BROKEN VOW

BROKEN VOW
Kanaka Hilang!! part 1 : Bukan Saatnya membahas itu..


Siang itu Narnia keluar rumahnya hendak pergi ke sekolah Kanaka untuk menjemputnya. Saat didepan rumah, ia terkejut melihat sebuah mobil mewah berhenti tepat didepan rumahnya. Narnia mengernyitkan dahinya saat melihat orang yang ada didalam mobil itu.


"Nyonya Rossy.." gumamnya saat orang didalam mobil itu membuka jendela mobilnya.


"Masuklah.." ucap Nyonya Rossy. Narnia menunduk dan mengikuti permintaan Nyonya Rossy untuk masuk kedalam mobil itu.


"Kau mau kemana? Aku ingin mengajakmu minum teh." ucap Nyonya Rossy pelan. Mendengar itu mata Narnia membulat dengan sempurna.


Apa ini? Kenapa dia tiba tiba begitu baik?? ucap Narnia bergumul dalam hati.


"Saya hendak menjemput Kanaka disekolahnya. Tapi waktu pulangnya masih setengah jam lagi, nyonya..Jika memang anda ingin bicara dengan saya.. maka saya akan ikut."ucap Narnia pelan. Tampak senyum di wajah Nyonya Rossy.


"Kita ke tempat minum teh langgananku.." perintahnya pada sopir yang mengendarai mobil mewah itu.


"Baik, nyonya." jawab sopir itu yang segera membawa mobil ke tempat yang dimaksudkan oleh nyonya besarnya. Didalam mobil Narnia tidak banyak bicara. Dia hanya terdiam sembari sesekali memandang keluar jendela mobil. Tak lama, mereka pun sampai di tempat langganan Nyonya Rossy. Setelah memesan teh dan beberapa kudapan, Narnia dan Nyonya Rossy duduk berdua.


"Kau pasti bingung dan bertanya tanya kan kenapa aku mencarimu?", tanya Nyonya Rossy sembari meminum teh pesanannya.


"Aah.. iya.. Ada apa Nyonya mencari saya?", tanya Narnia pelan. Narnia hanya menunduk dan sama sekali tidak berani menatap wajah Nyonya Rossy.


"Narnia.. tataplah aku..", pintanya. Narnia terkejut dan memberanikan diri menatap Nyonya Rossy.


"Maafkan aku, selama ini aku sudah membuatmu susah. Aku sudah mengatakan pada Lucas bahwa jika memang dia bahagia denganmu, Aku akan merestui kalian. Aku tidak akan mencampuri hidup kalian lagi. Aku akan berbahagia dengan kehidupanku sendiri." ucap Nyonya Rossy pelan.


"aah.. masalah itu.. Aku dan Lucas memutuskan untuk tidak lagi saling berhubungan." jawab Narnia .Wajah Nyonya Rossy nampak begitu terkejut.


" Aah apa karena aku??Jika benar karena aku, kau tidak perlu khawatir lagi.. Aku merestui kalian. Oya, anak itu.. siapa namanya?", tanya Nyonya Rossy.


"ohh.. Kanaka.."jawab Narnia pelan. Mendengar nama itu nyonya Rossy tersenyum.


"Dia sangat mirip dengan Lucas waktu kecil." ucap Nyonya Rossy dengan senyum yang merekah lebar diwajahnya.


"Lucas mengatakan padaku jika kalian memiliki anak setelah kalian bercerai. Aku kejam sekali.. membiarkan cucuku hidup tanpa ayah.." lanjut Nyonya Rossy sembari menunduk. Mendengar itu Narnia tersenyum, sesekali dia memperhatikan jam tangannya.


"Apa sekarang kau sudah akan pergi?" tanya Nyonya Rossy.


"Ahh.. maaf nyonya. Saya harus menjemput Kanaka sebelum terlambat. " ucap Narnia sembari tersenyum.


"Biar driverku yang mengantarmu.." ucap Nyonya Rossy.


"aah tidak perlu, nyonya.. Saya lebih baik naik taxi saja. Terimakasih atas jamuannya. Saya permisi.." ucap Narnia sembari membungkukkan badannya. Dia lalu berjalan cepat menuju keluar restoran dan segera menaiki taxi menuju sekolah Kanaka.


"Aaah Kanaka pasti sudah menunggu lama.." ucap Narnia pelan. Sesampainya didepan sekolah, Narnia segera turun dari Taxinya dan berlari ke dalam sekolahnya. Mencari keberadaan Kanaka. Narnia nampak berlari kebingungan sembari memanggil manggil nama Kanaka, melihat Narnia begitu bingung, sebuah mobil yang sedari tadi mengikutinya itupun mendekat.


"Ahhh maaf.. Apa Kanaka ada bersamamu? karena penjaga sekolahnya bilang Kanaka dijemput tantenya.." tanya Narnia saat menelpon. Narnia segera menutup telponnya ,sesaat setelah ia mendengar jawaban dari Evelyn. Narnia memandang Lucas dengan tatapan khawatir.


"Ada apa, Narnia?" tanya Lucas sekali lagi.


"Kanaka hilang! Aku sudah cari disekolah tidak ada, aku cari ditempat biasa dia bermain saat menungguku juga tidak ada, Aku tanya penjaga sekolah katanya sudah dijemput tantenya karena ada perempuan yang datang menjemput Kanaka, tapi saat aku telpon Evelyn dia ada di apartemennya tidak menjemput Kanaka.Dimana dia ya.." ucap Narnia. Wajahnya nampak sedih dan bergetar.


"Tunggu sebentar. Kau jangan menangis dulu.. kita cari bersama, oke.. ayo masuk ke mobil.." ucap Lucas. Didalam mobil Narnia tak kuasa menahan tangisnya. Airmatanya mengalir deras dan tangannya gemetar.


"Dimana anak itu.." gumam Narnia sedikit khawatir. Dia kembali mengangkat ponselnya.


"Aku akan coba ke rumah beberapa teman Kanaka" ucap Narnia sebelum menutup ponselnya.


"Kita kerumah teman Kanaka..Eh tunggu.. kenapa kau bisa ada disekolah Kanaka?" tanya Narnia bingung


"Aah..a-aku sebenarnya mengikutimu.. maaf.. Kau tadi bertemu ibuku, bukan? Kau pasti sudah mendengar restunya untuk kita, bukan?" tanya Lucas.


"Ini bukan saat yang tepat untuk membahas itu!!" ucap Narnia tegas. Mata tajamnya menatap ke arah Lucas.


"Maafkan aku..eh ini dia rumahnya.." ucap Lucas mencoba mengalihkan amarah Narnia.


Narnia dan Lucas masih mencari keberadaan Kanaka yang masih belum diketahui keberadaannya. sesekali Narnia menelpon Nyonya Lisa untuk memastikan Kanaka sudah kembali kerumah atau belum.


"Dia belum dirumah.." ucap Narnia seusai menutup telponnya.


"Kenapa kau tidak berpikir melihat Kanaka di apartemen?" tanya Lucas. Narnia menatapnya dan mencoba mengiyakan ucapan Lucas. Mereka kembali masuk kedalam mobil dan menuju apartemen Narnia. Narnia membuka passcode apartemennya dan terus berteriak memanggil nama Kanaka.


"Kau bahkan tidak mengubah passcode nya?", tanya Lucas heran.


"Ini bukan saatnya membahas itu!!! Dia tidak ada disini, Lucas... oooohhh aku bisa gila!!" ucap Narnia seolah tubuhnya mulai lemah, jantungnya terus berdegup kencang, badannya pun tak hentinya bergetar. Lucas mencoba berpikir. Memandang keluar jendela apartemen dan hari mulai gelap.


"Kita lapor saja ke polisi.. " ucap Lucas.


"Ahh.. tunggu. Aku lihat GPS ponsel Kanaka.. semoga bisa mengetahui dimana dia berada." ucap Narnia seraya mengambil ponselnya.


Lucas merebut ponsel itu saat lokasi Kanaka ditemukan disuatu titik.


"Ini... bukannya danau.. didekat apartemenku??" gumam Lucas. Mereka segera berlari keluar dan kembali ke lift. Lalu memacu mobil Lucas menuju titik yang ditunjukkan dalam ponsel Narnia.


"Siapa yang membawanya kesana? Dia bahkan tidak tau dimana apartemenku, bukan?" tanya Lucas. Narnia hanya mengangguk, menggenggam kedua tangannya yang basah karena keringat dingin.