BROKEN VOW

BROKEN VOW
Epilog (END)


Narnia masih berdiam disana berpelukan erat dengan Kanaka. Dia mencoba menenangkan Kanaka yang menangis terlalu dalam.


"Kanaka nggak bisa ketemu papa lagi.. Kanaka mau papa disini mah.." ucap Kanaka berulang kali. Narnia mencoba memeluk dan menenangkan Kanaka ditengah rasa sedihnya. Begitu pula dengan perasaan campur aduk yang berkecamuk didalam hati Narnia. Kini Narnia dan Kanaka hanya duduk di sebuah bangku tak jauh dari pintu keberangkatan luar negeri. Narnia terus mengamati pintu itu dan layar informasi yang telah mengumumkan keberangkatan Pesawat menuju Amerika.


Itu pesawat Lucas.. Kenapa aku tidak menghentikannya tadi.. bodoh!! ucap Narnia dalam hati seraya memeluk Kanaka. Narnia mulai melamumkan berbagai hal tentang dirinya dan Lucas. Lamunan yang penuh dengan kenangan membahagiakan.


Kenapa aku tidak mengingat hal hal baik dan bahagia kami dulu dan menerima ajakannya untuk memulai kembali.. Kenapa aku justru berkata hal hal yang menyakitkan. kenapa aku tidak mengatakan sejak awal jika Kanaka adalah anaknya.. Ada apa sebenarnya denganku? Benar kata ibu. Keegoisanku membuat aku menutup hatiku untuk kebahagiaan orang yang aku cintai. Ya.. Kanaka dan Lucas adalah orang yang berhak bersama dan berbahagia sebagai ayah dan anak. Aku benar benar egois. ucap Narnia dalam hati sembari terus memeluk Kanaka.


Lamunannya pecah saat seseorang menyapanya.


"Narnia??"


Suara yang begitu ia kenal, suara yang membuat tangisnya berhenti seketika. Narnia menengadahkan kepalanya, dan dia terkejut melihat laki laki yang begitu ia nantikan.


"Lucas??" gumamnya seraya beranjak dari tempat duduknya. Mendengar itu Kanaka lalu berlari ke arah Lucas dan memeluknya.


"Papa!" teriakan Kanaka itu membuat Lucas mematung sementara waktu. Wajahnya nampak terkejut dengan mata yang membulat dengan sempurna. Sepasang mata itu kembali berkaca kaca seraya memeluk tubuh mungil anak lelakinya itu semakin erat. Mata yang penuh haru itu memandang wanita yang dicintainya yang tepat berdiri dihadapannya.


"Papa jangan pergi.. " ucap Kanaka sembari terus memeluk erat Lucas. Lucas menurunkan Kanaka dari gendongannya dan dia bersimpuh didepan Kanaka.


"Om ..maksudku papa.. ada pekerjaan yang harus papa kerjakan di Amerika. Jadi untuk sementara waktu ... harus... " Sebelum Lucas menyelesaikan kalimatnya Narnia memotong pembicaraan itu.


"Apa jika aku memintamu untuk tetap disini kau juga akan tetap pergi?"tanya Narnia dengan air mata yang menetes di pipinya. Mendengar itu Lucas terperanjat, dia berdiri seketika saat melihat Narnia berjalan perlahan kearahnya.


"Narnia.."


"Narnia.."


"Aku tahu, jika menghalangimu untuk pergi itu harusnya beberapa jam yang lalu, bukan? Tapi aku terlambat berpikir, aku terlambat berpikir jika ternyata selama ini aku sudah egois terhadapmu dan Kanaka, aku mementingkan diriku sendiri tanpa memikirkan perasaan kalian, aku terlambat berpikir jika ternyata aku masih membutuhkan kehadiranmu, walaupun hanya melihatmu saja aku sudah merasa lebih baik, aku terlambat berpikir jika ternyata aku masih mencintaimu.. sangat mencintaimu dan aku ingin memulai kembali semuanya bersamamu dan Kanaka.." ucap Narnia sembari menangis. Mendengar itu, Lucas lalu melingkarkan kedua tangannya ke tubuh Narnia dan memeluknya dengan erat.


"Aku mencintaimu, Lucas.. tinggallah disini bersama kami.." ucap Narnia dalam dekapan hangat Lucas. Lucas terdiam sejenak, menghapus air mata bahagianya yang mengalir perlahan. Dia merenggangkan sejenak pelukannya saat mendengar panggilan terakhir atas namanya di bandara itu.


"Itu namamu.." ucap Narnia pelan. Mendengar itu Lucas tersenyum dan mencium bibir Narnia dengan lembut lalu kembali memeluk tubuh wanita yang dicintainya itu.


"Sekarang aku ada alasan untuk tetap tinggal. Terimakasih sudah memanggilku kembali.." ucap Lucas. Lalu Lucas kembali menggendong Kanaka.


"Aku sangat bahagia.. ada kalian dalam hidupku", ucap Lucas. Melihat itu, tawa bahagia Narnia terlukis jelas di wajahnya. Dia lalu melingkarkan tangannya kepinggang Lucas dan membantu Lucas mendorong kopernya.


"Ayo kita pulang, pah.."ajak Kanaka. Lucas dan Narnia saling memandang, seolah mengisyaratkan betapa mereka sangat bersyukur dapat kembali tersenyum bahagia. Pandangan mata itu seolah mengingatkan kembali tentang awal mula mereka bertemu dan pernikahan instan mereka.


-END-


"Jika memang cinta, katakanlah, jangan sampai kau kehilangan orang yang paling kau sayangi hanya karena kata gengsi."


-Chika Anastasia-


Hai hai para reader tercintaaah.. Akhirnya kisah Lucas dan Narnia berakhir sudah. Semoga endingnya bisa sesuai dengan apa yang kalian bayangkan yaaab.. Author juga mau berterimakasih pada kalian semua yang sudah berkenan mampir dan membaca Novel aku ini. Terimakasih buat teman teman yang sudah memberikan like, vote, dan komen positif tentang Novel ini. Semoga bisa memberikan semangat untuk Author berkarya di beberapa karya yang masih on going.


Terimakasih banyak 🤗🤗🤗🤗💗💗💗💗