
Malam itu Narnia sudah benar benar diperbolehkan pulang, Narnia dan Lucas mengendarai Taxi online menuju kediaman orang tua Lucas. Lucas terus menggenggam tangan Narnia seolah tak ingin dia lepaskan.
Setelah permintaann Narnia untuk tinggal di rumah Lucas, Lucas menjadi orang yang berbeda. Dia lebih banyak diam dan tidak pernah membahas apapun tentang permintaan Narnia itu. Hingga akhirnya mereka benar benar berhenti di depan kediaman orang tua Lucas. Lucas menggandeng Narnia dengan perlahan masuk ke dalam rumah mewah itu.
"selamat datang Narnia." ucap dr. Edy yang seolah telah menunggu mereka diruang tengah. Narnia membalas sapaan itu dengan senyuman. Dia juga melihat Nyonya Rossy dengan pakaian mewahnya berdiri tepat di sebelah dr. Edy. Hanya berdiri dan tidak mengatakan apapun kecuali menyapa Lucas .
"sayangku.. ayoo kita makan bersama.. " ucap Nyonya Rossy sembari menggandeng tangan Lucas.
"aku akan mengantar Narnia ke kamar untuk istirahat, mom.. makan malamnya biar nanti diantar ke kamar saja.", ucap Lucas pelan sembari memapah Narnia menuju kamar mereka dilantai dua.
"kamarmu besar sekali.. sama seperti apartemen kita yaa.. hanya saja tidak ada dapur disini.." ucap Narnia saat sampai dan berbaring di ranjang berukuran King size dikamar Lucas.
"kau istirahatlah.. aku akan membereskan bawaan kita dulu.." ucap Lucas pelan. dia lalu beranjak dari ranjang itu dan hendak pergi, tapi dia terhenti karena Narnia menyentuh dan menggenggam tangan Lucas.
"ada apa, sayang?" tanya Lucas saat memandang wajah istrinya yang penuh tanya. Tapi tidak ada satu pertanyaan yang keluar dari mulut Narnia. Mereka hanya berhadapan dan saling memandang.
tok..tok..tok...
Tiba tiba pintu kamar mereka diketok dari luar.
"tuan muda.. saya mengantarkan makan malam untuk Tuan muda dan Nona Narnia." ucap pelayan dari balik pintu. Mendengar itu Lucaspun segera beranjak dari ranjang dan membuka pintu kamar. Tampak sebuah mnm nampan besar dibawa dengan aman sampai ke atas meja.
"mau aku am--" ucapan Lucas segera terputus saat melihat Narnia duduk dihadapannya.
"ayo kita makan.." ucap Narnia sembari mengambil makanan yang tersaji dihadapannya.
***
Pagi itu Lucas bangun lebih pagi dari pada biasanya. Dia sudah tampak mandi dan mempersiapkan jas dan bajunya serta dasi yang akan dia kenakan.
"Selamat pagi.." sapa Narnia. Melihat isterinya telah bangun, Lucas segera menghampiri dan mencium kening Narnia.
"hari ini sudah masuk kerja?" tanya Narnia. Lucas pun mengangguk sambil tersenyum.
"ada rapat umum pemegang saham, karena akan ada pergantian pengurus perusahaan jadi aku harus datang. Kau tidak apa apa kan aku tinggal sendirian di rumah?", tanya Lucas sembari membelai kepala istrinya. Narnia hanya tersenyum dan mengangguk.
tok..tok..tok.. "tuan, saya mengantarkan sarapan.." ucap Pelayan dari balik pintu. Lucas segera membukakan pintu.
"biar aku saja yang bawa.."ucapnya seraya mengambil nampan dari pelayan itu.
"ayoo kita sarapan.. "ucap Lucas sembari meletakkan nampan itu diatas ranjang.
"Narnia.. "
"hmm"
"mungkin setelah ini aku akan lebih sibuk dari biasanya, aku akan pulang lebih larut dari biasa, mungkin aku tidak akan bisa setiap hari mengantar dan menjemputku kerja, dan waktu kita bersama mungkin akan jauh berkurang.. kau akan lebih sering sendirian dirumah ini, apa tidak masalah?", tanya Lucas dengan wajah khawatir. Melihat itu Narnia tersenyum dan menggeleng..
"tidak masalah..kau tenang saja.." ucap Narnia . Melihat sang isteri setenang itu , Lucas pun tersenyum dan melanjutkan sarapannya. Setelah itu dia berhenti baju dengan jas hitamnya. Narnia beranjak dari tempat tidur sembari melilitkan dasi di leher Lucas.
"kau terlihat sangat tampan..." ucap Narnia sembari membelai wajah Lucas. Lucas tersenyum lalu memcium bibir isterinya.
"aku pergi dulu.." ucap Lucas.
"aku antar ke depan.."ucap Narnia sembari menggandeng tangan Lucas. Mereka menuruni tangga dengan mesranya dan penuh dengan aura kebahagiaan.
"ini kunci mobilnya, tuan muda. Mobil sudah saya siapkan ." ucap salah satu driver.
"terimakasih, Orion."jawab Lucas sembari menyambar kunci yang diberikan driver itu.
"aku berangkat dulu.. "ucap Lucas sembari mencium bibir istrinya lagi sebelum masuk kedalam mobil.
"oiya.. jika kau ingin pergi, jangan segan segan untuk meminta driver mengantar mu..", ucap Lucas, Narnis pun mengangguk. Narnia melambaikan tangannya dengan senyuman hingga Lucas tak nampak lagi dihadapannya. Narnia kembali masuk ke dalam rumah dan hendak kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.
"kau.... sungguh diluar dugaan!" ucap Nyonya Rossy saat melihat Narnia memasuki rumah. Narnia berhenti sejenak dan membalikkan badannya. Namun ia tetap menunduk dan tidak berani menatap wajah Nyonya Rossy.
"Teruslah bersandiwara didepan Lucas.. jangan biarkan dia keluar dari rumah ini. Jika kau tetap tidak mau menceraikannya, maka cepat atau lambat aku akan membuat Lucas menceraikanmu dengan sendirinya.", ucap nyonya Rossy sebelum ia pergi. Mendengar itu Narnia terdiam, dia menunduk dan tanpa sadar air matanya mengalir. Narnia berlari menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.
Dia mengunci pintu kamarnya dan meluapkan amarahnya. Narnia menangis sejadi jadinya.
"aku tahu semua ini hanya sandiwara.. aku bodoh! mengorbankan cinta dan perasaanku hanya untuk memuaskan nyonya besar itu..", ucap Narnia seraya menangis.
Tiba tiba ponselnya berbunyi, Narnia segera meraih ponsel itu dan saat dia melihat nama Lucas di layar ponsel, Narnia segera menghapus air matanya dan mencoba menenangkan suaranya agar Lucas tidak menyadari bahwa dirinya sedang menangis.
"h-h-halo.." jawab Narnia
"sayang kenapa lama sekali mengangkat telponnya?"
"maaf aku tadi sedang di kamar mandi. Apa kau sudah sampai kantor?"
"iyaa.. sudah.. sebentar lagi akan ada rapat pemegang saham. Sepertinya hari ini aku akan langsung bekerja. jadi mungkin aku akan pulang malam. jika kau ingin ke rumah ibu, bilang saja pada Orion untuk mengantarkanmu.."
"baiklah.. kau hati hati disana yaa.. "
"seharusnya aku yang mengatakan itu padamu. Melihat perlakuan ibuku waktu dirumah sakit sungguh membuatku khawatir apa dia akan menyakitimu lagi atau tidak."
"kau ..t-tenang saja sayang.. semua akan baik baik saja.." ucap Narnia. setelah Lucas berpamitan dia pun segera menutup telponnya.
"apa yang akan aku lakukan dirumah sebesar ini.." gumam Narnia sembari melihat ke sekeliling kamarnya. Dia lalu masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan dirinya dan segera mengganti pakaiannya lakundia kembali keluar kamar. Narnia mencoba mengelilingi rumah Lucas dengan berjalan kaki.
"Nona mau pergi kemana?" tanya seorang laki laki berbaju serba hitam yang tadi pagi sempat bertemu dengannya sebelum Lucas pergi. Narnia memandang ke arah laki laki itu
"ooh.. maaf, Nona..Nama saya Orion. Jika nona ingin pergi, Biar saya antarkan.." ucap Orion. Narnia berpikir sejenak.
"tunggu sebentar.. aku ambil tas dulu dikamar. nanti tolong antarkan aku ke rumah ibuku ya.." ucap Narnia.
"baik nona..saya siapkan mobil dulu..", ucap Orion sebelum akhirnya dia menyiapkan mobil untuk Narnia.
"silahkan, nona" ucap Orion seraya membukakan pintu mobil untuk Narnia.
"apa nona sudah sehat?" tanya Orion. Mendengar itu Narnia hanya tersenyum dan mengangguk. Narnia hanya terdiam dan menikmati perjalanan. Dia sampai lupa memberitahukan alamat ibunya pada Orion tapi Narnia terkejut karena Orion tahu dimana rumah ibu Narnia.
"silakan Nona.. sudah sampai.."ucap Orion sembari membukakan pintu mobil itu untuk Narnia. Narnia tertegun sejenak
"bagaimana dia bisa tahu rumah ibu ya?? ooh.. mungkin Lucas yang memberitahukan alamatnya.."ucap Narnia dalam hati. Dia lalu turun dari mobil dan memencet bel dipintu pagarnya.
"Narnia!" ucap Nyonya Lisa girang sembari memeluk Narnia. Pandangan Nyonya Lisa berubah saat melihat Orion di belakang Narnia.
"siapa itu?" bisik Nyonya Lisa.
"ini driver.. namanya Orion." ucap Narnia seraya memperkenalkan Orion pada ibunya.
"ooh.. mari silahkan masuk.." ucap Nyonya Lisa.
"ibu terkejut saat mendengar dari Evelyn kau akan tinggal dirumah Lucas.." ucap Nyonya Lisa. Narnia hanya tersenyum.
"oh ya.. Orion mau minum apa?" tanya Nyonya Lisa.
"apa aja Nyonya.." jawabnya singkat sereya duduk dikursi tamu.
Nyonya Lisa terus memandangi putri bungsunya itu.
"kau benar tidak apa apa tinggal dirumah itu?" tanya Nyonya Lisa. Narnia hanya mengangguk sambil tersenyum. Dia lalu membuatkan segelas teh panas untuk Orion.
"ini.. minumlah.. kau tunggu sebentar disini tidak apa apa kan? " tanya Narnia.
",tidak masalah nona.. Oya, maaf jika saya lancang, saya melihat foto keluarga anda, nona. Itu siapa Nona?"tanya Orion saat melihat foto Tuan Eko, ayah Narnia.
"ooh.. itu ayahku. Tapi dia sudah meninggal 6 bulan yang lalu.."jawab Narnia sembari tersenyum dan meninggalkan Orion di ruang tamu.