaimana denganmu kakak ipar?" Kim Soo Hyun melihat kearah Sofiah.
"Rupanya kita sama saja Soo Hyun," jawab Sofiah dengan raut wajah memelas.
"Haruskah kita pesan makanan?" tanya Soo Hyun memberi saran.
"Tidak perlu, aku akan memasak untuk kalian." Shatya akhirnya mengalah. Sofiah dan Soo Hyun langsung menatap kearah Shatyam
"Benarkah?" tanya Sofiah dan Soo Hyun barengan mereka menatap tidak percaya pada Shatya.
"Hei ada apa dengan tatapan kalian itu, sekarang duduklah yang manis okey, dan perhatikan aku yang akan memasak dengan keren." Shatya menyombongkan diri.
Sofiah dan Soo Hyun saling memandang dan kemudian tertawa kecil.
"Baiklah, kita lihat akan seperti apa rasanya," ucap Soo Hyun. Ia merasa sangat senang bisa bercanda dan berbicara santai dengan kakaknya Seperti ini..
"Baiklah." Shatya berjalan ke dapur untuk menyiapkan alat dan bahan untuk memasak. Sofiah dan Soo Hyun hanya menyaksikan apa yang dilakukan Shatya, kadang mereka tertawa melihat aksi Shatya bahkan setelah Shatya memakai celemek untuk memasak ia terlihat sangat lucu namun lumayan keren.
"Jangan mentertawakan aku ya, nanti makanan ini akan mirip wajah jelek kalian ketika tertawa, " ledek Shatya dan tertawa kecil.
"Mwo? kakak kaulah yang jelek iyakan kakak ipar?" balas Soo Hyun yang disetujui oleh Sofiah.
"Ya mirip telur dadar yang sedang dia buat," ucap Sofiah yang langsung disambut tawa lepas oleh Soo Hyun.
"Awas saja kalian ya," ucap Shatya masih fokus dengan masakannya. Sementara Sofiah dan Soo Hyun masih saja mengganggunya, akhirnya suasana menjadi cair, mereka bercanda dan tertawa bahagia..
"Aku bahagia memiliki kalian, sangat bahagia..," gumam sofiah merasa terharu sambil memandang Shatya yang tengah diganggu oleh adiknya Kim soo Hyun dan tertawa bersama.
"Makanannya bisa hangus Soo Hyun, berhenti menggangguku," ucap Shatya dan langsung tertawa geli ketika Soo Hyun menggelitik pinggangnya.
"Tidak akan, aku tidak akan membiarkan kakak berhasil memasak." Goda Soo Hyun sambil tertawa.
Sofiah masih memandang mereka dengan tawa, ia merasa bersyukur melihat susana damai saat ini..
"Baiklah kakak ipar, kakak Shatya kali ini berkat kakak ipar kau selamat ucapkan terimakasih padanya nanti." Bisik Soo Hyun pada Shatya. Mereka benar-benar menjadi sangat akrab.
"Dasar gadis nakal." Ucal Shatya dan tersenyum tipis, ia masih sibuk dengan masakannya.. Sofiah dan Soo Hyun sudah menunggu di meja makan.
Beberapa menit kemudian Shatya sudah selesai dengan masakannya..
"Makanan siap..," ucap Shatya sambil meletakkan makanan di atas meja lalu duduk bersama mereka.
"Wooah apakah ini lezat..?" tanya Soo Hyun meragukan kemampuan memasak kakaknya.
"Ayo kita coba bersama, sejak awal aku tidak pernah gagal dalam hal memasak." Puji Shatya merasa bangga dengan diri sendiri. Mereka pun mulai menyantap makanan buatan Shatya.
"Wooah ini sangat lezat.." Ucap Soo Hyun dan Sofiah.
"Sudah ku bilang kan aku ini sangat keren.." Shatya menyombongkan diri lagi.
"Waah kakak kau memang sungguh keren. Aku bangga padamu," ucap Soo Hyun, Sofiah tertawa mendengar ucapannya.
"Tentu saja. Ayo makanlah sebelum makanannya tidak ingin dimakan oleh kalian," ucap Shatya bercanda, mereka hanya tertawa dan kembali menikmati makanan malam itu dengan nikmat dan damai.
Sesudah sarapan mereka bertiga duduk sambil menonton Tv. Namun karena sudah terlalu lama Kim Soo Hyun merasa ngantuk dan tertidur dengan sendirinya di sofa. Kini tinggallah Shatya dan Sofiah yang masih bertahan menonton film Crash Landing On You drama Korea yang sedang populer saat itu. Namun tengah asyiknya menonton tiba-tiba listrik padam membuat Sofiah ketakutan dan berlari mendekat ke arah Shatya.
"Kau baik-baik saja?" tanya Shatya. Ia bisa merasakan Sofiah yang ketakutan berdiri dekat disampingnya.
"Entahlah kita harus mencari lilin." Jawab Sofiah. Tanpa sadar Shatya sudah menarik tangan Sofiah ke pelukannya membuat Sofiah terkejut. Shatya mendekatkan wajahnya ke wajah Sofiah, sudah sangat dekat sehingga jantung keduanya berdetak kencang namun tiba-tiba listrik menyala kembali Shatya segera menghindar dari Sofiah begitupun Sofiah mereka merasa saling salah tingkah satu sama lain.
"Aku akan menggendong Kim Soo hyun ke kamar," ucap Shatya masih salah tingkah.
"Em baiklah." Jawab Sofiah tidak berani menatap ke arah Shatya.
Shatya pun menggendong tubuh Kim Soo Hyun menuju kamar Sofiah dan tiba disana dia meletakan tubuh itu di atas ranjang, Sofiah segera menyelimutinya.
"Aku juga akan pergi tidur." Pamit Shatya yang di Jawab dengan anggukan kepala oleh Sofiah dan ia pun keluar dari kamar Sofiah.
Di dalam kamarnya Shatya tersenyum mengingat kebahagian mereka malam ini, rasanya sudah lama sekali ia tak merasakan kebahagiaan seperti ini. Kehadiran Sofiah banyak merubah hal-hal yang telah hilang Kembali lagi ke kehidupan Shatya.
****
Berada di dekat orang-orang yang tulus menyayangimu akan membuatmu merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.