
Pagi itu seperti biasa, Narnia menyiapkan sarapan dan juga bekal untuknya dan Kanaka. Setelah waktunya tiba dia membangunkan Kanaka seperti biasa, dengan ciuman yang bertubi tubi menghujani pipi Kanaka.
"mama..." teriak Kanaka sembari menggeliatkan badannya. Tiba Tiba Narnia mendengar bel berbunyi.
siapa pagi pagi begini..ucapnya dalam hati. Narnia berjalan menuju pintu dan sangat terkejut saat membuka pintu melihat Lucas sedang berdiri disana. Memakai jas nya dengan rapi.
"selamat pagi.."sapa Lucas sambil tersenyum.
Narnia menoleh ke arah Kanaka yang sepertinya masih belum beranjak dari ranjangnya.
"kau?? mau apa kau kesini?", bisik Narnia dengan wajah kesal.
"menjemputmu dan Kanaka.."bisik Lucas sambil tersenyum. Narnia mempersilahkan Lucas masuk.
"siapa ma?" tanya Kanaka sembari mengusap matanya. Senyum lebar terpampang di wajah Kanaka saat melihat Lucas dihadapannya.
"om .. sarapan yukk", ucap Kanaka sembari menggandeng tangan Lucas.
"mama masak apa?" ,tanya Lucas dari tempat duduknya. Nasi goreng yang semula menjadi porsi Narnia pun segera dia berikan pada Lucas. Lalu membuatkan Lucass segelas kopi.
"makanlah.."
"terimakasih.."
Narnia memperhatikan Kanaka yang mulai dekat dengan Lucas dan membiarkan mereka. Narnia kembali mengambil beef teriyaki beku dari dalam freezer nya dan memanaskannya didalam microwave, Menggoreng lauk pauk Frozen juga dan menyiapkan bekal tambahan untuk Lucas.
"Kanaka mandi dulu ya om..", ucap Kanaka setelah meletakkan piring kotornya di atas wastafel.
"kau.. mengajarinya dengan baik yaa.. Kanaka sangat mandiri.", ucap Lucas sembari kembali menyantap sisa nasi gorengnya dipiring.
"kau sedang apa?"tanya Lucas
"ini.. bekalmu." ucap Narnia sambil tersenyum. Melihat itu Lucas pun melebarkan garis tawanya.
"terimakasih"
"Kanaka... udah belum mandinya??" ucap Narnia sembari berjalan menuju kamar mandi.
begini rupanya dia jika sudah jadi ibu. mulai gemar berteriak teriak, cerewet, tapi manis...sudah pintar masak rupanya. ucap Lucas dalam hati sambil tertawa geli melihat bekal yang ada dihadapannya. Lucas melihat sekeliling, lalu dia melepas jasnya dan melipat kemejanya lalu mencuci piring piring kotor yang di wastafel, membereskan mainan Kanaka yang masih berserakan, lalu menyalakan penyedot debunya dan mulai membersihkan lantai. Narnia terkejut saat keluar dari kamar mandi.
"sedang apa kau?"tanya Narnia. Lucas hanya tersenyum sembari meneruskan pekerjaannya. Lalu Lucas menuju kamar Kanaka, dia memandangi Kanaka dari depan pintu kamarnya. Kanaka sedang membereskan buku bukunya dan menatanya dengan rapi didalam tasnya. Melihat itu Lucas tersenyum.
"hei bro.. sudah siap berangkat?"tanya Lucas sambil tersenyum. Kanaka mengangguk dengan tawa di wajahnya. Narnia keluar kamar dan telah siap dengan baju serta tas kerjanya.
"mama sudah siap?" tanya Lucas. Narnia hanya mengangguk. Dan mereka pun pergi bersama sama. Lucas menggandeng erat tangan kecil Kanaka dan melangkah bersama.
"bye.. Kanaka.." ucap Narnia setelah mencium kedua pipi putra nya. Kanaka berjalan, nampak melambaikan tangan, tapi tiba tiba dia kembali lagi.
"om.." ucap Kanaka sembari melambaikan tangan, Lucas pun lalu jongkok didepan Kanaka dan tiba tiba Kanaka mencium pipi Lucas sebelum akhirnya berlari kembali masuk ke dalam sekolahnya. Lucas nampak mematung sejenak sembari memegangi pipinya dan senyum bahagianya kembali merekah di wajahnya. Narnia terus mengamati Lucas .
"kenapa? mama mau cium juga?" goda Lucas. Narnia hanya diam dan berdecak malas sembari masuk kedalam mobil. Lucas lalu kembali memacu mobilnya sampai ke kantor. Mereka keluar dari mobil bersama, sempat menuai banyak pandangan dari para karyawan yang melihatnya tapi langkah mereka tidak surut dan terus berjalan sampai ke ruangan direksi.
***
Hari itu berjalan seperti biasa, ruang direksi digunakan untuk rapat intern membahas pembukaan mall baru dan tiba tiba ponsel Narnia berbunyi.
"halo"
"...."
"apa??baiklah. saya segera kesana." ucap Narnia. Narnia segera merapikan mejanya dan menelpon Lucas melalui telpon paralelnya.
"halo"
"Lucas.."
"ya.."
" harus kesekolah Kanaka. katanya Kanaka berantem di sekolah.. barusan pihak sekolah menelpon. mohon ijin sebentar yaa.." ucap Narnia.
"tunggu.. kamu pergi sama saya." ucap Lucas sebelum menutup telponnya. Karena Lucas tak segera keluar, Narnia pergi lebih dulu.
aku tunggu di lobi tulis Narnia dalam pesan singkatnya. Tak lama Narnia menunggu akhirnya Lucas pun datang dan segera berlari kecil menuju ke mobilnya.
"kok bisa berantem sih?" tanya Lucas heran.
"entahlah.." jawab Narnia pelan sembari berulang kali menggigit bibirnya. Wajahnya nampak sangat khawatir. Saat sampai di sekolah, Narnia segera turun begitu pula dengan Lucas. Menuju kantor kepala sekolah, dan disana sudah ada beberapa orang tua murid yang juga bersama anak anak mereka.
"Kanaka.." ucap Narnia saat melihat Kanaka duduk di bangku kecil. Narnia tampak memeluk dan mengusap wajah kanaka, ada beberapa lebam disana.
"kamu! kalau ajari anak yang bener donk.. masa anak saya ditendang perutnya! Dasar wanita liar.. begitu tu kalau anak nggak tau bapaknya ada dimana!" ucap ibu dari kawan kanaka yang berkelahi dengan Kanaka. Narnia hanya memandang ibu itu, tidak menjawab dan tidak memberi komentar. Dia hanya diam dan memeluk Kanaka. Lucas yang berdiri dibelakang Narnia hanya mampu memandang Narnia dengan mata berkaca kaca. Lalu ibu kepala sekolah datang.
"maaf Bu, Narnia.. saya terpaksa mengundang anda ke sekolah, karena Kanaka terlibat perkelahian dengan beberapa orang temannya. Dan saat kami sampai di lokasi memang Kanaka yang memukul ketiga anak ini. Saya sudah berulang kali menanyakan alasan perkelahian itu tapi dia tidak menjawab. " ucap Ibu kepala sekolah itu.
"Kalau Kanaka dipukul, Kanaka diem aja, kalau Kanaka diminta mengerjakan pe er mereka, Kanaka tidak pernah mengadu, kalau Kanaka dikatain anak haram, Kanaka diem aja. Tapi tadi Kanaka udah kasih buku tugas mereka, tapi mereka tetap pukul Kanaka, mereka tetap makan bekal Kanaka, Kanaka masih diam tapi mereka bilang mama wanita murahan, mereka bilang mama simpanan om om, Kanaka nggak suka ada yang jelekin mama. Biar badan Kanaka yang sakit mereka pukul kanaka nggak apa apa, Kanaka masih bisa tahan. tapi Kanaka nggak bisa diam kalaun mama dijelek jelekan. " ucap Kanaka pelan. seketika Narnia menangis sembari memeluk Kanaka. Lucas pun berusaha keras menahan air matanya agar tidak jatuh.
ibu ibu congkak itu kini merasa malu atas sikap anaknya, kepala sekolah kemudian memberikan nasehat pada para orang tua itu dan anaknya. Narnia masih terus memeluk Kanaka.
"mama jangan nangis.. Kanaka janji nggak berantem lagi. Kanaka cuma mau jaga mama.. karena selama ini mama sudah jaga Kanaka.." ucap Kanaka. Narnia tak sanggup berkata kata, dia hanya diam dan air matanya sulit dihentikan. Melihat itu Lucas mencoba mencairkan suasana.
"Kanaka.. kita main yuk.. " ucap Lucas sambil tersenyum. Lalu mereka menuju playgroun yang ada di sebuah mall besar. Kanaka dan Lucas asik bermain disana, sementara Narnia hanya mampu mengabadikan momen itu melalui kamera ponselnya. wajah sembabnya telah berganti dengan senyuman. Melihat tinggah ayah dan anak itu diarena bermain. Setelah usai dan lelah bermain, Lucas menggendong Kanaka.
"ayo kita makan, ma.." ucap Lucas. Narnia membawakan jas dan dasi Lucas sementara Lucas menggendong Kanaka sembari berjalan mencari tempat makan.
"Kanaka mau makan apa? om yang traktir.." ucap Lucas saat tiba di foodcourt.
Kanaka tampak berpikir sejenak.
"udon boleh Om?" tanya Kanaka.
"boleh donk.. oke kita makan udon." ucap Lucas seraya melanjutkan langkahnya menuju restoran udon. Narnia tampak terus memperhatikan Kanaka dan juga Lucas yang nampak semakin akrab. Lucas juga bisa melupakan sejenak kesibukan kantornya yang begitu membosankan baginya. Hari berlalu begitu cepat, setelah bermain bersama, makan dan juga membelikan Kanaka beberapa mainan dan buku akhirnya Lucas mengantar kanaka dan Narnia pulang.
"kamu nggak apa apa gendong Kanaka begitu?", tanya Narnia saat melihat Lucas menggendong Kanaka di belakang punggungnya. Lucas hanya tersenyum.
"ayoo Kanaka ganti baju dulu..", ucap Narnia
"Kanaka mau mandi aja mah.." ucap Kanaka seraya berlari mengambil handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi.
"terimakasih kamu sudah bikin Kanaka bahagia hari ini." ucap Narnia seraya memberikan secangkir teh hangat pada Lucas. Lucas meletakkan tubuhnya dan menyandarkannya di sofa.
"Sejak kapan Kanaka mulai mandi sendiri dan pakai baju sendiri begitu?" tanya Lucas. Narnia berpikir sejenak.
"sejak masuk SD. dia sudah nggak mau aku bantu kalau berpakaian. Kenapa?" tanya Narnia sembari mengernyitkan dahinya.
"aku memikirkan omongan Kanaka di sekolah tadi. Mungkin anak anak tadi memang membullynya sudah sejak lama. Nanti biar aku cek ya.." ucap Lucas.
"ha?oke.."
Setelah Kanaka selesai mandi Lucas mengikuti Kanaka sampai ke dalam kamar dan menutup pintu kamar itu.
"ada apa om?" tanya Kanaka heran saat Lucas masuk dan duduk di atas ranjangnya.
"om bantu kamu pakai baju" ucap Lucas sambil tersenyum.
"nggak usah Om..kanaka bisa" jawab Kanaka pelan.
"om mau bantu.." ucap Lucas sedikit memaksa. Lucas segera melepaskan handuk yang membelit tubuh Kanaka dan mulai melihat beberapa luka lebam di tubuh Kanaka. Punggung, lengan, perut, tubuh mungilnya hampir penuh dengan luka lebam. Lucas berkaca kaca melihat keadaan miris itu. Dia melihat Kanaka menunduk
"Kanaka.. mulai sekarang kalau disekolah ada yang pukul Kanaka, nakal sama Kanaka, Kanaka bilang sama om ya..Nanti Om yang kasih pelajaran.." ucap Lucas pelan. Kanaka hanya mengangguk.
"tapi om jangan bilang mama ya.. " pinta Kanaka. Lucas mengernyitkan dahinya
"kenapa?" tanya Lucas heran
"Kanaka cuma nggak mau mama sedih, Kanaka nggak mau lihat mama nangis. tiap malam mama udah sering banget nangis. Dikamarnya, saat nemenin Kanaka tidur, sering mama nangis. Kanaka cuma punya mama, Kanaka nggak mau liat mama sakit hati lagi. Orang orang diluar sana jahat sama mama. Mereka ngomongin mama yang jelek jelek, yang Kanaka nggak suka. Mereka nggak tau perjuangan mama merawat Kanaka, besarin Kanaka, Kanaka tau mama nggak sempurna tapi buat Kanaka mama yang terhebat. Om jangan bilang mama ya..", ucap Kanaka. Lucas mengangguk sembari memeluk Kanaka.
"sudah malam.. om bacain Kanaka cerita lalu Kanaka istirahat ya.." ucap Lucas sembari menaikkan Kanaka ke atas ranjang.
Saat Kanaka tengah terlelap, Lucas keluar dari kamar Kanaka, menutup pintu kamar Kanaka dengan perlahan. Lucas lalu mencari Narnia dan terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Tak berapa lama Narnia keluar dari kamar mandinya. Rambutnya basah terurai.
kenapa dia cantik sekali ucap Lucas dalam hati.
"Kanaka udah tidur?" tanya Narnia.
"hmm"
Lucas berjalan perlahan menyusul Narnia yang berjalan ke arah pantry menaruh handuknya. Lucas mengendus rambut Narnia dan memegangi pinggang nya.
"Harummu masih sama..", bisik Lucas di telinga Narnia. Narnia terkejut karena Lucas menyentuh tubuhnya. Lucas membalikkan badan Narnia dan kini mereka saling berhadapan, saling memandang satu sama lain, kening mereka pun saling bertautan. Lucas membenamkan kepalanya di leher Narnia dan memeluk Narnia semakin dalam.
"aku merindukanmu..", bisik Lucas. Lucas memegangi kepala Narnia dan Mencium bibir Narnia dengan lembut.
"jangan.." bisik Narnia tapi Lucas terus mencium bibir mantan istrinya itu hingga mereka kesulitan bernafas. Narnia lalu mendorong tubuh Lucas sekuat tenaga. Narnia nampak mengatur nafasnya.
"Jangan" ucap Narnia. Lucas mengernyitkan dahinya dan sejenak berpikir mengapa Narnia melarangnya .
"kenapa? kau tadi membalas ciumanku.." bisik Lucas.
"aku.. tidak bisa menanganinya.. lebih baik jangan.."bisik Narnia. Lucas memandangi Narnia yang mulai meneteskan air matanya. Melihat Narnia menangis, Lucas segera memeluknya.
"maafkan aku..maafkan aku.." ucap Lucas sembari membelai kepala Narnia.
"kenapa kau kembali lagi? kenapa memberikan harapan padaku?" ucap Narnia sembari memukul mukul tubuh Lucas lalu Narnia kembali memeluk tubuh Lucas. mereka melepaskan segala kesalahpahaman mereka selama ini di malam itu.