BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 32 : Namanya Kanaka


Hari hari berlalu, Narnia masih bekerja di restoran milik Chef Antony. Kini Narnia sudah tidak mampu menyembunyikan perut nya yang sudah mulai membesar. Malam itu dia sangat terkejut saat melihat dr. Edy berkunjung ke restoran.


"papa.. " gumam Narnia saat melihat dr Edy datang. dr Edy tampak sangat terkejut saat melihat perut buncit Narnia.


"kau..hamil.." gumam dr Edy dengan senyum merekah di wajahnya. Narnia mengangguk dan tersenyum.


"apa Lucas tau?" tanya dr Edy. Narnia hanya menggelengkan kepalanya.


"aku mohon papa jangan mengatakan apa apa pada Lucas tentang anak ini. Biar aku yang menanggungnya.." ucap Narnia pelan.


"bagaimanapun dia adalah cucuku.. aku akan menggantikan tanggungjawab Lucas untukmu. aku kemari ingin memberitahumu bahwa aku punya kenalan yang sedang butuh sekretaris di perusahaannya. Bukan perusahaan besar memang, tapi aku rasa gajinya tidak mengecewakan. Aku tidak ingin kau kerja sebagai kasir lagi.", ucap dr Edy sembari menyerahkan secarik kertas kecil bertuliskan nama dan nomor telepon perusahaan.


"kerjalah disana.. dan pindahlah ke kota kecil itu. Kau bisa tinggal di rumah masa kecilku sembari menunggu anak itu lahir. Perusahaan nya ada di Middeltown. ", ucap dr Edy. Narnia memandangi kertas kecil itu dan tanpa sadar airmatanya mengalir.


"sejak pertama melihatmu aku sudah menganggap mu seperti anakku sendiri. Anakku sangat bodoh, tidak bisa menjagamu dengan baik dan larut dalam permainan jahat isteriku. Sekarang, biarkan aku bertanggungjawab dengan apa yang sudah dilakukan anakku. " ucap dr Edy.


"terimakasih papa.." ucap Narnia. dr Edy pun segera beranjak dari tempatnya setelah menemui Narnia. Dia mengatakan rencana ayah mertuanya itu pada Nyonya Lisa dan Evelyn yanb langsung disetujui oleh mereka. Dan kini Narnia sudah pindah dirumah dr Edy.


"rumahnya sudah tua tapi masih rapi dan bagus. Menyepilah disini sampai anak itu lahir." ucap dr Edy saat melihat Narnia asyik mengelilingi rumah masa kecilnya.


"terimakasih.. anda mau membantu Narnia.", ucap Nyonya Lisa mendengar itu dr Edy tersenyum.


"aku mungkin salah satu orang yang masih terus berharap Lucas dan Narnia bisa rujuk kembali. Mereka sangat baik jika bersama.." ucap dr Edy.


"aah.. mungkin sudah jalan hidup Narnia seperti ini, dokter.. Saya tidak terlalu menyalahkan Lucas. Tapi andai saja kesalahpahaman itu bisa diluruskan mungkin mereka masih bersama.." ucap Nyonya Lisa pelan. dr Edy pun mengangguk mendengar ucapan Nyonya Lisa.


"aku akan mengirimkan dokter dan bidan kemari untuk memeriksamu setiap bulan. semua adalah kenalanku, jadi kau tenang saja. " ucap dr Edy pelan. Narnia hanya mengangguk dan tersenyum.


Narnia tinggal dirumah asing itu bersama Nyonya Lisa, sedangkan Evelyn tetap menunggu rumah mereka di kota. Hari berlalu dan kini saatnya Narnia untuk bersalin. Dokter dan bidan serta perawat dikirimkan oleh dr Edy kerumah itu.


"bagaimana?" tanya dr Edy saat sampai dirumah dan menanyakan kondisi Narnia.


"masih belum keluar.. Narnia masih berusaha, om " ucap Evelyn yang menunggu persalinan diluar. dr Edy menunggu diluar kamar dengan cemas. Hingga akhirnya terdengar suara tangisan yang kemudian menggoreskan senyum di bibir mereka.


"selamat Narnia.. dia laki laki.." ucap perawat saat memberikan bayi mungil yang telah dibersihkan dan di balut dengan selimut itu pada Narnia.


"dia tampan sekali.. " ucap Narnia sembari memandangi buah hatinya.


"selamat Narnia.. aku sangat bahagia" ucap dr Edy saat melihat cucu laki-lakinya .


"kau sudah punya nama untuknya?" tanya dr Edy. Mendengar itu Narnia terdiam sejenak sembari memandangi bayi yang ada di pelukannya itu.


"Kanaka.. namanya adalah Kanaka Bagaskara." ucap Narnia sambil tersenyum. Semua orang diruangan itu bersuka cita dan menangis haru menyambut kelahiran Kanaka.