Fall In Love In Korea

Fall In Love In Korea
Part 51


Sofiah sibuk melayani para pelanggan di rumah makan tersebut, namun karena masih kepikiran akan kejadian pagi tadi tanpa sengaja ia menumpahkan jus mangga ke baju salah seorang pelanggan sehingga membuat orang tersebut marah.


"Apa-apaan kau??" Kata Orang itu marah.


"Maaf pak, maaf saya tidak sengaja." Kata Sofiah panik dan sangat menyesal.


"Dasar wanita kurang ajar, apa yang ada dibenak mu sehingga melakukan ini?APA KAU SUDAH GILA? JIKA TIDAK BISA BEKERJA YA JANGAN BEKERJA!" pria itu semakin kesal.


"Maaf pak saya tidak sengaja.." Sofiah mulai panik dan takut.


"Kalau begitu ganti rugi harga baju ini sekitar 5 juta." Pria itu meminta ganti rugi.


"Haaa lima juta?? dari mana saya mendapat uang lima juta dalam sekejap?? bahkan gaji saya hanya tiga juta setiap bulannya."


"Jadi kau tidak mau ganti rugi?"


"Bukannya begitu pak, tapi sepertinya anda sedang mencoba menipu saya.." Sofiah berusaha membela diri.


"MENIPU? BERANINYA ORANG MISKIN BICARA SEPERTI ITU.!! DASAR GADIS ****** KAU HARUSNYA DIBERI HUKUMAN SEJAK TADI." Bentak pria itu dan mengangkat tangannya untuk menampar wajah Sofiah, Sofiah sudah melindungi wajahnya dengan jari-jari tangannya Ketakutan.


Namun sebuah tangan lainnya Berhasil menggenggam tangan pria tersebut.


"Apa kamu tidak punya harga diri sehingga melakukan hal mengerikan ini terhadap seorang gadis..?" Tanya orang tersebut dingin, matanya menatap tajam pada pelanggan kasar itu. Sofiah terdiam sejenak karena kaget ia seperti mengenal pemilik suara itu, suara yang sangat familiar.


"SIAPA KAMU BERANINYA IKUT CAMPUR DENGAN URUSAN ORANG LAIN.!!" Bentak pria tersebut sangat marah, Sofiah akhirnya mencoba melihat kearah orang yang menolongnya itu.


"Shatya.." Gumamnya tidak percaya. Jantungnya berdegub kencang, perasaan senang dan sedih mulai ia rasakan. Ia ragu apakah harus bahagia atau melarikan diri dari sana.


Shatya tersenyum kecut mendengar pertanyaan pelanggan kasar Tersebut.


"Orang lain? Wanita ini adalah calon istriku jadi Masalahnya adalah masalah ku juga.." Jawab Shatya dingin. Sofiah sendiri tersentak kaget mendengar jawaban Shatya.


"Waah Hahaha jadi ini kisah pacar yang sok jadi pahlawan demi mendapatkan hati seorang gadis?" pria itu terdengar mengejek. Dan akhirnya Shatya melepaskan satu pukulan ke wajah pria tersebut setelah menahannya sejak tadi.


"Kamu masih berani bicara begitu padahal sudah melakukan kebohongan, melihat pacarku bengong saat menyajikan minuman di atas meja lalu kau memanfaatkan kesempatan itu dan secara sengaja menyenggol tangannya sehingga membuat minuman itu tumpah ke pakaianmu.."


"APA-APA-AN KAU? APA KAU TAU SIAPA AKU??" Tanya pria itu sangat marah mencoba menghindari fakta yang baru saja dikatakan Shatya.


"Siapapun kamu aku bisa membuatmu masuk ke dalam penjara.." Kata Shatya tersenyum kecut dan memperlihatkan video yang Ia ambil tadi, disana jelas menunjukkan bahwa secara sengaja pria itu menyenggol tangan Sofiah sehingga membuat minuman yang disajikan Sofiah tumpah ke bajunya.


Pria itu akhirnya tak bisa mengelak lagi dan dengan perasaan kesal dan malu dia pergi keluar meninggalkan rumah makan. Semua orang hanya menatap kepergiannya dengan jengkel.


Sofiah sendiri masih menatap tidak percaya kepada Shatya.


"Kejadian yang sama lagi? seperti dua tahu lalu di restoran milik Eun Woo."


"Rumah makan Eun Woo?" tanya Sofiah.


"Ya. Jadi kau tidak tau rumah makan mewah tempat mu bekerja itu adalah milik keluarga Eun Woo? dia adalah pewarisnya."


"Waaaah Daebak. Dasar Eun Woo, pantas saja semua berjalan begitu lancar saat awal melamar pekerjaan sampai bekerja disana, ternyata dia adalah pemiliknya." Shatya tertawa mendengar ucapan Sofiah.


Sofiah kemudian kembali diam menatap wajah Shatya, ia masih tak percaya bahwa orang yang sangat dia rindukan ini sekarang berada di hadapannya.


"Hei ada apa menatap ku begitu?" tanya Shatya tersenyum sambil mengacak-acak rambut Sofiah.


"Apa aku sedang bermimpi?" Tanya Sofiah masih belum memalingkan pandangannya dari Shatya membuat Shatya tertawa melihat tingkah Sofiah dan dengan sengaja mencubit wajah tembem Sofiah.


"Aw sakit tau.." Jerit Sofiah sambil memegang pipinya.


"Itu artinya kau sedang tidak bermimpi bodoh."


Shatya tersenyum dan menarik tangan sofiah keluar dari ruangan itu.


"Aku sudah meminta bos mu untuk memecat mu." Jawab Shatya terus menarik tangan Sofiah keluar dari ruangan.


"Haaa mengapa kau bersikap seenaknya begitu terhadap hidupku???" Protes Sofiah yang hanya di abaikan oleh Shatya.


Semua orang menatap mereka iri, terdengar juga beberapa gadis yang memuji ketampanan Shatya.


"Waaah aku iri sekali, pacarnya benar-benar tampan.."


Shatya terus membawa Sofiah masuk ke dalam mobil.


"Apa kau tidak ingin mengajakku jalan-jalan di kota ini?" Tanya Shatya.


"Ah?" Sofiah masih bingung. "Setelah membuat aku di pecat sekarang kau ingin aku membawamu jalan-jalan?"


"Aku ingin jalan-jalan denganmu.." Kata Shatya. "Itu karena aku merindukan mu." Mendengar penuturan Shatya membuat Sofiah jadi salah tingkah.


"Emm Baiklah." Jawab Sofiah, Shatya pun membawa mobil itu mengelilingi kota Jakarta , mendatangi banyak tempat dipandu oleh Sofiah. Entah kenapa dia selalu menjadi patuh begitu saja kepada Shatya.


****


Malam harinya Sofiah membawa pergi Shatya ke Monas, ia tak tau tempat istimewa mana di seputaran kota ini karena memang dia hanya menghabiskan waktu di rumah dan bekerja dari pada jalan-jalan. Namun Monas, tempat itu terlihat sangat cantik di malam hari..


"Heii Ayo berfoto di depan Monas." Kata Sofiah dan menarik tangan Shatya, Shatya hanya tersenyum mengikuti arahan Sofiah dan dengan romantis mereka mengambil gambar meraka yang bahagia itu di depan Monas.


"Tunggu sebentar ya, aku akan belikan minum.." Kata Shatya.


"Ehh tidak perlu biar aku saja, akku tidak bisa membiarkan tamuku membelikan minum.." Kata Sofiah. Shatya hanya tersenyum pertanda setuju.


"Hmm baiklah, aku akan menunggumu disini.." Kata Shatya.


"Oke tunggu disini ya.." Pinta Sofiah dan berlari meninggalkan Shatya untuk membeli minum.


"Hmm." Jawab Shatya.


Baru saja Sofiah pergi nampak beberapa gadis mendekati Shatya.


"Hai.! Boleh aku minta nomer mu?" tanya seorang gadis mewakili ke dua temannya tersebut dengan malu, Shatya kaget mendengar perkataan gadis itu..


"Tidak bisa.!"Jawab Shatya dingin dan nampak cuek.


"Mengapa?" Tanya mereka nampak kecewa.


"Karena aku harus menjaga perasaan Calok istriku." Jawab Shatya kali ini ia tersenyum.


"Waah kau sangat keren." Ketiga gadis itu memujinya. "Sangat jarang ada pria tampan setia di zaman ini."


"Semua orang juga bilang begitu." Bisik Shatya tersenyum.


Dari jauh Sofiah merasa jengkel melihat Shatya yang tersenyum pada ke tiga gadis tersebut. Setelah Ke tiga gadis itu pergi Sofiah berjalan mendekati Shatya.


"Mengapa lama sekali?" tanya Shatya yang melihat kedatangan Sofiah.


"Memangnya kenapa? bukan kah dengan begitu kau punya waktu yang banyak untuk ngobrol dengan mereka?" jawab Sofiah ketus, Shatya mengerti maksud Sofiah dan ia tersenyum. Ia kemudian menarik tangan Sofiah membawa gadis ke dalam pelukannya membuat gadis itu terkejut.


"Mereka meminta No Hp ku, tapi aku bilang Aku sudah punya pacar." Kata Shatya lembut dan kemudian mengusap rambut Sofiah.


"Ekhem." Sofiah berdehem.


"Memangnya siapa pacarmu?" Tanya Sofiah membuat Shatya malu dan berjalan dengan cool meninggalkan Sofiah mencoba menghindari pertanyaan itu.


"Hei Jawab Aku.." Teriak Sofiah sambil berlari mengejar Shatya, ada banyak pertanyaan yang ingin Sofiah tanyakan sejak tadi, semua yang terjadi hari ini benar-benar aneh.