BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 43: Ulang Tahun Kanaka


Hari ini adalah hari ulang tahun Kanaka, dan Narnia membawa Kanaka ke rumah Nyonya Lisa lebih pagi daripada biasanya. Kanaka juga berangkat sekolah dari kediaman Nyonya Lisa. Narnia mengantarnya dengan mengendarai taxi hingga ke sekolah Kanaka.


Di apartemen Narnia


Lucas tampak berjalan menuju apartemen Narnia seperti biasa. Lucas tampak bersemangat memencet bel pintu apartemen Narnia. Setelah menyadari pintu tak kunjung dibuka, Lucas segera mengambil ponselnya dan menelpon Narnia.


"halo..,"


"Narnia.. kau dimana?"


"aku dalam perjalanan pulang ke rumah ibu"


"Kerumah ibu? kenapa tidak menungguku?"


"tidak perlu"


Telepon ditutup


"kenapa Narnia berubah sikap begini" gumam Lucas. Lucas kembali memacu mobil ke kantornya karena tidak ada lagi alasan baginya untuk menyusul Narnia. Sesampainya dikantor, Lucas dikejutkan dengan sebuah surat beramplop putih yang tergeletak tepat diatas meja kerja Narnia. Lucas meraih amplop itu dan membukanya. Perlahan tapi pasti Lucas membaca isi surat itu.


"resign? yang benar saja" gumam Lucas. Sembari masuk keruang kerjanya, Lucas kembali menelpon Narnia.


"halo"


"apa maksudmu dengan pengunduran diri?"


"setelah kejadian kemarin dikantor, sepertinya aku sudah tidak sanggup lagi bekerja di kantor itu. Mulai hari ini aku resign.",


"ta-tapi-"


Telepon ditutup.


Lucas nampak kesal dan menghentakkan ponselnya ke atas meja.


"sial!" umpatnya.


Hari itu Lucas tetap bekerja seperti biasa, tapi hari ini benar benar berjalan dengan kacau.


"aah sial.. aku tidak bisa berkonsentrasi kerja gara gara Narnia.." gumamnya kesal sembari meletakkan alat tulisnya. Lucas kembali mengambil ponselnya dan membuka galery di ponselnya dan memilih sebuah foto yang membuatnya sangat nyaman untuk dipandang. Yaa.. foto Lucas, Narnia dan juga Kanaka saat berada di Bianglala waktu itu kini menjadi foto paling favorit untuk dipandangi oleh Lucas.


"bagus juga begini", ucap Lucas sembari tersenyum memandangi foto sederhana itu.


"apa kau sedang bahagia?", tanya Jesica yang entah kapan telah masuk kedalam ruangan Lucas.


"kau?untuk apa datang kemari?" tanya Lucas sinis. Mendengar nada sinis itu kembali keluar dari mulut Lucas, Jesica pun terkekeh. Dia lalu berjalan dan duduk di kursi tamu tepat dihadapan Lucas.


"aku sedang menunggu jadwal giliran jaga . Aku sudah mendapatkan pekerjaan disini.." ucap Jesica. Lucas tampak acuh, meletakkan ponselnya kembali diatas meja dan kembali pada pekerjaannya. Melihat Lucas sedang serius bekerja, Jesica berjalan mendekati Lucas dan memeluknya dari belakang. Mencium leher Lucas lalu membenamkan kepalanya ke pundak Lucas. Lucas segera melepaskan tangan Jesicca yang melingkar di tubuhnya.


"lepaskan aku!" bentak Lucas.


"kenapa kau terus terusan menolakku?"tanya Jesicca kesal sembari menyibakkan rambutnya dan kembali ke tempat duduknya.


"sudah kubilang aku mencintai wanita lain.", jawab Lucas santai sembari kembali pada rutinitas pekerjaannya.


"Narnia maksudmu?" ucap Jesicca. Lucas nampak berhenti bekerja dan memandang ke arah Jessica, tatapannya tajam dan penuh arti.


"harus kubilang berapa kali kalau aku mencintai dia?"ucap Lucas mulai menahan rasa kesalnya.


"kau yakin kalau anak Narnia itu adalah anakmu?" tanya Jesicca.


"bukan urusanmu" jawabnya singkat.


kau benar benar menyebalkan!! jangan salahkan aku jika suatu saat aku bisa berbuat lebih!! ucap Jesicca dalam hati.


"mommy mengundang kita makan siang bersama di restoran Thailand langganannya. kita datang bersama saja" ucap Jesica ketus.


"tidak bisa. Aku sudah ada janji." jawab Lucas singkat. Melihat Lucas yang masih terus bekerja tanpa menanggapi dirinya sedikitpun Jesica menjadi sangat kesal.


"kau menyebalkan!!" ucapnya seraya pergi meninggalkan ruangan Lucas. Melihat Jesicca telah pergi, Lucas kembali menghentikan pekerjaannya.


apa mungkin Jesicca yang mengancam Narnia? tapi Jesicca sama sekali tidak pernah membahas Narnia selama ini, dia juga tidak mungkin tau dimana Narnia tinggal.. selain itu selama ini dia di Amerika dan baru kembali beberapa hari ini.. aaahh ini sungguh membuatku gila! ucap Lucas dalam hati.


***


Di kediaman Nyonya Lisa


Dekorasi sederhana untuk ulangtahun Kanaka telah disiapkan dengan apik oleh Narnia, kue ulang tahun, cupcakes lucu buatan Oma Lisa, spagety dan Ratatouille spesial buatan Anthony dan fruitpunch serta puding coklat spesial dibuat oleh Evelyn.


"mbak..istirahatlah.. jangan terlalu lelah. Ingat kau sudah hamil tua sekarang." ucap Narnia pelan. Evelyn hanya tersenyum sembari meneruskan pekerjaannya menata alat makan dan perlengkapan yang lain. tiba tiba dia berteriak.


"aaa..aduuh.." rintih Evelyn sembari memegangi perutnya. Seketika Anthony berlari menghampiri diikuti Narnia dan Nyonya Lisa.


"what happened babe..?"tanya Anthony seraya membantu Evelyn untuk duduk dan merebahkan tubuhnya di sofa.


"perutku kram.. sepertinya kontraksi.." jawab Evelyn pelan sembari mengatur nafasnya.


"ini minumlah . " ucap Narnia sembari memberikan air mineral hangat pada Evelyn.


"kau istirahatlah.. aku akan menjemput Kanaka." ucap Narnia sebelum pergi meninggalkan rumah Nyonya Lisa.


sungguh beruntung Evelyn ada Anthony yang menemani disampingnya. aku selalu membayangkan hal itu terjadi padaku. ucap Narnia dalam hati. Narnia menjemput Kanaka dengan taxi agar dapat segera sampai kerumah lebih cepat. Saat sampai semua orang bersorak senang dan penuh suka cita menyambut kedatangan Kanaka.


"happy birthday Kanaka!" ucap semua orang dan membuat Kanaka tersenyum bahagia.


"Kanaka masih tunggu tamu spesial Kanaka dulu, Oma. "ucap Kanaka seraya berlari dan duduk di tangga teras rumah. Kanaka tampak dengan sabar menunggu Lucas disana. Hanya duduk diam tanpa melakukan apapun. Dia terus memandangi pintu gerbang yang masih tertutup rapat.


5 menit


10 menit


15 menit


20 menit


30 menit


"mungkin Om Lucas ada rapat. kita tiup lilin dulu saja dan makan kue sambil tunggu Om Lucas. " ajak Narnia. Kanaka tetap menolak ajakan itu.


"Kanaka tunggu satu menit lagi." ucapnya pasti.


Pintu gerbang terbuka pada akhirnya.


"hei boy! selamat ulang tahun" ucap Lucas sembari membawakan hadiah besar ditangannya. Melihat Lucas datang, tawa Kanaka merekah lebar, matanya berbinar. Kanaka berlari menghampiri Lucas dan memeluknya.


"terimakasih sudah datang Om..", ucap Kanaka sambil tersenyum. Lucas mencium kedua pipi anak menggemaskan itu.


"ini kado untuk Kanaka" ucap Lucas.


wajah Narnia nampak sumringah melihat moment indah itu, begitu pula dengan Evelyn, Anthony dan Nyonya Lisa. Kanaka menggandeng Lucas masuk ke dalam rumah. Dan mengenalkannya kepada semua orang.


"ini tamu spesial Kanaka.. om Lucas.. " ucap Kanaka. Lucas tampak menyapa semua orang dengan senyuman lebar di bibirnya. Acara pun dimulai, semua nampak sangat bahagia. Terlebih Kanaka, dia tidak pernah lepas dari pelukan Lucas. Kanaka terus menggenggam tangan Lucas seolah tak ingin dipisahkan darinya.


"indah yaa.. " ucap Evelyn sambil tersenyum. Narnia mengangguk sambil tersenyum dan nampak menghapus air mata tipis yang terlanjur membasahi pipinya.


"aaaa.. aduuuhhh.." teriak Evelyn sekali lagi disertai kucuran air yang keluar dari sela sela kakinya.


"mbak!!" teriak Narnia sembari menghampiri Evelyn. mendengar teriakan itu, semua orang yang sedang berkumpul segera berlari dan melihat apa yang terjadi. Lucas segera meminta Anthony untuk membawa Evelyn masuk kedalam kamar, sementara Nyonya Lisa menelpon ambulance.


"Kau pecah ketuban.. sini biar aku periksa.." ucap Lucas


"apa kau sudah gila!! aku tidak mau!!", teriak Evelyn.


"ya sudah kubawa ke rumah sakit. naik mobil saja!" ucap Lucas. Anthony dan Lucas segera membopong Evelyn masuk ke dalam mobil. Narnia dan Kanaka serta Nyonya Lisa menemani Evelyn didalam mobil Lucas, sementara Anthony membawa mobilnya sendiri. Lucas membawa mobilnya seperti orang gila, kecepatannya tinggi dan suara klarkson tak hentinya dia bunyikan. Sesekali Narnia memandang ke arah Lucas.


wajahnya panik.. apa begitu juga jika aku yang akan melahirkan. ucap Narnia dalam hati. setibanya di rumah sakit, Lucas segera turun dari mobilnya dan menggendong sendiri Evelyn dari mobil ke dalam UGD.


"kakak saya pecah ketuban dok.. " ucap Lucas saat memberikan Narnia kepada petugas medis disana. Tanpa pikir panjang petugas medis itu langsung memeriksa Evelyn. Tak selang beberapa lama Evelyn dilarikan ke unit ibu dan anak dan menemui dokter obgyn. Setelah diperiksa dokter memutuskan harus segera melakukan operasi. Lucas menemani Anthony menunggui istrinya didepan ruang operasi. Sementara Narnia, Kanaka dsn Nyonya Lisa duduk dibangku dekat situ.


Sesekali Lucas mencuri pandang memperhatikan Narnia.


dulu kau melahirkan sendirian.. apa ada yang menemani? apa tidak terjadi kegawatan seperti ini? Narnia.. maafkan aku.. tidak sanggup aku membayangkan kau bertaruh nyawa sendirian. ucap Lucas dalam hati.


Tak selang berapa lama, perawat keluar dari ruang operasi.


"bayi anda perempuan, tuan.. mari ikut saya untuk pengukuran. " ucap Perawat itu seraya membawa seorang bayi mungil. Anthony seketika memeluk Lucas


"terimakasih sudah menolong istriku" ucap Anthony sebelum pergi. Lucas tersenyum bahagia.


"selamat.. " ucapnya pada Anthony.


",om!" panggil Kanaka seraya berlari menghampiri dan memeluk Lucas.


"Kanaka punya adik.. dia perempuan.", ucap Lucas sembari tersenyum. Suka cita bahagia terpancar dari wajah Narnia dan juga Nyonya Lisa yang nampak lega setelah kejadian mengagetkan tadi dirumah.


"selamat bu.. anda punya cucu perempuan.", ucap Lucas pelan. Nyonya Lisa tampak mengangguk. Setelah menunggu sekitar satu jam, Evelyn di geredek keluar oleh beberapa suster dan kembali keruang perawatan.


"selamat mbak.. ", ucap Narnia sembari menggenggam tangan Evelyn. Evelyn tampak tersenyum bahagia.


",Lucas.. terimakasih.. " ucap Evelyn sambil tersenyum Lucas pun tersenyum dan mengangguk.


***


Hari mulai larut, Kanaka sudah terbaring dipangkuan Nyonya Lisa.


"aku pulang duluan.." pamit Lucas.


"Lucas.. kau tolong antarkan Narnia dan Kanaka pulang kerumah. tidak masalah kan? Aku akan menemani Evelyn dan anthony disini", pinta Nyonya Lisa


"ha?" Lucas mengamati Narnia yang juga sedang memfokuskan pandangan pada Lucas.


"oh baik bu.. Biar Kanaka aku gendong" ucap Lucas sembari menggendong Kanaka dipunggungnya lalu mereka berpamitan.


"ibu terlalu bersandiwara.", ucap Evelyn sembari terkekeh setelah melihat Lucas dan Narnia pergi.


"biarkan saja. Mereka butuh banyak waktu berdua. " ucap Nyonya Lisa sembari tersenyum. Mendengar itu Evelyn bedecak sembari tersenyum.


"tanpa sepengetahuan kita mereka sudah sering bertemu Bu.." ucap Evelyn seraya terkekeh.


"maksudmu?"


"waktu aku mengantarkan makanan untuk Narnia, aku melihat Lucas tidur dikamar Kanaka. sepertinya setelah itu mereka lebih sering menghabiskan waktu bersama. Aku masih tidak habis pikir, apa yang membuat Narnia enggan mengatakan bahwa Kanaka adalah anak Lucas. ", ucap Evelyn .


"biarkan saja. itu hak Narnia untuk memutuskan. dia akan mengatakannya atau tidak dan atau akan ditunda sampai kapan biarkan dia yang menentukan. Aku cukup bersyukur Kanaka sudah bertemu dengan Lucas walaupun masih belum saling mengetahui identitas masing masing. aku melihat Lucas orang yang tulus. Perceraian tempo dulu mungkin karena kesalahpahaman saja.. Jika bisa diperbaiki sekarang.. bukankah itu bagus..", ucap Nyonya Lisa sambil tersenyum.