
Setelah pelukan dan tangisan sendu itu, Akhirnya Lucas berpamitan dengan Narnia.
"aku pulang dulu.. besok pagi aku jemput lagi.." ucap Lucas seraya beranjak dari sofa, Narnia mengantarkan Lucas keluar hingga kedepan pintu. Tanpa sadar jam dinding itu sidang menunjukkan pukul 11 malam.
"Narnia.."panggil Lucas. Narnia mendongakkan kepalanya dan Lucas kembali mencium bibir Narnia. Ciuman hangat itu mendarat bertubi tubi di bibir Narnia, Kali ini Narnia tidak menolak, dia justru membalas ciuman Hingga tubuh mereka terasa memanas dan mulai sulit bernafas, mereka melepaskan bibir mereka dan mengambil udara sekejap. Masih menautkan kening mereka dan saling memandang. Lucas dan Narnia saling tersenyum.
"sudahlah.. kau pulang saja.."bisik Narnia.
"ok" ucap Lucas sembari mencium kembali bibir Narnia dan kembali tersenyum.
"aku pulang.." ucap Lucas sembari melepaskan pelukannya dari Narnia. Setelah melambaikan tangannya, Lucas benar benar pergi. Mengendari mobilnya menuju apartemen pribadinya.
"Tuan Lucas.. ada tamu menunggu di apartemen anda.." ucap security saat Lucas memasuki pintu gerbang apartemen, dia langsung disapa oleh Security tepat di pintu. Lucasn hanya mengangguk. Dia melaju dengan cepat karena penasaran akan tamu yang datang. Didepan apartemennya terparkir sebuah mobil sedan warna putih. Lucas lalu menghentikan laju mobilnya dan memarkirkannya di belakang mobil putih itu. Lucas berjalan mengamati mobil dia terkejut saat melihat seorang wanita dengan rok mini, berperawakan tinggi, langsing dan berwajah cantik. Wanita itu segera memeluk Lucas dengan mesranya.
"Jesicca.. " gumam Lucas saat Jesica memeluk tubuhnya.
"aaah Lucas.. aku merindukanmu..di Amerika tanpamu sungguh membosankan." ucap Jessica manja. Lucas mencoba menghindar dari pelukannya dan membuka pintu apartemennya. Jesicca berjalan dengan membawa kopernya masuk ke dalam Apartemen Lucas.
"whooooaaaa. keren sekali apartemen ini. Lebih seperti rumah ya sayang.. whooaaa kamar utamanya menghadap langsung ke privatpool.. ada jacuzi juga.. waaaah.. senangnya.." ucap Jessica seraya melemparkan badannya ke atas ranjang. Melihat itu Lucas berdecak malas.
"kau kenapa sudah kembali? Bukannya ini terlalu cepat.." tanya Lucas sinis. Mendengar itu Jesica memanyunkan bibirnya, mendekati Lucas dan memeluk Lucas dari belakang.
"aku merindukanmu.. "ucapnya sambil tertawa. Lucas berusaha melepaskan pelukan tangan Jesicca dan berjalan menjauh. Lucas masih membelakangi Jesicca dan saat Lucas membalikkan badannya, Jesicca sudah terlentang diatas tempat tidur Lucas tanpa sehelai benang pun ditubuhnya. Melihat itu Lucas terperanjat memandang Jesicca yang begitu berani.
"apa kau sudah gila!", bentak Lucas sembari mengambil selimut dan menutupkannya diatas tubuh Jesicca. Lucas segera keluar dari kamarnya.
"hei.. ayooolah.. tidur denganku sekali saja, sayang.." ucap Jesicca.
"kau jangan gila!! pakai bajumu sekarang!!" teriak Lucas segera pergi dan masuk ke dalam mobilnya.
"sial!! sial!! sial!!" teriak Lucas didalam mobil sembari memukul stir mobilnya.
"kenapa orang gila itu sudah kembali sih?? kenapa cepat sekali kembalinya!! mama menjodohkan aku dengan wanita murahan seperti itu.. yang benar saja!!" ucap Lucas kesal. Dia kembali memarkirkan mobilnya.
Ting..Tung..Ting..tung..
Narnia yang telah merebahkan badannya kembali terbangun saat mendengar bunyi bel di apartemennya. sejenak dia melihat jam dindingnya.
sudah jam 00.00 .. siapa yang bertamu malam malam begini.. ucap Narnia dalam hati. Dia lalu segera melangkahkan kakinya ke pintu depan. Mengintip dari lubang tengah pintu.
"Lucas??" ucap Narnia saat membuka pintu apartemennya. Narnia hanya menggunakan baju tidur tipis saat itu, Lucas membelalakan matanya
"ahh.. kau masuklah.. aku ambil baju dulu." ucap Narnia dan dengan segera Narnia lari ke kamarnya mengambil kimononya.
gila gila.. aku pake baju begini lagi.. mana ga pake Daleman ..bodoh.. bodoh.. ucap Narnia saat menggunakan kimononya.
"ada apa kau kembali lagi?" tanya Narnia heran. Lucas merebahkan tubuhnya di sofa.
"boleh aku menginap disini?Diapartemenku ada orang gila. menyebalkan.. " ucap Lucas. Narnia mengernyitkan dahinya dan segera mengambilkan bantal serta selimut untuk Lucas.
"ini.. Semalam saja!" ucap Narnia.
"terimakasih".
"pakailah ini.." ucap Narnia sembari memberikan sebuah kaos dan celana pendek.
"mandilah.. lalu istirahat." ucap Narnia. Lucas pun segera membersihkan dirinya. Dan saat keluar kamar mandi Narnia terkekeh melihat Lucas dengan kaos dan celana pendek itu.
"kenapa tertawa? apa ada yang aneh?" tanya Lucas heran. Narnia sibuk menghidupkan mesin cuci otomatis itu. dan kembali ke tempat Lucas.
"itu bajuku saat hamil.." ucap Narnia sambil tertawa.
"aaah pantas saja kenapa kau punya kaos dan celana yang begitu besar. " ucap Lucas .
"sudahlah.. kau istirahatlah. sudah malam." ucap Narnia seraya masuk ke dalam kamarnya.
Malam itu Lucas tidak dapat tidur nyenyak, badannya terlalu panjang untuk sofa yang ditempatinya.
"tidak kusangka bisa kembali ke kamar ini lagi.", gumam Lucas. Dia bangkit dari tempatnya dan berjalam menuju kamar Kanaka, membuka pintu kamar Kanaka perlahan dan memandang Kanaka yang sedang terlelap dari kejauhan. Senyum Lucas terpancar nyata diwajahnya. Lalu Lucas berjalan ke kamar utama, tempat Narnia tidur. Dia membuka pintu perlahan dan masuk kedalam kamar Narnia, membenarkan posisi selimut Narnia. Lucas duduk di bibir ranjang sembari memandangi Narnia dan membelai wajah Narnia.
"kau begitu menderita selama ini.. Maafkan aku.. " gumam Lucas. Lalu Lucas kembali beranjak dari tempat duduknya.
"Lucas..kau belum tidur?" tanya Narnia sembari membuka sedikit matanya.
"maaf.. aku membangunkanmu. Tidurlah sudah malam, aku akan kembali tidur di sofa." ucap Lucas pelan.
***
"loh.. om Lucas nginep sini mah?" tanya Kanaka saat keluar dari kamarnya. Narnia mengangguk dan tersenyum.
"coba, bangunkan dia sekarang.. " ucap Narnia. Lalu Kanaka menghampiri Lucas dengan senyum lebarnya, berjalan mengendap endap dan menciumi pipi Lucas bertubi tubi sama seperti cara Narnia membangunkannya.
"aaah.. jagoan kecil..." ucap Lucas saat membuka matanya dan segera membalas ciuman Kanaka. Gelak tawa tak terelakan dipagi itu. Suasana yang jarang ditemui dipagi hari diapartemen Narnia.
"ayo om kita makan.." ajak Kanaka sembari menggandeng tangan Lucas menuju ke dapur mini Narnia.
"selamat pagi.." sapa Narnia sambil tersenyum. dia memberikan secangkir kopi susu panas pada Lucas dan susu hangat untuk Kanaka.
"kau sudah pandai memasak sekarang.." ucap Lucas setelah menyantap kwetiau goreng buatan Narnia.
"mama itu enak masaknya.. cuma masih lebih enak Tante Evelyn, Om.." ucap Kanaka sembari menahan tawanya.
"hiiisss . Tante Evelyn kan chef.. jelas beda kelas, kak!" ucap Narnia kesal.
"Oya, om.. besok lusa Kanaka ulang tahun loh.. yang ke tujuh.. biasanya dirayakan dirumah Oma. Besok om datang yaah.. jadi tamu spesialnya Kanaka.." ucap Kanaka sumringah. Lucas pun tak segan segan mengangguk tanpa berpikir. Kanaka yang telah menghabiskan makanannya segera membawa piring kotornya ke wastafel dan mengambil handuknya untuk mandi.
"bagaimana tidurmu?" tanya Narnia sembari duduk dihadapan Lucas.
"lumayan.. "jawab Lucas singkat.
"memangnya orang gila mana yang datang malam malam ke apartemenmu?" tanya Narnia sembari tersenyum. Lucas terdiam, memperhatikan Narnia, wajahnya berubah serius.
"Jesicca.." jawab Lucas pelan
Deg!
Hening
Tiada kata yang terucap dari keduanya. Hanya saling tatap, saling pandang , dan terkadang memutar mutarkan garpu untuk mengambil kwetiau yang masih tersisa diatas piring saji.
"aku ingin kembali padamu Narnia.. apa bo-" sebelum Lucas menyelesaikan pembicaraannya, Narnia menggelengkan kepalanya seketika.
"aku tidak mau. Aku sudah cukup merasakan kegetiran dulu.. aku tidak mau.." ucap Narnia dengan mata berkaca kaca. Mendengar jawaban Narnia itu Lucas terdiam. memandang Narnia tanpa berkata apa apa.