BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 11: Akhirnya Dilakukan


Malam hari pun tiba Lucas tampak tengah asik bermain game online sembari merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Setelah mandi, Narnia berjalan menuju kamar dan melihat Lucas sudah berbaring disana. Narnia tampak hanya berdiri saja di depan pintu kamar tanpa berkata apapun. Menyadari isterinya berdiri disana Lucas memperhatikannya.


"mau berdiri di situ aja? ayo sini..", ajak Lucas sembari menepuk ranjangnya. Narnia merasa malu dan masih canggung, dia berjalan perlahan mendekati ranjang dan tiba tiba Lucas menarik tangannya hingga Narnia terjatuh di atas ranjang. Kepalanya ada di lengan Lucas, matanya saling beradu pandang. Kepanikan Narnia pun berubah saat dia memandang mata Lucas yang begitu teduh sedang memandangi dirinya.


"kamu cantik sekali, honey.." bisik Lucas. Lucas pun mulai mencium lembut bibir isterinya dan Narnia yang minim pengalaman dengan laki laki itu mencoba membalas ciuman itu sama seperti yang dia lihat di drama Korea. Melihat balasan isterinya itu Lucas pun tersenyum. Dia terus menciumi tubuh istrinya dengan sangat lembut. Dan saat Lucas hendak membuka kancing baju tidur Narnia, tangan Narnia segera menutupnya.


"kamu mau apa?" bisik Narnia, Lucas memandang ke arahnya.


"memangnya apa yang bisa dilakukan oleh suami istri diatas ranjang mereka?" bisik Lucas dengan senyum dibibirnya. Pandangan Lucas tak pernah lepas dari wajah Narnia yang kini mulai memerah, nafasnya mulai tak beraturan.


"tapi aku takut.." ucap Narnia. Lucas terhenti dari aktifitasnya dan kembali memandang Narnia.


"tenang saja, tidak akan ada apa apa.." jawab Lucas yang kembali melanjutkan aktifitasnya. Narnia mulai melemah, badannya sudah tidak tegang lagi, tubuhnya sudah benar benar relax dengan apa yang dilakukan Lucas padanya. Hingga akhirnya mereka sama sekali tak memakai sehelai benang pun ditubuh mereka. Badan atletis Lucas terpampang nyata dihadapan Narnia. Keduanya kini telah dimabuk cinta dan terbuai dengan kenyamanan dan kenikmatan yang mereka rasakan bersama.


" Sudah dilakukan..sekarang kau sudah jadi milikku Narnia.." bisik Lucas saat dia merebahkan tubuhnya di dekat isterinya. Narnia menarik selimut dari bawah dan mencoba menutupi tubuhnya. Narnia tidak berkata apapun, dia hanya tersenyum sembari memandangi Lucas yang ada disampingnya. Lucas membalas pandangan itu dan kembali memeluk isterinya dengan erat di dadanya.


Keesokan paginya Narnia bangun lebih dulu. Dia memunguti dan memakai semua baju yang semalam berserakan di lantai kamar. Narnia juga menata baju Lucas diatas ranjang. Setelah menggosok gigi dan membersihkan diri, Narnia lalu menuju dapur yang hanya ada mie instan dan telur di dalam kulkas, dia juga menemukan sosis dan nugget di dalam frezzer.


"oke.. masak mie goreng aja.." gumamnya seraya mempersiapkan bahan bahan memasaknya. Dia mulai merebus mie dan mengambil telur untuk di buat menjadi telur orak arik. Narnia mengambil mangkok untuk tempat telur.


"1...2...3..." ucapnya sebelum akhirnya memecahkan telur itu diatas mangkok dan Viola telurnya justru hancur dan kulit telur masuk seluruhnya ke dalam mangkok. Melihat itu, Lucas yang sedari tadi memperhatikan Narnia dari jauhpun tak kuasa menahan tawanya. Dia yang bertelanjang dada pun berjalan menghampiri Narnia dan duduk di kursi makan.


"nona cantik mau masak apa?", tanya Lucas sembari tersenyum. Wajah Narnia tampak kesal, mulutnya manyun dan itu terlihat sangat imut bagi Lucas.


"mie goreng.. mau buat telur orak Arik gitu tapi ternyata aku mecah telur aja ga bisa.." gerutu Narnia. Lucas kembali tertawa melihat tingkah isterinya lalu Lucas memegang pundak Narnia dan mendudukkannya dikursi.


"Lihat yaa.. chef Lucas akan beraksi.." ucap Lucas seraya memecahkan telur dan mengaduknya, mematikan kompor rebusan mie dan mengangkat mie instan dan meniriskannya, dia mengganti panci dengan wajan anti lengket, memberi sedikit minyak dan menggoreng telur diatas nya. Dia beri garam dan merica layaknya chef saat memberikan seasoning dan menggulung telur itu. Lalu menyisihkanya di piring saji, Mie instan laku dia campur dengan bumbunya dan menyajikannya di piring saji. Lucas juga menggoreng sosis sebagai tambahan pelengkap.


"taaaaraaaa... sudah jadi.. ayo sarapan.." ucap Lucas sembari tersenyum. Narnia yang melihat aksi memasak Lucas pun mulai berdecak kagum, dia bertepuk tangan saat semuanya telah matang.


"waah pinter masak juga ternyata.." ucap Narnia girang.


"ini kan cuma mie instan.. emang kamu biasanya gimana kalau masak mie instan?" tanya Lucas heran. Mendengar itu Narnia menunduk malu


"Evelyn yang buatkan.." ucapnya lirih. Mendengar itu Lucas tertawa.


"maaf yaa.. istrimu ini terlalu payah.." ucap Narnia sembari menunduk. Melihat wajah istrinya tertekuk begitu Lucas pun tersenyum dan membelai rambutnya.


"ga payah juga kok.. buktinya hebat di ranjang.." ucap Lucas sembari tersenyum dan menyantap mie yang dia buat. Narnia kembali tersipu malu sembari menyantap sarapannya.


"baru kali ini makan mie instan terasa nikmat sekali" ucap Lucas sambil tersenyum. Pandangan matanya tak beranjak dari wajah sang isteri.


"hari ini kegiatanmu apa?" tanya Narnia. Lucas sejenak berpikir.


"yaaah biasa.. narik Ojol. tapi mungkin ga sampai malam. Kamu hari ini rencananya mau apa honey?" tanya Lucas sembari mengambil air mineral di dalam dispensernya.


"mungkin mau ke rumah ibu trus cari kerja.. " ucap Narnia. Lucas mengangguk.


"kau siap siap saya, honey.. nanti aku antar sekalian ke rumah ibu. Pulangnya aku jemput. Oke.." ucap Lucas seraya menyalakan televisinya. Narnia mengangguk dan membereskan peralatan makan yang ada di meja dan mencucinya.


"kalau gitu aku mandi dulu.." ucap Narnia sembari mengambil handuk di pantry dan berjalan menuju ke kamar mandi. Lucas dengan cepat menahan pintu kamar mandi yang hendak ditutup oleh Narnia.


"eh?? apa apan sih??" teriak Narnia saat pintu kamar mandinya ditahan oleh Lucas.


"kita mandi sama sama aja.. biar cepet.." ucap Lucas seraya memaksa masuk kedalam kamar mandi.


"iiihhh ogaaah!! ayoo keluar ga? aku semprot ni.." ancam Narnia. dan dengan tertawa lantang Lucas keluar dan membiarkan Narnia mandi. Dia kembali duduk di sofa depan televisi dan menonton Chanel berita. Tiba tiba ponselnya berbunyi.


"halo.."


"..."


"oke..nanti malam aku kerumah.. sekalian mau membicarakan sesuatu.."


"..."


"nanti saja.. oke.."


"..."


"baiklah.. bye.."


"kau tunggu sebentar aku mandi dulu." ucap Lucas saat melihat Narnia tengah keluar dari kamar mandinya. Narnia hanya mengangguk sembari memilih pakaian dan berdandan. Lucas mandi secepat kilat, dia mengenakan kaos oblong, celana jeans dan sepatu kets. Tak lupa jaket dan helm Ojol yang tampak bersih dibawanya serta. Lucas mengantarkan Narnia kembali ke rumahnya dan meninggalkannya untuk bekerja.


"permisi Bu.. saya pergi dulu." ucap Lucas seraya berpamitan dengan Nyonya Lisa. Lucas segera berlalu setelah melambaikan tangan pada Narnia.


"Oalah.. Mbak Narnia ini sudah menikah to? apa udah Bunting duluan? awalah.. cantik cantik kok suaminya cuma supir ojek.." ucapan nyinyir salah satu tetangga yang sedang belanja sayuran di tukang sayur yang berhenti tepat di depan rumah Narnia. Narnia memandang kesal ke arah ibu ibu itu dan menahan amarahnya.


"nggak apa apa supir ojek yang penting halal!" teriaknya sebelum akhirnya menutup pintu gerbangnya. Wajahnya nampak kesal.


"sudah.. jangan dihiraukan.. " ucap ibu mencoba menenangkan emosi Narnia. Narnia tidak berkata apa apa, dia lalu masuk kembali kedalam rumahnya.