BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 29 : Persekongkolan Jahat Part 2


Malam itu Narnia dan Lucas tidur di tempat terpisah. Tidak biasanya Narnia tidur sendiri di kamar besar itu. Pagi harinya pun demikian, Narnia tidak melihat Lucas saat dia pergi kerja.


"hari ini aku tidak terlalu bersemangat.." gumam Narnia. Dia berjalan turun dari kamarnya, sarapannya masih utuh diatas meja, sama sekali tidak disentuh.


"silahkan Nona..", ucap Orion. saat membukakan pintu mobilnya. Narnia masuk, tapi pandangan matanya kosong. Entah apa yang sedang ia pikirkan sekarang. Ditempat kerjapun Narnia tampak tak bersemangat. Dia lebih banyak diam. Hari berlalu begitu lama, hingga malam hari tiba dan waktu pulang menjelang. Seperti biasa Narnia masuk ke dalam mobil, kali ini tanpa suara. Dia bahkan kehilangan seleranya untuk berbicara. Malam itu dia juga belum melihat Lucas sama sekali. Dia masuk kedalam kamarnya dan tidak sadar jika Orion mengikutinya dari belakang.


",Orion? ada apa ?" tanya Narnia pelan. Orio menatap ke arah Narnia.


"ada yang ingin saya sampaikan pada anda Nona.." ucap Orion. Dan Narnia pun mempersilahkan Orion masuk kedalam kamarnya. Orion berdiri didepan pintu dan terus memandang ke arah Narnia.


"apa yang ingin kau sampaikan padaku?" tanya Narnia.


"saya ingin mengaku atas apa yang Nona Narnia tanyakan pada saya kemarin." ucap Orion . Narnia mengernyitkan dahinya dan berdiri tepat dihadapannya.


"katakanlah.." ucap Narnia singkat.


"Sebenarnya, saya adalah suruhan Nyonya Besar untuk mengawasi anda, Nona. Awalnya saya menjadi mata mata untuk Tuan Lucas, untuk melaporkan segala sesuatu yang dilakukan Tuan muda pada Nyonya tapi ketika saya melihat Tuan muda dekat dengan anda, Lalu Nyonya menyuruh saya untuk mengawasi anda. Makanya sejak ayah nona meninggal saya sudah ada disana.. tapi saya merasa bersalah sekali pada anda nona.. saya-- saya ingin mengulang semuanya tapi tidak mungkin. Saya sudah lelah menahan rasa bersalah saya pada anda Nona. Setelah ini saya akan mengajukan pengunduran diri pada Nyonya makanya saya mengatakan ini pada anda, Nona", ucap Orion sembari menunduk.


"merasa bersalah padaku? apa maksudmu? jika kau hanya sebatas mengawasiku.." tanya Narnia heran. Orion memandang ke arah Narnia. Matanya tampak berkaca kaca.


"malam itu.. di restoran tempat Nona bekerja ada sebuah kecelakaan, nona tertabrak mobil dan anda keguguran.. sejak saat itu saya merasa sangat bersalah, semua ini menyiksa saya nona.. terlebih saat melihatmu menangis.. saya sunggu tidak tega.." ucap Orion.


"tunggu sebentar.. apa maksudmu? jangan jangan kau..."


"benar.. saya yang menabrak anda, Nona."


PLAK!


Tamparan keras Narnia mendarat ke pipi Orion. Narnia mulai menangis kembali dan berteriak seperti orang gila. Orion mencoba menenangkannya dan memeluknya.


"maafkan aku, Narnia.. maafkan aku.. aku tidak berdaya karena aku butuh uang.. uang membutakanku hingga aku tersiksa dengan rasa bersalah ini.. maafkan aku..", ucap Orion sembari memeluk erat Narnia. Narnia terus memukul tubuhnya sambil menangis.


"ada apa ini?" suara itu membuyarkan pelukan dan tangisan Narnia seketika.


"sayang aku bisa je--" sebelum Narnia berbicara Orion lebih dulu memotong pembicaraannya.


"Tuan Lucas.. saya mencintai istri anda dan kami sudah lama berhubungan" ucap Orion seketika Narnia membelalakkan matanya dan memandang Orion yang seketika mencium bibirnya. Lucas sangat terkejut melihat kejadian itu. Lalu keluar dari kamar tanpa mengatakan sepatah katapun.


Melihat Lucas tak nampak lagi dihadapannya Orion melepaskan ciumannya.


Plak!!


Narnia kembali menampar pipi Orion dengan lebih keras.


"kau sudah gila!!" ucap Narnia sebelum berlalu meninggalkan Orion dan mengejar Lucas.


"Lucas tunggu aku bisa jelaskan.." ucap Narnia sembari memegang tangan Lucas tapi tangan itu dikibarkannya dengan cepat.


"tidak ada yang perlu dijelaskan" ucap Lucas cepat. Narnia menghalangi jalan Lucas dan segera berdiri dihadapannya.


"kau salah paham sayang.." ucap Narnia mencoba menghentikan langkah Lucas.


"salah paham?? kau jelas jelas berpelukan dengan lelaki lain di dalam kamar! Dan dia jelas menciummu didepanku.. dimana letak kesalahpahaman itu?? semua jelas dimataku, Narnia.. kau mengkhianatiku!! " bentak Lucas yang kembali berjalan meninggalkan Narnia. Narnia kembali menangis dan menggenggam tangan Lucas.


"aku bisa jelaskan.. aku tidak tahu kenapa Orion bersikap be--" ucap Narnia dan seketiks Lucas memotongnya.


"kita cerai saja! tidak ada ampun untuk sebuah pengkhianatan!", ucap Lucas sebelum berlalu pergi dengan mobilnya. Narnia menangis sembari mengejar mobil Lucas yang berjalan terlalu cepat. Hatinya hancur seketika, dunia seolah runtuh mendengar kata kata Lucas tadi. Dia berjalan lemah sambil menangis kembali ke dalam rumah mewah itu. Disana dia melihat Orion yang berdiri tepat didepannya dan juga Nyonya Rossy yang tertawa senang melihat nasib Narnia.


"aku sudah bilang.. cepat atau lambat Lucas akan menceraikanmu dengan sendirinya.." ucap Nyonya Rossy sembari memberikan segepok uang dalam amplop coklat pada Orion.


"kerjamu sangat memuaskan Orion", ucap Nyonya Rossy.


"terimakasih Nyonya" ucap Orion sembari menerima amplop itu. Melihat itu mata Narnia membelalak, seolah tak mampu berucap apa apa lagi. Dia lalu berlari masuk kedalam kamarnya, membenahi semua barang barangnya dan pergi dari rumah mewah itu. Narnia menangis hampir sepanjang jalan. Dan saat sampai dirumah, Nyonya Lisa terkejut melihat Narnia pulang membawa kopernya dengan kondisi kacau. Melihat ibundanya didepan mata, Narnia segera memeluk dan menumpahkan semua tangisannya dipelukan Nyonya Lisa. Melihat tangisan pilu Narnia, Evelyn terkejut dan ikut memeluknya. Mencoba memberikan ketenangan pada Narnia.