BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 7 : Selamat Jalan Bapak..


Hari sukacita atas janji setia Narnia dan Lucas tak bertahan lama. Beberapa dokter senior kembali ke ruang ICCU saat mendengar kode code blue melalui pesan rumah sakit. Saat perawat memberitahukan keadaan Bapak memburuk, Narnia dan Evelyn mencoba menguatkan Nyonya Lisa yang seketika lemas tak berdaya. Kakinya seolah tak dapat menopang berat badannya. Dia menagis sedih meratapi kenyataan bahwa mungkin saja hari ini Nyonya Lisa akan segera menjadi janda. Dia menangis sembari memukul mukul dadanya. Evelyn dan Narnia pun tak kuasa menahan tangisnya.


Lucas masuk ke dalam ruang ICCU dan melihat apa yang terjadi. CPR kembali dilakukan tapi rupanya belum berhasil. Perawat dan beberapa orang residen bergantian melakukan CPR tapi belum ada kemajuan. Mata Lucas berkaca kaca melihat kejadian di depannya dan akhirnya Bapak berpulang.


"waktu kematian pukul 14.00 karena gagal nafas" ucap salah satu dokter senior. Mendengar itu dari kejauhan seolah dentuman keras menghantam dada Lucas. Entah mengapa menjadi sangat sakit dan sangat sedih. Kabar duka itupun telah disampaikan dokter pada pihak keluarga dan secara langsung Narnia, Evelyn dan ibu menangis histeris. Lucas keluar ruang ICCU dengan lemas dan memandang dengan tatapan sendu ke arah Narnia yang sedang menangis pilu.


Melihat pria yang telah menjadi suaminya itu berdiri di hadapannya Narnia hanya mampu memandanginya. Tatapannya telah mengisyaratkan kepiluan dan kehilangan yang teramat dalam atas meninggalkan sang ayah.


Jenazah sudah selesai dimandikan dan akan dipulangkan ke rumah duka. Narnia dan Lucas lebih dulu pulang ke rumah dan membereskan rumah bersama beberapa terangga.


"kau istirahatlah.. biar aku dan para tetangga yang mengerjakan semuanya.." ucap Lucas saat melihat pandangan mata istrinya yang kosong. Narnia hanya mengangguk dan berjalan perlahan menuju ke kamarnya. Setelah rumah rapi tak beberapa lama kemudian Ambulance datang membawa jenazah bapak. Para tetangga menyambut sedih kedatangan Bapak Eko Prasetyo yang dikenal baik dan ramah itu. Ibu ibu juga nampak memberikan ucapan bela sungkawa itu pada Nyonya Lisa dan Evelyn. Jenazah Bapak sudah diletakkan di tengah tengah ruangan dan mulai dikerumuni para tetsngga yang berebut mendoakan.


"mana Narnia?" tanya Evelyn sembari menghapus air matanya.


"ada di kamar mbak.." jawab Lucas pelan.


"kau temani Narnia.. dia pasti sangat kehilangan. Dia orang yang paling dekat dengan Bapak.." ucap Evelyn. Mendengar itu Lucas segera menuju ke kamar Narnia. Pintu nampak terbuka sedikit. Setelah mengetuk beberapa kali Lucas pun masuk ke kamarnya yang masih tertata rapi. Narnia nampak terbaring di atas ranjangnya sambil menangis. Saat melihat Lucas masuk disana, Dia pun segera bangun dan membenarkan posisi duduknya. Lucas duduk di sebelah Narnia. Hanya diam tidak berkata apapun. Mereka hanya beradu pandang. Lucas pun menepuk pundak Narnia dan seketika itu tangis Narnia kembali pecah dipelukan Lucas. Lucas hanya diam, tidak mengatakan sepatah katapun. Dia hanya memberikan bahu dan dadanya sebagai sandaran bagi Narnia yang sedang berduka.


Pemakaman pun dilakukan keesokan harinya. Lucas menyempatkan diri pulang ke apartemennya untuk mengambil beberapa helai pakaian lalu dia kembali lagi ke rumah Narnia yang mulai banyak kolega dan saudara yang datang. Banyak dari mereka mempertanyakan keberadaan Lucas dengan cincin yang sama dan telah melingkar di jari manis Lucas dan Narnia. Lucas pun turut membantu hal hal penting dan keluar masuk rumah dengan leluasanya.


Yaa memang pernikahan Narnia dan Lucas memang tidak banyak orang yang tahu. Pernikahan instan itu dilakukan oleh Lucas untuk semata mata menjaga janjinya pada mendiang Ayah Narnia, menjaga bahwa Lucas benar benar serius dengan putri bungsunya.


Siang hari tiba, tangis keluarga pecah dan suasana menjadi sangat pilu saat peti jenazah ditutup dan mulai di angkat masuk ke dalam ambulance. Lucas membantu mengangkat peti itu. Dan akhirnya di makamkan di pemakaman keluarga yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Narnia.


Ada banyak saudara dan tetangga yang masih tinggal di rumah Narnia dan tak ada satupun dari mereka yang tidak menanyakan tentang Lucas


"lelaki ganteng yang tinggi yang dari tadi mondar mandir trus meluk Narnia itu siapa dek?" salah seorang dari mereka akhirnya berani mempertanyakan hal itu pada Evelyn. Mungkin sudah saking penasarannya. ibu ibu kompleks sudah sangat kepo dan menahan untuk tidak bertanya selama prosesi pemakaman tadi.


"itu suami Narnia bude.. Nikah kemarin didepan bapak sebelum Bapak meninggal", jawab Evelyn. Mendengar itu banyak yang mulai berdecak kembali melemparkan rumors bahwa Narnia hamil lah, bahwa bapak kena serangan jantung gara gara pria berandalan itulah, dan segala macam rumors buruk tentang pernikahan instan Narnia. Evelyn mendengar beberapa perkataan mereka, tapi Evelyn mencoba menutup mata dan telinganya serta mencoba menahan amarah mendengar gosip dan asumsi yang orang orang pikirkan tentang Lucas.


Evelyn lalu masuk ke dalam rumah, meminum minuman dingin yang sedang dibawa Lucas untuk Narnia.


"eeh.. eehh.." ucap Lucas saat minumannya direbut.


"kenapa sih mbak?" tanya Lucas saat melihat Evelyn tampak kesal.


"orang orang tu taunya bikin gosip dan rumor ga jelas!! kalau ga tau nanyak!! bukannya malah berasumsi ga jelas. ." ucap Evelyn kesal.l Wajahnya memerah karena menahan amarah. Narnia menghampiri Evelyn dan menepuk pundak Lucas.


"mbakku kenapa?" tanya Narnia. Lucas hanya mengangkat bahunya yang menyimbolkan ketidak tahuannya.


"Lucas.. Narnia.. Ayo sini..duduk sini.." panggil ibu saat semua saudara berkumpul diruang tengah. Lucas dan Narnia serta Evelyn segera menghampiri Nyonya Lisa dan duduk di samping Nyonya Lisa.


"jadi begini, mas dan mbak sekalian.. kemarin sebelum Mas Eko berpulang, Narnia sempat dilamar oleh Lucas yang langsung menikahinya didepan Mas Eko. Jadi perkenalkan laki laki ganteng ini adalah suami Narnia.." ucap Nyonya Lisa sambil tersenyum . Semua orang berdecak, tertawa, bergembira dan ikut bahagia dengan pernikahan Narnia dan Lucas. Sebelum akhirnya mereka berpamitan. Setelah saudara, kolega dekat, dan tetangga meninggalkan rumah, rumah itu jadi sepi kembali. Hanya ada keluarga inti yang tinggal disana. Duka kembali menyelimuti Narnia, Evelyn dan juga Nyonya Lisa saat kembali masuk ke dalam rumah. Setiap sudut rumah mempunyai kenangan tersendiri dengan kehadiran Bapak. Mereka bertiga berhenti di depan pintu rumah dan saling memeluk. Lucas hanya memandangi momen itu dari kejauhan. memberikan kesempatan bagi keluarga berduka itu untuk saling mendukung dan menguatkan.