BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 17: Kabar Bahagia


Pagi itu Narnia kembali bersiap siap. Dia mandi dan membasahi rambutnya agar nampak lebih segar. Dia melihat Lucas sedang terbaring di sofa dan memejamkan matanya. Narnia membuatkan sarapan, dia menggoreng beberapa Frozen food dan juga memanaskan daging teriyaki yang sempat dia bawa dari rumah. Tiba tiba Narnia merasa kepalanya berputar hingga dia harus meraih meja dapur untuk berpegangan agar tidak terjatuh. Narnia mencoba membuka matanya beberapa kali dan memastikan bahwa semua baik baik saja. Dia lalu memandang ke arah Lucas yang masih terlelap.


"jangan sampai Lucas tahu.. kasihan dia jika dia tahu aku agak tidak enak badan.." ucap Narnia dalam hati. Setelah menyiapkan sarapannya Narnia mencoba membangunkan Lucas.


"luc.." belum sempat dia meraih Lucas, perut Narnia terasa sangat mual dan dia segera berlari ke kamar mandi dan memuntahkannya. Mendengar suara istrinya yang sedang berjibaku dengan rasa mualnya Lucas pun terbangun dan beranjak dari tempatnya. Dia menyusul Narnia ke kamar mandi dan mencoba memijat punggung Narnia.


"maaf.. aku membangunkanmu.." ucap Narnia lirih sebelum akhirnya dia kembali memuntahkan sesuatu yang sedari tadi sama sekali tidak bisa dia keluarkan.


"aku ambilkan air hangat.." ucap Lucas sembari memberikan handuk pada Narnia sebelum dia keluar dan mengambil segelas air minum hangat dari dispenser. Narnia tampak menyeka mulut dan wajahnya dengan handuk.


"ini.."ucap Lucas sembari memberikan air hangat itu pada Narnia. Sebelum dapat meraih gelas yang dibawa Lucas, Narnia kembali merasa mual dan kembali masuk ke kamar mandi. Lucas kembali membantu isterinya itu dan memandangi wajah pucat Narnia dari depan kaca wastafelnya.


"maaf.. aku sudah berusaha menahannya tapi tidak bisa.. Badanku rasanya tidak karuan." ucap Narnia yang kembali menyeka mulut dan wajahnya. Yaa.. wajahnya nampak pucat. Lucas membantu Narnia dan merebahkan Narnia ke atas sofa. Lucas tersenyum melihat isterinya yang nampak lemah.


"aku periksa dulu ya" ucap Lucas sembari mengambil stetoskop yang ada di lemari kamarnya. Narnia merasa heran melihat Lucas yang justru tersenyum saat memeriksanya.


"kenapa? kok senyum senyum?" tanya Narnia bingung.


"kamu istirahat dulu aja disini.. ga usah bangun bangun takutnya jatuh. Aku pergi keluar sebentar.." ucap Lucas. Narnia hanya mampu mengangguk dan mematuhi perintah Lucas. Tak beberapa lama kemudian Lucas kembali dengan terengah tengah.


"ini.." ucap Lucas sembari memberikan sekotak kecil alat yang ternyata adalah testpack.


"apa ini?" tanya Narnia bingung. Lucas sudah tidak mampu menahan tawa bahagianya.


"garis dua.. YES!" Ucap Lucas dalam hati sembari memandangi alat kecil itu. Dia tak hentinya tersenyum ditengah kebingungan yang menimpa Narnia.


"kamu kapan terakhir kali datang bulan?", tanya Lucas mendengar itu Narnia mengernyitkan dahinya.


"semalem ada bercaknya.. tapi tadi pas mandi ga nambah.. memang kenapa nanya nanya datang bulan?" tanya Narnia bingung. Lucas lalu bersimpuh dihadapan Narnia dan menggenggam kedua tangannya. Dia terus tersenyum dan tak henti memandangi wajah Narnia.


"mulai sekarang kamu harus lebih hati hati.. Nggak boleh makan sembarangan, harus makan yang bergizi, nggak boleh kemana mana sendiri, harus sama aku.. " ucap Lucas tegas. Narnia semakin bingung.


"memang kenapa ? apa aku sakit parah ya?" tanya Narnia mulai cemas.


"KAMU HAMIL SAYANGKU.." ucap Lucas dengan senyum lebar nya dia lalu menciumi Narnia. Narnia mencoba merebut alat tespack itu dan memandanginya.


"betul?? emang kalau garis dua gini arti nya hamil?" tanya Narnia sembari menunjuk hasil periksanya. Lucas mengangguk pasti dan kembali menciumi istrinya.


"terimakasih sayang.. aku sangat bahagia.. kamu baik baik di perut mommy ya.. jangan nakal nakal jangan bikin mommy ga bisa makan.. oke.."ucap Lucas tepat di depan perut Narnia. Melihat aksi lucu suaminya itu Narnia pun kembali memeluk suaminya.


"semalam aku sungguh kalut memikirkan nasib mommy.. pagi ini aku mendapat kabar bahagia darimu.. terimakasih sudah membuatku lupa sejenak dengan kegetiran semalam.." ucap Lucas sembari mencium mesra istrinya.


"aku ikut jenguk mommy ya..boleh kan?" tanya Narnia. Lucas memandang wajah tulus Narnia. Ingin ia menjawab tidak, karena ia tahu ibundanya tidak akan suka melihat kehadiran Narnia. Tapi ketulusan hati Narnia membuat Lucas luluh. Dia pun mengangguk sambil tersenyum.


"kita sekalian ke dokter obgyn." ucap Lucas.